Penjelasan Rangga

Berhenti di sana!" titah Rangga dengan wajah serius menatap Mila.

Mila tersentak kaget dan ia pun segera menghentikan langkahnya. "Ta-tapi kenapa, Mas?"

"Mulai sekarang menjauhlah dariku, Mila!" sambung Rangga.

"Tapi kenapa, Mas? Kenapa Mas marah kepadaku?" tanya Mila dengan mata berkaca-kaca.

Semua orang yang ada di toko tersebut mulai melihat ke arah Mila dan Rangga yang kini sedang berdiri di salah satu sudut ruangan. Mereka menatap kedua orang itu dengan wajah bingung.

Bagaimana tidak, Rangga adalah sosok lelaki yang lembut dan ramah tamah. Tidak pernah sekali pun ia mengeluarkan kata kasar kepada orang lain apalagi sampai membentak seperti yang dilakukan olehnya kepada Mila.

"Kamu tidak perlu tahu apa dan kenapa! Yang jelas aku tidak ingin bicara denganmu lagi dan kumohon untuk tetap menjaga jarak dariku! Mengerti!" tegas Rangga dengan lantang.

Mila mundur beberapa langkah ke belakang. Wajahnya mendadak murung. Ucapan Rangga saat itu benar-benar membuat hati Mila merasa tercabik-cabik.

Rangga melirik jam tangan yang melingkar di tangannya kemudian kembali menatap Mila yang masih terdiam di hadapannya.

"Ayo, anak-anak! Ini sudah saatnya kita bekerja. Ayo, kerja-kerja!" teriak Rangga sembari menepuk tangannya sebagai isyarat kepada seluruh karyawan di toko tersebut agar berhenti melihat ke arahnya dan kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.

"Termasuk kamu!" sambung Rangga seraya menunjuk Mila dengan sorot matanya yang tajam.

Rika bergegas menghampiri Mila kemudian membawanya menjauh dari Rangga. "Sebaiknya kita kembali bekerja, Mil."

"Tapi, Rika ...." Mila memelas.

"Sudahlah, Mil. Tidak apa-apa," sahut Rika.

Begitu pula dengan Rangga, lelaki itu melenggang pergi kemudian masuk ke dalam ruangan pribadinya. Rangga menyandarkan punggung di daun pintu. Tatapannya kosong menerawang menatap langit-langit ruangan. Tampak gurat kesedihan yang dalam terpancar dari sorot mata lelaki itu.

"Maafkan aku, Mila. Aku terpaksa melakukannya," lirih Rangga.

Hanya beberapa meter dari posisi Rangga berdiri, tampak sebuah kursi berwarna hitam yang sering diduduki oleh lelaki itu, bergerak dan memutar menghadap ke arahnya.

Rangga tersentak kaget. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa posisi kursi itu ternyata membelakanginya. Dan yang membuat Rangga semakin kaget adalah adanya sesosok mahluk gaib yang sedang duduk di atas kursi tersebut menyeringai ke arahnya.

"Ka-kamu!" pekik Rangga sambil memegangi dadanya yang terasa sesak. Bagaimana tidak, saat itu jantungnya berpacu tiga kali lebih cepat dari biasanya. Dan hal itu membuat Rangga merasa sesak dan sulit menarik napas.

Hanya dalam hitungan sepersekian detik saja, sosok mahluk gaib itu tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Rangga. Bahkan jarak antara Rangga dan lelaki gaib itu hanya beberapa jengkal saja.

"Aku senang karena kamu sudah melakukan tugasmu dengan baik, Rangga!" Lelaki gaib itu kembali menyeringai.

"Tapi kamu jangan senang dulu, karena aku akan terus memantaumu. Jika sedikit saja kamu melakukan kesalahan dengan mendekati gadis itu, maka aku tidak akan segan-segan menyakitimu," sambung Pengeram Hans sembari mengancam.

"I-iya, saya mengerti," jawab Rangga dengan bibir yang bergetar.

***

Walaupun hati dan pikirannya sangat kusut, tetapi Mila tetap melakukan pekerjaannya dengan baik.

Tak terasa, waktu istirahat pun tiba. Mila yang sudah sangat kelaparan, berniat mengajak Rika untuk makan siang bersama di warung makan sederhana yang berdiri kokoh tepat di seberang toko kue.

Sementara itu.

Rika yang masih penasaran, kembali menghampiri Rangga. Kebetulan saat itu Rangga tengah duduk di sebuah kursi kosong, di salah satu sudut ruangan sambil menenggak sebotol minuman dingin kemasan.

