Serangan dan Mengesankan

Setelah mendapatkan teman baru si Arini kelinci nan imut. Dina mulai pasrah akan nasibnya yang tak dapat kembali ke alam nyata.

Dina menghabiskan waktunya hanya dengan bermain bersama Arini.

"sebaiknya aku beri kamu nama ya..?" Dina berfikir untuk memberi nama pada kelinci itu.

"apa ya, yang cocok buat kelinci seimut kamu..?" ucap Dina memandang gemas pada Arini.

"kalau aku beri kamu nama Mumu bagus gak..?" Dina bertanya pada kelinci itu.

Arini mengerjapkan matanya, pertanda setuju.

"mulai sekarang aku panggil kamu mumu.." ucap Dina sembari mengangkat Arini kepelukannya.

Dina mulai merasa bosan didalam kamar. meski memiliki fasilitas yang mewah, namun Ia merasa jenuh.

"Mu..kita keluar yuk..? jalan-jalan ditaman..?" ucap Dina kepada Arini.

kelinci imut itu mengerjapkan matanya. Dina berdandan seadanya. mengenakan gaun yang tersedia dikamarnya. seluruh pakaiannya tersedia dalam bentuk gaun kerajaan.

Dina memilih satu gaun berwarna pink peach. menggeraikan rambutnya, dan menyelipkan jepit rambut disisi kirinya kepala bagian depan.

udah cantiklah visual si Dina ini ya kan..?

Dina dan Mumu keluar Istana. mereka menysuri taman, hingga tanpa terasa mereka memasuki hutan. hutan itu banyak ditumbuhi tumbuhan perdu dan

Dina dan Arini telah sampai di taman. Tanpa sadar mereka telah memasuki batas wilayah taman kerajaan. Keindahan alam yang berpadu dengan bukit bertebing batuan cadas, membuat mata tak jemu untuk menikmatinya. 

Dina dan Arini asyik bermain. Lalu ia mendengar suara desingan benda melesat [wuuuuuuusssh..] Dina melihat sebuah anak panah melesat diudara.

Dina merasa penasaran dari mana asal sumber anak panah itu. 

Ia berjalan mengendap- endap untuk mencoba menjadi pengintai. Dina menyibakkan semak dengan lembut, agar tidak ketahuan oleh seseorang yang sedang di intainya.

Ia terperangah, karena  sosok yang melepaskan anak panah tersebut adalah Bromo yang sedang berburu seekor rusa. Seekor rusa berukuran besar telah berhasil  terkena anak panahnya. 

Lalu targetnya kali ini Ialah seekor babi hutan yang sedang asyik mencuri makanan dari kebun warga.

Dina tanpa sadar terpana saat melihat Bromo menarik anak panah pada busurnya. Matanya tak lepas memandangi Bromo yang terlihat sangat tampan, teduh, tenang dan bersahaja.

Bromo membidikkan anak panah pada babi hutan tersebut. Menarik tali busurnya, dan  Saat yang tepat, Ia melepaskan anak panah, tepat mengenai perut sang babi hutan. Lalu babi itu mati seketika., 

Dina mengaguminya dan berdecak kagum. "Ternyata Dia tampan juga ya..? Dan jago memanah.  Tapi sayang, Dia berekor." Ucap Dina dengan lirih.

Lalu Ia mengerjapkan matanya, dan menggelengkan kepalanya. "Tidak..tidak..aku tidak boleh mengaguminya." 

"Masa Iya aku kagum dengan seekor siluman..? Ini tidak boleh terjadi" Dina berguman lirih.

Bromo yang telah berhasil mengumpulkan seekor rusa dan seekor babi. Meletakkan hasik buruannya di datas bebatuan. 

Ia bergerak meliuk-liukkan ekornya, berjalan ke kolam kecil yang memiliki pancuran air dari sebilah bambu. Kolam itu juga biasanya digunakan oleh penduduk yang berkebun diatas bukit untuk mengambil air minum dan mandi. 

Bromo tidak pernah mengganggu bangsa manusia yang mengambil air dikolam itu. baginya, selama manusia tidak mengusiknya, maka Ia juga tidak akan mengusik mereka.

Bromo membenamkan pinggangnya yang berwujud setengah buaya, kini hanya tampak wujud setengah manusianya saja. Ia menikmati air yang memancur dari bilah bambu tersebut.

Bromo menanggalkan mahkota dikepalanya. Lalu meletakkannya di sisi tempat Ia membenamkan  separuh tubuhnya.

