Selesai semuanya makan, satu persatu mulai membubarkan diri untuk kembali ke kegiatan masing-masing. Ada juga beberapa pemain SMKN 2 yang berlatih di lapangan SMA Harapan selagi mereka di sana.
Laga yang terbilang panas itu akhirnya mendingin ketika mereka makan bersama layaknya keluarga. Namun, mereka jelas akan kembali bertemu di Youth Tournament yang akan digelar dalam 2 minggu dari sekarang.
Tentunya setiap sekolah yang ada di sektor Sulawesi Tengah sedang mempersiapkan skuad terbaik untuk berlaga dalam pagelaran semusim sekali tersebut.
Youth Tournament sendiri memiliki sektor Provinsi yang di dalamnya ada 34 provinsi. Ketika setiap provinsi berakhir pada akhir musim, posisi 1 adalah pemenangnya dan berhak melaju ke tingkat nasional.
Sebuah tim akan bertanding bersama 33 tim terbaik lainnya. Namun, itu adalah impian dari ratusan tim di setiap sektor.
Untuk SMA Harapan, tentunya harapan besar akan kembalinya mereka di National Youth Tournament. Mereka ingin membalaskan dendam kepada SMA Jaya Bangsa asal Luwuk setelah mereka harus ditekuk pada laga penentuan sekaligus laga terakhir kedua tim pada musim 2021/2022 di Youth Tournament untuk memperebutkan tiket National Youth Tournament.
Harapan itu akan ada pada setiap lubuk hati pemain SMA Harapan. Apalagi dengan anggota baru yang cukup potensial, mereka semakin percaya bahwa mampu bersaing kembali di turnamen tingkat nasional. Namun, mereka harus menunjukkan taring terlebih dahulu di tingkat provinsi, terlebih lagi membalaskan dendam!
Sulawesi Tengah sendiri memiliki 20 klub sepakbola sekolah terbaik yang berlaga di divisi utama Youth Tournament.
Ada 7 dari Palu, 5 dari Luwuk, 3 dari Ampana, 3 dari Poso, dan 2 dari Toli-toli. Hanya itu klub sepakbola sekolah yang mampu bersaing, yang lainnya harus menunggu waktunya.
Sekarang, Reza benar-benar tak tahu harus apa. Mereka diperintahkan untuk beristirahat dan keesokan hari harus latihan di akhir pelajaran sekolah. Ini adalah hari luang bagi Reza setelah jadwal padat setiap harinya.
Dalam perjalanan menuju rumah, dia menerima sebuah panggilan telepon dari nomor tak dikenal. Dengan rasa penasaran kuat, Reza mengangkat panggilan telepon tersebut.
“Halo, ini dengan siapa, yaa?” Reza berbicara dengan nada yang terbilang sopan.
“Heemm … halo-halo … apakah ada yang bisa dibanting?”
Sontak Reza terkejut ketika mendengar suara yang benar-benar familiar baginya, apalagi candaan tidak masuk akal itu. Tak terasa mulutnya bergetar, jantungnya berdegup kencang.
“Ka-kau …?”
“Yo! Apa ini Si Eca cengeng yang Fajar kenal dulu?” Nada candaan dari seberang terdengar.
Tubuh Reza bergetar, dia tak tahan. Dia lantas berlari mempercepat langkah menuju rumahnya yang hanya tersisa beberapa rumah lagi. Beberapa saat, dia sampai dan langsung memasuki rumah tanpa permisi sekalipun.
Kebetulan ibunya pergi berbelanja, jika tidak, maka dia akan dimarah habis-habisan karena tidak permisi bahkan kepada rumah sendiri. Adab baik itu selalu diajarkan oleh ibunya.
“He-hei! Ada apa, Eca?”
Suara kekacauan terjadi. Reza membanting pintu kamarnya, segera dia mencari sebuah berkas-berkas yang dia simpan rapi di dalam lemarinya.
Di sana, dia mendapati sebuah foto saat dia masih berusia 7 tahun bersama seorang lelaki berkulit putih dengan senyuman melengkung menambah kelucuannya, dia sedikit lebih tinggi. Reza pun membalik foto dan tertulis, Eca umur 7, Fajar-Ku umur 10.
“Kak Fajar?”
“Ah! Ternyata masih mengingatku. Sulit sekali mendapatkannya, aku dapat dari ibumu yang mendapatkan kontak ibuku terlebih dahulu, jadi … begitulah, untuk lebih jelasnya tanyakan saja pada ibumu!”
“Betul ternyata! Kak Fajar, Fajar-Ku! Kakak kemana saja! Bertahun-tahun, Kak!” Tak kuasa, Reza sedikit meneteskan bulir air mata.
“Yaah … seperti itulah. Sekarang Fajar-Mu ini sudah menjadi striker berbahaya loh. Sudah lama yaa tak melihatmu, sejak ….”