Rika memperhatikan wajah lelaki tampan itu dengan seksama. Rangga tampak memucat dan dari raut wajahnya, Rika yakin bahwa lelaki itu sedang berada dalam tekanan batin.

"Mas Rangga," panggil Rika sembari menghampiri lelaki itu.

Rangga refleks menoleh ke arah Rika yang kini berdiri tak jauh dari mejanya. Prilaku lelaki itu pun kembali terlihat aneh ketika bersitatap mata dengan Rika. Tampak kecemasan serta kekhawatiran yang tersorot dari mata lelaki itu.

"Ri-Rika?" Rangga bangkit dari posisinya kemudian berusaha menghindar dari gadis itu untuk yang kedua kalinya.

Ancaman dari pangeran gaib itu membuat Rangga takut untuk mendekati Rika apa lagi Mila. Ya, walaupun sebenarnya lelaki gaib itu hanya meminta Rangga untuk menjaga jarak dari Mila saja.

"Mas Rangga, tunggu! Aku butuh penjelasan dari sikap anehmu ini," ucap Rika sembari memberanikan diri untuk menggapai jari jemari lelaki tampan itu.

"Lepaskan tanganku, Rika! Aku mohon, menjauhlah dariku. Aku ingin hidup tenang tanpa kamu apalagi sahabatmu itu!" ungkapnya dengan wajah kesal menatap Rika.

"Tapi apa alasannya, Mas? Bukankah kemarin malam kita bicara baik-baik saja dan kenapa tiba-tiba sekarang kamu berubah dan mencoba menghindari aku dan juga Mila," tanya Rika yang tidak kalah kesalnya.

"Sekarang duduk dan jelaskan padaku karena aku butuh penjelasan darimu!" tegas Rika sembari menarik kasar tangan Rangga dan mendudukkannya kembali ke kursi.

"Jujur, Mas. Aku tidak peduli walaupun setelah ini kamu akan memecatku gara-gara perilaku-ku yang kasar ini. Tapi demi Tuhan, tolong kasih tau aku apa alasanmu yang sebenarnya sehingga kamu mengacuhkan kami! Apa kah ini ada sangkut pautnya dengan lelaki gaib yang mengikuti Mila?" tanya Rika dengan begitu serius.

Tiba-tiba Rangga membekap mulut Rika dengan tangannya. "Husshhh, diam! Jangan sebut mahluk gaib itu di sini!" bisik Rangga dengan wajah panik.

Rika mengangguk tanda mengerti dan Rangga pun akhirnya melepaskan bekapannya. Lelaki itu menoleh ke kanan dan ke kiri seolah sedang mencari sesuatu. Sementara Rika terus memperhatikan gelagat aneh Rangga dengan alis yang saling bertaut.

"Mas Rangga, memangnya kamu kenapa, Mas? Jangan bikin aku takut," lirih Mila sambil mengelus tengkuknya.

"Begini, Rika. Ini soal 'Dia', kamu mengerti 'kan?" sahut Rangga dengan setengah berbisik.

"Dia?" Rika masih belum mengerti.

"Dia! Mahluk itu," jawab Rangga dengan bahasa bibir. Wajahnya tampak kesal karena gadis itu tidak juga mengerti apa maksudnya.

Rika pun mengangguk tanda mengerti kemudian memasang telinganya dengan baik. "Baiklah, aku mengerti sekarang. Lalu ... apa hubungannya ini dengan si 'Dia' itu, Mas Rangga?"

"Dia itu nyata, Rika. Aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri dan apa kamu ingin tau seperti apa wujudnya?"

Rika membulatkan matanya dengan sempurna setelah mendengar penuturan dari lelaki itu. Ia begitu syok ternyata Rangga sudah mengetahui bagaimana mahluk itu sebenarnya.

"Jadi Mas sudah melihatnya langsung? Ta-tapi di mana?" pekik Rika.

"Dia menampakkan wujudnya padaku, Rika. Di rumahku, tepat setelah kita selesai bicara pada malam itu!" jawab Rangga, masih dengan setengah berbisik.

"A-apa yang diinginkan oleh si 'Dia' padamu, Mas?"

"Menjauhi Mila, itu lah yang ia inginkan," jawab Rangga mantap.

...***...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

apa boleh buat Rangga, ikuti ada saja Pangeran Hans daripada kau disakiti terus..