Wajah tampannya basah terkena air yang mengalir, rambutnya yang panjang tergerai begitu saja.

Ia menengadahkan kepalanya keatas, menampilkan lehernya yang berdiri dengan kokoh. Ia melakukan gerakan menyapu rambutanya dari bagian kening hingga belakang.memamerkan  dada kekar dan otot-otot tubuh yang menyembul, gerakan itu begitu exotis, membuatnya terlihat semakin gagah.

Dari kejauhan, Dina yang masih mengintai, Diam terpaku menatap pemandangan dihadapannya. "Mengapa aku gak sadar sih..? Kalau dia ternyata setampan itu." Dina berguman lirih, sembari menelah salivanya.

Tanpa sengaja, Dina menginjak sebatang ranting yang kering. [Kreeeeek..] suara ranting patah.

Dina merasa kaget dan menutup mulutnya.

Bromo yang mendengar suara tersebut, bergegas mengenakan mahkotanya kembali, mengambil busur dan melesat kearah sumber suara, sembari memasang anak panah dibusurnya, yang siap dilepaskan untuk sang pengintai.

Dina yang melihat Bromo bersiap dengan busurnya terpekik "aaaaaagggghhhh…" dan menutup matanya. Mungkin Ia pasrah jika harus terkena anak panah tersebut.

Sesampainya di tempat sang pengintai. Bromo menurukan busurnya. Lalu menyimpan anak panah kedalam sarung yang diletakkan dipunggung belakangnya.

Bromo menarik nafasnya dengan berat.

" kau…rupanya?!"

"Apa yang kau lakukan disini..?" Ucap Bromo dengan tenang, sembari tersenyum teduh.

"Bukan urusanmu..!!" Ucap Dina kesal.

Bromo menatap Dina dengan lembut.. "apakah kini kau sudah menjadi seorang pengintai..?" Ucap Bromo menatap Dina dengan tatapan dingin.

Dina yang ditatap seperti itu menjadi kikuk.."aku hanya kebetulan lewat.." ucap Dina kikuk.

Bromo tersenyum mendengar jawaban Dina.."kebetulan lewatkah..? Atau sengaja mengintipku mandi..?" Ucap Bromo menggoda Dina, yang mana wajah gadis itu kini bersemu merah menahan malu.

Dina membulatkan matanya dan merapatkan giginya."a.aapa..? Aku mengintipmu mandi..? Kau..!!" Ucap Dina geram sembari menaikkan tangannya keatas dengan gerakan hendak memukul.

Namun Ia menurunkan tangannya kembali dengan kasar. Ia ingin beranjak pergi. 

"mau kemana kamu..?" Ucap Bromo dengan lembut namun penuh penekan disetiap katanya.

"Bukan urusanmu..!!" Jawab Dina kesal, sembari memutar tubuhnya untuk pergi.

"Tunggu…!" Bromo dengan sigap mencekal lengan Dina, sehingga Dina tak mampu menyimbangkan tubuhnya dan limbung kekanan.

"Aaawww.." teriak Dina saat tubuhnya limbung.

Dengan gerakan cepat, Bromo menangkap tubuh Dina yang hampir saja menyentuh tanah.

Tatapan mata mereka beradu. Dina merasakan degup jantungnya berpacu lebih cepat, saat sorot mata teduh Bromo bertemu dengan matanya. Dina memandang dengan terpana.

Bromo menarik tubuh Dina untuk berdiri, lalu mengambil kesempatan untuk memeluknya.

Dina meronta melepaskan diri. Bromo melepaskannya sembari tersenyum manis.

Bromo tidak mengerti dengan sikap anak manusia ini. Terkadang membuatnya gemas, namun semua sikap juteknya telah menawan hatinya.

Arini yang menyaksikan adegan tersebut, tersenyum-senyum sendiri.. seperti orang yang lagi baca saat ini.

Dina mendorong tubuh Bromo hingga satu langkah. Ia menatap Bromo dengan tatapan kesal. Lalu berlari meninggalkan Bromo yang diikuti oleh Arini.

Arini berlari sembari menoleh kearah Bromo, dengan kode 'Aku menjaganya' . Lalu Bromo mengerjapkan matanya. Ia memandangi punggung Dina yang terus berlari.

****

Dina terengah-engah.. antara lelah berlari dan degup jantungnya yang berpacu lebil kencang, karena tatapan mata Bromo barusan. Ia seperti tersihir sesuatu. 

