satu tahun kemudian....
semenjak Dina melahirkan, Bromo selalu melakukan kunjungan. meski tanpa Dina sadari ataupun disadari.
ini dilakukan agar dapat mengawasi jika sewaktu-waktu ada serangan dari segala makhluk jin yang memiliki dendan terhadap Bromo.
Bromo menatap Ayu Andina yang kini tertidur lelap. wajah cantik nan atu rupawan itu telah memikat hatinya.
apapun yang terjadi pada Dina, Ia tak perduli. meskipun Dina didapatinya bukan gadis suci lagi.
Ia melihat bayi yang baru saja setahun yang lalu dilahirkan oleh Dina. bayi itu terlihat lucu dan menggemaskan. namun ada sedikit luka dihati Bromo. Ia juga menginginkan seorang anak dari keturunannya.
Bayi bernama Chakra itu menggeliat. lalu berguling dengan sangat lincahnya didalam tidur nyeyaknya. hingga tanpa sadar, bayi itu sudah berada diijung tepian ranjang.. lalu..
bayi itu akan terjatuh dengan lantai goa yang terbuat dari bebatuan. Dengan sigap Bromo mengeluarkan ilmu sihirnya, menarik bayi itu, naik kembali keatas ranjang, sebelim tubuhnya sempat menyentuh lantai goa.
Bromo memperhatikan semua ruangan. " lantai ini akan sangat berbahaya jika sampai anak seusia Chakra terjatuh." Bromo bergumannlirih.
lalu dengan secepat kilat, [cllliiiiiing..] Ia mengubah lantai itu dengan beralaskan permadani berwarna merah.. kini lantai goa tak lagi berbahaya untuk menjadi area bermain bagi chakra.
entahlah.. meskipun itu bukan anak keturunannya, ada perasaan ingin melindungi bayi tersebut.
--------
Dina menggeliatkan tubuhnya, Ia terbangun pukul 3 pagi. saat itu baby Chakra menangis meminta menyusu. Dina menyusui bayinya. setelah bayi itu kenyang, Ia meletakkannya ditengah ranjang tidur..
Ia melihat Bromo sedang tertidur disisi kiri tepian ranjangnya. sepertinya Ia sengaja untuk melindungi agar baby chakra tidak terjatuh.
lalu Ia terperangah saat melihat lantai goa telah beralaskan permadani berwarna merah yang sangat tebal. Ia tak pernah menyangka, jika cinta Bromo padanya begitu sangat tulus.
Dina mendekati suami silumannya yang berusia 200 tahun tersebut. dalam umur jin, iru adalah usia yang sangat muda. dan tergolong remaja.
Dina menghampiri tubuh suami silumannya yang berwujud setengah buaya. Ia berjalan ketepian ranjang, memeperhatikan wajah tampan itu. " kamu yang tergolong bangsa jin, mengapa hatimu seperti malaikat..? sedangkan manusia terkadang memiliki hati sejahat jin ifrit.." Dina berguman lirih.
Ia melihat sejenak tubuh suaminya, yang dari pinggang kekaki berwujud buaya. "meskipun kau datang dalam wujud setengah buaya.. aku tetap mencintaimu" Dina berguman lirih dengan penuh ketulusan.
Ia menyusuri wajah tampan tersebut dengan jemarinya. lalu Ia mencuri ciuman pada suaminya.
namun siapa sangka, Ia malah terjebak atas tindakannya sendiri. Bromo menyambut ciumannya, lalu mengangkat tubuh ringan Dina keatas tubuhnya. Ia memgerjapkan matanya.
"siapa suruh mencuri ciuman saat aku sedang tertidur.." ucap Bromo lembut, namun penuh penekanan, membuat wajah Dina bersemu merah.
"Baby Chakra, nanti terbangun.." ucap Dina khawatir. Ia tidak ingin mata anaknya ternodai dengan melihat perbuatan percintaan Dina dan Bromo.
[cliiiiinggg..] dengan hanya jentikan jarinya, Bromo menyirep baby Chakra agar terlelap tidurnya.
"tenang saja..anak itu sudah kanda biat tertidur pulas, dia tidak akan bangun sebelum mita selesai bercinta." ucap Bromo dengan tatapan nakal.
"haaah.." ucap Dina terperangah.
seketika ekornya menghilang, lalu berganti memjadi mkaki manusia normal.
dengan cekatan Bromo memberikan sentuhan lembut kepada istrinya. Ia begitu mabuk asmara dengan istrinya tersebut.
setelah pergumulan dua insan beda jenis tersebut berlangsung penuh gairah cinta, keduanya mencapai puncak surgawi. Dina merasakan, jika suaminya adalah orang yang sangat perkasa. dan itu membuat Dina semakin mencintainya.
"bentar lagi waktu subuh.. maukah kau mandi bersamaku..?" ucap Merayu pujaan hatinya.
Dina janya mengaggukkan kepalanya dan membenamkan wajahnya di dada kekar suaminya.
Bromo beranjak dari tempat tidurnya. lalu membopong tubuh Dina dengan sangat ringan dan mudahnya. mereka memasuki ceruk, bersenda gurau dengan penuh cinta. sesaat Bromo mendengar alunan adzan dari surau di kaki bukit. Ia menghentikan aktifitasnya.
"sudah masuk waktu subuh Dinda.. sebaiknya kita segera bersiap-siap." ucap Bromo mengingatkan istrinya.
