Bab. 10 ( Tante Irene)

Cecilia dengan sengaja terus melihat ke arah Reno, hingga pria itu terlihat gugup dan terus memalingkan wajahnya.

"Kenapa?" tanya istrinya yang meskipun telah lanjut usia, gurat kecantikannya masih terlihat jelas. Dan tentu saja karena perawatan yang kerap dia lakukannya.

"Tidak ... Aku hanya merasa kekenyangan! Aku ke toilet dulu."

Reno mengangkat bokongnya dan pergi ke toilet sementara Cecilia mengulum senyum dan mengikuti Reno dari belakang. Asisten Reno sempat kehilangan akal, namun dengan cepat dia mengikuti keduanya.

"Daddy!"

Reno menoleh dan tersentak kaget melihat Cecilia merangsek masuk ke dalam toilet pria. "Astaga ... Kenapa kau kemari honey! Istriku ada di depan, bagaimana kalau dia memergoki kita. Sudah sana, nanti aku menghubungimu."

Asisten Reno pun menariknya keluar, namun Cecilia merengek manja. "Daddy gitu deh! Aku hanya ingin melihat Daddy sebentar, masa gak boleh! Aku kangen tahu!"

Reno melirik ke arah asistennya dan mengangguk, akhirnya asistennya itu hanya menunggu di luar pintu dan berjaga jaga agar istrinya tidak curiga.

"Baru juga dua hari honey."

"Iya dua hari, tapi kayak udah dua tahun Daddy."

Pria yang tengah tergila gila dengan gadis muda itu mengulum senyuman. "Kau paling bisa menyenangkan hati."

Cecilia terkekeh, namun tak berlangsung lama karena asisten mengetuk pintu dan memberi tahu jika Istri Reno tengah berjalan ke arah toilet. Yang sudah pasti akan melewati toilet pria.

"Sekarang aku harus pergi! Aku tidak ingin membuat masalah nantinya dan membuat kita ketahuan."

Cup

Reno mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi Cecilia yang terus mengulas senyuman manis di bibirnya. Kedua matanya mengikuti pergerakan Reno yang keluar dari toilet.

"Daddy sayang! Jangan harap gue bisa pergi sebelum gue dapet apa yang gue mau."

Cecilia keluar dari sana dan masuk ke dalam ke dalam toilet wanita. Dia mencuci tangannya dan merapikan riasannya dengan terus menerka nerka di bilik mana Istri Reno berada.

Tak lama seorang wanita paruh baya keluar dari bilik toilet dan mencuci tangan di wastafel. Mereka berdiri bersisian.

"Adduuh!"

Cecilia mengaduh, dengan memegangi kepalanya, dan bersandar di dinding.

"Kau kenapa?"

"Ah ... Tidak apa apa! Aku hanya pusing sedikit."

"Kau pasti kelelahan!"

Cecilia mengangguk lemah, dengan terus memegangi kepalanya.

"Kau perlu obat pereda sakit? Aku punya." ujar Istri Reno mengobrak abrik tas mahalnya.

"Terima kasih nyonya. Anda baik sekali! Seperti ibuku."

"Panggil aku Irene."

Cecilia mengangguk, "Tante Irene?"

"Itu lebih baik sayang! Kau cantik sekali,"

"Tante bisa aja." Cecilia terkekeh.

"Kau sendirian?"

Cecilia kembali mengangguk lemah, "Iya ... sebenarnya aku sudah menyuruh temanku datang menjemput kesini tapi belum datang, aku sebenarnya tidak enak badan sejak pagi! Tapi karena aku sedang banyak tugas kampus, aku harus mencari buku di sini."

"Wah selain cantik! Kau juga pasti pintar."

"Tante bisa aja, aku benar benar seperti mengobrol dengan ibuku yang tinggal jauh. Ahh ... Aku jadi rindu."

Irene mengangguk lirih, "Ibu mu pasti orang baik dan bangga karena memiliki putri secantik ini. Oh ya siapa namamu?"

"Cecil Tante."

"Bagaimana kalau Cecil bergabung denganku sambil menunggu temanmu menjemputmu disini?"

Gadis berusia 20 tahun itu menggelengkan kepalanya, "Tidak usah tante, aku tidak enak nanti."

"Tidak apa apa! Aku bersama suamiku di sini, dia pasti tidak akan keberatan kalau kamu bergabung. Yuk tante bantu."

Irene membantu dengan memapahnya keluar, dia mengajaknya bergabung di meja mereka dimana Reno terbelalak saat istrinya menggandeng Cecilia.

