Dina mengerjapkan matanya. Ia memandang kesekeliling ruangan. Ia terperanjat mendapati dirinya didalam ruangan kamar megah bertahta intan berlian.
"i...ini..kan kamarnya Baginda Raja Bromo..," ucap Dina lirih. Ia memperhatikan setiap detailnya.
saat Ia menoleh kesisi kananya, Ia sedang mendapati Bromo sedang tertidur dengan wujud utuh buaya putih. sontak Dina berteriak ketakutan.
teriakan dina yang kencang membangunkan Bromo yang masih tertidur pulas. Ia mengerjapkan matanya memandang Dina.
Dina beringsut dari tempatnya. Ia ketakutan. tubuhnya mengigil melihat wujud Bromo yang asli. moncong buaya siluman itu menguap. menambah kengerian pada Dina.
Bromo yang tak menyadari wujudnya seluruh buaya, mendekati Dina yang ketakutan. Dina semakin menggigil "tidak..jangan mendekatiku.." hardik Dina sembari menutup wajahnya.
Bromo melihat bayangannya dilantai, Ia melihat dirinya sedang berwujud Buaya sepenuhnya. lalu Ia merubah wujudnya menjadi pangeran tampan setengah buaya.
setelah mengubah wujudnya berwajah tampan, Ia mendekati Dina yang ketakutan. Ia duduk ditepian ranjang. membelai rambut Dina yang masih basah, karena tercebur kedalam sungai, saat Ia berniat hendak melarikan diri dari pernikahannya.
Dina dengan cepat menepis tangan Bromo, dengan tatapan jutek Ia memandang Bromo dengan tajam "jangan sentuh aku..!" hardiknya.
Bromo tersenyum manis dan sangat tenang menghadapi sikap Dina yang sangat jutek padanya.
Dina melirik pakaiannya, Ia melihat pakaiannya sudah berganti dengan pakaian tidur bewarna putih yang terbuat dari bahan satin.
"haaah..?" Ia lalu melirik kearah Bromo.
"kauuu...! apa yang sudah kau lakukan padaku..?!" ucap Dina dengan sengit.
Dengan refleks Ia memukuli lengan Bromo yang berada disisi kanannya "jawab..kau sudah berbuat apa padaku.?!" cecar Dina dengan sengit.
Bromo hanya diam dan berusaha tenang dengan segala pukulan dari Dina. Ia merasakan pukulan itu terasa sama sekali, meskipun Dina sudah mengeluarkan tenaga sepenuhnya.
setelah puas memukuli Bromo, Ia mengatur nafasnya yang tersengal.
"sudah puas..?" ucap Bromo lembut.
"Aku menemukanmu tersangkut disungai..tubuhmu basah."
"aku hanya mengganti pakaianmu.." ucap Bromo setenang mungkin.
Dina menoleh kearahnya.."hanya mengganti..?"ucap Dina mencibir.
Bromo hanya mengangguk. "ya.. hanya menggantinya saja..dan.."
Dina membulatkan matanya "dan ..apa..?!" cecar Dina sengit.
"dan hanya melihatnya.." ucap Bromo sembari beranjak dari duduknya.
"haaah...!!..kaaauu..?!" ucap Dina penuh kekesalan.
Bromo tak menghiraukan omelan Dina, sepertinya Ia mulai terbiasa dengan sikap jutek anak manusia itu.
Ia berjalan dengan ekornya yang meliuk-meliuk. meninggalkan Dina seorang diri.
Dina meremas kain sprei dengan sangat kesal. "kenapa sih aku bernasib sial.? ini semua karena Andre.. Dialah penyebabnya sehingga aku terjebak dalam semua kesialan ini..!" Dina menggerutu sendiri.
"aku rindu ayah dan ibu.."
"mungkin saja mereka khawatir akan keadaanku.." Dina berguman lirih.
***
Dina merasa bosan didalam kamar itu sendirian. Ia mengganti pakaiannya dengan sebuah gaun berwarna hijau , yang tersedia di dalam lemari kamarnya.
Dina membiarkan rambutnya tergerai indah.
Ia berjalan keluar kamar. tampak para pengawal yang berbaris tanpa lelah sedikitpun, sedang melakukan tugasnya, selalu siaga terhadap bahaya apapun serangan yang datang.
Dina berjalan melintasi para pengawal kerajaan, namun sepertinya mereka tidak menghalanginya. Dina terus berjalan menyusuri lorong dikerajaan itu.
kali ini Ia tersesat disebuah hutan. disana terdapat sungai kecil yang mengalir dengan airnya yang jernih.
disekitar sungai kecil, terdapat sebuah pohon berukuran raksasa, dengan daunnya rindang.
disisi sungai, ada sebuah kolam renang mini, yang terbuat dari dinding batuan cadas, diatasnya terdapat air yang mengalir dari sebatang bambu.
bunga-bunga beraneka warna bertebaran menghiasi taman itu. binatang-binatang lucu seperti kupu-kupu dan kelinci bermain dengan bebas.
sebuah pemandangan yang menakjubkan dan memukau mata.
ilustrasi sungai dan tamannya.
