Minggu, 12 Juni 2022 Pukul 09:00.
Tribun pada lapangan sekolah SMA Harapan telah dipadati ratusan penonton. Siswa dari SMA Harapan ataupun SMK Negeri 2.
Mereka berkumpul untuk menonton laga panas berkedok persahabatan ini, di mana harga diri sebuah tim dipertaruhkan sebab kedua tim ini selalu bertemu dan mempertunjukkan laga intensitas tinggi.
Kedua tim kesebelasan memasuki lapangan diiringi tepuk tangan dari para penonton. Banyak penonton SMA Harapan yang bertanya-tanya, siapakah kiper bernomor punggung 99?
Jawabannya adalah brosur di tangan mereka. Di sana terdapat starting line-up, kiper itu adalah Reza Kusuma. Mereka tentunya berharap lebih kepada kiper tersebut untuk menggantikan Riyandi.
Koin tos dilakukan oleh kapten tim, ada Bagus dan juga pemain bernomor punggung 7 dari SMK Negeri 2. Pemain ini bertubuh ramping dengan tinggi menjulang, entah kelebihan apa yang ada pada dirinya, semua orang menunggu sebab dia adalah murid baru SMKN 2.
Bagus mendapatkan koin pertama, bola kick-off oleh timnya. Semua kesebelasan bersiap di posisi masing-masing.
Reza menatap kiper jangkung jauh di sana. Dia sedikit tersenyum, lawannya bisa saja dia, tetapi tidak. Lawannya adalah pemain bernomor 7!
Dia adalah I Nyoman Wardhana! Pemain penyerang yang katanya penerus Bambang Pamungkas di masa depan dengan tandukan dan juga penempatannya yang baik di kotak penalti lawan, itu terbukti saat dia bersama sekolahnya sebelumnya.
“Itu yang dibilang pelatih Sofyan kemarin sebelum pulang?”
Dia pun memvisualisasikan ingatannya.
***
Lapangan telah sepi, hanya ada Reza yang bersiap pulang. Dia didekati oleh pelatih Sofyan. Reza pun berdiri seraya mengulurkan tangan.
“Besok … waspada pemain nomor tujuh.” Pelatih Sofyan pun kembali meninggalkan Reza.
“Huh?” Reza dengan tampang kebingungannya hanya mengendikkan bahunya.
***
Prit!
Peluit tanda dimulainya permainan dimulai. Bagus kick-off dan mengumpan bola kepada Danar yang langsung diteruskan dengan umpan lambung langsung ke jantung pertahanan lawan.
Di sana sudah ada Cipto di sisi kiri berlari sekuat tenaga mencoba meraih bola yang bergulir cepat. Di depannya sudah ada hadangan pemain lawan bernomor punggung 4, Algi.
Bola langsung ditekel keluar lapangan yang membuat lari Cipto pun berangsur-angsur berhenti. Serangan sejak detik pertama itu harus dipatahkan terlebih dahulu dan tidak membuahkan peluang berbahaya.
“Bagus! Teruskan lagi! Tekan, tekan mereka!” Pelatih Sofyan memberi arahan dengan teriakkannya.
Cipto mengambil lemparan dalam. Dia melempar bola ke arah Dennis yang langsung memberi umpan menyamping ke arah Jaka. Di sana dia melakukan scanning area mencari peluang terbaik.
Tak ada peluang karena kuatnya pertahanan, dia mengumpan kepada Teguh.
Teguh kemudian menggiring bola sedikit ke depan, di sana dia langsung dijaga oleh dua pemain lawan. Akibat tekanan tinggi, bola terlepas!
Serangan balik langsung dilancarkan ketika formasi SMA Harapan sedikit berantakan. Umpan satu-dua dari lawan memporak-porandakan lini tengah SMA Harapan, hingga Reno, gelandang serang SMKN 2 melakukan umpan terobosan membelah pertahanan.
I Nyoman, pemain nomor 7 berlari sekuat tenaga hingga dia mendapatkan bola. Dia pun berhadap-hadapan dengan Reza!
Reza tak ambil pusing, dia menutup ruang tembak I Nyoman. Sontak ketika gerakan kecil dari I Nyoman, Reza melompat ke atas sebab ini bola gantung.
Bola tertepis hingga menghasilkan tendangan penjuru. Penyelamatan barusan menghentikan nafas para penonton untuk sementara. I Nyoman pun merasa kesal dengan Reza.
“Arrgh! Tai!” Tak ada guna mengumpat, dia segera mengambil tempat tepat di tiang jauh dari sisi tendangan penjuru kanan.
Di sana, yang mengambil tendangan penjuru adalah pemain sayap SMKN 2, posturnya yang pendek, Rama, mengambil ancang-ancang untuk mengangkat bola.
Ketika peluit ditiup, dia berlari dan melesatkan bola ke atas. Di sana, Haikal beradu lompatan dengan I Nyoman. Dia sedikit terlambat yang membuat lompatannya terlampau beberapa centimeter.
I Nyoman menyontek bola ke arah gawang Reza. Namun, lawannya kali ini adalah orang yang sudah mempunyai kemampuan kiper legendaris!
