sudah beberapa bulan lamanya Bromo tak menemui Dina dalam tatap muka. Dina merasakan jiwanya hampa.
Dina berbaring miring ditepian ranjangnya. rasa rindu begitu merasuk dalam kalbunya.
"semarah itukah kau denganku..? apakah tiada kata maaf darimu..?" Dina berguman lirih. kini Ia merasa tersiksa. apakah kini Ia benar-benar telah jatuh cinta pada suami silumannya.
wajah tampan Bromo menari dipelupuk matanya. Ia memejamkan matanya, membayangkan wajah itu dengan penuh kegelisahan.
"hadirlah..aku merindukanmu.." Dina berguman lirih. hatinya begitu mengharapkan kehadiran Bromo disisinya.
Bromo yang berada diperaduan istananya, mendengarkan bisikan bathin Dina. Ia merasakan peeasaan istri kecilnya itu yang kini merasa kesepian.
bukan berarti Bromo tak memperdulikannya. Ia selalu mengawasi Dina dari kejauhan, menjaganya dengan caranya.
tetapi malam ini, Ia juga merasakan kerinduan itu terhadap Dina istrinya. Ia juga tau jika Ia tersiksa dengan keputusannya.
Ia mencoba menepikan egonya. menemui kekasih hatinya. dalam kerlingan mata Ia telah berpindah tempat. kini Ia telah berada disisi kiri Dina. Ia memandang punggung Istrinya membelakanginya.
pinggang ramping itu kini telah berubah. dengan adanya janin yang bersemayam dirahim Dina.
Dengan lembut Ia membelai rambut istri kecilnya itu. memberikan kehangatan cinta yang telah lama hilang. Bromo menyentuh lembut kulit mulus itu
Dina mencoba menghayati setiap sentuhan lembut yang Ia anggap hanya sebuah mimpi. "mengapa aju merasakan kamu ada disini." Dina berguman lirih.
"karena aku hadir untukmu.." suara Bromo berbisik lembut ditelinga Dina.
seketika Dina membulatka matanya. Ia ingin memastikan nika ini bukan hanya mimpi. Ia membalikkan tubuhnya, melihat seseorang yang berbisik lembut ditelinganya.
saat Ia melihat Bromo dihadapannya, Ia menangis pilu." kamu jahat.." ucapnya sembari menangis, adan memukul-mukul dada kekar Bromo.
"mengapa kau datang dan pergi begitu saja." ucap Dina isakannya. Bromo menatap wajah Dina yang terlihat dalam kesedihan dihatinya.
"maaf.." ucap Bromo lembut.
"mengapa kau menyiksaku..?" ucap Dina dengan isakannya.
Bromo menatap penuh penyesalan. perbuatannya telah menggoreskan luka dihati istri kecilnya.
"maafkan aku" jawab Bromo lirih
"aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Bromo penuh penyesalan. Ia meraih tubuh mungil itu kedalam pelukannya.
memberikan kehangatan cinta yang sudah lama membeku.
Dina hanya menuruti perlakuan Bromo. Ia sangat takut jika Bromo pergi lagi dan tak kembali.
Ia benar-bemar telah jatuh dalam jerat benang merah dengan suami silumannya.
Bromo menyentuh dagu Dina, mengecup lembut bibir yang haus akan kehangatan cinta.
Dina membalasnya dengan kehangatan yang menggebu. perasaan yang telah berbulan lamanya tak pernah Ia dapatkan.
mereka mengarungi malam dengan lautan hasrat yang menggelora. ternyata perpisahan yang begitu lama, membuat keduanya merasa amat dahaga. sehingga menuntaskannya beberapa kali.
kini mereka telah mencapai puncak surgawi. Bromo memeluk istri kecilnya. Ia merasakan jika hati wanita itu kini utuh untuknya.
"sebaiknya aku panggil kamu apa..?" ucap Dina yang masih membenamkan wajahnya di dada Bromo.
Bromo tersenyum saat mendengar ucapan Dina. " kamu mau panggil apa..?" ucap Bromo dengan berbisik ditelinga Dina. membuat Dina menggeliatkan tubuhnya karena merasa geli.
Dina menengadakan wajahnya."kalau Kanda gimana..?" ucap Dina manja.
Bromo mengecup lembut kening Dina. "sepertinya bagus." jawab Bromo dengan lirih.
lalu Dina membelai perutnya yang semakin membesar. bayang-bayang melahirkan seorang diri menjadikannya begitu sangat takut.
Bromo ikut membelainya, "Ia akan lahir dengan selamat. Ia tidak akan menyakitimu. percayalah." ucap Bromo.
"apakah kamu akan menerima kehadirannya..?" ucap Dina dengan nada sedih.
