Jumat, 17 Juni 2022
Reza pergi menuju stadion Anoa untuk menonton laga yang akan berlangsung di sana. Dia ingin melihat betapa majunya Fajar, orang yang sudah dia anggap adalah kakaknya.
Stadion Anoa yang memiliki kapasitas 20.500 penonton pun dipadati oleh pendukung Persipal U-20. Para penonton ingin melihat masa depan Persipal Palu. Mulai dari saat ini, masa depan Persipal Palu ada di usia bawah umur. Walaupun tidak sepenuhnya sampai maksimal, hanya sekitar 3.000 penonton saja yang memadati tribun utama.
Reza menyipitkan matanya, dia benar-benar melihat anggota klub sepakbola sekolahnya duduk bersama sambil memakan beberapa cemilan. Reza mendekati mereka.
“Yo! Ternyata kalian semua bolos latihan sore!” Reza mengejek mereka.
“Siapa yang bolos juga?” Haikal langsung menimpali dengan mata mengejeknya.
“Saya juga bolos, kok.” Pelatih Sofyan langsung berseru yang membuat Reza dan kawan-kawannya terkejut.
Di belakang Reza, ada pelatih Sofyan yang memakai pakaian snatai sambil menatap dingin anak asuhnya. Sontak perasaan dingin itu menusuk di pori-pori mereka.
“Hahaha! Terlalu tegang kalian bisa saja mati.” Pelatih Sofyan langsung mengambil tempat duduk.
Reza pun demikian, dia duduk di samping pelatih. Dia menatap lurus ke arah lapangan. Kedua tim sudah memasuki lapangan, Reza melihat jelas bahwa Fajar ada di antara pemain Persija U-20.
“Kak Fajar!!” teriak Reza yang membuat para penonton melihatnya dengan tatapan penasaran.
Fajar pun mendengar sayup-sayup teriakkan itu dan langsung menatap ke tribun. Dengan mata tajamnya, dia melihat Reza sedang melambaikan tangannya, Fajar pun membalasnya. Fajar memiliki tubuh tinggi tegap dengan kulit kecoklatan dan rambut acak-acakan, matanya memandang tajam berwarna hitam bagai langit malam.
Dia memakai seragam bernomor punggung 9.
Pertandingan antara Persija U-20 Vs. Persipal U-20 akan segera dilaksanakan. Masing-masing kapten melakukan koin tos, dan yang mendapatkan bola pertama adalah Persija U-20.
Ketika peluit dibunyikan, bola langsung bergulir ke arah pemain belakang Persija U-20. Mereka mulai membangun serangan dengan lihai, umpan satu-dua di antara mereka menyulitkan Persipal U-20.
Fajar yang berada di kotak penalti langsung melesatkan tendangan kuatnya. Bola membentur tiang yang suaranya benar-benar keras. Fajar nampak kesal.
Suara dari bola menyentuh tiang gawang tadi membuat siapa saja paham akan kekuatan tendangan Fajar.
Permainan terus dilaksanakan. Tak ada ancaman apapun dari kedua belah pihak yang membuat pertandingan membosankan, pergerakan Fajar juga benar-benar disegel oleh para pemain Persipal U-20.
Mereka paham seberapa berbahayanya Fajar Si top scorer Indonesian Youth League U-20. Dengan torehan 14 gol selama 8 pertandingan membuatnya menjadi yang paling produktif.
Hal itulah yang membuat Fajar saat bertelepon dengan Reza yakin bahwa tak lama lagi dia akan promosi ke tim divisi utama, Persija Jakarta, tim yang berlaga di kasta tertinggi liga Indonesia, yaitu Indonesian Super League. Karena Persija Jakarta yang diawal musim sedikit mandul dalam menciptakan sebuah gol dan mencari striker tajam dari pemain muda mereka untuk menghapus kata mandul tersebut.
Kembali ke pertandingan, Fajar hanya berputar-putar di lapangan tengah. Dia secara langsung disegel pergerakannya oleh seorang pemain dari Persipal U-20 yang bertubuh sedikit besar.
Namun, Fajar mendapatkan sebuah ruang kosong di tengah mendekati pertahanan Persipal U-20. Di sana dia memberikan umpan manjanya, bola menerobos langsung ke jantung pertahanan yang diterima dengan baik oleh rekannya bernomor punggung 10.
Pemain itu pun bergerak bebas semakin mendekati area kotak penalti. Dia langsung dikepung oleh 3 orang pemain yang membuat pertahanan kembali benar-benar bocor.
“Jangan hanya fokus ke dia!” Pelatih Persipal U-20 berteriak geram.
“Siaaaalll!”
“Haha! Terlambat!” Fajar tentu mendengar teriakkan itu yang membuatnya sedikit mengejek dengan gumaman kecilnya.
Fajar langsung berlari menuju ruang kosong yang tercipta kembali, di sana dia diberikan umpan mendatar oleh pemain bernomor punggung 10 tersebut. Fajar yang mendapatkan ruang kosong tak menyia-nyiakan kesempatan.
Dia sekarang berhadapan langsung dengan kiper Persipal U-20. Kiper mencoba menutup ruang dengan maju secara perlahan, tetapi ruang di belakangnya kosong!
Fajar dengan mudah mencongkel bola ke atas. Sang kiper pun hanya mati langkah tak berdaya. Dia hanya melihat bola masuk dengan nyamannya di gawang yang dia kawal.