"Mas! Mas tidak keberatan kan kalau Cecil menunggu bersama kita disini? Kasian dia, tadi mengeluh pusing dan menunggu temannya datang menjemput."

Reno hampir tersedak ludahnya sendiri, bagaimana mungkin tiba tiba pusing dan bertemu istrinya, padahal sebelumnya Cecilia terlihat baik baik saja.

"Tante ... Lebih baik aku menunggu di tempat lain saja! Aku benar benar tidak enak."

"Tidak apa apa Cecil! Ayo duduk! Iya kan Mas?"

Reno hanya mengangguk pasrah, saat Irene menarik kursi dan menyuruh Cecilia duduk tepat di samping Reno.

Cecilia melirik diam diam ke arah Reno dan mengulas senyuman manis pada Irene. "Makasih tante, tante baik banget ... Om juga!"

Reno hanya bisa mengangguk lagi, sementara jemari Cecilia sudah merayap ke arah paha Reno di bawah meja, membuat Reno tersentak namun juga dengan perasaan yang sulit di artikan.

Dia menepis tangan Cecilia namun Cecilia tidak menyerah, dia terus menggoda Reno secara sembunyi sembunyi di depan Irene.

'Daddy! Kapan kita habiskan waktu lagi? Aku kangen!'

Cecilia mengirimkan pesan singkat ke nomor Reno, dengan tangan terus menyusuri paha Reno.

'Honey!! Hentikan, pergilah shopping atau apapun yang kau suka! Bukankah aku sudah kasih uang?'

'Aku mau beli tas limited edition, tapi uang nya kurang.'

'Pergilah dulu ... Jangan membuat Irene curiga! Dan beli lah tas itu, Daddy akan mentransfer uangnya nanti.'

Cecil mengulum senyuman saat membaca pesan singkat yang di kirim Reno.

"Cecil ... Minum ini!" Irene menyodorkan minuman yang baru saja dia pesankan untuknya, membuatnya sedikit tersentak.

"Tante ... Makasih lagi. Tante baik banget! Beruntung Om punya istri kayak Tante Irene." ujarnya memuji.

"Gimana dengan pusingmu?"

"Udah mendingan tante! Itu karena obat yang tante kasih tadi."

"Syukurlah!"

"Ayo Irene ... Kita pulang!" Ajak Reno yang mulai tidak nyaman karena Cecilia terus menggodanya terang terangan, dia semakin takut ketahuan oleh istrinya saat itu juga.

"Sayang ... Bisa tunggu sebentar lagi? Sampai teman Cecil datang, Kasian dia." ujar Irene mengelus lengan Cecil.

"Gak apa apa Tante, Om ... Kalau mau pulang. Cecil biar tunggu temen Cecil di sini. Dia sedang di toko buku dan... Itu dia." ujarnya menunjuk Nita yang baru saja keluar dari toko buku.

Nita membulatkan kedua matanya saat melihat Cecilia, dia melirik ke arah Reno lalu ke arah Irene bergantian. Cecilia melambaikan tangan ke arahnya.

"Ayo Irene, temannya sudah datang! Kita bisa pergi."

"Iya Mas ... Cecil, kami pergi dulu ya!"

"Terima kasih tante, semoga kita bisa ketemu lagi. Terima kasih Om." ujarnya menatap mereka bergantian.

Keduanya telah berlalu, Nita yang bahkan tidak bisa mengeluarkan kata kata itu duduk di kursi yang sebelumnya di duduki Reno. Menatap Cecilia yang kini mengulum senyuman dengan memeriksa mobile banking miliknya.

"Sinting lo Ce! Itu Si Reno dan Istrinya?"

"Humm ...!"

"Gila lo parah! Kalau ketahuan mampus lo!"

"Gak tuh! Malah gue dapet ini!" sahutnya dengan memperlihatkan sejumlah uang yang baru saja dia terima dari Reno.

"Gila banyak banget si Reno kasih duit! Bukannya baru kemaren ya? Sumpah lo nekat banget Ce! empat jempol gue buat lo!" cerocos Nita yang terbeliak melihatnya

"Kita Party sampai pagi Nit!"

Terpopuler

Comments

epifania rendo

epifania rendo

cecil cecil

2023-04-29

0

∆_•MiMih•_∆

∆_•MiMih•_∆

yang penting Tf masuk teroooosss...