Dina menganghukkan kepalanya. lalu menyudahi mandinya.
mereka bersiap-siap melaksanakan shalat berjamaah.
setelah menyelesaikan kewajibannya, Bromo berpamitan untuk kembali ke istana, karena ada sesuatu yang akan diurusnya.
meski berat hati. Dina tetap merelakannya. dalam kerlingan mata saja, Bromo telah menghilang dari pandangannya.
--------
Mentari telah bersinar terang diufuk timur. Dina membawa baby Chakra kedalam hutan. hari ini Dina sedang memasang perangkap burung ruwak-ruwak. Dina sangat ingin memakan burung tersebut, lalu memasaknya menjadi gulai lemak.
Dina meletakkan baby Chakra didalam keranjang sayur yang terbuat dari anyaman rotan. keranjang itu diletakkan dibelakangnya, seperti sebuah tas ransel.
Dina melihat perangkapnya berisi 6 ekor burung yang masuk masuk. Ia meletakkan keranjang yang berisi baby Chakra keatas tanah.
Ia mengambil burung-burung tersebut, lalu mengikat kakinya menggunakan sulur-sulur rumput kacangan.
tanpa Dina sadari, Baby Chakra keluar dari keranjang anyaman rotan. dengan berjalan tertatih. Ia begitu amat bahagia. berlari kesana kemari dengan penuh kebahagiaan.
melihat seekor kupu-kupu yang berterbangan, serta capung berwarna merah yang mengelilinginya.
baby Chakra terus berlalri sampai Ia tak mengetahui bahaya sedang mengancamnya.
capung tersebut membawanya ketepian jurang. baby Chakra terus berlari.
Dina yang telah selesai mengikat ke enam ekor buring tersebut, ingin meletakkannya kedalam keranjang.
namun Ia sangat terperanjat, "Chakra..?! dimana Chakra..?!" Dina beeguman dengan nada panik.
Ia berdiri, lalu berlari sembari terus membawa keenam ekor burung hasil buruannya.
"Chaaaakra..kamu dimana nak..?" Dina berteriak, suaranya nyaring menggema memenuhi hutan belantara.
Dina berlari kesana kemari mencari jejak Chakra melalui rerumputan yang bekas pijakan kaki mungil anaknya.
jantungnya terasa lepas dari tempatnya. air matanya terus mengalir memikirkan nasib puteranya.
Hingga akhirnya Dina sampai ditepian jurang yang yang dalam dan terjal. dibawah jurang tersebut terdapat bebtuan cadas nan runcing, serta pohon-pohon berusia ratusan tahun yang tumbuh tinggi menjulang.
saat itu, Dina mendengar suara tawa kucu dari Chakra dari arah sebelah timur.
dengan sigap Dina mencari sumber suara itu.
Dina berlari, lalu Ia melihat dikejauhan Chakra sedang menuju tepian jurang. mata Dina terbelalak melebar. "Chakraaa... tidak jangan Chaaakra... berhenti.."teriak Dina yang menggema.
Ia berlari sekuat tenaganya. lalu hampir saja Ia akan mencapai Chakra, kakinya tersandung akar pohon, lallu burung yang dipegang ikut terlempar.
bersamaan dengan itu. Chakra terlempar kejurang bersama tawa gemasnya.
"tolooooong...tolong selamatkan anakku.." isak Dina dengan sepenuh hati dan penuh kepedihan.
"Siapapun kamu.. tolong selamatkan Chakra anakku.." ucap Dina dengan Isakan tangis penuh kepedihan.
sesaat Dina menghentikan tangisnya, Ia mendengar suara tawa gemas Chakra muncul kepermukaan. saat itu seekor burung perkutut membawanya naik keatas tebing.
"Chakra.." Dina berguman lirih. Ia tak percaya dengan apa yang dilihat. burung perkutut itu berubah wujud menjadi besar.
lalu Ia menghampiri Dina, dan memberikan Chakra dengan selamat, tanpa luka apapun.
Dina memeluk Chakra, dengan penuh syukur.
lalu Ia memandang burung perkutut itu. "terimakasih atas pertolonganmu. aku akan membalasny suatu saat nanti. dan aku berjanji tidak akan memakan jenis burung apapun. kecuali ayam dan bebek beserta temannya." ucap Dina demgan tulus.
burung itu mengerjapkan matanya, lalu mengubah wujudnya menjadi kecil.
Dina mengingat sesuatu. "bukankah kamu yang terluka waktu itu..? " ucap Dina memastikan.
burung perkutut itu mengerjapkan matanya. lalu terbang memgitari Dina, hinggap di pundaknya, lalu mengeluskan kepalanya ke leher Dina.
lalu Ia meluncur ke udara dan mengepakkan sayapnya, semabri mengucapkan salam perpisahan.
"sampai jumpa lagi.." teriak Dina sembari melambaikan tangannya.
Dina menggendong baby Chakra. lalu memungut keenam ekor burung hasil perangkapnya. Ia membuka simpul ikatannya, dan membiarkan keenam birung itu bebas kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
N Wage
hayoooo siapa teman2nya ayam dan bebek?
2024-05-01
0
Inayah Puput
Untung saja ada burung perkutut yang menyelamatkan baby Chakra
Lanjutkan Author 🤗🤗🤗🤗
2023-05-08
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
kalau ini bener , cinta nya buta🤭🤭🤭🤭, wujud nya buaya pun tetap cinta
2022-12-08
1