Ia mencoba menenangkan degupannya. Dina duduk disebuah batu berukuran sangat besar, dibawah pohon rindang.

Arini mengikuinya, duduk disebelah Dina. 

"Mengapa jantungku seperti ini. Apa sebenarnya yang aku rasakan..?" Dina berguman dalam hatinya.

Wajah tampan Bromo dan tatapan mata teduh itu, telah mengusik hatinya. 

"Sebenarnya Ia baik..tapi sayang.. mengapa Ia harus berekor sih..?" Ucap Dina menggerutu.

Saat Dina sedang berkhayal, Mata Arini tertuju pada sebuah pemandangan yang menarik hatinya. Ada perkebunan sayur. Ia tanpa sadar berlari menuju kearah kebun sayur yang banyak ditumbuhi kangkung dan wortel.

Arini mengambil sebatang wortel dan melahabnya.

Dari balik semak, sepasang mata memperhatikannya, seekor singa betina sedang menatapnya dengan lapar.

Meskipun Dina diberi perisai ghaib, agar tidak terlihat oleh pandangan manusia, namu tidak untuk hewan berjenis Anjjng, kucing dan unggas. Hewan ini diberi kelebihan dapat melihat makhkuk astral.

Singa yang merupakan jenis kucing, melihat Dina yang sedang duduk sendirian. Ia berjalan mengendap mendekati Dina yang sedang melamun. 

[Grrrrrrhhh..] singa betina itu merasa mendapatkan mangsanya.

Dina menoleh kearah sumber geraman. Ia tersentak,  lalu  turun dari atas batu, Ia mencari keberadaan Arini, namun tak menemukannya. Singa itu semakin mendekat. Dina berjalan mundur, lalu berlari menyelamatkan dirinya. 

Singa itu ikut mengejar Dina, Ia semakin bersemangat melihat buruannya. Dina mengeluarkan seluruh  tenaganya untuk menyelamatkan diri. 

Dihatinya masih memikirkan Arini. "Dimana Mumu.." ucapnya sembari berlari kencang.

Ditempat lain, Arini masih asyik dengan wortelnya. Ia menggigit wortel itu dengan sangat lahabnya. Ia belum menyadari jika Dina sudah tidak berada ditempatnya.

Dina semakin kencang berlari, hingga akhirnya tanpa sengaja Ia menubruk seseorang, dan berteriak."aaaaaagghhhhh" 

Setelah melihat orang yang ditubruknya adalah  Bromo, Ia memeluk Bromo dengan kuat sembari menutup matanya. Membenamkan wajahnya didada kekar milik Bromo,  berharap Bromo menyelamatkannya dari serangan singa betina.

Melihat sang pujaan hatinya dalam bahaya, Bromo mengambli busur dan anak panah. Ia membidik dan menarik anak panah panah pada tali dawainya, menatap lurus kearah Singa betina yang sedang berlari kencang kearahnya.

Saat singa itu melompat hendak menerkam Dina, Bromo melepaskan anak panahnya..[ssssssstttt.wuuusssh.] suara desingan anak panah yang melesat diudara, tepat mengenai kepala singa betina yang sedang melompat hendak menerkam.

Singa itu terpental, jatuh ketanah, lalu mati seketika. Terkena sebuah anak panah ghaib.

Dina yang menyadari singa itu telah tewas, melepaskan pelukannya dari Bromo, lalu mundur dua langkah.

"Terimakasih.." ucapnya lirih dengan tulus.

Bromo yang mendengar ucapan Dina merasa sangat berbunga hatinya. Kata yang tak pernah Ia dapatkan sejak pertama pertemuannya dengan gadis itu.

Bromo tersenyum sarkas.

Dari kejauhan, tampak Arini yang berlari kencang menuju kearah mereka.

Ia datang dengan wajah pucat ketakutan karena merasa bersalah telah lalai menjaga Dina.

Bromo menatapnya dengan tajam dan sorot mata penuh amarah kepadanya.

Dina yang melihat Arini berlari kearahnya, segera merentangkan tangannya, menyambut Arini si kelinci imut dan berteriak "Mumu…" dengan perasaan senang. 

Arini telah sampai didekapannya.. "kamu kemana saja. Mumu.? Aku khawatir akan kamu" cecar Dina dengan nada penuh kekhawatiran.

