Srug!
“Haa … haa … haa … bola yang ke berapa yaa?” Reza berdiri dengan berpeluh keringat.
“Hebat, hebat! Kau menyelamatkan sembilan tendangan, dan sebuah tendangan dari pelatih yang kau tak dapat selamatkan!” Riyandi mendekati Reza yang hanya berdiri dengan kaki bergetar.
Reza baru menyadari bahwa tim SMA Harapan sudah bukan sekelas tim pemuda saja, isinya adalah orang-orang kuat. Tendangan demi tendangan dia terima, membuat semua orang terpukau.
Namun, tendangan terakhir, bola memasuki gawang. Itu adalah tendangan dari pelatih Bima. Siapa yang tidak tahu pelatih Bima? Mantan gelandang Timnas era 2000-an yang dicap sebagai tendangan bebasnya yang kuat dan akurat.
Reza tak menyangka Bima berada di SMA Harapan melatih mereka. Dia masih memiliki banyak pertanyaan, tentang bagaimana bisa orang sebesar Bima berada di sekolah tersebut. Setahunya, Bima sedang melatih Timnas U-16.
“Huh?!” Reza tersadar.
Dia memahaminya. Bima berada di Palu untuk mencari bakat dari klub SMA Harapan yang terkenal. Bima mencari bakat untuk melakukan pemusatan latihan yang akan bergulir dari tanggal 27 September hingga 15 Oktober 2022. Yang berkesempatan menjadi punggawa timnas sendiri hanya kelas 10 atau kelas 1 SMA.
U-16 sedang mempersiapkan tim terbaik untuk bertanding dalam kualifikasi Piala Asia U-17 2023 nantinya laga pembuka timnas pada tanggal 4 Oktober hingga 10 Oktober sebagai laga penutup. Itu membuat sebagian siswa merasa antusias. Reza hanya bisa tersenyum dalam hati.
Menurutnya, timnas U-16 sudah cukup mengerikan saat memenangi Piala AFF U-16, tetapi pelatih Bima masih kurang puas dengan performa mereka sehingga mencari lagi bakat yang tersembunyi di Palu.
“Oke, kamu istirahat saja dahulu, atau nonton beberapa tes lainnya. Diakhir pertemuan, akan ada tes terakhir!” Riyandi menepuk bahu Reza dengan semangat.
Reza menganggukkan kepalanya. Dari manik matanya terlihat jelas semangat yang terus membara. Pelatih Bima terus tersenyum kepada Reza, meski dia tak menyadarinya. Setelah menendang bola sekuat yang dia bisa, Reza sendiri masih bisa merespon cukup baik, tetapi tangannya tak mampu menahan laju bola.
“Anak itu istimewa. Aku akan memasukkannya didaftar pemusatan latihan.”
Yang tak diketahui Reza, namanya telah dimasukkan dalam pemusatan latihan yang berlangsung di Jakarta untuk bertanding di putaran kualifikasi Piala Asia U-17 2023.
...……...
Reza meminum minuman isotonik bernutrisi. Energinya yang terbuang saat tes perlahan mulai membaik. Seseorang menepuk pundaknya, dia menengok dan mendapati Haikal sedang menatapnya tajam.
“Ha-Haikal?”
“Bagaimana bisa? Bagaimana bisa?”
Reza kebingungan sebelum suara lainnya membuat dia paham.
“Haikal! Mana Reza?” Orang yang bersuara itu adalah Cipto.
“Ini dia!” balas Haikal.
Keduanya pun menatap intens Reza. Reza merasa tak nyaman kemudian berdehem membuat situasi cair kembali.
“Sepertinya kiper kita sudah jago! Ahaha!” Haikal menjitak kepala Reza dengan perasaan bahagia.
Cipto sendiri mengusap-usap rambut hitam Reza. Mereka akhirnya tertawa bersama di tengah keramaian ruang tunggu. Mereka bertiga saling berbincang.
Haikal meminta maaf kepada Reza akan perkataannya saat seusai pertandingan waktu itu, mereka terlihat baik-baik saja. Haikal, Cipto, dan Reza membuat lingkaran pertemanan di sana.
Cipto dan Haikal sendiri juga ikut masuk tes untuk klub sepakbola SMA Harapan. Tentunya berharap lolos. 15 menit mereka saling berbincang, sebuah pengumuman dari pelantang suara terdengar bahwa semua peserta yang ikut perekrutan diharuskan ke lapangan sepakbola.
Mereka bertiga pun bersama ke lapangan sepakbola diiringi beberapa siswa lainnya. Sesampainya di sana, sebanyak 13 orang yang lolos tes dari total 100 pendaftaran.
Cipto, Haikal, dan Reza bersamaan lolos membuat mereka senang. Namun, kali ini mereka harus menghadapi jalur terjal untuk pertama kalinya.
