Pertarungan Sengit Part 2

Ujung pisau yang tajam itu sudah hampir menyentuh kulit dada lelaki paruh baya tersebut. Lelaki bertubuh gempal itu tampak kewalahan menahan serangan langsung dari mahluk gaib yang selama ini mengikuti Mila.

Bluussh!

Tiba-tiba Pangeran Hans muncul dengan wajah yang terlihat menakutkan. Sama seperti saat ia menampakkan wujudnya di hadapan Rangga. Dua buah sayap melebar di samping kanan dan kirinya. Dua buah tanduk panjang dan runcing menghiasi puncak kepala lelaki gaib tersebut.

Mila dan lelaki paruh baya itu tersentak kaget melihat kedatangan pangeran Hans yang begitu tiba-tiba. Sementara Rika, gadis itu sama sekali tak tahu karena ia tidak bisa melihat wujud pangeran Hans.

"Kamu!" pekik Mila. Walaupun kali ini wujudnya tampak berbeda dari biasanya, tetapi Mila yakin bahwa lelaki itu adalah Pangeran Hans.

"Si-siapa, Mil?" Rika semakin ketakutan tatkala Mila berbicara ke arah dinding yang tidak tampak sesiapa pun di sana.

Mila yang begitu cemas sekaligus ketakutan, tidak menghiraukan pertanyaan sahabatnya itu.

Perlahan Pangeran Hans melangkah maju, menghampiri lelaki paruh baya itu sambil menyeringai. Lelaki tua yang kini hampir putus asa tersebut membalas tatapannya dengan wajah memelas, mengharap belas kasihan dari pangeran Hans. Sekarang lelaki berkumis tebal itu sadar bahwa kekuatan pangeran tersebut jauh-jauh lebih besar darinya.

"Aku sama sekali tidak memiliki niat untuk menyakitimu, lelaki tua! Tetapi aku tidak akan pernah mengampuni siapa pun yang berani ikut campur dalam hubunganku bersama Mila," ucapnya sambil terus menyunggingkan senyum menakutkan itu.

"Pangeran Hans! Kumohon, jangan lakukan itu!" teriak Mila sembari bangkit dari posisi duduknya.

"A-ampun! Ja-jangan sakiti aku!" rintih lelaki paruh baya itu sambil berusaha keras menahan pisau yang masih mencoba menembus jantungnya.

"Aku hanya menerima perintah dari gadis-gadis itu untuk mengusirmu. Maafkan aku," sambung lelaki tua itu dengan wajah memucat.

Mila bergegas menghampiri orang pintar tersebut lalu berdiri tepat di hadapannya dengan kedua tangan membentang. Melihat hal itu, Pangeran Hans pun menghentikan langkahnya tepat di hadapan Mila.

"Kumohon jangan sakiti Bapak ini! Jika kamu ingin membunuhnya, maka bunuh aku lebih dulu!" tegas Mila sambil menatap lekat kedua netra yang kini berubah warna menjadi merah tersebut.

Mendadak Pangeran Hans luluh. Wujudnya yang terlihat menakutkan, kini kembali seperti semula. Tanpa tanduk yang tajam dan tanpa sayap mengerikan yang keluar dari balik punggungnya.

Begitu pula dengan pisau yang tadi melayang dan ingin menembus jantung lelaki berkumis tebal tersebut. Pisau itu jatuh ke lantai dan akhirnya lelaki tua itu pun bisa bernapas dengan lega.

Lelaki gaib itu mengangkat tangannya kemudian menyentuh pipi Mila dengan lembut. "Jangan lakukan ini lagi, Aurora. Ingat, kita ditakdirkan untuk bersama, selamanya."

Mila tidak menghiraukan ucapan lelaki gaib itu. Yang penting baginya saat ini hanyalah keselamatan lelaki paruh baya tersebut. Tak satu pun kalimat yang keluar dari bibir gadis itu. Hanya sebuah tatapan tajam yang terus tertuju pada pangeran Hans.

"Sekarang pulanglah!" titah Pangeran Hans dengan nada yang lebih tegas dari sebelumnya.

"Aku akan pergi setelah kamu pergi!" ucap Mila, tidak kalah tegas dari lelaki gaib itu.

Pangeran Hans mengangguk pelan. "Baiklah."

Lelaki gaib itu melabuhkan sebuah ciuman hangat di kening Mila sebelum ia pergi dan menghilang dari pandangan wanita pujaannya tersebut.

