Pertandingan kembali dijalankan. Reza kali ini benar-benar merasa telah memenangkan pertandingan persahabatan tersebut.
Menurutnya, dia pasti akan cemerlang di masa depan, tetapi itu dengan sistem, bagaimana tanpa sistem? Dia merasa hanya setitik debu di hamparan pasir, sulit terkenal!
Walaupun sudah tertinggal 2 gol tanpa balas, SMKN 2 masih mencoba menggempur pertahanan SMA Harapan. Reza harus terus berjibaku dengan tendangan segala macam cara dari penyerang, pemain tengah bahkan pemain belakang SMKN 2 sekalipun.
Dari sebelas orang dalam setim, hanya I Nyoman lah yang masih terlihat gigih dalam melancarkan serangan bertubi-tubi.
Entah itu akan tembus ataupun tidak, menurutnya mencoba daripada tidak sama sekali. Dia, pertandingan pertamanya sebagai ujung tombak SMKN 2 memiliki beban berat yang harus dipikul bersama rekan setimnya.
“Terima ini!” I Nyoman melakukan tendangan jarak jauh yang sama sekali tak membuahkan hasil, sebab bola melambung tinggi di atas mistar gawang.
Reza hanya bisa menatap kasihan, tetapi kepada musuh dia tak akan pilih-pilih. Dia masih harus menjaga gawangnya disisa waktu 10 menit pertandingan.
Goal kick untuk Reza. Dia menendang bola sejauh mungkin, tetapi penempatan pemain kurang yang membuat bola kembali dikuasai SMKN 2. Mereka kembali membangun serangan dari lini tengah. Bola dilambatkan untuk mencari ruang umpan.
Di sana, Abdan, pemain tengah SMKN 2 mencoba memberi umpan kepada I Nyoman di depan. Namun, usahanya langsung dibuang begitu saja oleh Amin. Bola untuk sekian kalinya berada di kaki para pemain lawan.
Remy, pemain sayap kiri mengirim umpan diagonal menuju Maulid, si sayap raksasa. Maulid dengan tubuh besarnya mengontrol bola, dia dihampiri Amin dan juga Danar.
Pemain sayap kanan, bernomor punggung 17, pengganti Rama, yang bernama Maulid melancarkan serangan. Dia mengecoh Danar dan berhasil melewatinya, tetapi masih ada Amin yang mendekatinya secara perlahan.
Maulid tak ambil pusing, bola dia gulirkan ke depan melewati Amin yang mati langkah. Bola itu disambut dengan baik oleh I Nyoman yang berlari. Amin terlewati, tetapi masih ada Haikal yang mencoba menghadang pergerakan I Nyoman.
I Nyoman melakukan gerakan menipu, dia seperti ingin menggeser bola ke kiri tetapi ketika Haikal bergerak ke arah yang dia mau, I Nyoman langsung menyontek bola ke kanan depan yang membuat dia melewati Haikal dengan mudah.
Pertahanan SMA Harapan sekali lagi mengalami kebocoran akibat koordinasi yang kurang.
“Woy! Jaga dia!” Reza berseru kesal sembari menunjuk.
Muhammad Rafli mencoba mendekat, tetapi Reza tahan agar pertahanan tak semakin longgar. Lini tengah SMA Harapan langsung turun lebih dekat ke pertahanan. Dennis mencoba menjaga pemain untuk menghalau gerakannya.
Bagus bahkan turun sangat jauh, menyisakan Cipto saja di depan.
Bola yang I Nyoman pegang dia memilih kembali mengumpan kepada Maulid. I Nyoman tentunya kembali berlari dengan sisa tenaga yang dia punya, kegigihannya membuat siapa saja terkesan.
Bola yang diterima Maulid, tanpa kontrol, dia mengumpan kepada I Nyoman melewati Amin yang kembali ke posisi awalnya, sayang Amin harus tertinggal lagi.
I Nyoman berhasil mendekati area penalti. Di sana, dia sempat melirik gawang yang dijaga oleh Reza, tak ada ruang sama sekali!
Di dalam kotak penalti, sekitar 4 pemain SMKN 2 dijaga ketat oleh Bagus, Dennis, Teguh, dan Jaka. Tak ada ruang untuk sementara.
Bagus kemudian melakukan potongan ke dalam secara diagonal, bersamaan dengan itu, rekannya yang dijaga oleh pemain SMA Harapan juga bergerak ke arah berlawanan yang mengajak penjaganya mengikutinya.
“Jangan! Jangan terpancing!” Suara serak Reza terdengar.
‘Sial! Saya terpancing!’ Apa yang ada di dalam benak Bagus, menyesal.
