“Solusi terbaiknya adalah kalian harus terus berlatih. Namun, latihan setiap dari kalian berbeda. Tak ada penolakan.
Baik, satu persatu dari kalian maju ke depan ketika saya memanggil nama.”
Pelatih Sofyan mengarahkan pandangannya ke seluruh anak asuhnya di sana. Dia kemudian mulai memanggil satu persatu nama.
Nama demi nama dipanggil, terbentuk lah hingga 5 kelompok.
“Dan … untuk kelompok latihan 5, yang terakhir adalah Reza!”
Reza pun bergabung dengan Bagus, Haikal, Cipto dan juga Teguh. Entah apa yang dipikirkan pelatih Sofyan ketika Reza sebagai kiper harus latihan apa yang bek, gelandang, dan juga penyerang lakukan bersama. Itu yang dia pikirkan.
“Kemudian … di dalam kelompok itu, saya akan menentukan latihan seperti yang akan kalian jalani. Ini adalah solusi terbaik yang kami rangkai bersama staf kepelatihan.”
Semuanya sesuai kelompok masing-masing pun membubarkan diri untuk menuju setiap penanggung jawab kelompok. Kelompok 5 sendiri langsung dikomandoi oleh pelatih Sofyan.
Mereka dibawa masuk ke ruangan di mana mereka akan menonton setiap pertandingan kelas dunia. Masing-masing profesi mereka harus dicermati dengan baik, Reza mendapatkan video kiper legendaris Lev Yashin yang masih hitam putih dan juga beberapa kiper modern lainnya seperti Neuer, Courtois atau juga Higuita.
Untuk Bagus sendiri dia diperlihatkan beberapa striker kelas dunia seperti Benzema, Haaland maupun Kane bahkan hingga Edson Arantes Do Nascimento alias Pele, walaupun dengan rekaman hitam putih.
Dia diperintahkan untuk mempelajari seluruh gerakan terbaik dari para penyerang tengah terbaik tersebut. Bahkan gerakan kecil pun harus diperhatikan dengan detail.
Teguh juga diperintahkan menonton beberapa video gelandang serang terbaik, seperti Bruyne, Musiala, atau pun Bruno Fernandes. Dia harus memahami profesinya sebagai gelandang serang, dia harus belajar banyak kepada ahlinya meski hanya melewati rekaman video.
Haikal, dia belajar banyak melewati rekaman video pemain-pemain bertahan kelas dunia lainnya. Ada Dijk, ada de Ligh, dan beberapa bek tengah terbaik di dunia. Dia harus memahami betapa pentingnya profesi bek. Dia harus paham kapan melakukan tekel, Bagaimana cara bertahan, atau pun kapan harus menyerang penuh. Kemampuan itu harus ada di dalam dirinya.
Cipto sendiri dipertunjukkan rekaman video beberapa pemain sayap penyerang. Dia benar-benar paham, dia akan menjadi winger forward untuk kedepannya, baik itu di sisi kiri maupun kanan. Beberapa winger forward baik kiri maupun kanan di antaranya Salah, Sterling, ataupun Neymar sekaligus.
Dia harus mempelajari bagaimana seorang pemain bertugas sebagai winger. Tanpa winger yang kreatif dan berkemampuan, aliran bola di sisi kanan atau kiri akan terhenti bahkan mengalami jalan buntu. Dibutuhkan winger yang mumpuni.
Di depan mata Reza, dia melihat seorang kiper melompat dengan postur tubuh terbaiknya untuk menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Dalam rekaman hitam putih tersebut, menampakkan betapa hebatnya sosok Lev Yashin di bawah mistar gawang klub Dinamo Moskwa.
Kepiawaiannya membuat mata Reza berapi-api, sudah banyak sekali dia menyaksikan penampilan sosok inspiratif nya. Dia benar-benar berharap suatu hari akan menjadi seperti Lev Yashin, sosok kiper legendaris asal Uni Soviet, tetapi tentunya Reza berharap akan menjadi kiper legendaris Indonesia.
Beberapa rekaman dia menggantinya, bahkan hingga ke rekaman terakhir, yaitu Neuer. Dia terpukau dengan lompatan Neuer, sebagai pemimpin di bawah mistar gawang, ah tidak, menurutnya dia adalah pemimpin lini belakang. Neuer sering kali maju bahkan mendekati lingkaran tengah lapangan
“Sepertinya saya harus percaya diri,” gumam Reza.
Keempat pasang mata juga melihat keseriusan Reza. Semangat mereka pun tersulut! Dengan menggebu-gebu, mereka mempelajari betapa berharganya setiap posisi yang mereka jalani. Tanpa mereka, pertandingan sepakbola akan menyulitkan.
Ketika mereka sedang serius menatap rekaman demi rekaman, ketukan pintu terdengar dan langsung terbuka begitu saja. Kelima orang itu langsung menatap ke arah yang sama secara serentak.
“Bagaimana? Sudah ketemu solusi terbaik?” Datang Riyandi dengan senyuman ramahnya.
Rambutnya yang sedikit panjang dengan mata tajamnya, tubuhnya yang tinggi dengan postur badan bagus. Riyandi berjalan langsung ke arah Reza, tanpa memedulikan tatapan risih keempat orang lainnya.
