Reza menyeru dengan lantang sembari melompat tanda dia benar-benar senang dapat menebak bahkan menepis tendangan penalti I Nyoman. Kali ini, dia benar-benar menatap dingin I Nyoman.
Di dalam batin mereka berdua, terjadi perseteruan besar, tetapi tak ada yang bisa menyadari itu. Di balik kekesalan dan kesenangan keduanya, pelatih Sofyan diam-diam tertawa seraya menutup mulutnya.
Dia amat senang dengan performa anak baru itu, dia baru menyadari betapa terbaiknya Reza di bawah mistar gawang. Namun, dia ingin melihat lebih jelas Reza di belakang bola mati!
Pertandingan berjalan begitu alot, serangan dari masing-masing kedua belah pihak selalu bisa dipatahkan bahkan oleh lini tengah sekalipun. Tak ada perlawanan sengit diantara kedua belah pihak sebelum menit 34.
Di menit itu, SMA Harapan membangun serangan dari bawah. Haikal mengumpan kepada Amin, kemudian Amin menggiring sedikit bola hingga mendekati lingkaran tengah lapangan. Di sana dia segera didekati I Nyoman dan satu pemain lagi. Amin dengan cepat mengumpan ke sisi kiri.
Di sana, Danar menerimanya dengan baik, dengan sedikit tipuan kecil, dia berhasil melewati pemain yang menghadangnya dan melakukan overlapping.
Namun, hadangan dari pemain bertahan lawan datang, dia dengan segera memberi umpan ke Jaka yang diteruskan ke Teguh. Jaka dan Teguh melakukan umpan satu-dua yang indah membuat lini tengah SMKN 2 sedikit kocar-kacir.
Bola ketiga diterima dengan baik oleh Jaka yang kemudian memberi sedikit efek jahe kepada Ilman dengan tendangan dari luar kotak penalti. Ilman pun harus menepis bola dan tepisan itu menuju Bagus!
Bola rebound di kotak penalti membuat kekacauan terjadi. Bagus dengan cermatnya menempatkan bola mendatar melewati Ilman yang kebingungan.
Gol tercipta dari serangan perlahan, tetapi menusuk oleh SMA Harapan!
Semuanya melakukan selebrasi kecil-kecilan di sudut lapangan sebelum kembali ke formasi awal mereka, tentunya gol ini membuka semua mata penonton betapa apiknya permainan dari kedua tim, tetapi siapa yang tidak fokus lebih dahulu lah yang harus mengambil bola dari dalam gawang.
Terbukti ketika permainan membosankan kedua tim, tetapi ketika SMA Harapan menaikkan intensitas dan SMKN 2 tidak benar-benar siap, mereka pun kehilangan fokus dan harus kebobolan.
Momentum baik ini harus dipertahankan dengan baik oleh Reza dan kawan-kawannya agar pertandingan persahabatan yang mempertaruhkan harga diri sebuah tim dapat diselesaikan dengan bijaksana.
Pertandingan kembali dilanjutkan, tetapi sampai turun minum tak ada yang istimewa lagi terjadi. Reza dan kawan-kawannya sedikit bersenang-senang di ruang ganti, tetapi ketika pelatih Sofyan masuk, suasana dingin seketika.
“Terlepas dari gol keberuntungan tadi, kalian semua bermain buruk! Chemistry kita belum jalan!” Pelatih Sofyan langsung memberi pernyataan yang menohok hati.
Didampingi asisten pelatih, Berto, pelatih Sofyan kembali menjelaskan taktik yang harus mereka perbaiki dibabak kedua.
“Pemain yang harus kalian waspadai adalah I Nyoman, bernomor punggung 7, kemudian ada Reno pemain bernomor punggung 10, gelandang serang sejenis KDB masa depan.” Pengakuan pelatih Sofyan sangat terang-terangan.
Itu membuat suasana ruang ganti sedikit suram yang seharusnya bagi tim unggul dibabak pertama harus sedikit lega. Ini malah suram dan sedikit berat.
“Untuk pemain performa gemilang dibabak satu, hanya empat orang saja. Ada Reza, kemudian Bagus, dan Jaka serta Teguh.
Mereka terus bekerja keras dalam mengalirkan bola, kecuali Reza yang masih menyentuh level kiper zaman dahulu yang hanya berada di bawah mistar gawang. Majulah seperti Lev Yashin, majulah seperti Neuer!
Untuk semuanya, perbaiki performa kalian! Saya akan mentraktir ayam geprek setelah pertandingan jika performa tim ini meningkat hingga akhir babak kedua!
Dimengerti semua?!!”
“Dimengerti, coach!!!” Serentak seluruh pemain.
