Kejadian Aneh di Wisata Air Terjun

Beratus-ratus tahun kemudian.

Di sebuah tempat pariwisata air terjun. Di mana ada sekelompok muda-mudi yang terlihat sedang asik bermain sambil berselfie ria. Sesekali terdengar suara riuh tawa mereka yang memecah keheningan di tempat itu.

Di antara mereka, ada seorang gadis yang malah asik berjalan menyelusuri aliran air sendirian sambil menikmati pemandangan alam yang begitu indah di sekitar tempat itu. Namun, beberapa saat kemudian gadis itu sontak menghentikan langkahnya tatkala sebuah cahaya yang berasal dari dalam air memantul dan menyilaukan matanya.

"Apa itu?"

Gadis cantik berlesung pipi tersebut memfokuskan pandangannya pada benda itu dan setelah diperhatikan secara seksama, ternyata benda itu adalah sebuah liontin berwarna merah.

Ia meraih benda itu dari dalam air kemudian menentengnya. "Ya ampun, cantik sekali kalung ini. Punya siapa, ya?"

Karmila (Mila, 20 tahun) memperhatikan sekelilingnya, mencoba mencari tahu siapa pemilik kalung tersebut. Namun, tak seorang pun ada di sana. Semua teman-temannya berada di dekat air terjun.

Saat Mila masih memperhatikan sekelilingnya, tiba-tiba mata gadis itu tertuju pada sesosok laki-laki misterius yang sedang berdiri menatapnya dengan tatapan tajam dan tanpa berkedip sedikit pun. Wajah lelaki itu terlihat begitu tampan, tetapi kulitnya terlalu putih untuk seukuran manusia biasa. Lebih tepatnya, pucat.

Lelaki itu berdiri di samping pohon besar yang sangat rimbun dan jarak antara mereka berdua cukup jauh. Yang membuat Mila bingung, lelaki itu mengenakan pakaian yang tidak lazim. Seperti pakaian kerajaan pada jaman dulu-dulu. Terlihat sangat tampan dan gagah, tetapi tetap saja membuat Mila ketakutan setengah mati.

"Si-siapa lelaki itu?" gumam Mila dengan bibir bergetar sambil mundur beberapa langkah ke belakang.

Tatapan lelaki itu semakin lama, terlihat semakin menakutkan. Mila pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan berlari dengan sekuat tenaga.

Brugkh!

"Aw, Mila! Kamu kenapa, sih?"

Di tengah ketakutannya, tanpa sadar Mila menabrak seorang gadis bernama Rika. Rika terjatuh ke tanah dan meringis kesakitan. Menyadari hal itu, Mila pun bergegas membantu Rika bangkit dan meminta maaf kepada sahabatnya itu.

"Maafkan aku, Rika. Aku tidak sengaja!"

"Memangnya kamu kenapa, sih? Kayak dikejar setan aja!" celetuk Rika sembari membersihkan celananya yang kotor akibat terjatuh barusan.

"Ada seorang laki-laki aneh di sana!" ucap Mila sembari menunjuk ke tempat di mana ia melihat lelaki itu.

"Laki-laki aneh? Di mana?" tanya Rika sembari melangkah perlahan menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh Mila.

"Jangan, Rika! Aku takut lelaki itu punya niat jahat!" Mila meraih tangan Rika dan mencoba menahan langkah gadis itu.

"Sudahlah, Mila. Kamu tenang saja. Jika lelaki itu punya niat jahat, kita tinggal teriak saja dan teman-teman pasti datang dan menyelamatkan kita," sahut Rika.

Bukannya mendengarkan penuturan Mila, Rika terus saja melangkahkan kakinya menuju tempat itu. Walaupun sebenarnya Mila masih trauma dan takut, tetapi ia tidak akan membiarkan sahabatnya pergi ke tempat itu sendirian.

"Di mana lelaki itu?" tanya Rika ketika mereka sudah tiba di tempat itu. Ia memperhatikan sekeliling tempat itu. Namun, tidak ada seorang pun di sana. Termasuk lelaki aneh yang tadi memperhatikan Mila dengan begitu serius.

"Eh, di mana dia?" Mila memperhatikan pohon besar, di mana lelaki aneh itu tadi berdiri dan menatapnya.

"Tadi dia ada di sana! Tepat di bawah pohon besar itu," sahut Mila sembari menujuk ke arah pohon besar nan rimbun tersebut.

