Bab. 15 ( Kemarahan Dirga)

Dirga menarik tangan Nita yang sudah setengah berbaring di atas ranjang dengan kasar, hingga gadis itu tersentak kaget. Cecilia menarik dan mendorong Dirga agar menjauhi sahabatnya.

"Lo gila!"

"Selalu lo belain temen lo itu! Dia gak ngehargain gue sebagai pacar lo dan orang yang tinggal sama lo di sini." sentak Dirga pada Cecilia.

"Ya tapi gak maen kasar juga!"

Nita melerai kedua pasangan tidak jelas itu agar tidak terus ribut gara gara dirinya, dia menarik lengan Cecilia "Udah Ce ... Gak usah ribut! Gue balik aja."

"Enggak Nit! Lo gak usah balik, gue yang ngajak lo kesini! Dan lo tidur aja di sofa, malem ini doang kok! Kasian kalau pulang, lo tahu jarak apartemennya jauh."

Dirga menepis tangan Cecilia, "Jangan banyak alesan, kalian gak aneh pulang malem bahkan dini hari! Udah biasanya juga kan! Jadi gak usah pada lebay!"

"Apaan sih! Lo yang lebay banget cuma gara gara gue nginep disini doang! Udah Ce gue balik aja." Nita menyambar tas miliknya dan keluar dari kamar, Cecilia menyusul dan mencegahnya, dia tidak ingin Nita pergi.

"Nit tunggu!"

Dirga menarik Cecilia agar tidak mengejarnya, walau pun Cecilia beberapa kali memberontak dengan mendorong tubuh Dirga beberapa kali.

"Dirg! Lepasin gue."

"Enggak! Lo tuh keras kepala banget! Lo lebih milih temen lo itu dibandingin gue? Kenapa ... Karena dia teman sepenanggungan sama lo? Senasib sama lo dan Sama sama pelacuurrr!"

Plak!

"Cukup Dirga! Lo gak mesti ngomong kayak gitu! Kalau lo gak suka, lo tinggal pergi!"

Dirga terperanjat dengan memegangi pipi yang baru saja ditampar Cecilia, tak lama dia mencengkram kedua pipi Cecilia, "Lo nampar gue cuma gara gara Nita?"

"Lepas! Sakit Dirga!"

"Sakit? Lo bilang sakit?" ujar Dirga dengan cengkramannya yang kian menguat, hingga rasanya perih saat ujung ujung kukunya menusuk kulit pipi.

Cecilia meronta, bahkan dia menendang tulang kering kakinya, namun justru membuat Dirga semakin marah. "Lo tahu gimana sakit nya gue yang gak pernah lo hargai. Hem?" Dia menghentak dan mendorong Cecilia hingga kepalanya membentur lemari di belakangnya. Tak berhenti di situ, dalam kemarahannya Dirga membenturkan kepalanya lagi dua kali, hingga Cecilia jatuh terduduk, pria jangkung itu menendang nya sekali.

"Lo emang brengsekk! Lo gak pernah mau dengerin gue!" ucapnya lagi.

Cecilia menangis dengan memegangi kepalanya, kenangan buruk masa lalu kembali berputar, kekerasan yang kerap dia alami semasa kecil, pria bertubuh besar yang tidak lain ayah tirinya berkali kali membenturkan kepalanya ke tembok di depan ibunya sendiri. Sang ibu hanya bisa menangis tanpa bisa menolongnya.

Cecilia merintih kesakitan, bukan hanya di kepala saja saat itu, namun menangis karena mengingat ibu yang melihatnya menderita namun tidak bisa melakukan apa apa. Dan sekarang, dia kembali mengalaminya lagi, kekerasan fisik yang di lakukan oleh Dirga.

"Dirga!"

"Gak usah belaga akting di depan gue! Air mata lo itu gak ada artinya buat gue."

"Dir---ga!!"

Dirga menariknya dengan kasar, dan membawanya masuk kedalam kamar. Menghempaskannya ke atas kasur dengan kasar.