2022-12-25

1

N Wage

N Wage

itulah yg namanya uang panas,saking panasnya panas cepat
juga menguapnya.
itu habisnya jg buat foya foya...kasihan.😐

2022-10-27

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 (Pertengkaran)
2 Bab. 2 ( I'm a Sugar Baby)
3 Bab. 3 (Akhirnya lolos)
4 Bab. 4 (Kelas pijat)
5 Bab. 5 ( Benda custom)
6 Bab. 6 (Ear phone rusak)
7 Bab. 7(Pemilik Ponsel)
8 Bab. 8 (Bertukar Nomor)
9 Bab. 9 ( Kampus Vs Mall)
10 Bab. 10 ( Tante Irene)
11 Bab. 11( Otak Genius)
12 Bab. 12(Standar Dokter)
13 Bab. 13 ( Terus Bertemu)
14 Bab. 14 ( Jodoh)
15 Bab. 15 ( Kemarahan Dirga)
16 Bab.16( Firasat)
17 Bab. 17 ( Amarah Dirga)
18 Bab. 18(Si Tiang Listrik)
19 Bab. 19 (Gadis pencuri)
20 Bab. 20( Gadis pencuri 2)
21 Bab.21(Melamar jadi pacar)
22 Bab. 22( Jarak aman)
23 Bab.23 (Brengsekk!)
24 Bab.24(Sok Cool)
25 Bab. 25( Pencuri mangsa)
26 Bab. 26(Tawaran menggiurkan)
27 Bab.27(Langkah Pertama)
28 Bab.28(Hello Daddy)
29 Bab.29(Suster Gadungan)
30 Bab. 30(Lama lama setres)
31 Bab.31( Bikin kaya)
32 Bab.32(Pancingan berhasil)
33 Bab.33(Sepuluh kali lipat)
34 Bab. 34(Kenapa marah)
35 Bab.35(Belum Ada Cinta)
36 Bab.36(Berstrategi)
37 Bab. 37(Tidak peduli)
38 Bab.38(Jangan bohong!)
39 Bab. 39(Malah nyalon)
40 Bab.40(Bikin Pangling)
41 Bab.41( Rencana tidak terduga)
42 Bab.42(Gak bisa diremehin)
43 Bab. 43(Boleh juga)
44 Bab. 44( Pecat saja)
45 Bab.45( Berikan kesempatan)
46 Bab.46(Udah enggak suka)
47 Bab.47(Berubah fikiran)
48 Bab.48( Oh!)
49 Bab.49(Bisa jadi apapun)
50 Bab.50 (Buat Dia Cemburu)
51 Bab.51(It's show time+Visual)
52 Bab.52(Pole Dance)
53 Bab.53(Nakal juga)
54 Bab.54(Maafkan aku)
55 Bab.55( Bisa bangkrut)
56 Bab.56(Nes!)
57 Bab.57(Jelas marah)
58 Bab.58(Kacau)
59 Bab.59(Merusak fikiran)
60 Bab. 60(Kenapa lagi dia)
61 Bab.61(Gara gara gue!)
62 Bab.62(Ekhem)
63 Bab.63(Cewe Sundel)
64 Bab.64(Tiang Listrik)
65 Bab.65( ngumpet)
66 Bab.66(Phobia)
67 Bab.67(Jangan Takut)
68 Bab.68(Belum di coba)
69 Bab.69(Flashback)
70 Bab.70(Makin malu)
71 Bab.71(Sama saja)
72 Bab.72(Makan angin)
73 Bab.73(Lancang!)
74 Bab.74(Gadis bar bar)
75 Bab.75(Ucapan saat mabuk)
76 Bab.76(Jadi murahan)
77 Bab.77(Resmi tapi tidak resmi)
78 Bab.78(Pura pura)
79 Bab.79(Katakan!)
80 Bab.80(Sebenarnya)
81 Bab.81(Kuntilanak)
82 Bab.82(Ingin dipilih)
83 Bab.83(Jangan marah)
84 Bab.84(Sama sama malu)
85 Bab.85(Sayang atau honey)
86 Bab.86(Aku serius)
87 Bab.87(Selalu gegabah)
88 Bab.88(Aku mau Satya)
89 Bab.89(Langsung sembuh)
90 Bab.90(Bukan sekedar nafsu)
91 Bab.91(Sepupu payah)
92 Bab.92(Banyak masalah)
93 Bab.93(Gimana Ce?)
94 Bab.94(Hanya menyuruh)
95 Bab.95(Gagal total)
96 Bab.96(Kedatangan Dirga)
97 Bab.97(Bisakah...)
98 Bab.98(Berantakan)
99 Bab.99(Semua akan beres)
100 Bab.100(Ceritakan semua)
101 Bab.101(Ceritakan semua2)
102 Bab.102(Cari tumbal lain)
