malam semakin gelap. Andre celingukan mencari tumpangan kearah rumahnya.
hawa dingin menusuk kedalam tulangnya. rasa lapar, haus dan lelah juga menjadi satu. matanya juga kian mengantuk.
dari kejauhan, tampak lampu sorot sebuah mobil. Andre merentangkan tangan kirinya pertanda Ia ingin menumpang. mobil truck itu berhenti tepat disisi Andre.
lalu Andre membuka pintu mobil dan memasukinya tepat disisi sang sopir. lalu mobil bergerak melaju.
andre merasa beruntung malam ini. Ia ingin segera sampai dirumahnya. Andre melirik sang sopir yang sedari tadi hanya diam saja.
"ada rokok bang..?" ucap Andre memecah kesunyian. tanpa bicara, sopir itu menyodorkan tembakau dan helaian daun nipah berwarna coklat muda yang sudah digunting persegi panjang, yang mana digunakan sebagai alat untuk melinting tembakau. serta memberikan pemantik api.
Andre menatap bingung pada benda yang diberikan oleh sopir tersebut. "masa iya aku merokok pakai beginian." Andre berguman dalam hatinya.
tetapi rasa masam dimulutnya membuat Ia terpaksa mencoba merokok dengan lintingan dauh nipah dan tembakau asli. Andre memasang pemantiknya, lalu menghisap rokok tersebut dengan dalam.
[uhuuuk..uhuuk..] Andre terbatuk.
aroma khas daun nipah bercampur tembakau asli yang melalui proses pembakaran menciptakan sensasi yang berbeda. Andre merasa kliyengan menikmati rokok barunya.
"mas..koq dari tadi diem mulu sih..?" ucap Andre dengan lirih, matanya terlihat sangat berat.
sopir itu menatap dengan tatapan dingin, membuat Andre sedikit ciut..
"ne orang kenapa aneh banget sih..? dari tadi diam mulu." Andre berguman lirih dalam hatinya.
namun Ia mencoba mengabaikannya, yang terpenting baginya Ialah kini Ia mendapatkan tumpangan untuk kembali pulang kerumahnya.
matanya yang semakin berat, samar-samar melihat jalan yang mereka lalui berbeda dari jalan menuju kerumahnya.
"mas..ini tujuannya kemana mas..? bukan ke kota B kah mas..? ucap Andre semakin kalut. namun sopir itu tidak mengindahkan ucapannya, Ia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga perjalanan mereka semakin menjauh dari tujuan semula.
Andre semakin panik. "Mas..mas..berhenti mas, saya turun disini saja.!" ucap Andre berteriak.
Sopir itu mengerem mendadak, lalu berhenti. Andre yang ketakutan segera turun dari mobil. lalu sopir itu melanjutkan perjalanannya.
Andre clingukan memandang sekitanya. suasana gelap dan mencekam. hingga akhirnya Ia melihat sebuah pagar yang terbuat dari besi, dengan mengandalkan penerangan cahaya rembulan.
"haaah..!" Ia melihat sebuah kuburan tua yang sudah lama terbengkalai. seketika bulu kuduknya meremang. Ia merasakan hawa dingin yang sangat menembus pori-porinya.
dari kejauhan, tampak seseorang berjalan mendekatinya. Andre menajamkan penglihatannya karena terhalang kabut.
semakin lama, semakin tampak sesosok pria berbadan kekar mendekatinya. Andre terperangah melihat siapa yang berada dihadapannya.
"haah..? kamu lagi..?" ucap Andre kesal ketika melihat siapa yang ada dihadapannya.
"Ne orang kenapa bisa ada dimana-mana sih..? kerjanya ngekori aku mulu.." Andre berguman dalam hatinya.
Pria itu menatap Andre dengan tenang. namun tatapannya itu membuat hati Andre menciut.
"eh.. sebenarnya kamu ini siapa sih..? apa urusanmu kepadaku..?" ucap Andre kesal. karena sudah beberapa kali bertemu dengan pria ini. Ia merasa sangat ingin melenyapkannya.
pria itu tak bergeming. hanya tatapannya saja yang semakin tajam.
"sialan..! dia menantangku..! apa sebenarnya yang diinginkannya.?" ucap Andre kesal.
pria itu berjalan semakin mendekatinya. melihat itu Andre merasa ketar-ketir. Ia menghindari pria itu dengan berjalan mundur, hingga akhirnya tanpa sadar, Andre memasuki kuburan tua tersebut.
Andre terus berjalan mundur, dan dengan kesempatan, Ia berlari menjauh. lalu.
