Bromo membawa tubuh Dina kedalam sebuah gua. Ia meletakkan tubuh Dina diatas dipan yang terbuat dari Batu pahatan alam.
dinding batu goa yang terlihat lembab. disana sini banyak terdapat penerangan yang terbuat dari obor.
Dina menselunjurkan kakinya, terdapat luka goresan dibagian betis dan pinggangnya, luka itu didapat karena tersangkut didahan pohon saat ingin berniat bunuh diri.
Dina meringis menahan sakit, dan perih. Bromo mendekati Dina untuk memberikan pertolongan. saat Bromo akan mendekatinya, Dina langsung beringsut dari tempatnya. "tidak..jangan mendekatiku" ucap Dina dengan nada jutek.
Bromo mengundurkan niatnya, Ia memilih untuk duduk disisi dipan pahatan batu, dan tanpa sengaja, ujung ekornya menyentuh Dina yang masih kesal.
"aaww..sakit tau.." ucap Dina semakin kesal. Ia merasa takut juga benci dengan makhluk dihadapannya.
Bromo hanya tersenyum saat mendengar omelan dari Dina.
"maaf..saya tidak sengaja.." ucap Bromo lembut.
"mengapa nasibku sangat sial sih..? bertemu dengan makhluk mengerikan ini. "
"bahkan sampai melakikan perjanjian pernikahan dengannya."
"tapi mau gimana lagi, aku juga takut mati." Dina berguman dalam hatinya.
Bromo yang mampu membaca isi hati Dina, hanya tersenyum, memandangi wajah jutek dari gadis nan ayu rupawan.
seketika, seorang dayang berbaju kemben datang menghampiri Bromo dan Dina yang masih berdiaman.
"permisi, Baginda Raja.. calon permaisuri akan segera dirias sesuai dengan permintaan Baginda."
" karena pernikahan akan segera digelar.."
"malam ini tepat Jum'at Pahing, malam yang cocok untuk melangsungkan pernikahan.." ucap Sang dayang menuturkan.
Bromo tersenyum sarkas kepada sang dayang.
"silahkan, rias calon pengantinku dengan secantik mungkin."
"dan perlakukan Ia dengan baik.." titah Bromo keoada sang dayang.
"Baik, Baginda. kami akan melaksanakan titah Baginda Raja dengan baik." ucap sang dayang kepada Bromo dengan hormat.
Dina yang mendengar percakapan dua makhluk ghaib itu hanya terperangah.."a..apaa..? menikah sekarang..?"
"apa gak bisa besok saja..? atau lusa..?" ucap Dina meminta penangguhan waktu.Ia merasa belum siap untuk menjadi Istri siluman buaya tersebut.
meskipun Ia telah melakukan perjanjian dengannya, namun bukan berarti secepat itu pernikahannya.
"pernikahan ini tidak bisa ditunda lagi tuan putri.." ucap Sang dayang dengan sopan dan lembut.
Dina yang tidak memiliki pilihan akhirnya menuruti perintah dari sang dayang.
Ia turun dari dipan batu dengan wajah masam. Ia begitu sangat kesal. "andai saja aku tidak berniat bunuh diri saat tadi, mungkin nasibku tidak akan sesial ini..!!"gerutu Dina dalam hatinya.
Ia melewati Bromo dengan tatapan sinis. namun Bromo menanggapinya dengan tenang dan tersenyum sarkas.
Dayang membawa Dina kesebuah lorong yang menghubungkan dengan sebuah ruangan. Mata dina memandang takjub akan ruangan yang didalamnya bak istana megah kerjaan.
ada sebuah singgasana yang terukir dari pahatan emas murni, dengan bertahtan berlian dan bebatuan mirah delima.
gemerlap didalam istana tersebut tak mampu dilukiskan sengan kata-kata.
ada ribuan mata yang menatapnya. Dina merasa kikuk dipandangi seperti itu.
ada deretan prajurit yang semuanya membawa perisai berbentuk bundar ditangan kirinya, perisai itu terbuat dari besi. di tangan kanannya, para penjaga membawa sebuah tombak yang terbuat dari besi, dengan ujung runcing dan berbentuk pipih.
Dayang membawa Dina ke sebuah ruangan, yang dipastikan adalah kamar. didalam kamar itu, terdapat ranjang tidur yang terbuat dari kayu jati, dengan ukiran yang sangat indah. disandaran ranjang terdapat beberapa batu permata yang menghiasinya.
ranjang dengan kasur empuk yang berasal dari kapas, bersperaikan kain sutera berwarna emas. semuanya menandakan jika pernikahan ini benar-benar sangat megah.
Dina dibawa ke sebuah kursi kecil yang terbuat dari kayu, didepannya ada sebuah cermin berbentuk bundar, dengan bingkai yang berukiran indah. bingkai itu terbuat dari emas murni.
Dina duduk dikursi, sang dayang memintanya untuk menghadap ke cermin, lalundiperjntahkan untuk memejamkan matanya.
dalam hitungan detik, Dina yelah berubah memjadi pengantin wanita, dengan pakaian adat jawa.
Ilustrasi Dina, gadis desa yang tinggal dikaki bukit, yang mengikat perjanjian dengan siluman buaya.