103 Bab.103(Diusir)
104 Bab.104(Tinggalkan dia)
105 Bab.105(Ingin punya anak)
106 Bab.106(Janji. Tidak akan lama)
107 Bab. 107(Permulaan)
108 Bab.108(Dewan komisaris)
109 Bab.109(Gelisah)
110 Bab. 110(Sueee)
111 Bab.111(Tidakkah mengerti)
112 Bab.112(Baikan?)
113 Bab.113(Bisa keluar gak bisa masuk)
114 Bab.114(Bertukar bakteri)
115 Bab.115(Karena Enak)
116 Bab.116(Gak mau!)
117 Bab.117(Gak bisa kabur)
118 Bab.118(Biar saja!)
119 Bab.119(Gak bakal paham!)
120 Bab.120(Kita pulang!)
121 Bab.121(Gak bisa move on)
122 Bab.122(Gak jelas!)
123 Bab.123(Bukan pembuktian)
124 Bab.124(Canda diatas duka)
125 Bab.125(Tahan banting)
126 Bab.126(Bersiap siap)
127 Bab.127(Banyak masalah)
128 Bab.128(Peluang)
129 Bab. 129(Gak tinggal bareng)
130 Bab.130(Cecilia!)
131 Bab.131(Kenapa diminum lagi)
132 Bab.132(Tidak bisa lagi)
133 Bab.133(Aku nyesel)
134 Bab.134(Akan melebar)
135 Bab.135(Hadiah untuk Irene)
136 Bab.136(Rencana selanjutnya)
137 Bab.137(Apa aku jahat)
138 Bab.138(Meyakinkannya lagi)
139 Bab.139(Terus berusaha)
140 Bab.140(Terus berusaha2)
141 Bab.141(Mr Orlan)
142 Bab.142(Bukan ranah kalian)
143 Bab.143(Aku tidak khawatir)
144 Bab.144(Aku udah biasa)
145 Bab.145(I love you Dok!)
146 Bab.146(Kencan pertama)
147 Bab.147(Tunggu aku)
148 Bab.148(Janji gak marah)
149 Bab.149(Kencan atau rekreasi)
150 Bab.150(Semua berantakan)
151 Bab.151(Kau akan menyesal)
152 Bab.152(Bukan Dokter biasa)
153 Bab.153(Kau pematik)
154 Bab.154(Gawat!)
155 Bab.155(Zaman dulu)
156 Bab.156(Jauhi putraku)
157 Bab. 157(Enak aja!)
158 Bab.158(Shock)
159 Bab.159(Aku minta maaf)
160 Bab.160(Mampus!)
161 Bab.161(Hey kau!)
162 Bab. 162(Ibu)
163 Bab. 163(Anggap kerja kuliah nyata)
164 Bab.164(Suapin)
165 Bab.165(Salah pilih orang)
166 Bab.166(Asisten Dosen)
167 Bab. 167(Ketakutan)
168 Bab. 168(Marah sepanjang jalan)
169 Bab. 169(Aku Asisten Dosen)
170 Bab.170(Harusnya senang)
171 Bab.171(Harusnya senang2)
172 Bab.172(Semua orang peduli)
173 Bab.173(Harus persiapkan diri)
174 Bab.174(Hanya kamu)
175 Bab. 175( Sisi lain Irsan)
176 Bab.176(Ide bodoh)
177 Bab. 177(Apa yang bisa dibanggakan)
178 Bab.178(Kelam dan Suram)
179 Bab.179(Hanya kelilipan)
180 Bab.180(Sayang)
181 Bab.181(Jangan pernah pergi)
182 Bab. 182(Memperkeruh saja)
183 Bab. 183(Aku lebih baik)
184 Bab.184(Perubahan Ibu)
185 Bab.185(Gak jelas)
186 Bab.186(Carl!)
187 Bab. 187(Oke! + quis ngaco)
188 Bab.188(Gak tahu kalau gak dicoba)
189 Bab.189(Beruntung)
190 Bab.190(Yes ... Yes)
191 Bab.191(Nungguin?)
192 Bab.192(Kenapa harus Bohong)
193 Bab.193(Kalian ini)
194 Bab.194(Kolot Banget)
195 Bab.195(Semuanya)
196 Bab.196(Terungkap)
197 Bab.197Tidak Masalah)
198 Bab. 198(Kembalikan semua)
199 Bab.199( Tambah Masalah)
200 Bab.200(Tidak mau punya cucu)
201 Bab.201(Bikin melting)
202 Bab.202(Berdamai)
