Reza telah sampai di sekolahnya dalam kurun waktu 10 menit saja. Di sana dia mendapatkan bangunan sekolah yang megah, ada beberapa tingkat. Terdapat lapangan sepakbola lengkap dengan tribun yang dapat menampung 2000 orang, ada juga gedung badminton, gedung bola basket, serta gedung bola voli.
Sekolah ini memang diperuntukkan untuk siswa yang memiliki minat dibidang olahraga. Namun, sekolah ini juga masih menerima siswa biasa saja yang mampu diakademiknya.
Reza kemudian diarahkan oleh beberapa siswa lainnya yang menggunakan almamater ala anak OSIS, berwarna abu-abu.
Di lapangan upacara, murid baru dikumpulkan dengan tujuan untuk perkenalan sekaligus para senior klub olahraga berminat atau tidaknya merekrut anggota baru.
Setelah kata pembuka dari kepala sekolah SMA Harapan, Cahyono. Sontak para senior klub berbagai macam olahraga berhamburan untuk membagikan brosur perekrutan klub masing-masingnya.
Reza mengangkat tangan ketika pemegang brosur sepakbola mendekati barisannya. Reza meraih brosur tersebut dengan mata yang berbinar-binar. Ini adalah pilihannya, yaitu kembali mencoba menjadi pemain profesional.
“Matamu bagus juga.” Seorang siswa tahun ketiga, memakai sarung tangan kiper mendekati Reza.
“Huh?!”
“Ya? Pasti kamu mengetahuiku, Riyandi, kiper utama tim sepakbola SMA Harapan.” Riyandi memperkenalkan diri kemudian pergi begitu saja.
Perkenalan super singkat itu sedikit membuat Reza tertegun di tengah keramaian barisan. Dia tidak menyangka, kiper terbaik sekolahnya datang menghampirinya dengan memujinya lagi. Benar-benar hari pertama yang menakjubkan.
“Tapi … tunggu dulu! Saya baru menyadarinya! Mataku sudah tidak rabun!” gumam Reza seraya menatap tulisan jauh di sana yang benar-benar jelas.
Sistem. Hanya satu kata itu yang berada dibenak Reza. Tentunya dia sangat berterima kasih kepada entitas asing yang entah darimana datangnya dan mendiami tubuh dan pikirannya.
Reza kembali benar-benar bertekad untuk meraih cita-citanya sebagai Kiper Legendaris yang berasal dari Indonesia. Tak dapat dipungkiri, brosur di tangannya lah yang akan menjadi bukti keseriusannya.
...……...
Reza saat ini menuju gedung klub sepakbola. Karena hari ini adalah hari pertama sekolah, maka sekolah memberikan keringanan untuk siswa baru dapat mendaftar ke klub olahraga yang mereka minati.
Salah satunya Reza, saat ini dia sedang memegang brosur perekrutan dengan antusias sembari menunggu antrean super panjang di depannya, bahkan di belakangnya masih ada kerumunan siswa lainnya.
“Pesaing segini banyak, saya bisa apa jika belum ada sistem? Semoga ketika kemampuanku bertambah berkat sistem, saya bisa lolos!” gumamnya.
Sejam menunggu, akhirnya Reza mendapatkan giliran untuk memberikan brosur perekrutannya. Di depannya, kiper terbaik SMA Harapan, kapten terbaik, gelandang serang terbaik, bek terbaik, penyerang terbaik berkumpul.
“Owh, kamu kiper yaa?” Yang lebih dahulu membuka suara adalah Riyandi.
“Iya, Kak!” jawab lantang Reza.
“Tinggimu 175 cm, rentang tanganmu cukup luar biasa, kemudian … prestasimu belum ada yaa?” Sekali lagi Riyandi yang berbicara. Reza hanya mengangguk ragu.
Sementara itu, rekannya hanya diam. Kali ini untuk pertama kali, kiper yang mendaftar. Selama kurang lebih 50 siswa, mereka semua rata-rata penyerang dan juga pemain tengah; gelandang, serta sedikitnya 5 orang pemain bertahan.
“Baiklah, kamu akan ikut tes bersama yang lainnya.” Brosur perekrutan dicap setuju oleh Riyandi langsung.
Riyandi sendiri cukup antusias bahwa akan ada penerusnya. Namun, dia sangat tahu identitas Reza sendiri. Kiper gagal SMP Bina Karya, tetapi dia terlebih dahulu membuang pendapat itu, dia ingin sekali lagi mencoba kemampuan Reza.
Reza akhirnya memiliki kesempatan menunjukkan bakat yang dia asah selama sebulan belakang bersama sistemnya. Sistem sebenarnya tak berkutik banyak, hanya menyediakan metode pelatihan untuk Reza, selebihnya Reza lah yang mengasah kemampuan barunya, yaitu kemampuan inspirasinya sendiri, Lev Y.
...……...
Lapangan sepakbola dipenuhi oleh antusiasme paling banyak dibanding gedung olahraga lainnya. Karena para siswa baru berpikir mereka akan menjadi penerus para pemain terbaik SMA Harapan.
“Reza Kusuma!”
Giliran Reza yang akan dites dalam tes khusus yang dilaksanakan langsung oleh kiper Riyandi bersama Bagus, penyerang terbaik sekaligus topscorer Youth Tournament, tahun 2021/2022.