Reza melompat seperti lumba-lumba dan menghalau bola untuk kali kedua. Bola kembali melambung ke udara dan keluar lapangan.
Baru dimenit 5, SMKN 2 sudah memiliki 2 tendangan tepat sasaran. Menunjukkan betapa menakutkan SMKN 2 sekarang dan mereka dipastikan akan menjadi lawan terkuat SMA Harapan di Youth Tournament.
“Woy! Rapatkan pertahanan!” teriak Reza begitu kesal.
Bagus menatap Reza sembari menganggukkan kepala. Semuanya kembali bersiap tendangan penjuru kedua.
Sementara itu, disisi lapangan bagian kursi SMA Harapan, disana jantung mereka berdegup kencang menunggu tendangan penjuru kedua. Riyandi bahkan sedikit antusias dan berteriak lantang.
“Hajar mereka, Reza!!!”
Teriakkannya pun disambut oleh tatapan dingin pelatih Sofyan. Dia pun terdiam.
Kemudian, bola kembali dilesatkan Rama ke kotak penalti. Di sana, Bagus melompat sekuat mungkin dan mendapatkannya, padahal dia duel dengan I Nyoman yang cukup tinggi daripada Bagus.
Bagus menyontek bola ke depan, dan disambut oleh Jaka yang langsung berlari sekuat tenaga dalam serangan balik ini. Dia berlari, beberapa meter di belakang ada Teguh yang meminta bola.
Jaka pun mengembalikan bola ke belakang sebelum kembali berlari. Teguh kemudian memberi umpan datar membelah pertahanan SMKN 2!
Bola melewati antara pemain belakang, Jaka berhasil mendapatkan bola. Momentum disinilah pecah.
Jaka yang sudah berhadapan dengan penjaga gawang SMKN 2, Ilman. Dia menyontek bola ke kanan yang membuat kiper tak berkutik. Bola perlahan ingin melewati garis gawang.
Namun, yang tak terduga, sleding tackle dari bek yang terlewati bola tadi menyelamatkan gawang SMKN 2 untuk sementara. Bola keluar lapangan.
Helaan nafas lega dari penonton SMKN 2 terdengar, tetapi helaan dengan nada kecewa dari penonton SMA Harapan. Momentum secepat kilat tadi sayangnya tidak membuahkan sebuah skor.
Tendangan penjuru dilancarkan, tetapi tak begitu membahayakan gawang Ilman.
Bola kembali bergulir di kaki-kaki pemain SMKN 2, mereka begitu lihai memainkan bola layaknya sesuai keinginan mereka. Tanpa diduga lini tengah serta lini belakang SMA Harapan, bola datar tiba-tiba kembali dilesatkan oleh Reno yang membuatnya kekosongan kembali.
“Rapatkan!!!” teriak Reza begitu kesal.
Namun, apa daya, I Nyoman sudah berada di dalam kotak penalti dan lepas dari jebakan offside. I Nyoman kembali berhadapan dengan Reza.
Reza pun maju perlahan seraya bersiap dengan serangan. I Nyoman maju perlahan, dia berniat mengelabui Reza dengan dribbling cantiknya.
Dia memindahkan bola ke sisi kiri yang membuat Reza harus segera menerkam bola. Dia sama sekali tidak mengenai bola, tetapi kaki I Nyoman.
I Nyoman terjatuh, wasit langsung meniup peluit serta menunjuk titik putih penalti.
Sontak Bagus menghampiri wasit mencoba menyanggah pelanggaran yang baru saja terjadi, tetapi Reza meraih Bagus dan mengatakan sebuah perkataan yang membuatnya tertegun.
“Tak apa, Kak Bagus. Kalau saya bisa menangkap tendangan penalti ini, traktir saya makan sebentar.” Candaan itu dianggap serius oleh Bagus.
Akhirnya perseteruan di antara wasit dan Bagus berakhir. Para pemain berkumpul melingkari busur lingkaran luar kotak penalti.
Sementara itu, I Nyoman bersiap di belakang bola. Reza juga segera berteriak keras.
“Harrghh!!” Raungannya itu seperti sebuah hipnotis, dia mengintimidasi I Nyoman.
Peluit berbunyi, I Nyoman berlari kecil dengan sedikit zig-zag. Kemudian kaki kanan bagian dalam segera mengenai bola. Bola melesat ke sudut gawang bagian atas.
Reza menebak alur bola dengan benar, dia melompat bagai harimau menerkam mangsanya, jari-jemari Reza menyentuh bola dengan tepat!
Bola tak jadi masuk ke gawang, bola keluar lapangan!
“BANGKEEE!!!” umpatan I Nyoman terdengar sangat keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
ciru
baru pertandingan persahabatan udah seruuuu
2023-03-09
2
glanter
bangke.... penyelamatan macam apa itu....
2023-02-04
2
YYYEEEKKKAAANNN
di tunggu crazy up thor nanggung bacanya yyyyyyeeeeeeeeeekkkkkkkkkaaaaaaaaaannnnnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2022-10-26
4