203 Bab.203(Nita!)
204 Bab. 204(Jangan larang gue!)
205 Bab.205(Khawatir)
206 Bab.206(Kau mau?)
207 Bab.207(Tiba tiba)
208 Bab.208(Membuat gaduh)
209 Bab.209(Bastian!)
210 Bab.210(Jangan pernah kembali!)
211 Bab.211(Beruntung)
212 Bab.212(Tobat itu susah)
213 Bab.213(Bukan anakku)
214 Bab.214(Bertemu tanpa sengaja)
215 Bab.215(Dongkol)
216 Bab.216(Mau)
217 Bab.217(Sudah Kabur)
218 Bab.218(Tetap jadi Dokter)
219 Bab.219(Tips dari ahli)
220 Bab.220(Dia? Kau gila)
221 Bab.221(Jangan membuatnya patah hati)
222 Bab. 222(Gue bisa sendiri)
223 Bab. 223(Kehilangan)
224 Bab. 224( Hubungi sekali lagi)
225 Bab.225 (Bali)
226 Bab.226( Menikah atau tidak)
227 Bab. 227(Apa harus dipaksa)
228 Bab.228(Bekerja sama)
229 Bab.229(Hari ini atau gak usah)
230 Bab.230(Hip hip hore)
231 Bab.231(Akhirnya)
232 Bab.232(Privat Party)
233 Bab.233(Belum perawatan)
234 Bab.234(Mas?)
235 Bab.235(Tunggu sebentar)
236 Bab.236(Ketemu Dokter)
237 Bab.237(Konyol)
238 Bab.238(Istriku)
239 Bab. 239(Ngaca 70 kali)
240 Bab.240(Aku belum selesai)
241 Bab. 241(Seratus kali)
242 Bab.242(Nyonya Mahendra)
243 Bab. 243(Belum sepuluh kali)
244 Bab.244(Tidak bersemangat)
245 Bab.245(Cara lain)
246 Bab.246(Alarm kebakaran)
247 Bab.247(Jangan dekati dia)
248 Bab.248(Ngangenin ya)
249 Bab.249(Salah terus)
250 Bab.250(Kalau gitu ...)
251 Bab.251(Si so paling kenal)
252 Bab.252(Masih banyak waktu)
253 Bab.253(Ramuan)
254 Bab.254(Ramuan 2)
255 Bab.255(Pembuka tutup botol)
256 Bab.256(Keributan)
257 Bab.257(Dua wanita)
258 Bab.258(Tristan: Astaga)
259 Bab.259(Tega sekali)
260 Bab.260(Bekal makan siang)
261 Bab.261(Jelaskan dengan benar)
262 Bab. 262(Hubungan yang rumit)
263 Bab.263( Pengungkit ulung)
264 Bab.264(Itu ngode namanya)
265 Bab.265(Sudah punya istri?)
266 Bab.266(Bicara yang benar)
267 Bab.267(Member ekslusif)
268 Bab.268(Biar makin pintar)
269 Bab.269(Bulan madu saja)
270 Bab.270(Istriku Cerewet)
271 Bab.271(Bukan Honey Moon)
272 Bab.272(Bukan dokter forensik)
273 Bab.273(Jangan main main)
274 Bab.274(Jangan main main2)
275 Bab.275(Tanpa gangguan)
276 Bab.276(Dasar kolot)
277 Bab.277(Impas)
278 Bab.278(Tidak berharap)
279 Bab.279(Sifat langka)
280 Bab.280(Deep talk to nature)
281 Bab.281(Kenangan)
282 Bab.282(Versi terbaik)
283 Bab.283(Tenang, semua aman)
284 Bab.284(Kok aku yang di hukum)
285 Bab.285(Jangan malu maluin)
286 Bab.286(Ucapan hangat Irsan)
287 Bab.287(Membandingkan)
288 Bab.288(Wisata masa lalu)
289 Bab.289(Masalah berlarut larut)
290 Bab.290(Ikat Rambut)
291 Bab.291(Pulang Nita!)
292 Bab.292(Lupa jadi Dokter)
293 Bab.293(Sudah ada sebelumnya)
294 Bab.294(Malu ya)
295 Bab.295(Mood berubah cepat)
296 Bab.296(Lima menit saja)
297 Bab.297(Gagal membujuk)
298 Bab.298(Yakin itu?)
299 Bab.299(Terima kasih istriku)
300 Just info(Novel Baru)
Episodes

