Pangeran Hans

"Hantu? Hantu apa?!" pekik Rika.

"Di kamarku ada hantu. Hantu lelaki itu, yang tadi aku lihat di air terjun," sahut Mila dengan wajah memucat.

"Sudahlah, Mila. Aku rasa kamu hanya trauma atas kejadian tadi siang kemudian terbawa-bawa sampai sekarang," ucap Rika mencoba menenangkan Mila yang masih ketakutan.

"Tidak, Rik. Ini serius, aku melihatnya berdiri tepat di belakangku!"

Rika menghela napas panjang kemudian merengkuh pundak Mila. "Sebaiknya malam ini kamu tidur bersamaku. Biar kamu tidak takut lagi."

Mila pun menganguk pelan. Ia setuju dengan ajakan Rika barusan. Daripada ia kembali ke kamarnya kemudian bertemu dengan lelaki misterius itu lagi, mending dia tidur bersama sahabatnya di kamar itu.

Keesokan paginya.

"Rika, terima kasih atas tumpangannya," ucap Mila sebelum ia kembali ke kamarnya.

"Sama-sama. Kalau nanti malam kamu ingin tidur lagi di sini bersamaku, silakan. Pintu kamarku terbuka lebar untukmu," jawab Rika.

Mila mengangguk pelan. "Ya. Terima kasih sekali lagi."

Mila melangkahkan kakinya menuju kamar dengan ragu-ragu. Ia takut lelaki itu muncul kemudian menakut-nakuti dirinya lagi.

"Semoga saja tadi malam aku hanya berhalusinasi sama seperti yang dikatakan oleh Rika," gumam Mila sembari mendorong pelan pintu kamarnya yang memang tidak terkunci.

Mila yang kabur begitu saja dari kamarnya, sampai lupa menutup kembali pintu tersebut. Perlahan Mila melongokkan kepalanya masuk. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan tidak mendapati siapa pun di sana.

Mila menarik napas dalam kemudian menghembuskannya kembali sambil melangkah masuk. Hal pertama yang ingin ia lakukan adalah mengecek soal kebenaran kalung berlian merah ajaib itu.

Mila menghampiri meja riasnya kemudian mencari-cari benda cantik tersebut hingga ke bawah meja. Namun, ia tidak menemukan apa pun di sana.

"Hmmm, mungkin Rika benar. Itu hanya halusinasiku saja."

Mila tersenyum tipis dan ia mulai tenang sekarang. Saat ini ia ingin melanjutkan ritual paginya, mandi kemudian bersiap untuk bekerja, sama seperti biasanya. Mila meraih sebuah handuk kemudian membawa benda itu ke kamar mandi yang ada di samping kamarnya.

Setelah beberapa menit kemudian.

Mila yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh polosnya, kembali ke kamar untuk melanjutkan aktivitas lainnya. Setibanya di kamar, Mila langsung mengenakan seragam kerjanya kemudian duduk di depan cermin untuk memoles wajah cantiknya dengan sedikit make up.

Ketika Mila sedang memoles liptint ke bibir seksinya, tiba-tiba ia kembali dikagetkan dengan hadirnya sosok lelaki aneh itu lagi. Lelaki gaib dengan pakaian khas ala kerajaan itu berdiri tepat di belakangnya sambil menatap Mila dengan tatapan tajam.

Mila kembali ketakutan. Namun, kali ini ia tidak ingin berlari atau pun diam saja sama seperti sebelumnya. Mila berbalik dan kini berdiri tepat di hadapan lelaki berwajah tampan tersebut.

Iris mata berwarna abu-abu itu terlihat begitu indah. Hidung mancung dengan garis bibir yang begitu seksi membuat ketampanan lelaki itu semakin sempurna tanpa cela. Rambutnya yang hitam tebal serta bentuk tubuhnya yang atletis, membuat Mila begitu terpukau.

"Se-sebenarnya siapa kamu? Dan kenapa kamu terus mengikutiku!" tegas Mila walaupun dengan terbata-bata.

"Aku Hans dan aku ke sini untuk mengajakmu kembali ke dunia kita, Aurora."

Suara berat yang keluar dari bibir lelaki itu kembali membuat Mila terhipnotis. Namun, hanya untuk beberapa detik saja. Gadis itu pun kembali tersadar.

"Dunia kita? Kamu salah orang, Tuan. Namaku bukan Aurora dan aku sama sekali tidak mengenalimu! Sebaiknya kamu pergi dan jangan pernah menampakkan diri di hadapanku lagi," lanjut Mila dengan tegas.