Mereka pun keluar ruang ganti dengan berapi-api, kalah-kalah tim SMKN 2 yang mendapatkan wejangan motivasi dari pelatih mereka, Maximus. Tim SMKN 2 juga cukup bersemangat, tetapi tim SMA Harapan lagi bersemangat lagi.
Pertandingan babak kedua dimulai dengan intensitas yang lebih tinggi lagi. Di sini, stamina dari masing-masing pemain lah yang diperlihatkan, apakah mereka masih mampu berlari atau hanya berjalan seperti kura-kura saja.
Namun, intensitas yang semakin tinggi, kebuntuan semakin terlihat akibat permainan terlalu cepat dan koordinasi dari masing-masing tim terbilang kurang.
Setelah dimenit 65, pelatih Sofyan melihat kebuntuan ini terus berjalan, dia menggantikan Auff dengan David Maulana untuk menambah kekuatan serang timnya.
Tak mau kalah, pelatih Maximus juga mengganti pemain sayap, Rama, dengan pemain yang lebih cenderung dalam kekuatan tubuh daripada kecepatan. Dia ingin memperkokoh lini depan, daripada dribble-dribble ke sana kemari dengan kecepatan, dia memilih untuk mempertahankan bola dan memperbanyak peluang dari sayap depan.
Reza pun semakin waspada ketika pemain sayap dengan tubuh sedikit besar tersebut masuk. Dia benar-benar teringat saat di SMP Bina Karya, di mana pemain sayap lawan timnya memporak-porandakan pertahanan dengan tubuh besarnya.
Pertandingan terlihat membosankan, bahkan Reza setelah turun minum tak ada penyelamatan lagi. Dia bahkan maju hingga mendekati lingkaran tengah lapangan layaknya Neuer.
Dia ikut membangun serangan dengan giringan bolanya yang apik, bahkan dia memperdaya I Nyoman dengan teknik nutmeg nya, yaitu melewati bola diantara kedua kaki pemain. Sontak tertawaan penonton terdengar ketika seorang kiper berani menunjukkan skill seperti itu di depan penyerang.
Namun, aksi Reza belum berakhir, ketika sebuah pelanggaran tepat di depan kotak penalti SMKN 2. Pelanggaran itu ketika Teguh mencoba memutarkan badan menghadap gawang ketika dia membelakangi gawang, sontak bek lawan sengaja menghentikannya dengan menjegal langkah Teguh.
Pelanggaran itu membuat Reza maju dengan berlari ke arah Bagus yang bersiap mengambil free kick.
Reza dengan mata yang serius berkata, “Kak Bagus! Saya ingin mengambil ini.”
Bagus yang kebingungan menatap pelatih Sofyan di pinggir lapangan. Pelatih nampak menganggukkan kepala tanda bahwa Bagus bisa memberikan free kick itu kepada Reza.
Bagus pun memberikan bola kepada Reza. Dia bahkan berkata dengan nada serius.
“Kalau tidak menghasilkan peluang, traktir tidak jadi, malah kau yang harus traktir saya!”
Sudut bibir Reza berkedut kesal. Perkataannya dibalikkan dengan mudah oleh Bagus.
Reza pun meletakkan bola di tempat pelanggaran terjadi. Pagar hidup berjarak 9 meter lebih itu terlihat tinggi-tinggi. Reza harus menimbang kekuatan tendangan serta kurva miliknya agar bisa melewati pagar hidup tersebut.
Dia berjalan mundur dengan mempersiapkan kaki kirinya. Ilman sebagai kiper merasa free kick kali ini akan sangat berbahaya, firasatnya mengatakan seperti itu.
Peluit berbunyi tanda free kick bola dilancarkan.
Reza berlari kecil ke arah bola, tumpuan kaki kanan dikuatkan dekat bola, badan condong ke samping depan, kaki kiri diayunkan sekuat yang dia takar.
Kaki bagian dalam mengenai bola yang membuatnya melesat melewati pagar hidup yang melompat. Bola menukik tajam ke sudut atas gawang, membentuk kurva indah yang memanjakan mata.
Bola menukik cepat yang membuat Ilman secara sadar telah mati langkah, dia berpikir bola itu akan keluar, tetapi kurva tajam itu membuat bola hendak masuk ke gawang. Dia terlebih dahulu mati langkah dan hanya melihat bola masuk ke gawangnya dengan mudahnya.
Sontak penonton menyoraki tendangan mematikan Reza.
2-0. Skor tercipta yang membuat Reza berteriak senang, kali ini dia berharap akan dijadikan orang yang mengeksekusi tendangan free kick agar dia juga mampu mencatatkan namanya di papan skor.
Kiper yang menjaga gawangnya dari kebobolan sekaligus membobol gawang lawan!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
ciru
Reza numero uno
2023-03-09
1
Ꮩווⲛⲛ࿐
mantap.
2022-12-14
3
Taaku
keren
2022-10-28
3