Updated 300 Episodes

1
Bab. 1 (Pertengkaran)
2
Bab. 2 ( I'm a Sugar Baby)
3
Bab. 3 (Akhirnya lolos)
4
Bab. 4 (Kelas pijat)
5
Bab. 5 ( Benda custom)
6
Bab. 6 (Ear phone rusak)
7
Bab. 7(Pemilik Ponsel)
8
Bab. 8 (Bertukar Nomor)
9
Bab. 9 ( Kampus Vs Mall)
10
Bab. 10 ( Tante Irene)
11
Bab. 11( Otak Genius)
12
Bab. 12(Standar Dokter)
13
Bab. 13 ( Terus Bertemu)
14
Bab. 14 ( Jodoh)
15
Bab. 15 ( Kemarahan Dirga)
16
Bab.16( Firasat)
17
Bab. 17 ( Amarah Dirga)
18
Bab. 18(Si Tiang Listrik)
19
Bab. 19 (Gadis pencuri)
20
Bab. 20( Gadis pencuri 2)
21
Bab.21(Melamar jadi pacar)
22
Bab. 22( Jarak aman)
23
Bab.23 (Brengsekk!)
24
Bab.24(Sok Cool)
25
Bab. 25( Pencuri mangsa)
26
Bab. 26(Tawaran menggiurkan)
27
Bab.27(Langkah Pertama)
28
Bab.28(Hello Daddy)
29
Bab.29(Suster Gadungan)
30
Bab. 30(Lama lama setres)
31
Bab.31( Bikin kaya)
32
Bab.32(Pancingan berhasil)
33
Bab.33(Sepuluh kali lipat)
34
Bab. 34(Kenapa marah)
35
Bab.35(Belum Ada Cinta)
36
Bab.36(Berstrategi)
37
Bab. 37(Tidak peduli)
38
Bab.38(Jangan bohong!)
39
Bab. 39(Malah nyalon)
40
Bab.40(Bikin Pangling)
41
Bab.41( Rencana tidak terduga)
42
Bab.42(Gak bisa diremehin)
43
Bab. 43(Boleh juga)
44
Bab. 44( Pecat saja)
45
Bab.45( Berikan kesempatan)
46
Bab.46(Udah enggak suka)
47
Bab.47(Berubah fikiran)
48
Bab.48( Oh!)
49
Bab.49(Bisa jadi apapun)
50
Bab.50 (Buat Dia Cemburu)
51
Bab.51(It's show time+Visual)
52
Bab.52(Pole Dance)
53
Bab.53(Nakal juga)
54
Bab.54(Maafkan aku)
55
Bab.55( Bisa bangkrut)
56
Bab.56(Nes!)
57
Bab.57(Jelas marah)
58
Bab.58(Kacau)
59
Bab.59(Merusak fikiran)
60
Bab. 60(Kenapa lagi dia)
61
Bab.61(Gara gara gue!)
62
Bab.62(Ekhem)
63
Bab.63(Cewe Sundel)
64
Bab.64(Tiang Listrik)
65
Bab.65( ngumpet)
66
Bab.66(Phobia)
67
Bab.67(Jangan Takut)
68
Bab.68(Belum di coba)
69
Bab.69(Flashback)
70
Bab.70(Makin malu)
71
Bab.71(Sama saja)
72
Bab.72(Makan angin)
73
Bab.73(Lancang!)
74
Bab.74(Gadis bar bar)
75
Bab.75(Ucapan saat mabuk)
76
Bab.76(Jadi murahan)
77
Bab.77(Resmi tapi tidak resmi)
78
Bab.78(Pura pura)
79
Bab.79(Katakan!)
80
Bab.80(Sebenarnya)
81
Bab.81(Kuntilanak)
82
Bab.82(Ingin dipilih)
83
Bab.83(Jangan marah)
84
Bab.84(Sama sama malu)
85
Bab.85(Sayang atau honey)
86
Bab.86(Aku serius)
87
Bab.87(Selalu gegabah)
88
Bab.88(Aku mau Satya)
89
Bab.89(Langsung sembuh)
90
Bab.90(Bukan sekedar nafsu)
91
Bab.91(Sepupu payah)
92
Bab.92(Banyak masalah)
93
Bab.93(Gimana Ce?)
94
Bab.94(Hanya menyuruh)
95
Bab.95(Gagal total)
96
Bab.96(Kedatangan Dirga)
97
Bab.97(Bisakah...)
98
Bab.98(Berantakan)
99
Bab.99(Semua akan beres)
100
Bab.100(Ceritakan semua)
101
Bab.101(Ceritakan semua2)
102
Bab.102(Cari tumbal lain)
103
Bab.103(Diusir)
104
Bab.104(Tinggalkan dia)
105
Bab.105(Ingin punya anak)
106
Bab.106(Janji. Tidak akan lama)
107