Dina membuka matanya, Ia sangat terkejut saat melihat dirinya dicermin. Ia memandangi wajahnya, memegangi kedua pipinya dengan merapatkan jari telunjuk, jari tengah dan jari manisnya.
"haah..masa iya aku secantik ini..?" Dina berguman dalam hatinya.
para dayang yang memandanginya tersenyum melihat tingkah Dina yang seperti tak percaya, jika yang dilihatnya dikaca adalah dirinya.
"Mari Tuan putri.. kita harus segera ke singgasana. Baginda Raja telah menunggu." ucap Dayang itu dengan lembut.
seketika wajah ceria Dina berubah jadi mendung. Ia belum siap untuk menikah dengan siluman buaya putih tersebut. Ia berniat melarikan diri.
sembari berjalan keruang utama singgasana sang Baginda Raja Bromo Sadewo, Dina mencoba berfikir bagaimana caranya Ia bisa lari dari pernikahan ini.
****
Dina sampai diruangan utama. suasana yang sangat ramai, dihadiri oleh berbagai lelembut, dan makhluk halus lainnya sebagai tamu undangan.
Bromo yang melihat Dina berjalan dengan menggunakan baju pengantin, begitu terpana akan kecantikan yang dimiliki anak manusia tersebut.
Mata Bromo, tak hentinya memandang calon pengantinnya, berjalan kearahnya.
Dina berjalan dengan anggunnya, semua mata terpana menuju padanya. Dina duduk disebuah altar pernikahan yang beralaskan permadani bewarna merah. dinding-dinding berhiaskan bunga berwarna putih, yang menambah kesan kemegahannya pernikahan ini.
Dina duduk bersimpuh duduk bersanding dengan Bromo Sadewo, yang menjadi Raja bagi seluruh lelembut dan siluman yang berada diaderah kekuasaannya.
Acara janji suci pernikahan akan segera dimulai. namun, tiba-tiba saja, terjadi sebuah keributan dipintu gerbang istana. para pengawal merapatkan barisan. sesosok makhluk berjenis ular siluman betina, memaksa masuk untuk bertemu Bromo.
siluman itu bernama Ristih.. Ia tidak terima dengan pernikahan ini. karena Ia mencintai Bromo. Ia ingin menggagalkan pernikahan ini.
Ristih membunuh para penjaga yang mencoba menghalanginya.
Bromo yang melihat kondisi sudah tidak lagi memungkinkan, terpaksa ikut tirun tangan mengatasi Ristih.
kelengahan itu, dimanfaatkan Dina untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Dina menyelinap diantara kegadujan yang terjadi. Dina mengendap-ngendap dilorong goa. saat melihat seorang pelayan yang sedang ingin melintas kearahnya, Ia bersembunyi dibalik celah dinding. saat pelayan itu sudaj sejajar dengan posisinya, Ia memukul sanga dayang dengan tangannya.
dayang itu seketika pingsan. Dina menyeret sang dayang, melucuti pakaiannya, lalu mengganti dengan pakaian sang dayang. setelah menukar pakaiannya, Dina mencopoti semua aksesoris dirambutnya, memakai penutup kepala yang berasal dari selendang milik dayang tersebut.
Dina melakukan penyamarannya. Ia berhasi keluar dari Istana. Ia mencari jalan untuk dapat segera pergi. namun naas, Ia memilih jalan yang salah. dimana jalan yang Ia pilih, mengarah pada sebuah lorong tebing yang curam, setinggi 300 meter dari permukaan air.
dibawah lorong tebing terdapat sungai dengan batuan tajam yang siap menjambutnya.
Dina merasa gemetar, Ia sangat ketakutan. hidupnya bagaikan diujung tanduk.
Dina terduduk lemas, hilang sudah harapannya. Ia teringatnakan ayah dan ibunya. Ia merasa bersalah kepada keduanya.
"ayah..ibu..maafin Dina.. Dina mau pulang bu, pak.." ucap Dina lirih.
"tolong Dina Pak..Bu.." Dina terisak menyesali perbuatannya.
Dina menyeka air matanya, Ia memperhatikan kesetiap dinding tebing, ada jalanan setapak yang terbuat dari pahatan batu disetiap dinding tebing.
Dina dengan tekad yang bulat, berniat untuk menapaki jalanan tersebut. meski nyawa menjadi taruhannya. tekadnya sudah bulat, Ia tak ingin menikah dengan siluman buaya putih tersebut.
Dina nekad menapakinya, namun, baru saja Ia melangkah dua langkah, Ia terpeleset karena batuan yang lincin.. dan.. "aaaaaaaaggghhh.."
[byuuuuuuuur..] suara lengkingan Dina terdengar sampai kealam dimensi lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
🍒⃞⃟🦅🦂⃟ᴇʟᷤᴠᷤɪᷫɴᴀᶜⁱ ♋
byur apa klontang 🙊
2023-07-05
1
🍒⃞⃟🦅🦂⃟ᴇʟᷤᴠᷤɪᷫɴᴀᶜⁱ ♋
subhanallah 🤭 tp agak anu 🏃🏻🏃🏻🏃🏻🏃🏻
2023-07-05
1
🍒⃞⃟🦅🦂⃟ᴇʟᷤᴠᷤɪᷫɴᴀᶜⁱ ♋
gaaas kuy, yuuk bisa yuuk
tapi bo'ong 👻👻👻
2023-07-05
0