.[brruuuuugh]
Andre menabrak sesuatu..dan "Aaaaggghh" Andre berteriak histeris saat melihat sosok siluman buaya putih dihadapannya.
lalu Ia tak sadarkan diri.
Andre berjalan menyusuri anak sungai. Ia seperti pernah mengenal tempat itu. Ia melihat seorang gadis cantik sedang duduk diatas sebuah batu, ditepian sungai. gadis itu terlihat sangat cantik.
"siapa dia, mengapa aku seperti mengenalnya..?" Andre berguman lirih.
Andre mengintai gadis yang berada ditepian sungai itu. Ia mengamati gerak-gerik sang gadis. gadis itu sepertinya ingin mandi. Ia melepaskan sekuruh pakaiannya. tampak tubuh molek itu terpampang jelas dimatanya.
Andre semakin penasaran dan mendekat ingin melihatnya. saat Ia mendapatkan posisi yang tepat, Ia terperanjat. "hhaah.." Andre membulatkan mata. karena wanita yang sedang diintainya adalah Dina, gadis yang dulu pernah menjalin kasih dengannya.
Ia meninggalkan gadis itu setelah merebut kehormatannya.
Andre melihat perut Dina semakin membesar, sepertinya beberapa bulan lagi siap dilahirkan.
Yang lebih mengejutkan lagi, Andre melihat didalam sungai ada seekor buaya putih yang sedang menunggu Dina mandi.
sepertinya Dina tidak merasa takut dengan buaya putih tersebut. bahkan tampak Dina bercanda dengan buaya tersebut.
"buaya itu.. sepertinya itu buaya yang sama saat aku melihatnya dimalam itu." Andre berguman lirih.
tak lama Dina menghilang bersama dengan buaya putih tersebut. Andre semakin bingung dan ketakutan.
Ia melihat clingukan kesana kemari, mencoba masuk kedalam sungai, hingga lelah menggelayutinya, dan Ia merasakan air sungai yang sangat dingin, seperti berada disebuah lautan es. Tubuh Andre menggigil, tak sanggup menahan dinginnya air sungai.
tulang-tulang Andre seperti mati rasa. wajahnya pucat serta bibirnya membiru. Air sungai itu membuat dirinya seolah membeku. Andre tak mampu memperthankan suhu tubuhnya. bayangan kematian seolah berada diujung mata.
lalu..
"brrruuugh.." Andre tak sadarkan diri.
"dik...dik..dik.. bangun.." suara seseorang membangunkannya. Andre mengerjapkan matanya. Ia melihat mentari bersinar dengan sangat terang dan menyilaukan matanya.
Ia terkejut saat seorang pria dewasa membawa celurit didepannya. "haah" Andre beringsut dari posisinya. "jangan bunuh saya" ucap Andre memohon, sembari menutupi wajahnya dengan siku kanannya.
"siapa yang mau membunuh kamu..? bapak hanya membangunkanmu." ucap Pria itu dengan terkekeh.
Andre membuka mata dan menurunkan lengannya.
Ia mengamati Pria itu. "trus, sabit ini untuk apa..?" ucap Andre waspada dan masih ketakutan.
Pria itu tersenyum "ini bapak mau cari rumput buat pakan ternak. jadi tadi bapak lihat kamu tidur diatas kuburan. makanya bapak bangunkan.." ucap pria itu menjelaskan.
Andre mengernyitkan keningnya " kuburan..?" ucap Andre dengan bingung.
Pria itu mengangguk. lalu keningnya mengkerut dan ekor matanya mengarah pada posisi Andre.
Andre mengikuti arah mata pria itu, saat Ia melihatnya, Ia terperanjat. "haah.." Andre ketakutan dan beranjak dari tempat Ia terduduk. dimana Ia sedang duduk diatas makam tua.
Andre segera bangkit dan berdiri. nafasnya memburu. Ia tidak menyangka jika telah tidur semalaman diatas kuburan.
"bukannya aku tadi malam seperti berada didalam sungai..?" ucap Andre masih bingung.
lalu Ia meminta pertolongan dengan bapak didepannya.
"pak..tolongin saya carikan tumpangn ke kota B." ucap Andre dengan memelas.
karena merasa kasihan, akhirnyan pria itu menyetopkan sebuah mobil tangki, untuk menumpangkan Andre menuju kotanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
kamu di kejar kejar rasa bersalah mu andre
2022-12-07
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
jangan jangan itu hantu lagi, yg kamu aja bicara Andre?
2022-12-07
1
rajes salam lubis
masih membagongkan
2022-12-05
1