"Lo emang pantes diperlakukan kasar! Gak cuma ayah tiri lo, tapi sama pria pria termasuk gue. Kenapa? Karena lo hanya seorang pelacurrr yang gak berharga sama sekali."

"Iya semua yang lo katakan emang bener! Tapi lo juga gak berhak ngatain gue, lo fikir lo orang yang suci? Lo sama saja Dirga! Lo juga nikmatin duit yang pelacurrr ini hasilkan bukan?"

Plak!

Dirga menampar wajah Cecilia dengan keras, hingga bekas telapak tangannya terlihat jelas di pipi putih Cecilia, dia juga mencekik lehernya hingga Cecilia hampir kehabisan oksigen.

"Dirga! Lo gi--gila!"

"Ya ... Sekalian lo gue matiin!!!" ujarnya melepas tangannya dari leher Cecilia.

Uhuk uhuk

Cecilia terbatuk batuk dengan memegangi lehernya yang sakit, dia bangkit dan mendorong tubuh Dirga, dia ingin lari dari sana sebelum Dirga semakin biadap. Namun jelas Dirga tidak akan mengijinkan Cecilia keluar, dia menghempaskan kembali tubuhnya ke atas ranjang.

"Lo fikir lo bisa kabur hah? Jangan harap Pelacurrr!" ujarnya dengan melemparkan lampu duduk ke arahnya dan mengenai kepalanya.

Brak!

***

Cecilia meringkuk memeluk kedua lulutnya di atas kasur, kamarnya sudah tidak karuan karena kemarahan Dirga yang tidak karuan. Kedua matanya bengkak karena terus menangis, dengan wajah lebam dan kepala yang sedikit berdarah.

Dirga membuka pintu kamar, membawa nampan berisi bubur dan juga segelas air. Menyimpannya di atas meja di dekat ranjang.

"Nih lo makan dulu! Gue udah beliin bubur."

Cecilia terdiam, Dirga memang selalu begitu. Setelah semalam mengamuk dan menyiksanya, juga merusak barang. Dia akan terlihat baik baik saja di pagi hari seolah tidak terjadi apa apa, jangan kan meminta maaf atas kekerasan yang dia lakukan, membahasnya saja tidak.

"Gue harus ke kampus! Ada kelas pagi. Mobil gue bawa! Lo gak usah ke kampus hari ini. Lo istirahat aja."

Cecilia sama sekali tidak menjawabnya, dia tetap terdiam tanpa sedikitpun ingin menatap Dirga. Sampai Dirga menghilang di balik pintu kamar dan keluar dari apartemen.

Bahu Cecilia bergetar lagi, menandakan dia kembali menangis diam diam, luka di tubuhnya memang sakit, namun hatinya lebih sakit lagi, bahkan lebih parah dari sekedar darah yang keluar dari kepalanya. Perlahan dia turun dari ranjang, mencari ponsel miliknya namun tidak menemukannya dimana mana.

Cecilia keluar dari kamar, matanya menyapu ruangan apartemen luas itu mencari tas dan ponselnya, namun lagi lagi tidak dia temukan.

"Sial ... si Dirga pasti bawa ponsel gue!"

Dia pun terduduk lemah di sofa, memegangi kepalanya yang sakit, dia tidak bisa terus diam di apartemen, dia harus menghubungi seseorang yang bisa membantunya.

Namun ponselnya juga tidak ada, dan dia tidak ingin keluar dengan penampilan yang buruk seperti saat ini.

Cecilia kembali masuk ke kamar, membuka lemari.

"Brengsekk ... Dia juga bawa semua uang gue! Dirgaaa!!" teriaknya dengan menggebrak pintu lemari dengan keras.

Dirga sudah keterlaluan, amarahnya yang kerap meluap itu semakin menjadi tidak terkontrol. Dia benar benar toxic, dan ini tidak bisa dia maafkan.

Dengan sisa tenaganya yang masih lemah, Cecilia berjalan ke arah pintu keluar, dia mengotak ngatik kunci otomatis di pintunya agar Dirga tidak bisa masuk lagi ke dalam apartemennya.