“Untuk tiga belas orang yang lolos akan bertanding melawan timnas U-16 dalam pertandingan dua kali empat puluh lima menit.” Pelatih Bima membuat suasana riuh seketika.
“Heh! Ini tantangan pertama kita!” Cipto yang lebih dahulu merasa semangat.
Sementara itu, 10 orang lainnya hanya bisa termenung. Mereka lolos di klub sepakbola SMA Harapan saja sudah ada rasa syukur yang amat mendalam, tetapi sekarang harus ada tembok terjal lagi.
Timnas U-16 bersama pelatih Bima lah yang menjadi tes terakhir bagi yang lolos.
“Oke! Kesini semua, kami akan memberikan arahan bersama pelatih kepala kami!” Bagus memanggil 13 orang yang lolos.
Di ruang ganti.
Mereka dikumpulkan untuk membahas strategi awal sebagai satu kesatuan yang bekerja sama untuk meraih setidaknya sebuah gol.
“Oke, saya Sofyan. Pelatih kepala di sini, saya akan memberikan starting line-up buat kalian! Sebelas orang tentunya akan main, sisanya duduk di bangku cadangan! Mengerti!?” Seorang pria paruh baya dengan wajah garang, dia Sofyan.
“Siap, mengerti!” Serentak ketiga belas siswa yang lolos.
“Formasi yang saya pakai adalah 4-3-3. Dengarkan nama-namanya!”
Nama-nama starting line-up untuk pertandingan tes terakhir diumumkan. Di papan taktis sudah tertulis juga.
Sebagai pertahanan terakhir dibawah mistar gawang ada Reza Kusuma, dia satu-satunya kiper yang lolos tes.
Untuk full-back terdapat Adi Satria dan juga Arkhan mengawal sisi kanan dan kiri pertahanan, mereka juga ditugaskan maju salah satunya untuk membantu penyerangan. Bek tengah sendiri terdapat Muhammad Rafli dan Haikal Ridwan.
Gelandang sendiri ada Auff Al-fauzi yang bertugas sebagai penyalur serangan sisi kanan, Angga Pratama berada di tengah dengan perintah sebagai box-to-box, kemudian Teguh Sucipto yang diperintahkan sebagai playmaker atau pengatur serangan sekaligus permainan tim.
Kemudian penyerang ada David Maulana, Cipto Prakarsa di tengah dengan Ari Dwi sebagai pelengkap penyerang.
“Saya mau kalian bermain sesuai apa yang saya berikan. Angga, sesuai teknikmu yang cukup tinggi, kau bisa membantu pertahanan sekaligus penyerangan.
“Teguh bertugas sebagai playmaker, ketika sisanya mendapatkan bola, kau ditugaskan untuk mengalirkan bola sesuai pengamatan dan teknikmu yang saya lihat cukup baik saat tes tadi!
“Kemudian pemain bertahan atau bek, bek tengah jangan sekali-kali maju! Full-back salah satunya saja maju. Namun, jika memiliki kesempatan, maju! Ingat, jika memiliki kesempatan!
“Untuk penyerang, kalian haus akan gol. Tentunya cetak gol dan buat Bima terpukau!”
Penjelasan panjang lebar dari pelatih Sofyan membuat semua orang mengerti. Semuanya kemudian melakukan tos ringan dengan semangat. Pertandingan tes terakhir akan segera dimulai.
Semuanya diperintahkan memakai rompi berwarna hijau, agar sesama rekan mengetahui. Reza sendiri telah bersiap dengan sarung tangannya. Hatinya berdebar kencang, ini adalah pertandingan pertamanya di SMA.
“Pasti mendebarkan, bukan?” Haikal merangkul Reza dengan antusias.
Reza hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian kedua kesebelasan tim keluar dari gedung ruang ganti memasuki lapangan. Di sana mereka sontak disoraki semangat oleh para penonton, tribun berkapasitas 2000 orang dipenuhi oleh siswa dan siswi yang menonton.
Pertandingan tes terakhir ini layaknya pertandingan resmi yang menarik atensi semuanya. Bahkan beberapa warga ikut menonton.
Reza berdiri di bawah mistar gawang, di depannya, formasi 4-3-3 yang dikemukakan pelatih Sofyan. Perasaannya benar-benar menakjubkan, dapat bertanding di sisa hari tes perekrutan, bertanding bersama timnas U-16 lagi.
Reza kemudian berteriak ke pemain bertahan. “Semuanya! Yang rapat yaa!” Keempat pemain bertahan mengangguk yakin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Lilithia gilgamesh Lucifer
cipto mana cipto😂😂😂😂
2023-06-03
3
Rizki Wijaya
soasik
2023-03-31
3
glanter
wow...ada bima sakti juga....keren
2023-02-04
4