Dia berhenti ketika melihat I Nyoman memberikan umpan kepada Maulid, kemudian umpan satu-dua tercipta. I Nyoman memasuki area kotak penalti yang membuat dia sangat kosong dan lepas dari penjagaan!
“Aarghh!” Reza menerkam bola yang hendak ditendang I Nyoman.
Bola sempat ditendang dan mengenai wajah Reza. Bola terpantul keluar lapangan dan menghasilkan tendangan penjuru.
Reza langsung terkapar setelah menerima tendangan keras tersebut. Sontak wasit menghentikan pertandingan dan memanggil tim medis SMA Harapan. Mereka berlari cukup cepat.
Reza dikelilingi oleh pemain. Nafasnya naik-turun dengan cepat, dia meringis kesakitan.
“Reza! Kau baik-baik saja?” Haikal menyeru.
“Mohon jangan didekati, dia butuh sedikit pertolongan!” Petugas medis langsung bertindak.
Pelatih Sofyan, dan beberapa pemain SMA Harapan dan juga pemain SMKN 2 terlihat khawatir, terlebih lagi I Nyoman.
“Hei! Pemain 99, kamu tidak apa-apa?” Tak tahu namanya, I Nyoman memanggil nomor punggungnya.
Beberapa saat ditangani petugas medis, Reza kembali berdiri dengan segar bugar layaknya baru sadar dari tidur yang panjang.
“Maaf, saya tidak sengaja tadi!” I Nyoman mendekati Reza.
“Tendanganmu keras, saya ingin menepisnya lagi!” Reza dengan senyuman hangatnya.
Beberapa pemain lainnya hanya tersenyum melihat sifat Reza. Pertandingan kembali dilanjutkan.
Tendangan sudut dilesatkan menuju I Nyoman yang siap melompat, bola disundul yang membuat Reza harus bersusah payah melompat lagi menjauhkan bola dari mulut gawang.
“Lagi! Tekan lagi! Bobol gawang mereka!” teriak I Nyoman dengan garang.
“Kamu gigih sekali!” Reza malah memujinya.
Formasi kembali dibentuk, SMA Harapan langsung memasang formasi bertahan sepenuhnya untuk mempertahankan skor disisa 5 menit pertandingan. Mereka juga tidak terlalu ingin menambah skor, malah pemain SMKN 2 lah yang seperti harimau baru bangun tidur.
Mereka dengan segenap kekuatan melancarkan serangan setelah seruan I Nyoman tadi. Bahkan I Nyoman terlihat lebih bersemangat daripada sebelumnya.
Penonton menyoraki kedua tim dengan senangnya. I Nyoman terus berkelok-kelok di lapangan yang membuat kesulitan Bagus dan kawan-kawannya.
Lantas I Nyoman kembali melakukan overlapping dalam skema serangan balik mereka. Dia berduel dengan Haikal, kotak penalti tak jauh lagi, mereka berdua terus berlari sambil melakukan bodi fisik.
Tak ada yang mau mengalah, kegigihan I Nyoman patut diapresiasi. Di saat timnya ketinggalan, dia lah yang paling bersemangat dalam melancarkan serangan tanpa kenal lelah, padahal rekannya bahkan Bagus dan kawan-kawannya harus kelelahan mental dan fisik.
“Sini! Tendang!” Reza memprovokasi.
Mendengar provokasi Reza, Haikal memperlambat larinya dan meninggalkan I Nyoman di depan. Dia mempertaruhkan harga dirinya di depan semua orang, dia ingin melihat sekali lagi penyelamatan indah dari Reza.
Sekali lagi, I Nyoman berhadapan dengan Reza. Dia tak berniat berhenti berlari, I Nyoman malah mencoba mengelabui Reza dengan trik kecilnya. Dia mengangkat bola di udara kemudian dia memutar tubuhnya membelakangi gawang sebelum tendangan berjulukan bicycle kick dipertunjukkan olehnya.
Bola melesat ke tanah dan memantul, Reza harus melompat setinggi mungkin. Dia sempat menyentuh bola!
Bola kemudian bergerak sedikit ke atas, dan memantul di mistar gawang yang membuatnya harus keluar lapangan.
Prit!
Peluit pertandingan selesai dibunyikan, sorak-sorai penonton dan tepuk tangan bergema. Semuanya terpana dengan tendangan I Nyoman, kegigihannya, dan semangatnya. Semuanya terpana dengan penyelamatan yang kesekian kalinya oleh Reza!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
ciru
I Nyoman lawan yg sepadan ut Reza.
2023-03-09
2
DOSA (KEBODOHAN)
baguss
2023-01-06
4
Taaku
keren.
2022-10-29
2