"Harusnya gue dengerin apa kata lo Nit! Sebelum gue bener bener mati di tangan Dirga hanya karena gue mikirin apa kata orang!" gumamnya setelah berhasil mengganti nomor pin yang digunakan sebagai akses masuk.

Setelah itu dia kembali ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, bersembunyi di dalam selimut tebal dan kembali menangis sendiri.

"Gue emang bodoh! Harusnya gue lakuin ini dari dulu!"

Terpopuler

Comments

epifania rendo

epifania rendo

kasian kan jauhi laki2 bagitu

2023-04-29

0

Manroy Manta

Manroy Manta

ya ampun cecil, thor tolongin cecil napa

2022-12-20

1

Sri Lestari

Sri Lestari

iya kau bodoh cecil dirga cuma manfaatin lo, kasar begitu masih dipiara

2022-12-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 (Pertengkaran)
2 Bab. 2 ( I'm a Sugar Baby)
3 Bab. 3 (Akhirnya lolos)
4 Bab. 4 (Kelas pijat)
5 Bab. 5 ( Benda custom)
6 Bab. 6 (Ear phone rusak)
7 Bab. 7(Pemilik Ponsel)
8 Bab. 8 (Bertukar Nomor)
9 Bab. 9 ( Kampus Vs Mall)
10 Bab. 10 ( Tante Irene)
11 Bab. 11( Otak Genius)
12 Bab. 12(Standar Dokter)
13 Bab. 13 ( Terus Bertemu)
14 Bab. 14 ( Jodoh)
15 Bab. 15 ( Kemarahan Dirga)
16 Bab.16( Firasat)
17 Bab. 17 ( Amarah Dirga)
18 Bab. 18(Si Tiang Listrik)
19 Bab. 19 (Gadis pencuri)
20 Bab. 20( Gadis pencuri 2)
21 Bab.21(Melamar jadi pacar)
22 Bab. 22( Jarak aman)
23 Bab.23 (Brengsekk!)
24 Bab.24(Sok Cool)
25 Bab. 25( Pencuri mangsa)
26 Bab. 26(Tawaran menggiurkan)
27 Bab.27(Langkah Pertama)
28 Bab.28(Hello Daddy)
29 Bab.29(Suster Gadungan)
30 Bab. 30(Lama lama setres)
31 Bab.31( Bikin kaya)
32 Bab.32(Pancingan berhasil)
33 Bab.33(Sepuluh kali lipat)
34 Bab. 34(Kenapa marah)
35 Bab.35(Belum Ada Cinta)
36 Bab.36(Berstrategi)
37 Bab. 37(Tidak peduli)
38 Bab.38(Jangan bohong!)
39 Bab. 39(Malah nyalon)
40 Bab.40(Bikin Pangling)
41 Bab.41( Rencana tidak terduga)
42 Bab.42(Gak bisa diremehin)
43 Bab. 43(Boleh juga)
44 Bab. 44( Pecat saja)
45 Bab.45( Berikan kesempatan)
46 Bab.46(Udah enggak suka)
47 Bab.47(Berubah fikiran)
48 Bab.48( Oh!)
49 Bab.49(Bisa jadi apapun)
50 Bab.50 (Buat Dia Cemburu)
51 Bab.51(It's show time+Visual)
52 Bab.52(Pole Dance)
53 Bab.53(Nakal juga)
54 Bab.54(Maafkan aku)
55 Bab.55( Bisa bangkrut)
56 Bab.56(Nes!)