“Kau … telah mengambil posisi pertamaku. Maka dari itu, saya ingin meminta traktiran dari junior!” Riyandi langsung memalak Reza.
“Nanti, kalau saya terima gaji pertama,” ucap Reza begitu meyakinkan.
Sebagai informasi, mereka tidak serta-merta hanya terus bertanding dan latihan. Semua pemain anggota klub, baik itu klub sepakbola, maupun klub olahraga lainnya, mereka akan dibayar sesuai kemampuan mereka sekali seminggu.
Pembayaran sekitar Rp 50.000 hingga Rp 300.000 telah menunggu mereka, semakin tinggi bayaran per minggu, semakin diwajibkan performa untuk lebih baik dan sempurna.
“Yaah ….” Riyandi hanya pasrah.
“Lebih baik kau keluar, Riyan! Jangan mengganggu kami!” Bagus dengan lantang langsung menggertak Riyandi.
“Tch! Masa bodoh! Saya ingin melihat solusi yang kalian temukan nantinya!” Riyandi pun menjulurkan lidahnya ke arah Bagus.
“Tak ada gunanya, kami hanya disuruh nonton pemain kelas dunia yang berada di posisi kami. Jadi … lebih baik kau pergi, pengganggu!” Bagus menaikkan nada suaranya.
“Tidak. Kita berdua tak lama lagi lulus, tidak, lebih tepatnya tak lama lagi akan berhenti dari kegiatan klub. Kita harus fokus ke ujian akhir, jadi … solusi yang kau buat dalam otak kecilmu, harus mampu divisualisasikan oleh juniormu.
Yaa … para junior juga harus mampu mencari solusi terbaik. Saya dengar, laga melawan SMA Jaya Bangsa akan menjadi laga perdana kita, maka dari itu kita harus mencari solusi bersama.”
“Ucapanmu berbelit. Intinya harus mencari solusi dalam pertandingan tim.” Bagus kembali meladeni Riyandi.
Riyandi dengan mendengus kesal langsung pergi begitu saja sebelum membanting pintu dengan keras.
“Kalau rusak kau ganti!!!” Bagus berteriak begitu keras, suaranya menggaung di ruangan tersebut.
...……...
Di lapangan, beberapa kelompok sedang melakukan latihan yang diperuntukkan untuk mereka. Kelompok 1 sedang berlatih umpan-umpan pendek dengan cepat dan tepat, tanpa membuang-buang waktu.
Kelompok 2 berlatih dengan melakukan dribble melewati kerucut latihan. Latihan itu terlihat sepele, tetapi dengan latihan dribble, kelas penguasaan bola mereka akan meningkat dan juga serangan lebih produktif ke depannya.
Kelompok 3 berlatih caranya melakukan tendangan terukur. Sebuah lingkaran di letakkan tergantung di mistar gawang, mereka diwajibkan menendang bola hingga memasukkannya ke lubang lingkaran tersebut.
Kelompok 4 sendiri latihan stamina dengan berlari keliling lapangan beberapa kali.
Nantinya, setiap kelompok akan saling bertukar materi agar pemahaman mereka menjadi lebih luas. Pelatih Sofyan dan para staf sengaja mengelompokkan mereka agar mudah dalam mengkoordinir gerakan setiap pemain.
Di pinggir lapangan, pelatih Sofyan berbincang dengan asisten pelatih yang bernama Berto. Tubuhnya yang tinggi dengan kulit hitamnya membuat orang berpikir bahwa dia adalah orang berkulit hitam asal Afrika. Namun, jangan salah, dia asli Indonesia!
“Berto, bagaimana kemajuan kali ini?” Pelatih Sofyan mencoba menanyakan pendapatnya.
“Belum terlihat. Waktu di sekolah tidak banyak. Dua jam lagi latihan harus selesai dan mereka akan kembali masuk ke kelas, paling tidak kita harus mengistirahatkan mereka sejam lebih awal.
Jadi … dalam mata pelajaran sekolah ini, kita masih kurang produktif. Kita lebih baik masih mengambil jam sepulang sekolah. Pulang sekolah jam 03:00, maka kita bisa menyuruh mereka berlatih hingga pukul 06:00 sore bahkan malam.”
“Ya, memang semestinya begitu. Anak-anak juga sudah seminggu melakukan itu dengan rutin. Namun … yang saya tanya bukan itu, yang saya tanya bagaimana hasil selama seminggu?” Mulut pelatih Sofyan berkedut sebab Berto salah tangkap maksudnya.
“Ah! Itu yaa … saya rasa cukup baik. Untuk melihat performa terbaik mereka, kita tunggu saat laga melawan SMA Jaya Bangsa.”
“Itu masih lama, pelatih Berto!”
“Tidak lama, Sofyan. Tidak lama ….” Pelatih Berto menatap ke langit dengan tatapan sayunya.
Pelatih Sofyan pun terdiam. Di dalam lubuk hatinya memang menyatakan bahwa laga itu akan datang dengan segera tanpa dirasakan kehadirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Fauza Ahsan Hanif
baru tau dah nma lengkap ny Pele
2023-03-17
4
Ra dhiraemon
keren
2023-03-10
2
ciru
smangat terus berlatih
2023-03-10
1