Reza akan diuji seberapa baik dia memimpin dibawah mistar gawang. Tentunya tak akan mudah. Siswa lainnya menunggu juga, menunggu kiper terbaik yang lahir dari sekolah mereka.
Reza bersiap dengan sarung tangan kipernya yang dia miliki, pakaian jersey bertuliskan Lev Y. di punggungnya.
Memang sedikit yang mengetahui nama tersebut, tetapi bagi sebagian orang mereka akan tahu legenda kiper Russia tersebut.
“Baiklah, Lev Yashin, tahan 10 tendangan dari penyerang terbaik itu.” Riyandi mencoba mengganggu mental Reza.
Namun, Reza yang telah melatih dirinya bersama sistem tak akan goyah. Dia memperkuat kuda-kuda nya di depan mulut gawang, tangannya melebar ke kanan dan kiri, matanya fokus.
“Heh! Nampaknya Lev Yashin telah bereinkarnasi!” Atensi Riyandi naik.
Bola yang tersebar di berbagai macam titik harus diselamatkan Reza jika ia ingin lolos. Pertama, Bagus berdiri di bola yang tepat di titik penalti.
Bagus lantas langsung mengambil ancang-ancang dan memindahkan gravitasi ke kaki kirinya sebagai tumpuan, ayunan keras kaki kanan membawa bola melesat bagai torpedo ke sudut kiri atas gawang.
Reza melihat gerakannya!
Bagai elang yang terbang tinggi, dia melompat dengan memberatkan gravitasi di kedua kakinya kemudian ditolaknya. Dia melayang, tangannya terjulur ke arah datangnya bola. Reza menepis bola dengan penyelamat melayangnya untuk pertama kali.
Bola melambung ke udara menghindari untuk memasuki gawang yang dikawal Reza.
Lantas penyelamatan menakjubkan Reza membuat semua siswa tertegun, bahkan ada beberapa guru serta pelatih sepakbola SMA Harapan hanya bisa menelan ludah mereka.
“Ahahaha! Itu dia! Dia adalah Lev Yashin terbaru!” teriak Riyandi sangat gembira.
Bagus tak mau kalah, dia langsung berlari ke luar kotak penalti dan mengincar bola tepat di sudut kotak penalti sebelah kirinya Reza. Dengan ancang-ancang terbaiknya, Bagus berlari dan menendang bola memakai kaki kiri bagian dalam.
Bola melesat membentuk kurva menakjubkan. Kurva terbentuk, melengkung bagai busur menyasar sudut kiri atas gawang yang dipertahankan Reza.
Sontak Reza kembali melompat dengan sigap sembari merentangkan tangan kirinya. Dia melayang! Reza kembali menepis tendangan menakjubkan itu. Reza jatuh dengan pendaratan sempurna.
“Saya tidak tahan kalau itu,” ucap Riyandi kepada Rizal, gelandang serang terbaik yang berada di sampingnya.
Penyelamatan kedua Reza membuat tepukan tangan dari semua orang yang berada di sana. Reza benar-benar membuktikan dirinya bahwa layak ada di SMA Harapan, sekolah olahraga bergengsi.
Bahkan ada teman seperjuangannya di SMP Bina Karya yang masuk ke SMA Harapan hanya bisa tertegun melihat Reza memiliki penyelamatan gemilang macam itu.
Darah Rizal naik seketika ketika tendangan kedua Bagus dapat dibendung Reza. Dia berlari dan langsung menendang bola berjarak 24 meter dari gawang secara first-time.
Bola membentuk busur indah membelah udara. Suara desingan terdengar dari tendangan super kuat milik Rizal, gelandang serang.
“Woahah! Ini bola sulit sih!” gumam Reza.
Namun, dia pantang menyerah. Dia pusatkan gravitasi di kakinya, kemudian dengan tolakan keras dia melompat dan melayang ke kanan sembari merentangkan tangan kanannya sejauh mungkin. Bola mengikis jarinya, tetapi itu dapat merubah arah hingga membentur tiang dan keluar lapangan.
“Gila! Tendangan apaan tadi itu! Kuatnya!” Reza jatuh berguling-guling untuk menghindari pendaratan gagal.
Dia melihat sarung tangan putihnya, benar-benar tendangan yang menakjubkan. Tak terpikirkan olehnya, hanya anak SMA saja mempunyai kekuatan tendangan demikian.
“Baiklah! Tujuh tendangan lagi!” teriak Reza menggelegar.
Suaranya membuat keramaian di tempat itu terdiam sejenak sebelum teriakkan semangat menjadi besar. Karena keramaian di lapangan sepakbola, hampir satu sekolah berada di sana dengan rasa atensi tinggi.
Bagus, Rizal, Riyandi hanya menatap Reza dengan arti yang amat dalam. Mereka baru kali ini menemukan kepercayaan diri terbaik bagi mereka, kepercayaan diri yang sangat tinggi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Derkreji
mamamu bangga riyandi
2023-11-30
2
Ra dhiraemon
Semangat Reza Jadi Kipernya Dan Semangat Juga Buat Authornya
2023-03-09
2
ciru
ayo smangat Reza
2023-03-03
2