Dina bangun dari tidurnya. Ia menggeliatkan tubuhnya, untuk merenggangkan otot-ototnya.
Ia tidur dengan fasilitas yang sangat mewah dikamar Bromo, namun Ia tidak pernah melihat Bromo tidur sekamar dengannya. Dina tidak mengetahui dimana tempat tidur Bromo.
"sebenarnya siluman itu tidur dimana sih..?"
"kan ini kamarnya..?" ucap Dina penasaran.
Dina beranjak kekamar mandi. Ia merasa sesak ingin buang air. namun Ia merasakan pusing, seketika pemandangannya gelap. dan Ia jatuh terkulai dilantai.
****
Dina mengerjapkan matanya. Ia memandang kesekelilingnya. Ia sedang berada dibatas ranjang. sepertinya sseorang telah memindahkannya dari lantai ke atas ranjang.
Dina melihat seorang dayang, dan Bromo yang duduk ditepian ranjangnya.
kali ini tatapan Bromo sangat dingin, tidak seperti biasanya. Bromo memberi isyarat kepada sang dayang, agar keluar dari kamar untuk memberikannya waktu berbicara kepada Dina.
dayang itupun keluar dan memohon diri.
setelah dayang itu keluar, Dina berusaha bangkit dari tidurnya. lalu duduk ditepian ranjang bersandar disandaran ranjangnya.
kepalanya masih terasa pusing, Ia memegangi keningnya yang terasa berdenyut.
"siapa pria itu..?" ucap Bromo dengan dingin, pandangannya lurus kedepan, tanpa menoleh sedikitpun kepada Dina.
Dina yang bingung dengan pertanyaan Bromo merubah posisi duduknya, menghadap kepada Bromo.
"ma..maksud kamu apa..?" ucap Dina yang masih tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Dina.
Bromo menarik nafasnya dengan dalam dan menghelanya dengan berat.
"pria yang telah menitipkan benih didalam rahimmu..?" ucap Bromo dengan sangat dingin dan penuh penekanan disetiap katanya.
"haaah..? maksud kamu..? " ucap Dina masih belum mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Bromo.
Bromo menatap Dina dengan sorot mata yang tajam. "siapa pria yang telah menghamilimu..?" ucap Bromo dengan Dingin dan tajam.
Dina membulatkan matanya, lalu melirik perutnya yang masih terlihat rata. "aa..apa..? aa..aku hamil..?" ucapnya terbata dengan nada terkejut.
"Iya..!! siapa pria itu..?!"ucap Bromo dengan nada kesal.
Dina akhirnya mengerti. jika yang dimaksud Bromo adalah dirinya sedang mengandung anak manusia.
Dina teringat kembali masa kelamnya. dimana Ia telah menyerahkan kesuciannya kepada Andre. anak manusia yang menitipkan seribu janji manis, dan kini juga menitipkan janin haram itu kepada rahimnya.
Dina beringsut dari duduknya, Ia mendekap kedua lututnya."tidak...tidak mungkin..ini tidak mungkin" ucapnya sembari menangis pilu.
didunia nyata Ia telah hilang selama dua bulan, sedangkan dialam ghaib, Ia merasa hanya masih 4 hari saja.
Bromo terdiam, membaca fikiran Dina. lalu Ia menggerakkan jemarinya, dan dari jemari itu keluar sebuah cahaya yang menampilkan sebuah siluet layaknya layar proyektor dihadapannya.
"apakah pria ini yang kamu maksud..?" ucap Bromo sembari menatap siluet seorang pemuda tampan, yang sedang berada disebuah club malam.
"haaah..!!" Dina terperangah dengan apa yang dilihatnya. mengapa Bromo bisa mengetahui jika pria itu adalah Andre. bahkan Dina diberikan suguhan bagaimana kehidupan Andre sebenarnya. yang selama ini tidak pernah Ia ketahui.
selama melakukan KKN di desanya, Andre terlihat sangat baik dan sopan, namu kenyataannya, Ia adalah seorang pemuda yang brengsek.
Dalam siluet gambar yang layaknya seperti sebuah layar yang berasal dari proyektor, Dina dapat melihat bagaimana kehidupan Andre sebenarnya.
pemuda tampan itu sedang berada didalam dekapan para gadis yang berpakaian sexy dan dalam kondisi mabuk.
dentuman musik dj yang memekakkan telinga begitu membahana diruangan klub malam tersebut.
tampak pemuda yang sangat dikenal oleh Dina, Andre prayogi, sedang menuangkan sebuah serbuk kedalam minuman keras itu. lalu memberikannya pada salah satu gadis yang bersamanya.
sigadis itu meneguknya hingga habis. lalu merasakan sebuah gairah yang menggebu. tanpa rasa malu, Ia melihat Andre bersenggama dengan sang gadis ditempat itu.
para sahabat mereka bersorak-sorak menonton adegan tabu tersebut. seolah-olah memberikan semangat kepada keduanya. sungguh pemandangan yang menjijikkan.