57 Bab.57(Jelas marah)
58 Bab.58(Kacau)
59 Bab.59(Merusak fikiran)
60 Bab. 60(Kenapa lagi dia)
61 Bab.61(Gara gara gue!)
62 Bab.62(Ekhem)
63 Bab.63(Cewe Sundel)
64 Bab.64(Tiang Listrik)
65 Bab.65( ngumpet)
66 Bab.66(Phobia)
67 Bab.67(Jangan Takut)
68 Bab.68(Belum di coba)
69 Bab.69(Flashback)
70 Bab.70(Makin malu)
71 Bab.71(Sama saja)
72 Bab.72(Makan angin)
73 Bab.73(Lancang!)
74 Bab.74(Gadis bar bar)
75 Bab.75(Ucapan saat mabuk)
76 Bab.76(Jadi murahan)
77 Bab.77(Resmi tapi tidak resmi)
78 Bab.78(Pura pura)
79 Bab.79(Katakan!)
80 Bab.80(Sebenarnya)
81 Bab.81(Kuntilanak)
82 Bab.82(Ingin dipilih)
83 Bab.83(Jangan marah)
84 Bab.84(Sama sama malu)
85 Bab.85(Sayang atau honey)
86 Bab.86(Aku serius)
87 Bab.87(Selalu gegabah)
88 Bab.88(Aku mau Satya)
89 Bab.89(Langsung sembuh)
90 Bab.90(Bukan sekedar nafsu)
91 Bab.91(Sepupu payah)
92 Bab.92(Banyak masalah)
93 Bab.93(Gimana Ce?)
94 Bab.94(Hanya menyuruh)
95 Bab.95(Gagal total)
96 Bab.96(Kedatangan Dirga)
97 Bab.97(Bisakah...)
98 Bab.98(Berantakan)
99 Bab.99(Semua akan beres)
100 Bab.100(Ceritakan semua)
101 Bab.101(Ceritakan semua2)
102 Bab.102(Cari tumbal lain)
103 Bab.103(Diusir)
104 Bab.104(Tinggalkan dia)
105 Bab.105(Ingin punya anak)
106 Bab.106(Janji. Tidak akan lama)
107 Bab. 107(Permulaan)
108 Bab.108(Dewan komisaris)
109 Bab.109(Gelisah)
110 Bab. 110(Sueee)
111 Bab.111(Tidakkah mengerti)
112 Bab.112(Baikan?)
113 Bab.113(Bisa keluar gak bisa masuk)
114 Bab.114(Bertukar bakteri)
115 Bab.115(Karena Enak)
116 Bab.116(Gak mau!)
117 Bab.117(Gak bisa kabur)
118 Bab.118(Biar saja!)
119 Bab.119(Gak bakal paham!)
120 Bab.120(Kita pulang!)
121 Bab.121(Gak bisa move on)
122 Bab.122(Gak jelas!)
123 Bab.123(Bukan pembuktian)
124 Bab.124(Canda diatas duka)
125 Bab.125(Tahan banting)
126 Bab.126(Bersiap siap)
127 Bab.127(Banyak masalah)
128 Bab.128(Peluang)
129 Bab. 129(Gak tinggal bareng)
130 Bab.130(Cecilia!)
131 Bab.131(Kenapa diminum lagi)
132 Bab.132(Tidak bisa lagi)
133 Bab.133(Aku nyesel)
134 Bab.134(Akan melebar)
135 Bab.135(Hadiah untuk Irene)
136 Bab.136(Rencana selanjutnya)
137 Bab.137(Apa aku jahat)
138 Bab.138(Meyakinkannya lagi)
139 Bab.139(Terus berusaha)
140 Bab.140(Terus berusaha2)
141 Bab.141(Mr Orlan)
142 Bab.142(Bukan ranah kalian)