Rika hanya bisa terbengong-bengong dengan mulut menganga. Kejadian yang terjadi di dalam ruangan itu membuat ia percaya dan yakin bahwa keberadaan mahluk gaib itu nyata adanya. Walaupun ia sama sekali tidak dapat melihat bagaimana wujud lelaki yang mengaku sebagai pangeran tersebut.

Sepeninggal pangeran Hans, Mila berbalik kemudian menatap lelaki paruh baya itu dengan wajah sendu.

"Maafkan saya, Pak. Ini semua kesalahan saya. Seandainya saja saya tidak—"

Belum habis Mila berkata-kata, lelaki paruh baya itu berteriak dengan lantang sembari bangkit dari posisinya. Wajahnya memerah menahan marah. Ia terlanjur kesal kepada Mila karena ia hampir saja meregang nyawa akibat perbuatan pangeran dari negeri gaib tersebut.

"Pergi dari sini! Dan jangan pernah kembali!" ketus lelaki berpakaian serba hitam tersebut sambil menunjuk ke arah pintu.

Rika yang sejak tadi hanya terdiam dan mematung, kini bergegas menghampiri Mila. "Mil, sebaiknya kita pulang sekarang," ajak Rika sambil menarik pelan lengan Mila.

"Ya! Pergilah dan jangan kembali lagi! Aku tidak ingin berurusan dengan kalian lagi sampai kapan pun!" lanjut lelaki paruh baya itu.

Tak ada pilihan lain bagi Mila dan Rika. Mereka bergegas meninggalkan ruangan itu dan berjalan dengan cepat menuju halaman luar.

"Loh, Nak? Kalian sudah selesai?" tanya wanita paruh baya yang tadi menyambut kedatangan mereka.

"Ya, Bu. Kami permisi dulu," sahut Rika tanpa menghentikan langkahnya bersama Mila.

Wanita itu terus menatapi kepergian Mila dan Rika dengan wajah heran hingga mereka menghilang dari pandangannya.

"Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka? Tampaknya mereka begitu ketakutan," gumam wanita itu.

Tepat di saat itu.

"Tolong diingat kedua gadis itu! Jika mereka kembali lagi, maka usir saja mereka!" titah lelaki paruh baya yang tiba di ruangan itu lalu menghampirinya.

Wanita itu sontak menoleh setelah mendengar suara sang suami yang berasal dari belakang tubuhnya. "Memangnya kenapa, Pak? Apa kedua gadis itu sudah menipumu?"

Lelaki itu menggelengkan kepala. "Bukan, tetapi aku hampir saja mati sia-sia hanya karena ingin menolong mereka. Pokoknya Ibu harus ingat kedua wajah orang itu dan jangan biarkan mereka kembali lagi ke tempat ini!"

Wanita paruh baya itu pun mengangguk paham. "Baiklah, Pak."

Sementara itu.

"Ya ampun, Mila! Jika seandainya aku tidak melihat kejadian tak masuk akal itu dengan mata kepalaku sendiri, mungkin aku tidak akan pernah mempercayainya. Mungkin sampai sekarang aku tidak akan pernah mempercayai kata-katamu tentang mahluk tak kasat mata itu," tutur Rika dengan mata membulat sempurna menatap Mila yang tengah berjalan gontai di sampingnya.

Mila melirik sahabatnya itu kemudian memasang wajah masam. "Jadi selama ini kamu pikir aku berbohong soal lelaki gaib itu, Rika? Aku tahu yang ada di pikiranmu, pasti kamu pikir bahwa aku sudah gila. Benar 'kan?"

Rika terkekeh pelan kemudian merengkuh pundak sahabatnya itu. "Maafkan aku, Mil. Tapi sekarang aku percaya padamu. Percaya seratus persen malah. Oh ya, ngomong-ngomong soal pangeran itu ... bagaimana sih rupanya? Apa dia tampan?"

"Apa kamu ingin melihat wajahnya, Rika? Aku bisa meminta lelaki itu untuk menampakkan wujudnya di hadapanmu?"

"Eh, jangan-jangan! Aku tidak berani. Bagaimana jika wajahnya mengerikan sama seperti setan-setan yang sering kita tonton di film horor? Bisa-bisa aku jatuh pingsan!" pekik Rika sambil menggelengkan kepala dengan cepat.