Rika berbalik kemudian menatap Mila dengan tatapan aneh. "Kamu tidak sedang sakit 'kan, Mil? Aku rasa itu hanya halusinasimu saja."

Mila menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, kok. Aku baik-baik saja, sumpah! Tadi aku melihat dengan jelas, di bawah pohon itu ada seorang laki-laki dengan wajah pucat menatapku. Pakaian yang ia kenakan tampak seperti pakaian pada jaman kerajaan-kerajaan gitu," jelas Mila dengan sangat antusias.

Rika mengelus tengkuknya yang terasa dingin. Tiba-tiba bulu halus yang tumbuh di sekitar lehernya menegak dan embusan dingin angin membuat nyali gadis itu sedikit menciut.

"Jangan berkata yang aneh-aneh, Mil. Ingat, kita berada di tengah-tengah hutan," ucap Rika mencoba mengingatkan Mila soal di mana mereka berada saat ini. Belum lagi waktu yang menunjukkan bahwa hari sudah hampir petang, di mana matahari sudah bersiap untuk terbenam.

"Tapi—" Belum selesai Mila berkata-kata, tiba-tiba Rika menarik tangannya dan membawa gadis itu menjauh dari tempat tersebut.

Rika melangkah dengan cepat. Sementara Mila mengikuti dari belakang sembari mengimbangi langkah cepat sahabatnya itu. Setibanya di air terjun, ternyata teman-temannya sudah bersiap untuk pulang. Mereka tampak sibuk merapikan barang-barang bawaan di samping bus yang tadi membawa mereka ke tempat ini.

"Hei, dari mana saja kalian? Kalian tidak ingin tinggal di sini, 'kan?" celetuk Rangga, salah satu teman Rika dan Mila, yang memimpin rombongan itu.

Mila dan Rika saling tatap untuk beberapa saat dan setelah itu baru Rika menjawab pertanyaan dari lelaki tampan, pujaan hati Mila tersebut.

"Ini Mas Rangga, Mila keasikan menikmati keindahan pemandangan di tempat ini. Sampai dia lupa waktu," sahut Rika.

Rangga tertawa pelan sambil menggoda Mila yang masih terdiam dengan bibir memucat. "Hati-hati ya, Mil. Di sini terkenal dengan itu-nya, loh! Jadi, jangan pernah kosongkan pikiranmu, karena mereka suka akan hal itu."

Lagi-lagi Mila dan Rika saling tatap. Nyali kedua gadis itu benar-benar menciut setelah mendengar celetukan Rangga barusan, terutama Mila. Apa lagi gadis itu baru saja mengalami kejadian aneh di sekitar tempat wisata itu.

"Mas Rangga jangan menakut-nakuti kami seperti itu, donk. Kami 'kan jadi takut," ucap Rika sambil mengelus-elus kedua tangannya yang terasa dingin secara bergantian.

"Ish, bukannya aku menakut-nakuti kalian, tapi apa yang aku katakan itu benar adanya. Di sini banyak mahluk tak kasat mata yang suka gangguin pengunjung. Khususnya gadis-gadis seperti kalian. Makanya aku sudah ingatkan sebelumnya agar kalian terus fokus dan jangan pernah mengosongkan pikiran kalian di tempat ini," ujar Rangga.

"Ya, sudah. Sebaiknya kalian bersiap karena kita harus pulang sekarang juga," lanjut Rangga sembari masuk ke dalam bus tersebut.

Sepeninggal Rangga.

"Sudah, jangan terlalu kamu pikirkan, Mil. Aku rasa itu hanya halusinasimu saja. Dan jika seandainya hal itu benar, aku harap orang itu adalah warga yang tinggal di sekitar sini," ucap Rika sembari menepuk pelan pundak Mila yang masih terdiam seribu bahasa.

Mila menarik napas panjang kemudian menghembuskannya kembali. Ia berharap apa yang dikatakan oleh Rika adalah benar. Walaupun secara logika itu tidak mungkin. Soalnya air terjun itu terletak di tengah hutan dan tidak ada pemukiman warga di sekitar tempat itu.

...***...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

apakah lelaki itu adalah Pangeran Hans

2025-01-15

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

apakah Mila adalah Aurora..