143 Bab.143(Aku tidak khawatir)
144 Bab.144(Aku udah biasa)
145 Bab.145(I love you Dok!)
146 Bab.146(Kencan pertama)
147 Bab.147(Tunggu aku)
148 Bab.148(Janji gak marah)
149 Bab.149(Kencan atau rekreasi)
150 Bab.150(Semua berantakan)
151 Bab.151(Kau akan menyesal)
152 Bab.152(Bukan Dokter biasa)
153 Bab.153(Kau pematik)
154 Bab.154(Gawat!)
155 Bab.155(Zaman dulu)
156 Bab.156(Jauhi putraku)
157 Bab. 157(Enak aja!)
158 Bab.158(Shock)
159 Bab.159(Aku minta maaf)
160 Bab.160(Mampus!)
161 Bab.161(Hey kau!)
162 Bab. 162(Ibu)
163 Bab. 163(Anggap kerja kuliah nyata)
164 Bab.164(Suapin)
165 Bab.165(Salah pilih orang)
166 Bab.166(Asisten Dosen)
167 Bab. 167(Ketakutan)
168 Bab. 168(Marah sepanjang jalan)
169 Bab. 169(Aku Asisten Dosen)
170 Bab.170(Harusnya senang)
171 Bab.171(Harusnya senang2)
172 Bab.172(Semua orang peduli)
173 Bab.173(Harus persiapkan diri)
174 Bab.174(Hanya kamu)
175 Bab. 175( Sisi lain Irsan)
176 Bab.176(Ide bodoh)
177 Bab. 177(Apa yang bisa dibanggakan)
178 Bab.178(Kelam dan Suram)
179 Bab.179(Hanya kelilipan)
180 Bab.180(Sayang)
181 Bab.181(Jangan pernah pergi)
182 Bab. 182(Memperkeruh saja)
183 Bab. 183(Aku lebih baik)
184 Bab.184(Perubahan Ibu)
185 Bab.185(Gak jelas)
186 Bab.186(Carl!)
187 Bab. 187(Oke! + quis ngaco)
188 Bab.188(Gak tahu kalau gak dicoba)
189 Bab.189(Beruntung)
190 Bab.190(Yes ... Yes)
191 Bab.191(Nungguin?)
192 Bab.192(Kenapa harus Bohong)
193 Bab.193(Kalian ini)
194 Bab.194(Kolot Banget)
195 Bab.195(Semuanya)
196 Bab.196(Terungkap)
197 Bab.197Tidak Masalah)
198 Bab. 198(Kembalikan semua)
199 Bab.199( Tambah Masalah)
200 Bab.200(Tidak mau punya cucu)
201 Bab.201(Bikin melting)
202 Bab.202(Berdamai)
203 Bab.203(Nita!)
204 Bab. 204(Jangan larang gue!)
205 Bab.205(Khawatir)
206 Bab.206(Kau mau?)
207 Bab.207(Tiba tiba)
208 Bab.208(Membuat gaduh)
209 Bab.209(Bastian!)
210 Bab.210(Jangan pernah kembali!)
211 Bab.211(Beruntung)
212 Bab.212(Tobat itu susah)
213 Bab.213(Bukan anakku)
214 Bab.214(Bertemu tanpa sengaja)
215 Bab.215(Dongkol)
216 Bab.216(Mau)
217 Bab.217(Sudah Kabur)
218 Bab.218(Tetap jadi Dokter)
219 Bab.219(Tips dari ahli)
220 Bab.220(Dia? Kau gila)
221 Bab.221(Jangan membuatnya patah hati)
222 Bab. 222(Gue bisa sendiri)
223 Bab. 223(Kehilangan)