"apa salah yang diperbuatnya? aku tidak membencinya.? jika aku harus membenci itu adalah ayahnya.! yang sudah tidak bertanggungjawab padanya." ucap Bromo dengan pandangan lurus kedepan. pandangan penuh kebencian.
namun Ia tersenyum kembali."tetapi aku berterima kasih padanya." ucap Bromo dengan lirih.
Dina membulatkan matanya. "maksudnya..?" ucap Dina bingung.
Bromo memandang kepada Dina penuh arti " karena Dia, kamu berniat bunuh diri, dan aku menemukanmu.." ucap Bromo sumringah.
"hah.." Dina terperangah. lalu mencubit pinggang Bromo. "bener-bener dah. musibah orang dijadikan berkah." ucap Dina dengan gemas.
Bromo terkekeh. dan baru kali ini Dina melihat Bromo tertawa lepas. Ia terlihat sangat tampan.
Arini yang sedari tadi mengintai dari balik dinding merasa lega, karena melihat Dina sudah tersenyum kembali.
selama ini melihat wajah kesedihan yang selalu menemani Dina. setelah Ini Arini tidak ingin melihat wajah itu bersedih.
"Kanda.. mengapa aku dapat melihat hal ghaib..? bahkan aku dapat menyembuhkan burung yang terluka dan juga manusia.?" ucap Dina penasaran.
Bromo menatap dengan penuh kasih. "karena aku telah memberikannya padamu. aku akan menjadikanmu seorang paranormal yang akan menguasai jagad raya. siapa saja manusia yang melihatmu akan merasa tunduk dan patuh. tidak akan ada yang mampu menyakitimu lagi. " ucap Bromo dengan gamblang.
"bahkan ucapanmu akan menjadi kenyataan, maka berhati-hatilah dalam mengucapkan sesuatu." ucap Bromo mengingatkan.
Dina terkejut mendengarnya. "hah..benarkah..?" ucap Dina tak percaya.
"maksudnya ucapan seperti apa..?" ucap Dina yangbsemakin penasaran.
Bromo menarik nafasnya berat dan menghelanya.
"jika kamu mendoakan yang baik, maka akan ada hasil yang baik, jika kamu menyumpahi seseorang maka akan datang kenyataan buruk bagi orang yang kamu sumpah."
"maka tetaplah menahan lisanmu agar terus berkata yang baik-baik saja. karena ini akan sangat berbahaya jika sampai kamu mengucapkan hal buru.
Dina menatap lekat mata Dina. "apakah aku dapat mengendalikannya.." ucap Dina penasaran
"ya.. tetapi ada syaratnya." ucap Bromo.
"apa..?" ucap Dina penasaran.
"kamu harus lebih mendekatkan dirimu kepada sang pencipta. perbaiki pakaianmu, aku akan membantunya." ucap Bromo menjelaskan.
"aku tidak yakin bisa melakukannya?" ucap Dina ragu.
Bromo menatapnya. "aku akan membimbingmu. apakah kau siap..?" ucap Bromo meyakinkan.
Dina mengangguk, pertanda menyanggupi. " ya. aku bersedia." ucap Dina yakin.
"bagus.. mulai sekarang kamu harus melakukan shalat lima waktu. jangan sampai terlupa." ucap Bromo mengingataan.
Dina dengan cepat menyanggupinya. "aku akan memgirimkan pakakian yang baru dan sopan untukmu." Ucap Bromo dengan senyumnya.
Bromo mulai membimbing istri kecilnya untuk mengenal Rabb-Nya.
karena bagaimanapun Dina adalah istrinya yang wajib dibimbingnya.
kini Bromo merasakan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap istrinya.
memiliki ilmu kanuragan adalah merupakan sesuatu yang harus dipelajari dengan benar. dimana penganutnya harus memiliki kesucian hati dan jiwa yang bersih. sehingga pencapaian ilmu tersebut dapat sempurnah.
karena jika seseorang memiliki hati yang kotor, maka ilmu itu akan memudar dan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik.
semakin seseorang mendekatkan dirinya kepada Rabb-nya maka ilmu itu akan semakin kuat pengaruhnya. dari itu, setiap penganutnya diwajibkan mempersiapkan terlebih dahulu anatara fisik dan jiwanya.
mampir dimari juga ya🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
FiaNasa
udah slesai baca kuntilanaknya Thor Sampek ke Mirna juga
2023-09-09
0
Anna Malik
hampa, kek si anu. 😁
2022-12-27
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
awal pernikahan ada ucapan, kalau Bromo GK boleh menyentuh istri nya sampai nunggu anak nya lahir
2022-12-07
1