Bab. 107(Permulaan)
108
Bab.108(Dewan komisaris)
109
Bab.109(Gelisah)
110
Bab. 110(Sueee)
111
Bab.111(Tidakkah mengerti)
112
Bab.112(Baikan?)
113
Bab.113(Bisa keluar gak bisa masuk)
114
Bab.114(Bertukar bakteri)
115
Bab.115(Karena Enak)
116
Bab.116(Gak mau!)
117
Bab.117(Gak bisa kabur)
118
Bab.118(Biar saja!)
119
Bab.119(Gak bakal paham!)
120
Bab.120(Kita pulang!)
121
Bab.121(Gak bisa move on)
122
Bab.122(Gak jelas!)
123
Bab.123(Bukan pembuktian)
124
Bab.124(Canda diatas duka)
125
Bab.125(Tahan banting)
126
Bab.126(Bersiap siap)
127
Bab.127(Banyak masalah)
128
Bab.128(Peluang)
129
Bab. 129(Gak tinggal bareng)
130
Bab.130(Cecilia!)
131
Bab.131(Kenapa diminum lagi)
132
Bab.132(Tidak bisa lagi)
133
Bab.133(Aku nyesel)
134
Bab.134(Akan melebar)
135
Bab.135(Hadiah untuk Irene)
136
Bab.136(Rencana selanjutnya)
137
Bab.137(Apa aku jahat)
138
Bab.138(Meyakinkannya lagi)
139
Bab.139(Terus berusaha)
140
Bab.140(Terus berusaha2)
141
Bab.141(Mr Orlan)
142
Bab.142(Bukan ranah kalian)
143
Bab.143(Aku tidak khawatir)
144
Bab.144(Aku udah biasa)
145
Bab.145(I love you Dok!)
146
Bab.146(Kencan pertama)
147
Bab.147(Tunggu aku)
148
Bab.148(Janji gak marah)
149
Bab.149(Kencan atau rekreasi)
150
Bab.150(Semua berantakan)
151
Bab.151(Kau akan menyesal)
152
Bab.152(Bukan Dokter biasa)
153
Bab.153(Kau pematik)
154
Bab.154(Gawat!)
155
Bab.155(Zaman dulu)
156
Bab.156(Jauhi putraku)
157
Bab. 157(Enak aja!)
158
Bab.158(Shock)
159
Bab.159(Aku minta maaf)
160
Bab.160(Mampus!)
161
Bab.161(Hey kau!)
162
Bab. 162(Ibu)
163
Bab. 163(Anggap kerja kuliah nyata)
164
Bab.164(Suapin)
165
Bab.165(Salah pilih orang)
166
Bab.166(Asisten Dosen)
167
Bab. 167(Ketakutan)
168
Bab. 168(Marah sepanjang jalan)
169
Bab. 169(Aku Asisten Dosen)
170
Bab.170(Harusnya senang)
171
Bab.171(Harusnya senang2)
172
Bab.172(Semua orang peduli)
173
Bab.173(Harus persiapkan diri)
174
Bab.174(Hanya kamu)
175
Bab. 175( Sisi lain Irsan)
176
Bab.176(Ide bodoh)
177
Bab. 177(Apa yang bisa dibanggakan)
178
Bab.178(Kelam dan Suram)
179
Bab.179(Hanya kelilipan)
180
Bab.180(Sayang)
181
Bab.181(Jangan pernah pergi)
182
Bab. 182(Memperkeruh saja)
183
Bab. 183(Aku lebih baik)
184
Bab.184(Perubahan Ibu)
185
Bab.185(Gak jelas)
186
Bab.186(Carl!)
187
Bab. 187(Oke! + quis ngaco)
188
Bab.188(Gak tahu kalau gak dicoba)
189
Bab.189(Beruntung)
190
Bab.190(Yes ... Yes)
191
Bab.191(Nungguin?)
192
Bab.192(Kenapa harus Bohong)
193
Bab.193(Kalian ini)
194
Bab.194(Kolot Banget)
195
Bab.195(Semuanya)
196
Bab.196(Terungkap)
197
Bab.197Tidak Masalah)
198
Bab. 198(Kembalikan semua)
199
Bab.199( Tambah Masalah)
200
Bab.200(Tidak mau punya cucu)
201
Bab.201(Bikin melting)
202
Bab.202(Berdamai)
203
Bab.203(Nita!)
204
Bab. 204(Jangan larang gue!)
205
Bab.205(Khawatir)
206