224 Bab. 224( Hubungi sekali lagi)
225 Bab.225 (Bali)
226 Bab.226( Menikah atau tidak)
227 Bab. 227(Apa harus dipaksa)
228 Bab.228(Bekerja sama)
229 Bab.229(Hari ini atau gak usah)
230 Bab.230(Hip hip hore)
231 Bab.231(Akhirnya)
232 Bab.232(Privat Party)
233 Bab.233(Belum perawatan)
234 Bab.234(Mas?)
235 Bab.235(Tunggu sebentar)
236 Bab.236(Ketemu Dokter)
237 Bab.237(Konyol)
238 Bab.238(Istriku)
239 Bab. 239(Ngaca 70 kali)
240 Bab.240(Aku belum selesai)
241 Bab. 241(Seratus kali)
242 Bab.242(Nyonya Mahendra)
243 Bab. 243(Belum sepuluh kali)
244 Bab.244(Tidak bersemangat)
245 Bab.245(Cara lain)
246 Bab.246(Alarm kebakaran)
247 Bab.247(Jangan dekati dia)
248 Bab.248(Ngangenin ya)
249 Bab.249(Salah terus)
250 Bab.250(Kalau gitu ...)
251 Bab.251(Si so paling kenal)
252 Bab.252(Masih banyak waktu)
253 Bab.253(Ramuan)
254 Bab.254(Ramuan 2)
255 Bab.255(Pembuka tutup botol)
256 Bab.256(Keributan)
257 Bab.257(Dua wanita)
258 Bab.258(Tristan: Astaga)
259 Bab.259(Tega sekali)
260 Bab.260(Bekal makan siang)
261 Bab.261(Jelaskan dengan benar)
262 Bab. 262(Hubungan yang rumit)
263 Bab.263( Pengungkit ulung)
264 Bab.264(Itu ngode namanya)
265 Bab.265(Sudah punya istri?)
266 Bab.266(Bicara yang benar)
267 Bab.267(Member ekslusif)
268 Bab.268(Biar makin pintar)
269 Bab.269(Bulan madu saja)
270 Bab.270(Istriku Cerewet)
271 Bab.271(Bukan Honey Moon)
272 Bab.272(Bukan dokter forensik)
273 Bab.273(Jangan main main)
274 Bab.274(Jangan main main2)
275 Bab.275(Tanpa gangguan)
276 Bab.276(Dasar kolot)
277 Bab.277(Impas)
278 Bab.278(Tidak berharap)
279 Bab.279(Sifat langka)
280 Bab.280(Deep talk to nature)
281 Bab.281(Kenangan)
282 Bab.282(Versi terbaik)
283 Bab.283(Tenang, semua aman)
284 Bab.284(Kok aku yang di hukum)
285 Bab.285(Jangan malu maluin)
286 Bab.286(Ucapan hangat Irsan)
287 Bab.287(Membandingkan)
288 Bab.288(Wisata masa lalu)
289 Bab.289(Masalah berlarut larut)
290 Bab.290(Ikat Rambut)
291 Bab.291(Pulang Nita!)
292 Bab.292(Lupa jadi Dokter)
293 Bab.293(Sudah ada sebelumnya)
294 Bab.294(Malu ya)
295 Bab.295(Mood berubah cepat)
296 Bab.296(Lima menit saja)
297 Bab.297(Gagal membujuk)
298 Bab.298(Yakin itu?)
299 Bab.299(Terima kasih istriku)
300 Just info(Novel Baru)
Episodes

