Bromo memasuki istananya dengan perasaan kesal. Ia ingin membenci anak manusia itu, namun sangat bertentangan dengan qalbunya.
Ia tak mampu membohongi hatinya yang telah jatuh hati pada istri kecilnya.
Ia memasuki peraduannya. berbaring ditepian ranjang. Ia menyandarkan tubuhnya disandaran ranjang, lalu kepalanya menengadah dan memejamkannya matanya.
Ia menerawang jauh, menembus dimensi lain. Ia melihat sang pujaan hatinya duduk bersimpuh dengan isak tangisnya. "ada perasaan iba dihatinya, namun Ia ingin memberi pelajaran kepada Dina, agar bersikap lebih dewasa.
"apa mungkin karena umurnya yang masih terlalu muda.. hingga membuatnya menjadi labil." ucap Bromo mencoba berdamai dengan hatinya.
saat Bromo berperang dengan hatinya, Ia harus dikejutkan dengan suara panggilan bathin dari Sulira. "Baginda Prabu Bromo Sadewo, terimalah pesan dari saya, jika istana dalam bahaya. Banaspati dan pasukannya datang menyerang tiba-tiba." ucap Sulira dengan komunikasi ghaibnya.
Bromo menajamkan mata dan pendengaran bathinnya. "Baiklah..saya akan segera kesana. siapakan para pasukan untuk menahan musuh di empat penjuru mata angin, agar tidak masuk kedalam istana." ucap Bromo Sadewo menjawab.
"perintah Paduka akan saya laksanakan.." ucapnya sembari mengakhiri komunikasi bathinnya.
Bromo beranjak dari peraduannya. Ia mempersiapkan segalanya. dengan kecepatan cahaya, Ia telah berada di diatas benteng pertahanan istana.
Ia memantau dari atas sana. melihat kedatangan Banaspati dengan cahaya api yang berkobar-kobar menuju istananya.
Bromo menatap dengan tenang dan penuh kewibawaan.
Dalam sebuah sumber, Banaspati terdiri dari tiga elemen. ada elemen api, Ia berbentuk bola api terbang. elemen air, berbentuk gulungan air, yang menghisap korbanya didalam air tenggelam. elemen tanah, berbentuk bola terbuat dari tanah liat yang bergelinding seperti kepala manusia, menghisap darah manusia hingga korbannya tewas. cara menghindari jika bertemu dengan banaspati ini Ialah dengan menjejakkan kaki tetap ditanah.
selalu lafalkan ayat qursi dan jangan bereaksi ketika bertemu atau melihatnya. karena semakin kita takut, maka semakin kuat Ia menghisap energi negatif kita.
Banaspati datang bersama gengnya. Ia membawa semua pasukannya yang terdiri dari banaspati air dan banaspati tanah liat.
para pengawal istana mulai bersiap menghadang kedatanngan mereka. Sulira sebagai panglima perang, bersiap dengan komando kepada para pasukannya.
banaspati tanah menggelindingkan tubuhnya ditanah. Ia menyerang para pengawal dengan menghisap energi para lawannya.
sedangkan banaspati air menyerang dengan bola-bola air yang beputar-putar satu meter dari permukaan tanah, lalu menghantam para pengawal kerajaan.
teriakan kesakitan dan erangan terdengar riuh di depan benteng istana.
Banaspati Api sebagai panglima perangnya datang menuju keatas benteng. namun saat akan memasuki benteng Istana, Ia terpental dan terpekik dengan jeritan yang sangat menyeramkan. [aaaarrrgghhh..] suara itu terdengar parau dan membuat bulu kuduk meremang.
Ia bangkit dengan amarah yang menggebu. "heeeiiii Sadewo...!! turunlah kau jika kau seorang laki-laki..!! jangan berlindung dibalik tamengmu." ucap Banaspati dengan lantang.
Bromo menatapnya dengan tatapan tajam, sorot matanya mampu menembus kepercayaan diri lawannya. dengan senyum sahaja, Ia melesat dari atas benteng menghampiri Banaspati yang masih dengan amarah.
dengan tenang Ia menghampiri Banaspati. "mengapa kau datang mengusikku..?" tanya Bromo dengan tetap tenang.
"heeei...Sadewo..!! apa kau lupa bahwa kau pernah membinasakan keluargaku..?" ucanya berang.
Bromo menatap lawannya dengan tetap tenang. " bukan aku yang memulainya.., tetapi keluargamu yang telah membunuh kedua orang tuaku.!" ucap Bromo dengan tetap tenang. meskipun ada luka dihatinya, ketika memgingat peristiwa ratusan tahjn yang lalu. dimana kedua orangtuanya ditemukannya hangus terbakar. waktu itu Ia masih berusia 50 tahun, yang jika diumurkan manusia masih berumur 5 tahun.
disaat umurnya berusia 200 tahun, Ia mampu membalaskan kematian kedua orangtuanya, dengan membantai para keluarga banaspati api, yang sedang digunakan oleh manusia dalam media santet.
musnahnya keluarga para banaspati, membuat kemarahan besar pada keturunannya.
panglima perang Banaspati Api menggeram. " kau licik..!! terimalah pembalasanku..!!" ucapnya, sembari mengayunkan sebuah senjata seperti godam yang dipenuhi dengan api yang menyala kearah sisi kanan tubuh Bromo.