2025-03-08

0

Sari Tulus Pinasti

Sari Tulus Pinasti

ga demen banget sama rika,, kenapa selalu ikut campur urusan mila

2023-01-25

0

💜💜💜REVIAA 99💜💜💜

💜💜💜REVIAA 99💜💜💜

semoga mental Mila kuat menghadapi kejadian ini,ia bisa menyelesaikan dgn baik

2022-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta Sejati Pangeran Hans Dan Sang Pelayan
2 Kejadian Aneh di Wisata Air Terjun
3 Mila Ketakutan
4 Kalung Ajaib
5 Pangeran Hans
6 Bus
7 Lelaki Malang
8 Pengakuan Pangeran Hans
9 Rencana Mila
10 Rangga Terpental
11 Kemarahan Pangeran Hans
12 Rangga Jatuh Sakit
13 Pertarungan Sengit Orang Pintar
14 Pertarungan Sengit Part 2
15 Rangga Jaga Jarak
16 Penjelasan Rangga
17 Mila Cemburu
18 Kalung Berlian Merah
19 Pertengkaran Mila Dan Pangeran Hans
20 Menikahlah Denganku!
21 Mimpi Mila
22 Keputusan Mila
23 Dinner
24 Rika Mabuk
25 Makan Tengah Malam Bersama Pangeran Hans
26 Rangga Syok
27 Harus Bertanggung Jawab
28 Kegelisahan Rika
29 Pengakuan Rika
30 Hari Pernikahan 2R
31 Acara Pernikahan 2R
32 Ulah Sang Pangeran
33 Mengisi Perut Kosong
34 Kebersamaan 2R
35 Ke Kampung Halaman
36 Rencana Pernikahan
37 Undangan Pernikahan Untuk 2R
38 Jalan-Jalan
39 Hari Pernikahan
40 Kecemasan Putri Serena
41 Kemarahan Raja Edward
42 Villa
43 Villa part 2
44 Kembali Ke Kampung Halaman
45 Perjalanan Pulang
46 Dunia Pangeran Hans
47 Logan dan Lexus
48 Ratu Caroline
49 Menghadap Raja Edward
50 Ingatan Mila
51 Pergi Dari Istana
52 Lexus dan Pengawal Menghilang
53 Mila Diculik
54 Hukuman Untuk Mila
55 Pengorbanan Pangeran Hans
56 Dewi Penyembuh
57 Kekesalan Putri Serena
58 Kerajaan Dari Selatan
59 Pengakuan Ratu Alexa
60 Promo Karya Baru, Guys!
61 Putri Aurora
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Cinta Sejati Pangeran Hans Dan Sang Pelayan
2
Kejadian Aneh di Wisata Air Terjun
3
Mila Ketakutan
4
Kalung Ajaib
5
Pangeran Hans
6
Bus
7
Lelaki Malang
8
Pengakuan Pangeran Hans
9
Rencana Mila
10
Rangga Terpental
11
Kemarahan Pangeran Hans
12
Rangga Jatuh Sakit
13
Pertarungan Sengit Orang Pintar
14
Pertarungan Sengit Part 2
15
Rangga Jaga Jarak
16
Penjelasan Rangga
17
Mila Cemburu
18
Kalung Berlian Merah
19
Pertengkaran Mila Dan Pangeran Hans
20
Menikahlah Denganku!
21
Mimpi Mila
22
Keputusan Mila
23
Dinner
24
Rika Mabuk
25
Makan Tengah Malam Bersama Pangeran Hans
26
Rangga Syok
27
Harus Bertanggung Jawab
28
Kegelisahan Rika
29
Pengakuan Rika
30
Hari Pernikahan 2R
31
Acara Pernikahan 2R
32
Ulah Sang Pangeran
33
Mengisi Perut Kosong
34
Kebersamaan 2R
35
Ke Kampung Halaman
36
Rencana Pernikahan
37
Undangan Pernikahan Untuk 2R
38
Jalan-Jalan
39
Hari Pernikahan
40
Kecemasan Putri Serena
41
Kemarahan Raja Edward
42
Villa
43
Villa part 2
44
Kembali Ke Kampung Halaman
45
Perjalanan Pulang
46
Dunia Pangeran Hans
47
Logan dan Lexus
48
Ratu Caroline
49
Menghadap Raja Edward
50
Ingatan Mila
51
Pergi Dari Istana
52
Lexus dan Pengawal Menghilang
53
Mila Diculik
54
Hukuman Untuk Mila
55
Pengorbanan Pangeran Hans
56
Dewi Penyembuh
57
Kekesalan Putri Serena
58
Kerajaan Dari Selatan
59
Pengakuan Ratu Alexa
60
Promo Karya Baru, Guys!
61
Putri Aurora

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!