Updated 300 Episodes

1
Bab. 1 (Pertengkaran)
2
Bab. 2 ( I'm a Sugar Baby)
3
Bab. 3 (Akhirnya lolos)
4
Bab. 4 (Kelas pijat)
5
Bab. 5 ( Benda custom)
6
Bab. 6 (Ear phone rusak)
7
Bab. 7(Pemilik Ponsel)
8
Bab. 8 (Bertukar Nomor)
9
Bab. 9 ( Kampus Vs Mall)
10
Bab. 10 ( Tante Irene)
11
Bab. 11( Otak Genius)
12
Bab. 12(Standar Dokter)
13
Bab. 13 ( Terus Bertemu)
14
Bab. 14 ( Jodoh)
15
Bab. 15 ( Kemarahan Dirga)
16
Bab.16( Firasat)
17
Bab. 17 ( Amarah Dirga)
18
Bab. 18(Si Tiang Listrik)
19
Bab. 19 (Gadis pencuri)
20
Bab. 20( Gadis pencuri 2)
21
Bab.21(Melamar jadi pacar)
22
Bab. 22( Jarak aman)
23
Bab.23 (Brengsekk!)
24
Bab.24(Sok Cool)
25
Bab. 25( Pencuri mangsa)
26
Bab. 26(Tawaran menggiurkan)
27
Bab.27(Langkah Pertama)
28
Bab.28(Hello Daddy)
29
Bab.29(Suster Gadungan)
30
Bab. 30(Lama lama setres)
31
Bab.31( Bikin kaya)
32
Bab.32(Pancingan berhasil)
33
Bab.33(Sepuluh kali lipat)
34
Bab. 34(Kenapa marah)
35
Bab.35(Belum Ada Cinta)
36
Bab.36(Berstrategi)
37
Bab. 37(Tidak peduli)
38
Bab.38(Jangan bohong!)
39
Bab. 39(Malah nyalon)
40
Bab.40(Bikin Pangling)
41
Bab.41( Rencana tidak terduga)
42
Bab.42(Gak bisa diremehin)
43
Bab. 43(Boleh juga)
44
Bab. 44( Pecat saja)
45
Bab.45( Berikan kesempatan)
46
Bab.46(Udah enggak suka)
47
Bab.47(Berubah fikiran)
48
Bab.48( Oh!)
49
Bab.49(Bisa jadi apapun)
50
Bab.50 (Buat Dia Cemburu)
51
Bab.51(It's show time+Visual)
52
Bab.52(Pole Dance)
53
Bab.53(Nakal juga)
54
Bab.54(Maafkan aku)
55
Bab.55( Bisa bangkrut)
56
Bab.56(Nes!)
57
Bab.57(Jelas marah)
58
Bab.58(Kacau)
59
Bab.59(Merusak fikiran)
60
Bab. 60(Kenapa lagi dia)
61
Bab.61(Gara gara gue!)
62
Bab.62(Ekhem)
63
Bab.63(Cewe Sundel)
64
Bab.64(Tiang Listrik)
65
Bab.65( ngumpet)
66
Bab.66(Phobia)
67
Bab.67(Jangan Takut)
68
Bab.68(Belum di coba)
69
Bab.69(Flashback)
70
Bab.70(Makin malu)
71
Bab.71(Sama saja)
72
Bab.72(Makan angin)
73
Bab.73(Lancang!)
74
Bab.74(Gadis bar bar)
75
Bab.75(Ucapan saat mabuk)
76
Bab.76(Jadi murahan)
77
Bab.77(Resmi tapi tidak resmi)
78
Bab.78(Pura pura)
79
Bab.79(Katakan!)
80
Bab.80(Sebenarnya)
81
Bab.81(Kuntilanak)
82
Bab.82(Ingin dipilih)
83
Bab.83(Jangan marah)
84
Bab.84(Sama sama malu)
85
Bab.85(Sayang atau honey)
86
Bab.86(Aku serius)
87
Bab.87(Selalu gegabah)
88
Bab.88(Aku mau Satya)
89
Bab.89(Langsung sembuh)
90
Bab.90(Bukan sekedar nafsu)
91
Bab.91(Sepupu payah)
92
Bab.92(Banyak masalah)
93
Bab.93(Gimana Ce?)
94
Bab.94(Hanya menyuruh)
95
Bab.95(Gagal total)
96
Bab.96(Kedatangan Dirga)
97
Bab.97(Bisakah...)
98
Bab.98(Berantakan)
99
Bab.99(Semua akan beres)
100
Bab.100(Ceritakan semua)
101
Bab.101(Ceritakan semua2)
102
Bab.102(Cari tumbal lain)
103
Bab.103(Diusir)
104
Bab.104(Tinggalkan dia)
105
Bab.105(Ingin punya anak)
106
Bab.106(Janji. Tidak akan lama)
107
Bab. 107(Permulaan)
108
Bab.108(Dewan komisaris)
109
Bab.109(Gelisah)
110
Bab. 110(Sueee)
111
Bab.111(Tidakkah mengerti)
112
Bab.112(Baikan?)
113
Bab.113(Bisa keluar gak bisa masuk)
