"Lihat ke depan, jangan ke bawah, di toko semewah ini gak akan ada duit receh."
Gadis itu saja masih heran dengan sikap membingungkan Cecilia,
Apa yang bakal dia lakuin? Gue pasti mati nih kalau sampe di laporin kalau gue nyuri. Batinnya bicara.
Cecilia menghampiri sales cantik yang berdiri, tersenyum ramah saat melihat Cecilia datang dengan kantung berisi tiga lipstik, satu maskara dan satu eye liner.
"Ada yang bisa dibantu kak?" tanyanya ramah, tentu saja, karena itu memang pekerjaannya.
"Ya ... Aku ingin menukar barang yang sudah aku beli, aku beli sekitar tiga hari yang lalu,"
"Bisa di lihat nota pembeliannya?"
Cecilia tersenyum dengan sikut yang dia tempelkan di meja dimana sales itu berdiri, "Nah itu dia masalahnya, aku kehilangan nota pembelian itu saat terbang ke LA."
Sales itu terlihat bingung, dia tidak akan bisa memproses semua penukaran barang jika tidak ada nota maupun segel telah di rusak, dan Cecilia tahu itu.
"Maaf kak tidak bisa di tukar tanpa memakai nota."
"Oh ayolah! Barang ini belum aku sentuh sama sekali, aku ingin ganti merek dan juga warna karena aku sudah banyak sekali punya warna yang sama."
Sales itu masih tersenyum, mencoba menolak secara halus penukaran itu, namun Cecilia masih memiliki trik khusus yang bisa dia gunakan.
"Oh aku, biar aku yang bicara pada managermu! Dia pasti tidak akan menolak sepertimu, hyuhh ... Menyebalkan, kenapa nota itu harus hilang!" ujar Cecilia merogoh ponsel miliknya di dalam tas. "Hm ... Baik lah! Kita hubungi dia dulu,"
"Tunggu sebentar! Beri saya waktu untuk mengecek pembelian di toko ini tiga hari yang lalu!"
"What? Kau bilang apa? Kau sama saja menuduhku! Kau tidak percaya aku membelinya tiga hari yang lalu di toko ini?" Cecilia menyambar kantung yang dia letakkan di atas meja dengan sedikit marah, suaranya juga tegas, sangat meyakinkan.
"Maaf itu---"
"Ya sudah cepat panggil managermu."
Celaka, kalau sampai pak manager tahu! Dan wanita ini benar benar membelinya tiga hari yang lalu, aku yang akan terkena masalah.
Alih alih melapor pada manager yang hanya kan mempersulit pekerjaanya, Sales tersebut akhirnya mengijinkan Cecilia menukar semua barang yang berada di dalam tas, padahal Cecilia hanya menukarnya dengan barang yang lain dengan kode dan warna yang sama.
Gadis berambut sebahu itu tercengang, ternyata Cecilia lebih pandai dan ulung dari padanya.
"Gila ... ternyata dia suhu!" gumamnya saat melihat Cecilia berhasil menukar semua barang yang telah dia curi.
"Jangan lupa notanya! Aku tidak ingin kembali kemari dan dianggap pencuri." ketusnya saat sales itu memasukkannya ke dalam kantung yang lebih kecil.
Setelah mendapatkan semua barang itu, Cecilia keluar tanpa menoleh lagi, benar benar profesional, dia juga tidak menyapa gadis itu sama sekali saat hendak keluar, hingga gadis itu mengikutinya saja.
Setelah beberapa jarak dari toko tersebut, Cecilia menghentikan langkahnya, dia berbalik dengan kantong yang dia angkat ke udara.
"Lo lihat? Itu cara mencuri yang elegan, gak kayak lo tadi yang kayak nyuri ayam tetangga, sekalinya lo ketahuan, lo bakal babak belur di hakimi warga! Kayak gue dong cantik dan natural."
"Eeh dia malah bangga dengan ke ahliannya mencuri! Udah jelas jelas sama sama pencuri!" gumam Gadis itu dengan mendelik ke arahnya.
"Seenggaknya gue masih terlihat elegan dibanding lo. Nih!" Cecilia menyerahkan kantung berisi make up itu kepada gadis yang bingung antara kagum dan tidak.
"Lain kali, lo harus hati hati! Hidup udah keras, lo harus punya banyak trik khusus biar bisa bertahan!" Cecilia kembali berjalan, sementara gadis itu memaku ditempat.
