AAS 17 : Permintaan Ibu

Hal yang tidak diharapkan Daffa akhirnya terjadi.

Saat Aini sedang mencoba untuk membersihkan tempat yang biasa digunakan Daffa untuk tidur. Aini menemukan tentang sesuatu yang berkaitan dengan ibunya.

Air mata Aini langsung jatuh saat mengetahui bahwa ibunya menderita gagal ginjal stadium 5.

Aini terdiam saat dirinya dan Daffa sedang menikmati makan siang di kantin rumah sakit.

" Suami?"

" Ya?"

" Kenapa kamu menyembunyikannya?"

" Menyembunyikan apa?" Tanya Daffa.

Aini menatap Daffa dan tanpa diduga Aini kembali menangis.

Daffa yang menyadari Aini menangis langsung berpindah tempat dan duduk di samping Aini.

" Hei kenapa kamu menangis?"

" Kenapa kamu menyembunyikan dan tidak memberi tahu aku bahwa Ibu menderita gagal ginjal stadium 5?"

" Kau tahu?" Ucap Daffa gugup.

" Kenapa kamu tidak memberi tahu aku..."

Tangis Aini semakin menjadi, Daffa menarik Aini ke dalam pelukannya.

" Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan ini darimu. Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukan tentang Ibu. Dan alasanku tidak memberitahumu karena aku tidak ingin Ibu menjadi sedih dan kehilangan semangatnya untuk bisa sembuh."

Aini lalu mengerti kenapa selama satu minggu terakhir ini Ibunya sudah melakukan cuci darah sebanyak 3 kali.

" Apa Ibu bisa sembuh?"

" Tentu saja, Kenzo sudah menemukan pendonor ginjal yang cocok dengan Ibu."

" Separah itu kah penyakit yang sedang diderita ibu sehingga membutuhkan donor ginjal?"

" Tidak, itu hanya seperti kita berjaga jaga jika sesuatu saat dibutuhkan." Pekik Daffa.

" Tidak perlu khawatir. Aku berjanji akan melakukan apapun untuk membuat Ibu kembali sehat."

...----------------...

Malam harinya, Ibu mengutarakan keinginannya yang ingin berkumpul bersama dengan seluruh keluarga nya.

Aini kemudian segera menghubungi sang kakak yang tinggal di hotel tidak jauh dari rumah sakit itu.

" Ada apa?" Tanya Yuli saat dirinya sudah sampai di rumah sakit dan bertemu dengan Aini ketika Aini baru saja mengambilkan obat untuk ibu.

" Tidak ada, Ibu hanya ingin kita berkumpul bersama karena menurut beliau kita sudah jarang sekali berkumpul keluarga."

Yuli tersenyum, yang dikatakan oleh ibunya memang benar. Sejak Aini menikah dan pindah ke kota. Yuli menggantikan posisi Aini yang saat itu menjadi ketua pengurus dari panti asuhan.

Yuli juga sibuk dengan kedua putra-putrinya sehingga Yuli sendiri sudah sangat jarang duduk bersama dengan sang Ibu walaupun hanya sebatas bersenda gurau.

Yuli dan Aini masuk bersama keruangan Ibu.

Yuli mengkerutkan dahinya melihat Ibu yang tampak lebih segar dan bercahaya dari sebelumnya.

" Assalamualaikum Ibu.."

" Walaikumsalam nak.. kamu sudah datang?"

" Iya Bu..." Ucap Yuli sambil mencium tangan Ibu dan memeluknya.

" Bagaimana kabar ibu?"

" Ibu baik baik saja. Seperti yang terlihat."

" Alhamdulillah." Ucap Yuli.

" Iya dah sebentar lagi Ibu akan pulang."

Yuli dan Aini saling berpandangan. Mereka seperti hendak mengatakan sesuatu namun karena Daffa dan Akbar masuk ke dalam ruangan. Membuat mereka berdua hanya bisa tersenyum.

Tetap berpikir positif. Begitu kira-kira yang ada di benak Yuli dan Aini saat mendengar bahwa ibu mengatakan bahwa sebentar lagi Ibu akan pulang.

Ya. mungkin yang dimaksud Ibu adalah pulang kembali ke Indonesia.

Alhamdulillah jika Ibu merasa sehat itu artinya kita akan segera kembali pulang ke Indonesia dan aku akan segera menghadiahkan Ibu seorang cucu. Batin Aini sambil melihat ke arah Daffa.

Dirinya sudah bertekad ketika ibu berhasil melewati ini Aini akan membuat Daffa menanamkan benih-benih kehidupan di dalam dirinya.

Aini akan mewujudkan keinginan ibu yang ingin melihat buah hati Aini.

