Seminggu sudah Reza menjalani masa sekolahnya. Reza mendapat kabar bahwa di hari Minggu, 12 Juni 2022 akan ada pertandingan persahabatan antara SMA Harapan Palu dan SMK Negeri 2 Palu.
Pertandingan itu sekaligus akan menjadi pertandingan penuh pertama bagi Reza di SMA. Reza kali ini bersiap-siap untuk berlatih sehari sebelum pertandingan esok hari.
Hari Sabtu, mereka dikumpulkan oleh pembina klub untuk melakukan latihan menjelang laga persahabatan. Pembina juga memperingatkan mereka bahwa lawan persahabatan kali ini akan sulit, dan tim itulah yang selalu menjadi lawan berat SMA Harapan di turnamen sekolah.
“Eca pergi dulu, Ibu!” Dengan seragam jersey yang diberikan oleh sekolah —memiliki warna hitam dengan motif kuning—sebagai seragam kipernya.
Reza menjinjing tasnya dan segera berlari sepanjang trotoar pejalan kaki dengan senangnya. Dia sangat bersemangat, tentunya dia tidak sabar tim mana yang akan diturunkan ini, dia berharap masuk dalam jajaran starting line-up.
Beberapa menit kemudian, Reza akhirnya sampai. Dari gerbang sekolah, dia sudah melihat sekumpulan penonton setia sudah berada di tribun lapangan sepakbola yang muat sekitar 2.000 orang. Dia juga melihat rekan-rekannya sedang berlatih pertahanan.
“Kamu!” Suara yang melengking membuat Reza segera berlari.
Di sana dia menghadap langsung pelatih tim SMA Harapan. Kulitnya yang kecoklatan dengan mata yang menyerupai warna kulitnya akan tetapi sedikit lebih gelap. Postur tubuhnya yang tinggi tegap membuat Reza yang tinggi harus sedikit mendongakkan kepalanya.
“Saya Sofyan. Pelatih tim SMA Harapan.”
“Saya Reza Kusuma, berposisikan sebagai kiper, mohon bantuannya!” Reza sedikit gugup.
“Baiklah, bergabung dengan yang lain.” Tanpa senyuman, membuat Reza sedikit bergidik.
Reza menganggukkan kepalanya kemudian segera mendekati rekan-rekannya yang berlatih.
“Emm … hai?” Reza tentu gugup.
“Oh! Kau kiper yang katanya bagus itu? Salam kenal, saya Amin, senior kamu. Saya kelas 11.”
Reza membalas salaman tangan Amin. Dia juga memperkenalkan namanya dengan lebih jelas. Akhirnya semuanya sudah saling mengenal dengan anak yang baru masuk bersama senior mereka. Reza sendiri bersiap untuk berlatih sebagai kiper yang dipersiapkan sebagai starting line-up esok hari.
Berjam-jam mereka berlatih dengan giat. Reza bahkan hanya kebobolan 1 gol selama latihan tim kecil berbanding terbalik dengan Riyandi yang kebobolan 4 gol. Dalam masa pelatihan kiper juga, Reza mampu menyelesaikannya dengan baik tanpa kendala apapun.
Setelah sampai pukul 4 sore, mereka dikumpulkan untuk dilakukan pengumuman siapa yang akan menjadi starting line-up. Tentunya Reza langsung dipercaya sebagai pemimpin di bawah mistar gawang.
Formasi yang pelatih Sofyan terapkan adalah 3-4-3. Salah satu formasi andalan pelatih Shin bersama timnas Indonesia. Sofyan sendiri yakin anak asuhnya bisa menerapkan formasi itu dengan baik sehingga kesempatan di masa depan mereka bisa terbiasa dengan formasi tersebut yang bisa saja mereka terpilih sebagai punggawa timnas.
Sofyan juga sudah tahu bahwa Reza sudah terpilih sebagai kiper di timnas U-17, jadi dia mencoba mengetes seberapa baik Reza dimatanya yang dimana bagi pelatih Bima Reza terlihat sangat baik.
Pada garis pertahanan terdapat Haikal, Muhammad Rafli dan Amin. Formasi ini membuat Arkhan dan juga Adi Satria harus sementara tersingkir dari starting line-up.
