setelah percintaan semalam. Dina merasakan cintanya semakin besar terhadap Bromo. Ia memeluk tubuh kekar suami silumannya yang masih terbaring diranjang.
kini Ia tak ragu lagi untuk memantabkan hatinya memilih hidup bersama dengan bangsa siluman.
Namun, entah mengapa hatinya begitu merindukan ayah dan ibunya. "bagaimana kabar mereka saat ini..?" Dina berguman lirih dalam hatinya.
Bromo menggeliatkan tubuhnya. Ia melihat Dina yang sepertinya sedang melamun. Ia menyentuh lembut pundak Dina. "kamu kenapa sayang..?" ucap Bromo dengan lembut. sembari meletakkan dagunya dipundak Dina.
Dina terperanjat dari lamunannya dan menoleh kearah Bromo. menatap dengan tatapan sendu, "aku kangen ayah dan ibu.." ucap Dina lirih.
Bromo memandang dengan tatapan sahaja. "jika kau ingin pergi berkunjung, aku mengijinkanmu.." ucap Bromo berbisik lembut ditelinga Dina, sembari mendekatkan wajahnya. membuat Dina merasakan sensi geli ditelinganya.
Dina terlonjak senang.."benarkah..? kamu tidak marah..?" ucap Dina dengan wajah Sumringah..
"ya..jika kamu ingin menjenguknya, tidak ada salahnya." ucap Bromo lembut.
"tetapi, apakah mereka dapat melihatku..?" ucap Dina dengan ragu.
Bromo membelai lembut rambut Dina yang tergerai. "aku akan membuka perisai itu. sehingga mereka dapat melihatmu" ucap Bromo dengan tatapan teduhnya.
"kalau setelah aku bertemu dengan mereka, aku merasa kerasan disana dan tidak mau balik lagi kemari gimana..?" ucap Dina dengan polos.
"aku akan menculikmu denganmu sukarela atau terpaksa." ucap Bromo dengan belaian lembut yang mulai nakal.
Dina terdiam sejenak. disatu sisi Ia ingin kembali kepada kedua orang tuanya, disisi lain Ia telah jatuh cinta pada siami silumannya.
"jika aku kembali dengan kondisi perut membuncit.. apakah tidak akan menjadi aib bagi kedua orangtuaku..? namun, jika aku tak kembali, mereka pasti akan kebingungan mencariku." Dina berperang dalam hatinya.
perutnya yang kian membuncit membuatnya ragu, Ia tak ingin kehadirannya yang tiba-tiba akan menjadi aib bagi kedua orang tuanya.
"bagaimana sayang, apakah kamu ingin kuantarkan kepada kedua orangtuamu..?" Bromo berbisik lembut ditelinga Dina, yang membuatnya semakin berat berpisah dengan suami silumannya.
"Andai saja aku memiliki kemampuan untuk melihatnya, mungkin itu dapat membantuku dalam mengobati kerinduanku pada mereka." Dina berguman lirih, menatap lurus kedepan. yang mana ucapannya tentu didengar oleh Bromo.
"aku dapat memberikanmu kemampuan untuk itu. bahkan aku akan menurunkan ilmu kanuragan yang sangat tinggi kepadamu." ucap Bromo dengan lembut.
Dina terperangah mendengarnya."benarkah..? ucap Dina tak percaya.
Bromo mengangguk. "tapi ada syaratnya, dan ritual yang harus kamu lakukan.." ucap Bromo dengan tatapan nakal.
Dina mengernyitkan keningnya. "apa syaratnya..?" ucap Dina penasaran.
Bromo berbisik ketelinganya. "layani aku dengan baik, dan akan kuberikan semuanya.." ucap Bromo, sembari membaringkan tubuh Dina.
Belum sempat Dina memberikan jawaban, Bromo sudah terlebih dahulu menyerangnya. menuntaskan hasrat mereka.
Dina mengakui, jika suami silumannya adalah pria perkasa, yang mampu memberikan kepuasan lebih. sehingga membuat Dina sulit untuk berpaling.
setelah melakukan ritualnya, Dina merasakan tubuhnya sedikit ringan, sebuah energi lain merasuki tubuhnya. Ia merasakan jika Ia mampu melihat segala apa saja yang ada di sekitarnya.
bahkan Ia dapat menangkap sosok Arini yang sedang mendengkur dibalik lorong gua dalam wujud peri cantik."oh..jadi kamu peri yang waktu itu aku lihat..?" ucap Dina dengan tersenyum
"cantik juga kamu..?" ucap Dina tersenyum.
Ia melihat makhluk-makhluk astral yang terdapat diluar goa dengan berbahai bentuk dan rupa.