Tampak berani. Namun, siapa sangka bahwa saat itu kaki Mila bergetar hebat. Seakan berdiri di atas angin dan siap jatuh kapan saja.

Lelaki gaib itu diam dengan tatapan dingin yang masih tertuju pada Mila.

"Dan satu hal lagi. Jika benar kalung berliontin merah itu adalah milikmu, maka ambillah kembali kalung itu karena aku sama sekali tidak menginginkannya!"

Pangeran Hans menggelengkan kepalanya pelan. "Kalung itu milikmu dan sekarang sudah waktunya aku kembalikan kepadamu."

Mila bergidik ngeri. Semakin lama ia berada di hadapan lelaki gaib itu, semakin menegang pula bulu kuduknya. Mila yang sudah tidak sanggup menahan rasa takutnya, bergegas pergi sembari meraih tas ranselnya.

Namun, baru saja ia mencoba menggapai gagang pintu, tiba-tiba tubuhnya membeku. Seperti air yang dimasukkan ke dalam freezer. Tubuh Mila bergerak sendiri dan melawan perintah otaknya.

Jika otak gadis itu memerintahkan dirinya untuk segera pergi dari ruangan sempit berukuran 3x4 tersebut, tetapi tidak seluruh otot-otot tubuhnya. Ia berbalik dan malah berjalan menghampiri Pangeran Hans yang masih berdiri di posisinya.

"A-apa yang terjadi padaku?!" pekik Mila yang sangat panik.

Ia terus melangkah maju dan akhirnya berdiri tepat di hadapan pangeran Hans.

"Ternyata kamu masih saja keras kepala, Aurora," ucap Hans sembari mengacak pelan puncak kepala Mila yang masih mematung di hadapannya.

"A-apa maumu?!"

"Aku seorang pangeran dan aku tidak terima yang namanya penolakan. Jadi, turuti saja semua keinginanku," tegas lelaki tampan nan dingin itu.

Mulut gadis itu bungkam. Hanya dadanya yang bergerak turun naik dengan cepat. Sementara matanya tetap tertuju pada lelaki gaib itu tanpa berkedip sedikit pun.

Pangeran Hans memasang kalung berlian merah yang sejak tadi sudah ada di genggamannya ke leher Mila.

"Jangan pernah lepaskan kalung ini jika tidak ingin kepalamu melayang tanpa badan," bisik Pangeran Hans yang berhasil membuat nyali Mila menciut.

"Kamu mengerti?"

"Y-ya." Mila terpaksa menyetujui keinginan lelaki gaib itu dari pada harus kehilangan kepalanya.

"Bagus."

Pangeran Hans melabuhkan sebuah ciuman di kening Mila sembari membelai pipinya dengan lembut. Ini pertama kalinya Mila merasakan sentuhan dari mahluk tak kasat mata. Sentuhan dan ciumannya terasa nyata, hanya saja kulit lelaki itu begitu dingin saat menyentuh kulitnya.

"Ingat satu hal lagi, Aurora. Kamu adalah milikku, hanya milikku. Paham?" lanjut Pangeran Hans setelah selesai mencium kening Mila.

Lagi-lagi Mila mengangguk dan tunduk pada perintah lelaki yang mengaku sebagai pangeran itu.

"Sekarang pergilah! Temanmu sudah menunggu di luar."

Setelah pangeran Hans mengizinkannya pergi, tiba-tiba saja tubuh Mila kembali normal. Kini ia bisa mengendalikan tubuhnya lagi. Tanpa pikir panjang, Mila pun bergegas pergi dan keluar dari ruangan sempit itu.

Setibanya di luar ruangan, ternyata Rika sudah menunggu di ruang depan.

"Yuk, Mil, kita berangkat!" ajak Rika.

"Ya."

"Apa kamu sedang sakit, Mila? Wajahmu pucat sekali," tanya Rika yang sejak tadi memperhatikan wajah sahabatnya itu.

"Ehmmm, tidak. Aku baik-baik saja, kok." Mila tersenyum kecut sembari membalas tatapan Rika. Tidak mungkin ia menceritakan semua kejadian yang baru saja ia alami kepada Rika. Bisa-bisa gadis itu menganggap dirinya sudah gila dan suka berhalusinasi.

"Oh, syukurlah. Aku pikir kamu sedang sakit."