...***...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

beruntung ada Mila kalau tidak bisa mati sia² pakcik tu

2025-01-28

0

💜💜💜REVIAA 99💜💜💜

💜💜💜REVIAA 99💜💜💜

Rika tak kasi tauwww kamu yaa.... setampan apapun pangeran jin itu tetap menakutkan bagi kaum manusia karena ia bertindak di luar kemampuan manusia

2022-11-15

2

Berdo'a saja

Berdo'a saja

sudah mil jangan membahayakan orang lagi

2022-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta Sejati Pangeran Hans Dan Sang Pelayan
2 Kejadian Aneh di Wisata Air Terjun
3 Mila Ketakutan
4 Kalung Ajaib
5 Pangeran Hans
6 Bus
7 Lelaki Malang
8 Pengakuan Pangeran Hans
9 Rencana Mila
10 Rangga Terpental
11 Kemarahan Pangeran Hans
12 Rangga Jatuh Sakit
13 Pertarungan Sengit Orang Pintar
14 Pertarungan Sengit Part 2
15 Rangga Jaga Jarak
16 Penjelasan Rangga
17 Mila Cemburu
18 Kalung Berlian Merah
19 Pertengkaran Mila Dan Pangeran Hans
20 Menikahlah Denganku!
21 Mimpi Mila
22 Keputusan Mila
23 Dinner
24 Rika Mabuk
25 Makan Tengah Malam Bersama Pangeran Hans
26 Rangga Syok
27 Harus Bertanggung Jawab
28 Kegelisahan Rika
29 Pengakuan Rika
30 Hari Pernikahan 2R
31 Acara Pernikahan 2R
32 Ulah Sang Pangeran
33 Mengisi Perut Kosong
34 Kebersamaan 2R
35 Ke Kampung Halaman
36 Rencana Pernikahan
37 Undangan Pernikahan Untuk 2R
38 Jalan-Jalan
39 Hari Pernikahan
40 Kecemasan Putri Serena
41 Kemarahan Raja Edward
42 Villa
43 Villa part 2
44 Kembali Ke Kampung Halaman
45 Perjalanan Pulang
46 Dunia Pangeran Hans
47 Logan dan Lexus
48 Ratu Caroline
49 Menghadap Raja Edward
50 Ingatan Mila
51 Pergi Dari Istana
52 Lexus dan Pengawal Menghilang
53 Mila Diculik
54 Hukuman Untuk Mila
55 Pengorbanan Pangeran Hans
56 Dewi Penyembuh
57 Kekesalan Putri Serena
58 Kerajaan Dari Selatan
59 Pengakuan Ratu Alexa
60 Promo Karya Baru, Guys!
61 Putri Aurora
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Cinta Sejati Pangeran Hans Dan Sang Pelayan
2
Kejadian Aneh di Wisata Air Terjun
3
Mila Ketakutan
4
Kalung Ajaib
5
Pangeran Hans
6
Bus
7
Lelaki Malang
8
Pengakuan Pangeran Hans
9
Rencana Mila
10
Rangga Terpental
11
Kemarahan Pangeran Hans
12
Rangga Jatuh Sakit
13
Pertarungan Sengit Orang Pintar
14
Pertarungan Sengit Part 2
15
Rangga Jaga Jarak
16
Penjelasan Rangga
17
Mila Cemburu
18
Kalung Berlian Merah
19
Pertengkaran Mila Dan Pangeran Hans
20
Menikahlah Denganku!
21
Mimpi Mila
22
Keputusan Mila
23
Dinner
24
Rika Mabuk
25
Makan Tengah Malam Bersama Pangeran Hans
26
Rangga Syok
27
Harus Bertanggung Jawab
28
Kegelisahan Rika
29
Pengakuan Rika
30
Hari Pernikahan 2R
31
Acara Pernikahan 2R
32
Ulah Sang Pangeran
33
Mengisi Perut Kosong
34
Kebersamaan 2R
35
Ke Kampung Halaman
36
Rencana Pernikahan
37
Undangan Pernikahan Untuk 2R
38
Jalan-Jalan
39
Hari Pernikahan
40
Kecemasan Putri Serena
41
Kemarahan Raja Edward
42
Villa
43
Villa part 2
44
Kembali Ke Kampung Halaman
45
Perjalanan Pulang
46
Dunia Pangeran Hans
47
Logan dan Lexus
48
Ratu Caroline
49
Menghadap Raja Edward
50
Ingatan Mila
51
Pergi Dari Istana
52
Lexus dan Pengawal Menghilang
53
Mila Diculik
54
Hukuman Untuk Mila
55
Pengorbanan Pangeran Hans
56
Dewi Penyembuh
57
Kekesalan Putri Serena
58
Kerajaan Dari Selatan
59
Pengakuan Ratu Alexa
60
Promo Karya Baru, Guys!
61
Putri Aurora

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!