Tak lama, gadis itu kembali mengikuti Cecilia, bahkan berlari kecil agar tidak tertinggal.
"Tunggu kak!"
"Apa lagi? Gue tahu lo punya alesan kenapa kelakuin hal itu, tapi lo juga gak mesti jelasin apa apa sama gue, karena gue udah tahu jawabannya."
"Kakak bisa tahu kalau gu-- maksudku aku."
"Santai aja! Gue pernah di posisi lo! Bahkan gue lebih parah dari lo!" ucap Cecilia duduk di kursi yang kebetulan ada di dekat mereka.
"Gue pernah nyuri makanan saking lapernya gue, dan menurut gue nyuri barang konsumtif udah lebih anjim deh pokoknya. Keliatan banget susahnya hidup lo kalau sampe ngelakuin hal itu." terangnya panjang lebar, "Dan gue harus mati matian bertahan hidup sampe bisa jadi sekarang."
Gadis itu ikut duduk di sampingnya, mendengar Cecilia menceritakan hal yamg menarik baginya, merasa jika dia menemukan seseorang yang mengerti akan dirinya, memahami apa yang kerap dia rasakan.
"Dan saat gue lihat lo! Gue jadi inget masa lalu gue, dulu juga gue seumur lo kali yaa! umur 13 tahun gue udah hidup di jalan, beruntung gue ketemu sahabat gue, sama sama nempel di kaca pedagang makanan cuma buat nunggu sisa nasi."
Fikiran Cecilia pun menerawang ke masa itu, dimana dia sama sama berjuang hidup bersama Nita, tidak punya tempat tinggal dan bahkan makan makanan sisa orang lain. Kedua matanya berkaca kaca saat mengingat hal itu.
"Apa yang lo lakuin sampe bisa jadi kayak sekarang kak?" tanya gadis yang usianya diperkirakan tidak jauh beda saat Cecilia dulu.
Cecilia tergelak, dia menyapukan setetes bulir bening dari ujung matanya, "Lo yakin mau tahu?"
Gadis manis itu mengangguk, dia jelas penasaran tentang Cecilia yang ketika melihat seseorang mencuri justru malah membantunya.
Cecilia mencondongkan tubuhnya dengan kepala yang dia dekatkan ke arahnya dan di tutupi telapak tangannya.
"Gue jadi pembunuh bayaran!"
Gadis itu terhenyak, suatu istilah yang tidak aneh baginya, sering dia lihat di film drama drama atau di sinetron yang biasa ditonton neneknya, dan butuh keberanian besar saat melakukannya, keahlian dan juga kemampuan yang mumpuni.
Melihat gadis itu terdiam dengan sedikit syok, Cecilia semakin tergelak. Terlebih ekspesinya yang sulit diartikan, semacam takut tapi juga penasaran.
"Lo bercanda kan kak?"
Masih dengan tertawa karena jawaban asalnya, Cecilia menepuk bahunya dengan keras.
"Iya gue bercanda. Hahaha!" gelaknya lagi, dia sampai terpingkal pingkal dengan bulir bening kembali lolos. "Aduhh ... Gue sampe nangis lho ini!"
"Sialan! Gue fikir lo serius anjim, gue udah takut."
"Lo takut gue bunuuh? Tenang aja, gue gak ngebuunuh kalau gak ada duitnya." ujarnya kembali asal menjawab, dan tentu saja tertawa.
"Gue nanya serius kak!"
Cecilia bangkit dari duduknya, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan menatap ke arah gadis yang masih terduduk itu. "Lo udah makan? Gue traktir lo makan! Ayo ikut,"
Tentu saja gadis itu menciut setelah mendengar ajakannya, dia masih mencoba mencerna semua yang di katakan Cecilia.
"Tenang, gue gak doyan daging manusia kerempeng kayak lo! Pait." Ujarnya sambil mengerdikkan bahu. "Gue doyannya daging yang gak ada tulangnya. Juga banyak lemak yang banyak protein di dalemnya."
.
...Astogeh ... Si Cecil bener bener biang lala yah, eeh biang kerok!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
∆_•MiMih•_∆
inget ce masih di bawah umur.. jangan macem² ahh..🤣🤣🤣
2022-12-25
1
lina
gila cecil
2022-12-22
0
lina
🤣🤣 cantik natural
2022-12-22
0