2025-01-15

0

Yuli Yanti

Yuli Yanti

mamfir thor,aq suka sma karya mu

2023-05-12

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta Sejati Pangeran Hans Dan Sang Pelayan
2 Kejadian Aneh di Wisata Air Terjun
3 Mila Ketakutan
4 Kalung Ajaib
5 Pangeran Hans
6 Bus
7 Lelaki Malang
8 Pengakuan Pangeran Hans
9 Rencana Mila
10 Rangga Terpental
11 Kemarahan Pangeran Hans
12 Rangga Jatuh Sakit
13 Pertarungan Sengit Orang Pintar
14 Pertarungan Sengit Part 2
15 Rangga Jaga Jarak
16 Penjelasan Rangga
17 Mila Cemburu
18 Kalung Berlian Merah
19 Pertengkaran Mila Dan Pangeran Hans
20 Menikahlah Denganku!
21 Mimpi Mila
22 Keputusan Mila
23 Dinner
24 Rika Mabuk
25 Makan Tengah Malam Bersama Pangeran Hans
26 Rangga Syok
27 Harus Bertanggung Jawab
28 Kegelisahan Rika
29 Pengakuan Rika
30 Hari Pernikahan 2R
31 Acara Pernikahan 2R
32 Ulah Sang Pangeran
33 Mengisi Perut Kosong
34 Kebersamaan 2R
35 Ke Kampung Halaman
36 Rencana Pernikahan
37 Undangan Pernikahan Untuk 2R
38 Jalan-Jalan
39 Hari Pernikahan
40 Kecemasan Putri Serena
41 Kemarahan Raja Edward
42 Villa
43 Villa part 2
44 Kembali Ke Kampung Halaman
45 Perjalanan Pulang
46 Dunia Pangeran Hans
47 Logan dan Lexus
48 Ratu Caroline
49 Menghadap Raja Edward
50 Ingatan Mila
51 Pergi Dari Istana
52 Lexus dan Pengawal Menghilang
53 Mila Diculik
54 Hukuman Untuk Mila
55 Pengorbanan Pangeran Hans
56 Dewi Penyembuh
57 Kekesalan Putri Serena
58 Kerajaan Dari Selatan
59 Pengakuan Ratu Alexa
60 Promo Karya Baru, Guys!
61 Putri Aurora
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Cinta Sejati Pangeran Hans Dan Sang Pelayan
2
Kejadian Aneh di Wisata Air Terjun
3
Mila Ketakutan
4
Kalung Ajaib
5
Pangeran Hans
6
Bus
7
Lelaki Malang
8
Pengakuan Pangeran Hans
9
Rencana Mila
10
Rangga Terpental
11
Kemarahan Pangeran Hans
12
Rangga Jatuh Sakit
13
Pertarungan Sengit Orang Pintar
14
Pertarungan Sengit Part 2
15
Rangga Jaga Jarak
16
Penjelasan Rangga
17
Mila Cemburu
18
Kalung Berlian Merah
19
Pertengkaran Mila Dan Pangeran Hans
20
Menikahlah Denganku!
21
Mimpi Mila
22
Keputusan Mila
23
Dinner
24
Rika Mabuk
25
Makan Tengah Malam Bersama Pangeran Hans
26
Rangga Syok
27
Harus Bertanggung Jawab
28
Kegelisahan Rika
29
Pengakuan Rika
30
Hari Pernikahan 2R
31
Acara Pernikahan 2R
32
Ulah Sang Pangeran
33
Mengisi Perut Kosong
34
Kebersamaan 2R
35
Ke Kampung Halaman
36
Rencana Pernikahan
37
Undangan Pernikahan Untuk 2R
38
Jalan-Jalan
39
Hari Pernikahan
40
Kecemasan Putri Serena
41
Kemarahan Raja Edward
42
Villa
43
Villa part 2
44
Kembali Ke Kampung Halaman
45
Perjalanan Pulang
46
Dunia Pangeran Hans
47
Logan dan Lexus
48
Ratu Caroline
49
Menghadap Raja Edward
50
Ingatan Mila
51
Pergi Dari Istana
52
Lexus dan Pengawal Menghilang
53
Mila Diculik
54
Hukuman Untuk Mila
55
Pengorbanan Pangeran Hans
56
Dewi Penyembuh
57
Kekesalan Putri Serena
58
Kerajaan Dari Selatan
59
Pengakuan Ratu Alexa
60
Promo Karya Baru, Guys!
61
Putri Aurora

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!