Dina menciumi Arini sikelinci imut. Membuat amarah Bromo, mereda.

"Jika bukan karena Dina yang menyayangimu, aku pastikan sudah membuangmu ke sumur pati." Gerutu Bromo dengan nada amarah, melalui percakan ghaib. sembari menatap tajam pada  Arini 

"Ampuni hamba Kanda Prabu..hamba tidak akan memgulanginya lagi." Jawab Arini melalui percakan ghaib mereka. dengan nada ketakutan.

Terpopuler

Comments

Hielmeera🍒⃞⃟🦅

Hielmeera🍒⃞⃟🦅

satu 🌹 untuk kakak yang sudah memberi inspirasi

2022-12-24

3

Hielmeera🍒⃞⃟🦅

Hielmeera🍒⃞⃟🦅

cusssss.. sat dah. mantap kali panahan kang bromo

2022-12-24

3

maharastra

maharastra

wuuusshhh,ciamik,kerenn😱

2022-12-16

2

lihat semua
Episodes
1 Bunuh Diri
2 Terpaksa Menikah
3 Kesal
4 Pencarian
5 Amarah Pov Bromo
6 Serangan dan Mengesankan
7 kehamilan yang tidak terduga
8 Dia jin Muslim
9 Seorang Pemuda Bejad
10 Beda tipis Antara cemburu, rindu dan benci
11 Sosok Misterius
12 sentuhan misterius
13 Terawang ghaib
14 Serangan Banaspati
15 Menyembuhkan
16 Sial
17 Kerinduan Terpendam
18 Tumpangan
19 Kelahiran dan serangan Ristih
20 Bayi yang Menggemaskan Dan Luka
21 Kelahiran Dewi Asih
22 Pemuda dan Gadis Yang Cantik yang pandai berkuda
23 Siapa Aku
24 Penjelasan Tentang Asih
25 Pertempuran
26 Bertemu Seorang Kakek
27 Santet Banaspati
28 Pertemuan
29 Perkenalan
30 Bandar Narkoba
31 Pertemuan Satu Darah
32 Menemukan Goa
33 Luar Biasa
34 Manipulasi
35 Pupus Harapan
36 Patah Hati
37 penyembuhan
38 Mendapat ijin
39 Ganguan dalam Perjalanan
40 Perkenalan
41 Pelipur Lara
42 Rumah Sakit
43 Bertemu Mafia
44 Merubah Penampilan
45 Penyembuhan Chakra
46 Penyusup Di Malam hari
47 Pindah Apertemen
48 Chakra yang Resah
49 Identitas dan Penculikan
50 Misteri Arini
51 Meloloskan Diri
52 Kepulangan Dina
53 perjalanan didunia baru
54 Pacuan Kuda
55 pengejaran
56 Tamu PoV Chakra
57 Berpisah
58 Rumor
59 Perebutan Batu Mustika
60 Pertolongan
61 Kecurigaan
62 Draft
63 Gadis itu
64 Serangan
65 Gigitan Ular
66 Perjalan Ghaib Lee
67 Terjebak di Pohon
68 Gadis penuh misteri
69 Penyembuhan
70 Menghilang
71 POV Bromo
72 Serangan Ular Berbisa
73 Pesan Yang Terlupa
74 Ular Menyerbu warga Desa
75 Kepanikan
76 Kepanikan 2
77 Tudingan
78 draft
79 draft
80 pov Bromo
81 Persinggahan
82 Malam
83 Malam2
84 Perjalanan Rere dan Chakra
85 Polos Dan Cekatan
86 Terjebak
87 Terjebak Perasaan
88 berselisih kata
89 Serangan Para Ninja
90 Pertempuran
91 serangan 3
92 Kehilangan
93 Terjebak Perasaan -3
94 Draft lagi
95 Kaget
96 Kaget-2
97 Bertemu Kembali
98 Pergi
99 Pergi-2
100 Markas
101 Serangan di laut
102 Membebaskan Para Tawanan
103 Mencari Bara Sembrani
104 Terjebak
105 Terjebak-2
106 Terjebak-3
107 Terjebak-4
108 Terjebak-5
109 Terjebak-6
110 Gelisah
111 Terjebak-7
112 Terjebak-8
113 Memutar Arah
114 Memutar Arah-2
115 Memutar Arah-2
116 Seperti Pernah
117 Mencari
118 Perjalanan
119 Mencari-2
120 Tamu
121 Tamu-2
122 Tamu-3
123 Tamu-4
124 Tamu-5
125 Tamu-6
126 Tamu-7
127 Tamu-8
128 Tamu-9
129 Elegi Cinta
130 Tercengang
131 Tercengang-2
132 Pov Dina
133 Rasa
134 Kembali
135 Kembali-2
136 Kembali-3
137 Kembali-4
138 Kembali-4
139 Kembali-5
140 Kembali-6