" Nak ibu senang kalian semua terlihat rukun. Semoga kalian semua akan tetap begini selamanya walaupun ibu tidak ada di samping kalian." Ucap Ibu sambil tersenyum.

" Ibu apa yang Ibu bicarakan kenapa Ibu berbicara seperti itu?" Tanya Aini.

" Benar, memangnya Ibu mau ke mana sehingga Ibu berkata seperti itu." Ucap Yuli.

" Ibu Ibu tidak perlu khawatir karena Akbar akan berjanji bahwa kita semua akan tetap rukun seperti ini." Ucap Akbar yang seolah-olah mendapatkan firasat tentang ibu mertuanya itu.

Akbar sendiri adalah salah satu penghuni panti asuhan. Dan dia adalah satu-satunya pria yang mampu memikat hati Yuli. Hingga terjadilah pernikahan di antara mereka hingga mereka dikaruniai dua buah putra-putri yang sangat cantik dan tampan.

Akbar sebelumnya merupakan salah satu penghuni panti asuhan yang paling disayangi dan paling dibanggakan oleh almarhum Ayah Yuli.

Karena itu Akbar adalah salah satu penghuni panti asuhan yang paling dekat dengan keluarga mereka. Akbar sangat disayangi seperti putra mereka sendiri dan memutuskan bahwa Akbar akan dinikahkan dengan Yuli. Dan kini Akbar menjadi ketua dari panti asuhan itu menggantikan almarhum ayah Yuli.

" Terima kasih Akbar. Ibu tahu bahwa kamu tidak akan pernah mengecewakan ibu dan tidak akan pernah mengingkari janji yang telah kamu ucapkan."

Yuli memandangi Akbar seolah-olah ingin protes kenapa Akbar berkata demikian. Akbar hanya tersenyum sebaring memegang kedua bahu dari Yuli.

" Nak Daffa." Panggil Ibu.

" Iya bu..."

" Tolong jaga Aini. Dia adalah permata kedua Ibu setelah Yuli. Kamu yang telah dipilih untuk mendampingi Aini dalam dunia ini. Bimbinglah dia menuju jalan yang diridhoi Allah."

" Insyallah bu..."

" Untuk kalian jangan sampai kita melupakan Tuhan di kala kita senang, maka di waktu sulitmu Tuhan akan mempermudah jalannya."Ucap Ibu sambil memandangi semua anak anak nya.

Aini tiba-tiba merasakan sesuatu yang menusuknya. Ingatnya kembali mengingat saat-saat terakhir ayahnya.

Saat itu ayahnya juga memanggil kedua putra-putrinya untuk berkumpul dan memberikan nasehat kehidupan.

" Ibu Jangan memberi nasehat seperti ini Ibu membuat Aini bersedih."

"Nak, tanpa rasa sakit kita tidak akan pernah belajar menjadi kuat, tanpa rasa kecewa kita tidak akan pernah belajar menjadi dewasa. Tanpa kehilangan, kita tidak akan pernah belajar arti ikhlas."

Yuli dan Aini kembali saling berpandangan...

Aini kemudian menyuruh Ibu meminum obat sebelum Ibu beristirahat.

" Ibu jangan terlalu banyak berbicara nanti Ibu bisa kelelahan sebaiknya Ibu minum obat dan segera beristirahat."

" Terima kasih nak karena kalian semua sudah merawat ibu dengan sepenuh hati."

" Sudah menjadi kewajiban kami sebagai seorang anak bu.." Ucap Aini sambil tersenyum.

" Nak. Berdamailah dengan keadaan, apapun yang kamu benci belum tentu harus kamu jauhi. Apapun yang kamu inginkan tak harus terkabukan. Apapun yang kamu cintai tak harus dimiliki. Sebab dunia ini sudah digariskan oleh-Nya, ketetapan-Nya adalah yang terbaik." Ucap Ibu sambil memegang tangan akhirnya seolah-olah menjawab kebimbangan yang terjadi dalam hati Aini mengingat orang yang dulu mampu memikat hati ini kembali disertai sudah berstatus menjadi seorang istri.

Aini tersenyum dan memeluk Ibu. Yuli yang mendengar itu juga ikut memeluk sang Ibu.

Malam itu, Yuli dan Aini tidur di samping kanan kiri ibu.

Ibu tersenyum sambil memeluk kedua nya.

...----------------...

...----------------...

...----------------...