Pemain tengah ada Jaka sebagai gelandang pengangkut air, Teguh Sucipto bertugas mendampingi Jaka sebagai gelandang yang serba bisa, atau bisa disebut playmaker. Di sisi kanan dan kiri ada winger yang bisa turun membantu pertahanan serta menyerang —Danar dan Dennis—. Hanya Teguh sendiri yang kelas 10 di pemain tengah, Danar dan Dennis kelas 11 kemudian Jaka kelas 12, untuk starting line-up ini.
Di depan, ada penyerang yang tajam, yaitu Bagus. Di samping kanan kirinya ada penyerang yang mampu memanfaatkan kecepatan dan kecerdikannya. Mereka ditugaskan untuk memberi ruang kesempatan bagi pivot mereka, Bagus. Di kiri ada Cipto Prakarsa, meski posisinya sedikit bergeser ke kiri, tetapi Cipto tidak mempermasalahkannya.
Di sisi kanan ada Auff, posisinya dimajukan sebagai penyerang yang awalnya gelandang sayap kanan.
Ini adalah formasi gabungan dari kelas 10, kelas 11 dan juga kelas 12.
Formasi yang memperkuat bahwa SMA Harapan masih memiliki harapan yang tinggi di masa depan, mereka berniat meraih kembali piala Youth Tournament tahun 2022/2023 yang akan dilaksanakan beberapa minggu lagi.
Mereka pun bubar dan kembali berlatih hingga pukul 6 sore. Setelahnya, mereka dibubarkan untuk bersiap esok hari.
Reza sendiri meminta untuk latihan tendangan bola mati. Dia ingin mencoba seberapa kuat kemampuan Leonel yang dianugerahkan kepadanya oleh sesuatu yang nampak mustahil tersebut, yaitu sistem.
Dia bahkan ditolong oleh Riyandi sebagai kiper dengan beberapa rekan lainnya sebagai pagar hidup untuk membantu dalam mengawal tendangan bola mati Reza.
Pelatih masih sangat berbaik hati, dia pikir Reza seharusnya hanya berada di bawah mistar gawang. Dia berniat menghukum Reza dengan mental kesalahannya dalam tendangan bola mati ini.
Reza pun bersiap meletakkan bola tepat di busur lingkaran luar kota penalti. Di dalam kotak penalti, pagar hidup dipersiapkan oleh Riyandi. Ada Haikal, Adi Satria, Arkhan, dan juga Muhammad Rafli.
“Saya siap!” seru Reza sambil mundur tiga langkab ke belakang.
Kaki kirinya dia persiapkan. Dia sebenarnya mampu memakai kedua kaki, tetapi kaki kiri menurutnya paling baik daripada kaki kanan.
Reza menatap bola seraya mensimulasikan bayangan Leonel dalam melakukan bola mati. Bahkan letak posisi kaki dan tubuh yang sedikit condong ke samping juga sama persis dia peragakan.
Reza melirik ke gawang. Targetnya ada sudut sempit sisi atas gawang. Perlahan tapi pasti, dia berlari kecil kemudian menitikberatkan tumpuan kaki kanannya berapa beberapa centimeter dekat bola, badan condong ke samping depan.
Kaki kiri bagian dalam mengenai bola. Bola pun terangkat dan melesat membentuk busur indah yang menukik menuju sudut atas gawang.
Riyandi yang menyadari bahayanya tendangan ini langsung melompat ke arah tendangan. Pagar hidup bahkan dilewati dengan mudah, maka Riyandi tak boleh meremehkannya.
Bola berputar cepat di udara hingga akhirnya masuk ke gawang yang membuat Riyandi hanya menangkap angin saja. Tendangan barusan membuat semuanya terdiam.
Bahkan pelatih Sofyan yang masih menonton merek hanya tertegun kemudian sudut bibirnya naik membentuk seringai misterius. Perasaannya benar-benar aneh.
“Ooohh! Yeaah!” Reza berseru semangat sembari melompat.
Tak ada yang duga tendangan bola mati Reza bakalan benar-benar mematikan layaknya torpedo yang hanya tersisa jarak beberapa centimeter saja dari target, tinggal tunggu takdir!
Setelah bola mati barusan, semuanya dipanggil oleh pelatih Sofyan.
“Sudah! Bubar kalian, istirahat. Besok laga persahabatan dimulai!” Sofyan langsung pergi begitu saja setelahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Rippzmann
Mntp thor Semangat 💪
2022-10-25
3
dennisad
👍👍👍
2022-10-25
2
Taaku
mantap
2022-10-25
2