Dina menangis pilu, meratapi nasibnya yang sial.
Bromo menutup layar itu kembali, hanya dengan jentikan jemarinya.
Dina sesenggukan, melihat kenyataan bahwa Andre bukan hanya saja mengingkari janjinya untuk menikahinya, namun juga membohonginya dan kini menitipkan noda hitam didalam tubuhnya.
Dina menghentikan sejenak tangisnya, Ia merasakan hidupnya tidak lagi berguna. kehamilannya akan menjadikan bencana pada hidupnya.
Ia melihat sebilah pisau berukuran kecil, terselib dipinggang kiri Bromo, dengan sigap Ia mengambilnya dan ingin menusukkan ke jantungnya. namun perbuatan Dina berhasil dicegah Bromo.
Bromo menangkap pergelangn tangan Dina, dan dengan kekuatan sihirnya, Ia melenyapkan benda tajam miliknya yang kini dipegang Dina.
"lepaskan..aku..lepaskan..!!"
"biarkan aku mati..!!" ucap Dina dengan putus asa.
Bromo meraih tubuh Dina yang sedang kalut kedalam pelukannya.
Bromo membelai lembut rambut gadis yang sedang putus asa tersebut. Ia mencoba memberikan kenyamanan pada sang gadis, meski sebenarnya hatinya terluka.
"lepaskan aku..!!aku ingin mati saja.." ucap Dina sembari meronta memukuli Bromo yang kini mendekapnya dengan erat. sorot matanya penuh amarah dan kebencian.
"mengapa kau menolongku..?" biarkan aku mati saja..!" ucap Dina sembari terisak pilu.
"karena aku mencintaimu.." jawab Bromo dengan lembut, dan begitu tenang.
jawaban Bromo membuat Dina meredakan sedikit tangisnya. sebenarnya Ia mulai sedikit menyukai siluman ini, namun bagaimana mungkin Ia dapat hidup dengan wujud buaya setengah manusia.
"menikahlah denganku..aku berjanji akan memberikan kebahagiaan untukmu.." ucap Bromo, sembari mengecup lembut rambut milik Dina.
"tapi bagaimana dengan anak ini..?" ucap Dina mulai mereda.
"biarkan dia bersemayam hingga lahir kedunia. aku akan mengasingkanmu ditempat yang tak terjangkau oleh manusia."
"kamu tidak dapat lagi tinggal diistana ini lagi, karena akan mempengaruhi kondisi istana."
"aku akan membuatkanmu sebuah rumah didalam gua, yang ada dialam nyata. dan disana kamu dapat membesarkan anakmu."
"aku akan mengunjungimu setiap malam." ucap Bromo memberikan saran.
Dina mencoba berfikir, jika Ia kembali kealam nyata, kemungkinan besar Ia akan dapat bertemu dengan keluarganya. namun kondisinya yang sedang hamil, itu hanya akan membuat aib bagi keluarganya.
"baiklah..aku bersedia menikah denganmu."
"tetapi kamu tidak boleh menyentuhku hingga anak ini lahir." ucap Dina memberikan persyaratan pada Bromo.
Bromo menyanggupinya.
****
istana sangat penuh kegembiraan. karena saat ini sedang berlangsung pernikahan antara Bromo dan Dina. mereka melakukan ijab qabul yang disaksikan oleh para lelmbut dan para saksi dari bangsa jin lainnya.
setelah acara ijab kabul selesai, Bromo memasuki kamar yang telah dihias dengan begitu indah. namun semua itu tak ada artinya, karena Ia belum dapat menyentuh Dina.
selama ini Bromo tidak pernah tidur sekamar dengan dengan Dinda, namun setelah melakukan ijab Qabul, Ia memilih tidur sekamar dengan Dina.
Dina yang terlihat begitu sangat cantik, membuat hasratnya bergelora. namun Ia harus bisa menahannya, hingga Dina mengijinkan untuk menyentuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
✪⃟𝔄ʀ𝐫ᷛ𝐞ͧ𝐲ᷡ𝐲ⷮ𝐞ͧ𝐬ᷢ EFREN
menikah dengan wanita yg berparas cantik, dgn body yg sempurna sangatlh menyenangkan hati bromo.
namun kenyataannya, setelah ijab qobul, bromo hanya bisa menyentuh istri cantiknya karna perjanjian. bromo hanya sebatas memandang istri cantiknya sj,
sungguh kasihan🙄
2023-11-30
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
kasian Bromo hanya bisa memandang tapi tak bisa menyentuh, pernikahan opo iku, satu nya manusia satu nya siluman 🙈🙈🙈🙈
2022-12-03
3
rajes salam lubis
tetap semangat
2022-11-26
2