Bab.206(Kau mau?)
207
Bab.207(Tiba tiba)
208
Bab.208(Membuat gaduh)
209
Bab.209(Bastian!)
210
Bab.210(Jangan pernah kembali!)
211
Bab.211(Beruntung)
212
Bab.212(Tobat itu susah)
213
Bab.213(Bukan anakku)
214
Bab.214(Bertemu tanpa sengaja)
215
Bab.215(Dongkol)
216
Bab.216(Mau)
217
Bab.217(Sudah Kabur)
218
Bab.218(Tetap jadi Dokter)
219
Bab.219(Tips dari ahli)
220
Bab.220(Dia? Kau gila)
221
Bab.221(Jangan membuatnya patah hati)
222
Bab. 222(Gue bisa sendiri)
223
Bab. 223(Kehilangan)
224
Bab. 224( Hubungi sekali lagi)
225
Bab.225 (Bali)
226
Bab.226( Menikah atau tidak)
227
Bab. 227(Apa harus dipaksa)
228
Bab.228(Bekerja sama)
229
Bab.229(Hari ini atau gak usah)
230
Bab.230(Hip hip hore)
231
Bab.231(Akhirnya)
232
Bab.232(Privat Party)
233
Bab.233(Belum perawatan)
234
Bab.234(Mas?)
235
Bab.235(Tunggu sebentar)
236
Bab.236(Ketemu Dokter)
237
Bab.237(Konyol)
238
Bab.238(Istriku)
239
Bab. 239(Ngaca 70 kali)
240
Bab.240(Aku belum selesai)
241
Bab. 241(Seratus kali)
242
Bab.242(Nyonya Mahendra)
243
Bab. 243(Belum sepuluh kali)
244
Bab.244(Tidak bersemangat)
245
Bab.245(Cara lain)
246
Bab.246(Alarm kebakaran)
247
Bab.247(Jangan dekati dia)
248
Bab.248(Ngangenin ya)
249
Bab.249(Salah terus)
250
Bab.250(Kalau gitu ...)
251
Bab.251(Si so paling kenal)
252
Bab.252(Masih banyak waktu)
253
Bab.253(Ramuan)
254
Bab.254(Ramuan 2)
255
Bab.255(Pembuka tutup botol)
256
Bab.256(Keributan)
257
Bab.257(Dua wanita)
258
Bab.258(Tristan: Astaga)
259
Bab.259(Tega sekali)
260
Bab.260(Bekal makan siang)
261
Bab.261(Jelaskan dengan benar)
262
Bab. 262(Hubungan yang rumit)
263
Bab.263( Pengungkit ulung)
264
Bab.264(Itu ngode namanya)
265
Bab.265(Sudah punya istri?)
266
Bab.266(Bicara yang benar)
267
Bab.267(Member ekslusif)
268
Bab.268(Biar makin pintar)
269
Bab.269(Bulan madu saja)
270
Bab.270(Istriku Cerewet)
271
Bab.271(Bukan Honey Moon)
272
Bab.272(Bukan dokter forensik)
273
Bab.273(Jangan main main)
274
Bab.274(Jangan main main2)
275
Bab.275(Tanpa gangguan)
276
Bab.276(Dasar kolot)
277
Bab.277(Impas)
278
Bab.278(Tidak berharap)
279
Bab.279(Sifat langka)
280
Bab.280(Deep talk to nature)
281
Bab.281(Kenangan)
282
Bab.282(Versi terbaik)
283
Bab.283(Tenang, semua aman)
284
Bab.284(Kok aku yang di hukum)
285
Bab.285(Jangan malu maluin)
286
Bab.286(Ucapan hangat Irsan)
287
Bab.287(Membandingkan)
288
Bab.288(Wisata masa lalu)
289
Bab.289(Masalah berlarut larut)
290
Bab.290(Ikat Rambut)
291
Bab.291(Pulang Nita!)
292
Bab.292(Lupa jadi Dokter)
293
Bab.293(Sudah ada sebelumnya)
294
Bab.294(Malu ya)
295
Bab.295(Mood berubah cepat)
296
Bab.296(Lima menit saja)
297
Bab.297(Gagal membujuk)
298
Bab.298(Yakin itu?)
299
Bab.299(Terima kasih istriku)
300
Just info(Novel Baru)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!