Terpopuler

Comments

Ronawati Bend

Ronawati Bend

semangat thoooor

2022-09-25

1

lihat semua
Episodes
1 Pendahuluan
2 AAS BAB 1 : Seperti Maling
3 AAS BAB 3 : Ajari Aku selingkuh
4 AAS BAB 4 : Tidak seperti yang terlihat.
5 AAS BAB 5 : Pria itu datang
6 AAS BAB 6 : Mimisan.
7 AAS BAB 7 : Bukan Homo
8 AAS BAB 8 : Malam gila.
9 AAS 9 : Kacau
10 AAS 10 : Ada yang menusuk
11 AAS 11 : Pingsan
12 AAS 12 : Tuan donasi ternyata...
13 AAS 13 : Rumah sakit
14 AAS 14 : Firasat
15 AAS 15 : Serangan jantung
16 AAS 16 : Kejutan yang menyakiti hati
17 AAS 17 : Permintaan Ibu
18 AAS 18 : Bangunkan Ibu
19 AAS 19 : Duka mendalam
20 AAS 20 : Ikhlas
21 AAS 21 : Empat kata
22 AAS 22 : Daffa dan Akbar
23 AAS 23 : Kata Kramat
24 AAS 24 : Sekamar
25 AAS 25 : Jantungan
26 AAS 26 : Ternyata...
27 AAS 27 : Gatel yaa?
28 AAS 28 : Kok marah?
29 BAB 29 : Aini - Daffa
30 BAB 30 : Ingin tahu
31 Bab 31 : Gak jelas .
32 Bab 32 : Kamar mandi
33 Bab 33 : Untuk pertama kalinya
34 Bab 34 : Skin to skin
35 Bab 35: Dekat
36 Bab 36 : Berubah
37 Bab 37 : Pengen kawin
38 Bab 38 : Laura
39 Bab 39 : Makhluk astral
40 Bab 40 : Membelah diri?
41 Bab 41 : Ide dari Radio
42 Bab 42 : Gak jelas
43 Bab 43 : Ganti hukuman.
44 Bab 44 : Pulang
45 Bab 45 : Pesan Mama
46 Bab 46 : Kecewa
47 Bab 47 : Menemukan
48 Bab 48 : Catatan hati
49 Bab 49 : Keluarga
50 Bab 50 : Pribadi baru
51 Bab 51 : Bukan nasi goreng
52 Bab 52 : Semangat
53 Bab 53 : Anggap saja kencan
54 Bab : Percobaan
55 Bab 55 : Gila
56 Bab 56 : gak jelas
57 Jangan lupa
58 Bab 58 : Undangan pernikahan
59 Bab 59 : Ngomong sendiri
60 Bab 60 : Teman senasib
61 Bab 61 : Kesempurnaan
62 Bab 62 : Malam indah
63 Bab 63 : Oh tidak!
64 Bab 64 : Heboh
65 Bab 65 : Buntut
66 Bab 66 : Modusnya
67 Bab 67 : Ketika gengsi yang menang
68 Season 2 is coming...
69 Bab 68 : Romantis ala Daffa
70 Bab 69 : Hai Nina...
71 Bab 70 : Kenzo bucin
72 Bab 71 : Viona - Daffi
73 Bab 72 : Tambah lagi..
74 Bab 73 : Kenzo galau
75 Bab 74 : Kenzo - Nina
76 Bab 75 : Keputusan Viona
77 Bab 76 : Kejutan tidak menyenangkan
78 Bab 77 : Perasaan Lala
79 CINTA DAN KEBODOHAN
80 Destiny Of Love
81 Bab 78 : Viona...
82 Bab 79 : Tekad Daffi
83 Bab 80 : Apes
84 Bab 81 : Segitiga cinta
85 Bab 82 : Jantungan
86 Bab 83 : ingatan Daffa
87 Sepi nih...
88 Bab 84 : Cemburu
89 Bab 85 : Melamar
90 Kejutan untuk Viona
91 Ceramah...
92 Ada apa?
93 Ikut Ikutan
94 CUPLIKAN BAB
95 Maaf...
96 Rahasia Kak Yuli
97 Malam syahdu...
98 Siasat Daffa- Aini
99 Bermuka dua
100 Mungkin kepo...
101 Jangan serakah (1)
102 Jangan serakah (2)
103 Ketahuan...
104 Konspirasi..
105 RAHASIA CINTA ALIA
106 Demam pernikahan
107 Luka tak terlihat
108 Keluarga...
109 JANGAN AMBIL ANAKKU..
110 Tidak ada kata terlambat
111 Kumat...
112 Kebahagiaan ( last Part)
113 Petuah bijak...
114 Extra Part : 40 hari..
115 Extra Part : Selalu gagal...
116 Karya baru tiba...
117 Ternyata Aku Sendiri
118 Promosi...
119 Mampir yaa..
120 Cerita menguras emosi
121 Permintaan Terakhir Istriku