Fajar dan rekan-rekannya pun berlari ke sudut lapangan sembari melakukan selebrasi.
“Huuu!” Para penonton menyoraki dengan ejekan.
Mereka penggemar Persipal U-20 tentunya tak menerima tim kesayangan harus kebobolan lebih dahulu dimenit ke 30!
Setelah melakukan selebrasi, para pemain Persipal kembali ke formasi awal. Mereka mulai menjaga kedalaman agar tak diserang balik oleh Persipal U-20 yang mengandalkan kecepatan setiap pemain.
Bola terus bergulir di antara kaki pemain Persipal U-20. Tentunya Persija U-20 mencoba menekan agar lawannya bisa kehilangan keseimbangan bermain dan berakhir kacau. Itu yang mereka harapkan, tetapi malah sebaliknya.
Persipal U-20 semakin gencar melancarkan serangan disisa 15 menit pertandingan babak pertama. Mereka mulai melakukan umpan satu-dua dan langsung berlari melewati para pemain Persija U-20 yang sedikit terkejut.
Fajar bahkan harus turun sedikit ke belakang membantu pertahanan. Persipal U-20 semakin mendominasi disisa 5 menit babak pertama.
Hingga suatu bencana terjadi. Karena Persija yang terlena dengan gol mereka, ada sedikit kelengahan di antaranya.
“Perketat penjagaan zonasi! Lakukan jebakan offside!” Pelatih Persija U-20 berteriak keras.
Taktiknya benar-benar langsung dibaca. Pemain bernomor punggung 14 dari Persipal U-20 langsung melambungkan bola direct menuju jantung pertahanan Persija U-20.
Seorang pemain bernomor punggung 7 langsung berlari di antara pemain bertahan dan mendapatkan bola. Sontak para pemain Persija U-20 mengangkat tangan mereka sembari menunjukkan bahwa itu offside.
“Itu tidak offside!” Pelatih Sofyan bergumam yang didengar langsung oleh Reza.
Reza tentu melihat sekilas bahwa gerakan ketika pemain bernomor punggung 7 dan umpan dari pemain bernomor 14 serta jarak pemain terakhir itu benar-benar pas.
Pemain Terakhir Persija U-20 dan pemain bernomor punggung 7 sejajar yang membuat jebakan offside tak aktif. Itulah yang membuat bencana terjadi.
Pemain bernomor 7 dengan tubuhnya yang besar tetapi lincah langsung mengecoh kiper, dia menggeser bola nya ke kanan yang membuat kiper harus mati langkah. Sontak dia hanya berlari kecil kemudian menendang pelan bola hingga melewati garis gawang.
Itu dia, serangan cepat dari Persipal U-20 diakhir babak pertama sebagai penutup. Para pemain Persija U-20 pun tak menyangka mereka terlena dengan keunggulan satu gol.
...……...
Dibabak kedua, tak ada yang istimewa. Kedua tim bermain ngotot, tetapi tak ada satupun gol tercipta yang membuat hasil 1-1 adalah hasil akhir pertandingan.
Fajar dan rekan-rekannya pun sedikit tidak percaya, mereka bisa ditahan imbang anak-anak tanah Kaili. Itu mengapa setelahnya mereka tak ingin meremehkan siapa pun lagi di pertandingan selanjutnya.
Reza pun bertemu dengan Fajar di dalam stadion.
“Kak! Pertandingan yang bagus,” ucap Reza dengan senyumannya.
“Reza?! Kau … sudah tinggi.” Fajar dengan tangan kanannya menutup mulutnya agar tak terlihat tertawa.
“Humph!” Reza hanya mendesah kesal.
“Yaudah. Kak Fajar ingin membobol gawangmu, cepatlah kau masuk di klub yang berlaga di Indonesian Youth League U-20 ataupun di Divisi Utama Indonesian Super League, karena Kakak tak lama lagi naik tingkat.”
“Aha! Masih lama itu, Kak. Eca masih fokus ke Youth Tournament.”
“Oh, turnamen antar klub sepakbola SMA/SMK itu yaa?”
Reza menganggukkan kepalanya. Fajar sedikit berpikir dengan memegang dagunya.
“Kau bisa hubungi agen ku, mungkin dia bisa menjadi agen untukmu juga.”
“Nantilah, Kak. Eca masih nyaman di Youth Tournament yang akan diadakan laga perdana antar SMA Harapan dan SMA jaya Bangsa asal Luwuk nanti tanggal 27 Juni.”
“Oke! Sampai nanti di lapangan! Kakak akan segera pergi sehari lagi, jadi … maju terus dan temani Kakakmu ini sebagai rekan atau sebagai musuh dalam lapangan hijau!”
Reza pun tersenyum. Dia melihat punggung Fajar dengan rasa semangat tinggi.
“Tunjukkan bahwa kau bisa, Reza!” Pelatih Sofyan tiba-tiba memukul ringan punggungnya.
Reza menengok pelatih Sofyan kemudian berkata, “Siap, coach!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
ciru
Reza harus didampingi aleh agen yg profesional agar kariernya cepat melambung
2023-03-10
2
DOSA (KEBODOHAN)
keren banget
2023-01-07
4
Taaku
mantap
2022-10-31
1