141 Persembahan
142 Persembahan-2
143 Terdampar Di Pulau Lain
144 Terdampar-2
145 Terdampar-3
146 Terdampar-4
147 Terdampar-6
148 Terdampar-7
149 Draft saja ya
150 Hemmm-1
151 Heeem-2
152 Bingung
153 Salah Faham
154 Salah Faham-2
155 Salah Faham-3
156 Draft saja ya
157 Diantara Dua
158 Draft Lagi-2
159 Draft lagi-3
160 Draft lagi-4
161 Draft lagi-5
162 Draft lagi-6
163 Pencarian Batu Mustika
164 Pencarian Batu Mustika-2
165 Bertemu Tanpa Sengaja
166 Pertemuan-2
167 Draft Lagi Ya
168 Melihat
169 Pertemuan-3
170 Amarah
171 Mencari
172 Masalah Hati
173 Masalah hati-2
174 Kegelisahan
175 Draft Saja Ya
176 Penyergapan
177 Tersentak
178 Dentangan
179 Permohonan
180 Rasa Itu
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 episode 186
187 episode 187
188 episode 188
189 Episode 189
190 episode 190
191 episode 191
192 episode 192
193 episode 193
194 episode 194
195 episode 195
196 episode 196
197 episode 197
198 episode 198
199 Episode 199
200 episode 200
201 episode 201
202 episode 202
203 episode 203
204 episode 204
205 episode 205
206 episode 206
207 episode 208
208 episode 208
209 episode 209
210 210
211 episode 211
212 episode 212
213 episode 213
214 episode 214
215 episode 215
216 episode 216
217 episode 217
218 episode 218
219 episode 219
220 episode 220
221 episode 221
222 episode 222
223 episode 223
224 episode 224
225 episode 225
226 episode 226
227 episode 227
228 episode 228
229 episode 229
230 episode 230
231 episode 231
232 episode 232
233 episode 233
234 episode 234
235 episode 235
236 episode 236
237 episode 237
238 episode 238
239 episode 238
240 episode 239
241 episode 240
242 episode 241
243 episode 242
244 episode 243
245 eoisode 244
246 Episode 245
247 episode 246
248 episode 247
249 episode 248
250 episode 249
251 episode 250
252 episode 251
253 episode-252
254 Asih seosen dua
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bunuh Diri
2
Terpaksa Menikah
3
Kesal
4
Pencarian
5
Amarah Pov Bromo
6
Serangan dan Mengesankan
7
kehamilan yang tidak terduga
8
Dia jin Muslim
9
Seorang Pemuda Bejad
10
Beda tipis Antara cemburu, rindu dan benci
11
Sosok Misterius
12
sentuhan misterius
13
Terawang ghaib
14
Serangan Banaspati
15
Menyembuhkan
16
Sial
17
Kerinduan Terpendam
18
Tumpangan
19
Kelahiran dan serangan Ristih
20
Bayi yang Menggemaskan Dan Luka
21
Kelahiran Dewi Asih
22
Pemuda dan Gadis Yang Cantik yang pandai berkuda
23
Siapa Aku
24
Penjelasan Tentang Asih
25
Pertempuran
26
Bertemu Seorang Kakek
27
Santet Banaspati
28
Pertemuan
29
Perkenalan
30
Bandar Narkoba
31
Pertemuan Satu Darah
32
Menemukan Goa
33
Luar Biasa
34
Manipulasi
35
Pupus Harapan
36
Patah Hati
37
penyembuhan
38
Mendapat ijin
39
Ganguan dalam Perjalanan
40
Perkenalan
41
Pelipur Lara
42
Rumah Sakit
43
Bertemu Mafia
44
Merubah Penampilan
45
Penyembuhan Chakra
46
Penyusup Di Malam hari
47
Pindah Apertemen
48
Chakra yang Resah
49
Identitas dan Penculikan
50
Misteri Arini
51
Meloloskan Diri
52
Kepulangan Dina
53
perjalanan didunia baru
54
Pacuan Kuda
55
pengejaran
56
Tamu PoV Chakra
57
Berpisah
58
Rumor
59
Perebutan Batu Mustika
60
Pertolongan
61