Visual ingatan dari Reza pun muncul.
...***...
8 tahun silam.
Dua orang anak laki-laki sedang bermain dengan riangnya. Mereka saling bertukar canda tawa, ketika yang kecil terluka, maka yang besar akan panik dan meminta pertolongan kepada orangtuanya.
Jika yang besar terluka, maka si kecil tak kalah panik, bahkan sangking paniknya hanya suara tangisan keluar dari mulutnya.
“Hahaha! Eca cengeng!”
“Iihh! Kak Fajar!”
Mereka berdua bermain layaknya anak seusia mereka, yaa, walaupun di antara keduanya ada jarak 3 tahun, tetapi tak menutup mereka tak boleh berteman atau bermain.
Namun, kesenangan itu berakhir ketika orangtua anak bernama Fajar harus pindah ke Ibukota. Fajar pun meninggalkan Reza kecil tanpa teman lagi.
“Eca! Jadilah kiper yang menjaga gawang di masa depan, sesuai cita-cita mu itu!
Kakak … akan membobol gawangmu!”
Karena keduanya suka sepakbola, maka cita-cita keduanya juga menyangkut sepakbola. Meskipun Reza kecil bercita-cita menjadi kiper, Fajar malah menjadi penyerang handal untuk membobol gawang yang dijaga Reza!
“Uhum! Eca akan jadi kiper!”
Keduanya pun berpisah dengan tangis haru. Orangtua Fajar juga enggan membuat anaknya harus bersedih kehilangan teman, tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa, menyangkut pekerjaan yang harus diselesaikan tanpa kompromi.
Dari situlah hubungan mereka terputus. Reza kecil benar-benar menjadi penyendiri, sebelum teman-teman sekolahnya mulai mengajaknya bermain. Bahkan sepakbola, dia dipilih jadi kiper, dalam permainan bertema kesenangan itu, Reza kecil harus kebobolan banyak gol.
...***...
Reza hanya bisa mengingat kenangan menyedihkan itu, dia bahkan tak menyadari perkataan dari Fajar.
“Oi! Dengerin dulu, hari Jumat, 17 Juni klub Kakak, Persija U-20 akan tandang ke Persipal U-20, di Palu!” Fajar berkata dengan bahagianya.
Dia juga ingin sekali bertemu dengan teman, tidak, seorang teman yang dia anggap adalah adiknya sendiri. Dia benar-benar nostalgia ketika masa-masa bermain bersama.
“Kak Fajar masuk Persija U-20 ?!”
“Yoi! Bentar lagi kalau Kakak bisa menunjukkan performa baik, Kakak akan promosi ke tim utama! Persija Jakarta yang bermain di liga 1 Indonesia!”
Reza benar-benar bangga dengan teman yang dia anggap adalah kakaknya itu. Dia tidak menyangka dalam 8 tahun tak berhubungan, sekarang dia mendapatkan kabar bahagia.
“Eca juga jadi kiper loh! Di SMA Harapan! Dan … Kakak tahu apa? Eca secara langsung diundang dalam pelatihan dan seleksi U-17 dalam laga Kualifikasi Piala Asia U-17 2023!”
Sontak dari seberang terdengar keributan bahkan suara tersedak benar-benar terdengar jelas.
“Iya?! Wah beruntung sekali!”
Keduanya pun saling berbincang tentang 8 tahun kehidupan mereka setelah berpisah. Itu benar-benar menghabiskan waktu hingga matahari benar-benar berada di atas kepala, itu tepat tengah hari.
Perbincangan itu juga didengar oleh Citra yang sudah pulang berbelanja mingguan. Dia merasa bersyukur mendapatkan nomor ibunya Fajar yang membuat kedua keluarga ini bisa saling berhubungan membentuk tali silaturahmi.
“Sudah dulu, yaa! Kak Fajar mau BAB!”
“Diam! Eca lagi ngemil ini!” Reza tentu sedikit kesal dengan pembicaraan yang tiba-tiba langsung ke hal kotor tersebut selagi dengan mengemil makanan ringan.
“Hahaha! Kena kau! Dadahh … sampai jumpa di hari Jumat!”
Perbincangan di antaranya pun terhenti. Reza juga segera disuruh mandi oleh Citra dan makan siang dengan masakan yang sudah disediakan.
“Kak Fajar, akan Eca tunjukkan betapa bagusnya kiper ini.”
Reza dengan sorot mata tajam membuat dia terlihat bersungguh-sungguh.
“Yaa … walaupun pakai sistem curang, tehe~”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Al
Jadi Semangat Baca 😋
2023-05-22
1
glanter
ayo masukan bolanya.....
2023-02-05
3
Penyuka Novel
sy jadi baper( ꈍᴗꈍ)
2022-11-20
3