Bromo menghindarinya dengan memiringkan tubuhnya ke sisi kiri. Banaspati semakin geram, Ia mengayunkan senjatanya seperti gerakan hendak menebas kepala Bromo.
Bromo meliukkan tubuhnya kebelakang, lalu gerakan cepat Ia menendangkan kakinya kearah kaki banaspati. Banaspati terjerembab.
Ia mencoba bangkit untuk memberikan perlawanan. Ia membentuk tubuhnya menjadi bola api yang berputar-putar diudara untuk menyerang Bromo.
Bromo mengeluarkan sebuah tongkat sepanjang 2 meter. dengan tongkat itu, Ia menangkis setiap kali bola banaspati menyerangnya.
dengan ujung tongkatnya, Ia berhasil melukai bagian kepala banaspati. makhluk itu melengking dengan lengkingan yang menyeramkan.
tak ingin berlama-lama bermain bola api, Bromo menyimpan tongkatnya dengan ghaib, lalu memgambil busurnya, meletakkan anak panah pada tali busur, membidik banaspati yang sedang berusaha bangkit, sembari melafalkan ayat qursi. seketika ujung anak panah mengeluarkan cahaya api, Ia melepaskan anak panahnya. dan...
[wuuuuush...ssssttth...] anak panah itu melesat dengan cepat, mengenai tubuh Banaspati. [aaaaaarrrgh..] suara lengkingan yang menakutkan menggema diseluruh alam. Banaspati terpental hingga kembali kealamnya.
melihat panglima perangnya telah kalah. maka para pasukan menarik mundur dari perperangan.
mereka kembali bergelinding menghindari peperangan.
Bromo yang menyadari lawannya telah menyerah, lalu memerintahkan agar Sulira sangnpanglima perang mengumumkan untuk segera menarik mundur pasukannya.
mengobati para pasukan yang terluka. dan bergantian untuk tetap berjaga-jaga.
setelah memberikan perintahnya, Bromo melesat kembali kedalam peraduannya.
Ia duduk ditepian ranjangnya, melihat bekas luka bakar dibagian kakinya saat melakukan tenendangan kepada Banaspati.
Bromo mengobati lukanya, dengan kerlingan matanya, Ia mampu mengobati luka itu tanpa bekas.
Ia teringat akan istri kecilnya. lalu dengan secepat kilatan cahaya, Ia telah berada didalam goa. Ia memandang Dina yang tertidur meringkuk kedingan. disisi kirinya, ada Arini yang juga sedang tertidur pulas.
hawa didalam goa sangatlah dingin ketika malam hari tiba. Ia beranjak menghampiri istrinya. dengan gerakan yang sangat ringan, tanpa diketahui oleh Dina, Ia mengambil selimut tebal, lalu menutupnkannya pada tubuh istrinya.
Ia membelai lembut rambut yang tergerai indah. "Bromo..hiks..hiks..hiks.." terdengar suara Dina mengigau dengan isakan tangisnya. lalu tertidur kembali.
dengan bersimpuh, Ia menatapi wajah polos yang tertidur lelap. matanya terlihat sembab, sepertinya Istrinya sedang menangis seharian. sebenarnya hatinya tak tega melihatnya. namun biarlah, Ia juga membutuhkan waktu untuk mengobati luka hatinya.
Bromo membelai lembut wajah itu, dan tanpa sadar, Dina menangkap tangan yang sedang membelai wajahnya. lalu membawanya dalam dekapannya. Bromo ingin menarik tangannya, namun Ia tak tega.
Ia membiarkan tangan mungil itu memeluk lengannya. hingga akhirnya terlepas sendiri Dina kembali terlelap dalam tidurnya.
perlahan Ia mengecup lembut kening Dina, lalu dengan perlahan Ia menghilang dengan sekejab saja.
-----------
Dina terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya, Ia mendapati dirinya dengan kondisi berselimut, sedangkan Ia mengingat jika dirinya tadi malam tidur tanpa selimut. "hik..hiks..hiks.. kamu jahat... kamu datang dan pergi sesuka hatimu." ucapnya dengan lirih.
Arini yang mendengar Dina mengomel, lalu terbangun melompat dan duduk dipangkuan Dina. memberikan rasa perhatian, agar Dina tidak bersedih lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
N Wage
jd bromo sdh menggàuli dina yg sedang hamil anak andre.
harusnya sabar nunggu dina melàhirkan dong bromo.
2024-04-30
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
jadi sekarang kamu umur nya berapa Bromo? wkwkwkwk kepo
2022-12-06
2
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
lagian ya Bromo kamu Ama dia SDH berbeda alam, harus di sadari saja
2022-12-06
1