Dina menyusuri sungai kecil tersebut, Ia duduk dibebatuan yang ada didekat sungai. Ia menceburkan kedua kakinya, bermain dengan riak air yang mengalir dengan lembut.
seekor kelinci nan lucu, menghampirinya, Ia ingin meminum air sungai tersebut. Dina membantu kelinci itu, dengan mengambilkan air melalui telapak tangannya, dan memberikannya kepada kelinci tersebut. si kelinci meminumnya.
setelah hausnya hilang, kelinci itu tak jua pergi. Ia bermain disekitar Dina.
Dina yang gemas, lalu menangkapnya, dan kelinci itu terlihat jinak. Dina bermain dengannya, sehingga tanpa sadar, seekor ular Sanca raksasa sepanjang 15 meter dengan tubuh sebesar pohon kelapa, telah lama mengintai sedari tadi. Ular itu menatap Dina dengan tatapan siap menyerang.
Ular itu berada didahan pohon raksasa yang berdiri kokoh. mata ular berwarna merah dengan kuning kecoklatan berbintik hitam, merambat dan menjulurkan lidahnya.
ular itu merayap dengan sangat ringan, hingga tanpa suara sedikitpun.
saat telah berada didekat Dina Ular itu mendesis..
"ssssstt...] desisannya mengejutkan Dina yang sedang asyik bermain air.
Dina menoleh kebelakang, dan dengan terbelalak, Ia berteriak.."aaaaaagggghh.." suaranya terdengar sampai keseluruh hutan.
saat itu Bromo sedang berada dihutan, Ia sedang melakukan perburuan binatang rusa.
mendengar suara teriakan Dina, Ia segera memutar arah mencari sumber suara dari teriakan Dina.
****
Ular itu siap menyerang, Dina mencoba menyelamatkan dirinya. Ia berlari sekencangnya, diikuti oleh kelinci yang sedari tadi mengikutinya.
Ular tersebut ikut mengejarnya dengan meliuk-liukkan tubuhnya yang sangat besar dan panjang.
Dina terengah-engah, mengeluarkan segala tenaganya, lalu sebuah akar pohon yang melintang menghambat larinya.
kaki Dina tersangkut diakar pohon, lalu Ia terjatuh terjerembab. Ia sekuat tenaga untuk melepaskan kakinya yang tersangkut. Luka dibagian lutut dan pergelangan kakinya mengalirkan darah.
Ular itu mendekat denga perlahan. lidahnya menjulur ke wajah Dina.
Dina yang sudah ketakutan mencoba memejamkan matanya sembari merapatkan bibirnya, dan menggigil menahan rasa takut yang teramat sangat.
Ular itu menjalar ditubuh Dina, lalu membelit tubuhnya, Dina merasakan nafasnya sesak.
ular itu semakin kuat membelitakan tubuhnya, lalu kepalanya siap melahap tubuh Dina yang masih sadar.
dan dengan tiba-tiba, sebuah sabetan pedang yang panjang dan tajam, memenggal kepala ular tersebut.
ular itu mati seketika, darah mengucur deras dan melepaskan lilitannya.
Dina merasa lemas karena hampir kehabisan nafas.
Ia membuka matanya, Ia terperangah, melihat Bromo didepannya dengan membawa sebilah pedang yang sangat tajam dan panjang. Brormo melepaskan tali akar yang membuat kaki Dina tersangkut dengan sabetan pedangnya.
dengan rasa takut yang barus saja dialaminya, Tanpa sadar, Dina menghamburkan dirinya kedalam pekukan Bromo yang berwujud setengah buaya.
Dina menangis terisak dan sembari membenamkan wajahnya didada kekar milik Bromo.
Bromo dengan tenang membelai rambut Dina, lalu membopongnya kembali kedalam kerajaan.
***
Dina tertidur karena kelelahan. tubuhnya penuh memar dan luka dibagian lutut dan pergelangan kakinya.
dengan penuh kesabaran, Bromo menyembuhkan luka yang ada ditubuh belahan jiwanya.
Ia memandangi wajah ayu anak manusia tersebut. Ia begitu tergila-gila dengan dengan kecantikan Dina.
Ia membelai lembut wajah gadis yang menjadi pilihannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
AbhiAgam Al Kautsar
seperti kisah nyata alurnya
2024-08-19
0
Yurnita Yurnita
bagus ceritanya kk
2023-05-11
2
anggita
visual gambarnya 👌
2022-12-19
3