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pendahuluan
2
AAS BAB 1 : Seperti Maling
3
AAS BAB 3 : Ajari Aku selingkuh
4
AAS BAB 4 : Tidak seperti yang terlihat.
5
AAS BAB 5 : Pria itu datang
6
AAS BAB 6 : Mimisan.
7
AAS BAB 7 : Bukan Homo
8
AAS BAB 8 : Malam gila.
9
AAS 9 : Kacau
10
AAS 10 : Ada yang menusuk
11
AAS 11 : Pingsan
12
AAS 12 : Tuan donasi ternyata...
13
AAS 13 : Rumah sakit
14
AAS 14 : Firasat
15
AAS 15 : Serangan jantung
16
AAS 16 : Kejutan yang menyakiti hati
17
AAS 17 : Permintaan Ibu
18
AAS 18 : Bangunkan Ibu
19
AAS 19 : Duka mendalam
20
AAS 20 : Ikhlas
21
AAS 21 : Empat kata
22
AAS 22 : Daffa dan Akbar
23
AAS 23 : Kata Kramat
24
AAS 24 : Sekamar
25
AAS 25 : Jantungan
26
AAS 26 : Ternyata...
27
AAS 27 : Gatel yaa?
28
AAS 28 : Kok marah?
29
BAB 29 : Aini - Daffa
30
BAB 30 : Ingin tahu
31
Bab 31 : Gak jelas .
32
Bab 32 : Kamar mandi
33
Bab 33 : Untuk pertama kalinya
34
Bab 34 : Skin to skin
35
Bab 35: Dekat
36
Bab 36 : Berubah
37
Bab 37 : Pengen kawin
38
Bab 38 : Laura
39
Bab 39 : Makhluk astral
40
Bab 40 : Membelah diri?
41
Bab 41 : Ide dari Radio
42
Bab 42 : Gak jelas
43
Bab 43 : Ganti hukuman.
44
Bab 44 : Pulang
45
Bab 45 : Pesan Mama
46
Bab 46 : Kecewa
47
Bab 47 : Menemukan
48
Bab 48 : Catatan hati
49
Bab 49 : Keluarga
50
Bab 50 : Pribadi baru
51
Bab 51 : Bukan nasi goreng
52
Bab 52 : Semangat
53
Bab 53 : Anggap saja kencan
54
Bab : Percobaan
55
Bab 55 : Gila
56
Bab 56 : gak jelas
57
Jangan lupa
58
Bab 58 : Undangan pernikahan
59
Bab 59 : Ngomong sendiri
60
Bab 60 : Teman senasib
61
Bab 61 : Kesempurnaan
62
Bab 62 : Malam indah
63
Bab 63 : Oh tidak!
64
Bab 64 : Heboh
65
Bab 65 : Buntut
66
Bab 66 : Modusnya
67
Bab 67 : Ketika gengsi yang menang
68
Season 2 is coming...
69
Bab 68 : Romantis ala Daffa
70
Bab 69 : Hai Nina...
71
Bab 70 : Kenzo bucin
72
Bab 71 : Viona - Daffi
73
Bab 72 : Tambah lagi..
74
Bab 73 : Kenzo galau
75
Bab 74 : Kenzo - Nina
76
Bab 75 : Keputusan Viona
77
Bab 76 : Kejutan tidak menyenangkan
78
Bab 77 : Perasaan Lala
79
CINTA DAN KEBODOHAN
80
Destiny Of Love
81
Bab 78 : Viona...
82
Bab 79 : Tekad Daffi
83
Bab 80 : Apes
84
Bab 81 : Segitiga cinta
85
Bab 82 : Jantungan
86
Bab 83 : ingatan Daffa
87
Sepi nih...
88
Bab 84 : Cemburu
89
Bab 85 : Melamar
90
Kejutan untuk Viona
91
Ceramah...
92
Ada apa?
93
Ikut Ikutan
94
CUPLIKAN BAB
95
Maaf...
96
Rahasia Kak Yuli
97
Malam syahdu...
98
Siasat Daffa- Aini
99
Bermuka dua
100
Mungkin kepo...
101
Jangan serakah (1)
102
Jangan serakah (2)
103
Ketahuan...
104
Konspirasi..
105
RAHASIA CINTA ALIA
106
Demam pernikahan
107
Luka tak terlihat
108
Keluarga...
109
JANGAN AMBIL ANAKKU..
110
Tidak ada kata terlambat
111
Kumat...
112
Kebahagiaan ( last Part)
113
Petuah bijak...
114
Extra Part : 40 hari..
115
Extra Part : Selalu gagal...
116
Karya baru tiba...
117
Ternyata Aku Sendiri
118
Promosi...
119
Mampir yaa..
120
Cerita menguras emosi
121
Permintaan Terakhir Istriku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!