"haah.."Dina merasa kaget dengan bentuk wajah mereka yang sangat menyeramkan.
tiba-tiba Dina terbayang akan Andre. Ia melihat dalam bayangan samar-samar jika Andre sedang berada disebuah club malam. tertidur dengan pulas bersama seorang wanita. hatinya pedih, sepertinya dalam kondisi mabuk berat.
"kaau..!!dasar pria brengsek..kau telah menghancurkan cinta dan perasaanku" ucap Dina menggerutu.
"jika bukan karena kau..aku tidak akan terjebak dalam situasi ini.." Dina berguman dalam hatinya.
namun gumanan itu didengar oleh Bromo yang meeasa tersinggung. Ia menganggap jika Dina menyesal telah bertemu dengannya.
lalu dengan jentikan jarinya, Bromo menghapus semua penglihatan Dina tentang penerawangannya.
Dina terkejut dan menoleh kearah Bromo. terlihat Bromo seperti sedang marah. Dina merasa heran.
"mengapa kamu terlihat seperti sedang marah..?" ucap Dina dengan lirih.
"Bromo menatap sarkas, tatapannya sangat tajam. seperti suatu amarah yang sedang ditahannya. "apakah kau menyesal telah menikah denganku..? jawab..?!" ucap Bromo dengan sedikit nada tinggi. membuat Dina sedikit ketakutan.
"ma..maksud kamu apa..?" ucap Dina dengan ketakutan dan gemetar. karena selama ink Bromo tidak pernah sekalipun marah padanya atau bersikap kasar.
Melihat Dina yang ketakutan, membuat Bromo menahan emosinya. menarik nafasnya dengan berat dan menghembuskannya.
"apakah kau masih mencintai pria itu.? atau kau berniat untuk kembali padanya..? " ucap Bromo dengan lirih.
"jika kau ingin mengejarnya kembali, pergilah..aku mengijinkanmu." ucap Bromo sembari beranjak dari pembaringannya, menuju ceruk dan mandi hadas.
setelah itu Ia bersiap untuk pergi. hatinya tetasa sakit. ternyata siluman juga dapat sakit hati.
Dina terdiam membisu. Ia tak menyangka jika Bromo semarah itu padanya. saat Bromo hendak menghilang, dengan sigap Dina berlari dan bersimpuh, sembari memegang kedua kaki Bromo. "jangan pergi.. aku mencintaimu.." Dina memohon agar Bromo memaafkannya.
Bromo mengangkat tubuh istri kecilnya, lalu menatapnya dengan penuh kesahajaan. "aku telah memberikanmu kekuatan energi, kamu dapat melakukan apapun yang kau mau. termasuk untuk pergi dari tempat ini.
jika cintamu belum terlalu kuat untukku, aku tidak dapat menemui. biarkan aku pergi untuk menenangkan hatiku.." ucap Bromo dengan lembut namun penuh penekanan.
Dina menggelengkan kepalanya. " tidak..tidak.. jangan pergi..jangan tinggalkan aku. aku mencintaimu." ucap Dina memohon sembari terisak.
namun Bromo tetap pada keputusannya, Ia pergi meninggalkan Dina dengan hanya kerlingan mata saja.
Dina terperangah, mencari Bromo yang telah menghilang dengan sekejap saja. "tidak..jangan pergi.. aku mencintaimu. aku janji tidak akan mengingatnya lagi." Dina terisak pilu.
hatinya hampa saat meljhat Bromo menghilang. kini Ia merasa sepi hidupnya.
"kembalilah.. aku berjanji padamu.." ucap Dina tersedu.
Ia duduk bersimpuh dengan hatinyang nelangsa. Ia menyesali telah melukai perasaan suami silumannya.
Dina meras bingung mengapa Ia dapat melihat itu semua. "apa yang sedang terjadi padaku..? mengapa aku bisa melihat siapa saja yang sedang aku fikirkan.?" Dina berguman dalam hatinya.
"jika aku dapat melihat Andre.. apakah aku juga dapat melihat ayah dan ibu.?" ucap Dina penasaran. dengan menyebut nama ayah dan ibunya, Dina memejamkan matanya. lalu tampak sileut wajah ayah dan ibunya.
wajah kedua orangtua yang telah lama dirindukannya. mereka terlihat lelah. "ayah..ibu.." Dina berguman lirih. ada rasa ingin bertemu dengan keduanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
Mila alpajeri
dina mah ngelunjak bgt jdi org ..
2023-03-09
2
rajes salam lubis
tetap semangat
2022-12-01
1
rajes salam lubis
hmmm modus
2022-12-01
1