...***...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Mila dibagi lagi ciuman dari Pangeran Hans

2025-01-28

0

Rinnie Erawaty

Rinnie Erawaty

lah klw Mila diajak kedunia Hans ya Mila jd hantu 👻 juga donk

2022-11-01

2

Berdo'a saja

Berdo'a saja

waaah Rangga punya saingan.. jin lagi saingannya

2022-10-10

1

lihat semua
Episodes
1 Cinta Sejati Pangeran Hans Dan Sang Pelayan
2 Kejadian Aneh di Wisata Air Terjun
3 Mila Ketakutan
4 Kalung Ajaib
5 Pangeran Hans
6 Bus
7 Lelaki Malang
8 Pengakuan Pangeran Hans
9 Rencana Mila
10 Rangga Terpental
11 Kemarahan Pangeran Hans
12 Rangga Jatuh Sakit
13 Pertarungan Sengit Orang Pintar
14 Pertarungan Sengit Part 2
15 Rangga Jaga Jarak
16 Penjelasan Rangga
17 Mila Cemburu
18 Kalung Berlian Merah
19 Pertengkaran Mila Dan Pangeran Hans
20 Menikahlah Denganku!
21 Mimpi Mila
22 Keputusan Mila
23 Dinner
24 Rika Mabuk
25 Makan Tengah Malam Bersama Pangeran Hans
26 Rangga Syok
27 Harus Bertanggung Jawab
28 Kegelisahan Rika
29 Pengakuan Rika
30 Hari Pernikahan 2R
31 Acara Pernikahan 2R
32 Ulah Sang Pangeran
33 Mengisi Perut Kosong
34 Kebersamaan 2R
35 Ke Kampung Halaman
36 Rencana Pernikahan
37 Undangan Pernikahan Untuk 2R
38 Jalan-Jalan
39 Hari Pernikahan
40 Kecemasan Putri Serena
41 Kemarahan Raja Edward
42 Villa
43 Villa part 2
44 Kembali Ke Kampung Halaman
45 Perjalanan Pulang
46 Dunia Pangeran Hans
47 Logan dan Lexus
48 Ratu Caroline
49 Menghadap Raja Edward
50 Ingatan Mila
51 Pergi Dari Istana
52 Lexus dan Pengawal Menghilang
53 Mila Diculik
54 Hukuman Untuk Mila
55 Pengorbanan Pangeran Hans
56 Dewi Penyembuh
57 Kekesalan Putri Serena
58 Kerajaan Dari Selatan
59 Pengakuan Ratu Alexa
60 Promo Karya Baru, Guys!
61 Putri Aurora
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Cinta Sejati Pangeran Hans Dan Sang Pelayan
2
Kejadian Aneh di Wisata Air Terjun
3
Mila Ketakutan
4
Kalung Ajaib
5
Pangeran Hans
6
Bus
7
Lelaki Malang
8
Pengakuan Pangeran Hans
9
Rencana Mila
10
Rangga Terpental
11
Kemarahan Pangeran Hans
12
Rangga Jatuh Sakit
13
Pertarungan Sengit Orang Pintar
14
Pertarungan Sengit Part 2
15
Rangga Jaga Jarak
16
Penjelasan Rangga
17
Mila Cemburu
18
Kalung Berlian Merah
19
Pertengkaran Mila Dan Pangeran Hans
20
Menikahlah Denganku!
21
Mimpi Mila
22
Keputusan Mila
23
Dinner
24
Rika Mabuk
25
Makan Tengah Malam Bersama Pangeran Hans
26
Rangga Syok
27
Harus Bertanggung Jawab
28
Kegelisahan Rika
29
Pengakuan Rika
30
Hari Pernikahan 2R
31
Acara Pernikahan 2R
32
Ulah Sang Pangeran
33
Mengisi Perut Kosong
34
Kebersamaan 2R
35
Ke Kampung Halaman
36
Rencana Pernikahan
37
Undangan Pernikahan Untuk 2R
38
Jalan-Jalan
39
Hari Pernikahan
40
Kecemasan Putri Serena
41
Kemarahan Raja Edward
42
Villa
43
Villa part 2
44
Kembali Ke Kampung Halaman
45
Perjalanan Pulang
46
Dunia Pangeran Hans
47
Logan dan Lexus
48
Ratu Caroline
49
Menghadap Raja Edward
50
Ingatan Mila
51
Pergi Dari Istana
52
Lexus dan Pengawal Menghilang
53
Mila Diculik
54
Hukuman Untuk Mila
55
Pengorbanan Pangeran Hans
56
Dewi Penyembuh
57
Kekesalan Putri Serena
58
Kerajaan Dari Selatan
59
Pengakuan Ratu Alexa
60
Promo Karya Baru, Guys!
61
Putri Aurora

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!