Kecurigaan
62
Draft
63
Gadis itu
64
Serangan
65
Gigitan Ular
66
Perjalan Ghaib Lee
67
Terjebak di Pohon
68
Gadis penuh misteri
69
Penyembuhan
70
Menghilang
71
POV Bromo
72
Serangan Ular Berbisa
73
Pesan Yang Terlupa
74
Ular Menyerbu warga Desa
75
Kepanikan
76
Kepanikan 2
77
Tudingan
78
draft
79
draft
80
pov Bromo
81
Persinggahan
82
Malam
83
Malam2
84
Perjalanan Rere dan Chakra
85
Polos Dan Cekatan
86
Terjebak
87
Terjebak Perasaan
88
berselisih kata
89
Serangan Para Ninja
90
Pertempuran
91
serangan 3
92
Kehilangan
93
Terjebak Perasaan -3
94
Draft lagi
95
Kaget
96
Kaget-2
97
Bertemu Kembali
98
Pergi
99
Pergi-2
100
Markas
101
Serangan di laut
102
Membebaskan Para Tawanan
103
Mencari Bara Sembrani
104
Terjebak
105
Terjebak-2
106
Terjebak-3
107
Terjebak-4
108
Terjebak-5
109
Terjebak-6
110
Gelisah
111
Terjebak-7
112
Terjebak-8
113
Memutar Arah
114
Memutar Arah-2
115
Memutar Arah-2
116
Seperti Pernah
117
Mencari
118
Perjalanan
119
Mencari-2
120
Tamu
121
Tamu-2
122
Tamu-3
123
Tamu-4
124
Tamu-5
125
Tamu-6
126
Tamu-7
127
Tamu-8
128
Tamu-9
129
Elegi Cinta
130
Tercengang
131
Tercengang-2
132
Pov Dina
133
Rasa
134
Kembali
135
Kembali-2
136
Kembali-3
137
Kembali-4
138
Kembali-4
139
Kembali-5
140
Kembali-6
141
Persembahan
142
Persembahan-2
143
Terdampar Di Pulau Lain
144
Terdampar-2
145
Terdampar-3
146
Terdampar-4
147
Terdampar-6
148
Terdampar-7
149
Draft saja ya
150
Hemmm-1
151
Heeem-2
152
Bingung
153
Salah Faham
154
Salah Faham-2
155
Salah Faham-3
156
Draft saja ya
157
Diantara Dua
158
Draft Lagi-2
159
Draft lagi-3
160
Draft lagi-4
161
Draft lagi-5
162
Draft lagi-6
163
Pencarian Batu Mustika
164
Pencarian Batu Mustika-2
165
Bertemu Tanpa Sengaja
166
Pertemuan-2
167
Draft Lagi Ya
168
Melihat
169
Pertemuan-3
170
Amarah
171
Mencari
172
Masalah Hati
173
Masalah hati-2
174
Kegelisahan
175
Draft Saja Ya
176
Penyergapan
177
Tersentak
178
Dentangan
179
Permohonan
180
Rasa Itu
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
episode 186
187
episode 187
188
episode 188
189
Episode 189
190
episode 190
191
episode 191
192
episode 192
193
episode 193
194
episode 194
195
episode 195
196
episode 196
197
episode 197
198
episode 198
199
Episode 199
200
episode 200
201
episode 201
202
episode 202
203
episode 203
204
episode 204
205
episode 205
206
episode 206
207
episode 208
208
episode 208
209
episode 209
210
210
211
episode 211
212
episode 212
213
episode 213
214
episode 214
215
episode 215
216
episode 216
217
episode 217
218
episode 218
219
episode 219
220
episode 220
221
episode 221
222
episode 222
223
episode 223
224
episode 224
225
episode 225
226
episode 226
227
episode 227
228
episode 228
229
episode 229
230
episode 230
231
episode 231
232
episode 232
233
episode 233
234
episode 234
235
episode 235
236
episode 236
237
episode 237
238
episode 238
239
episode 238
240
episode 239
241
episode 240
242
episode 241
243
episode 242
244
episode 243
245
eoisode 244
246
Episode 245
247
episode 246
248
episode 247
249
episode 248
250
episode 249
251
episode 250
252
episode 251
253
episode-252
254
Asih seosen dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!