114
Bab.114(Bertukar bakteri)
115
Bab.115(Karena Enak)
116
Bab.116(Gak mau!)
117
Bab.117(Gak bisa kabur)
118
Bab.118(Biar saja!)
119
Bab.119(Gak bakal paham!)
120
Bab.120(Kita pulang!)
121
Bab.121(Gak bisa move on)
122
Bab.122(Gak jelas!)
123
Bab.123(Bukan pembuktian)
124
Bab.124(Canda diatas duka)
125
Bab.125(Tahan banting)
126
Bab.126(Bersiap siap)
127
Bab.127(Banyak masalah)
128
Bab.128(Peluang)
129
Bab. 129(Gak tinggal bareng)
130
Bab.130(Cecilia!)
131
Bab.131(Kenapa diminum lagi)
132
Bab.132(Tidak bisa lagi)
133
Bab.133(Aku nyesel)
134
Bab.134(Akan melebar)
135
Bab.135(Hadiah untuk Irene)
136
Bab.136(Rencana selanjutnya)
137
Bab.137(Apa aku jahat)
138
Bab.138(Meyakinkannya lagi)
139
Bab.139(Terus berusaha)
140
Bab.140(Terus berusaha2)
141
Bab.141(Mr Orlan)
142
Bab.142(Bukan ranah kalian)
143
Bab.143(Aku tidak khawatir)
144
Bab.144(Aku udah biasa)
145
Bab.145(I love you Dok!)
146
Bab.146(Kencan pertama)
147
Bab.147(Tunggu aku)
148
Bab.148(Janji gak marah)
149
Bab.149(Kencan atau rekreasi)
150
Bab.150(Semua berantakan)
151
Bab.151(Kau akan menyesal)
152
Bab.152(Bukan Dokter biasa)
153
Bab.153(Kau pematik)
154
Bab.154(Gawat!)
155
Bab.155(Zaman dulu)
156
Bab.156(Jauhi putraku)
157
Bab. 157(Enak aja!)
158
Bab.158(Shock)
159
Bab.159(Aku minta maaf)
160
Bab.160(Mampus!)
161
Bab.161(Hey kau!)
162
Bab. 162(Ibu)
163
Bab. 163(Anggap kerja kuliah nyata)
164
Bab.164(Suapin)
165
Bab.165(Salah pilih orang)
166
Bab.166(Asisten Dosen)
167
Bab. 167(Ketakutan)
168
Bab. 168(Marah sepanjang jalan)
169
Bab. 169(Aku Asisten Dosen)
170
Bab.170(Harusnya senang)
171
Bab.171(Harusnya senang2)
172
Bab.172(Semua orang peduli)
173
Bab.173(Harus persiapkan diri)
174
Bab.174(Hanya kamu)
175
Bab. 175( Sisi lain Irsan)
176
Bab.176(Ide bodoh)
177
Bab. 177(Apa yang bisa dibanggakan)
178
Bab.178(Kelam dan Suram)
179
Bab.179(Hanya kelilipan)
180
Bab.180(Sayang)
181
Bab.181(Jangan pernah pergi)
182
Bab. 182(Memperkeruh saja)
183
Bab. 183(Aku lebih baik)
184
Bab.184(Perubahan Ibu)
185
Bab.185(Gak jelas)
186
Bab.186(Carl!)
187
Bab. 187(Oke! + quis ngaco)
188
Bab.188(Gak tahu kalau gak dicoba)
189
Bab.189(Beruntung)
190
Bab.190(Yes ... Yes)
191
Bab.191(Nungguin?)
192
Bab.192(Kenapa harus Bohong)
193
Bab.193(Kalian ini)
194
Bab.194(Kolot Banget)
195
Bab.195(Semuanya)
196
Bab.196(Terungkap)
197
Bab.197Tidak Masalah)
198
Bab. 198(Kembalikan semua)
199
Bab.199( Tambah Masalah)
200
Bab.200(Tidak mau punya cucu)
201
Bab.201(Bikin melting)
202
Bab.202(Berdamai)
203
Bab.203(Nita!)
204
Bab. 204(Jangan larang gue!)
205
Bab.205(Khawatir)
206
Bab.206(Kau mau?)
207
Bab.207(Tiba tiba)
208
Bab.208(Membuat gaduh)
209
Bab.209(Bastian!)
210
Bab.210(Jangan pernah kembali!)
211
Bab.211(Beruntung)
212
Bab.212(Tobat itu susah)
213
Bab.213(Bukan anakku)
214
Bab.214(Bertemu tanpa sengaja)
215
Bab.215(Dongkol)
216
Bab.216(Mau)
217
Bab.217(Sudah Kabur)
218
Bab.218(Tetap jadi Dokter)
219
Bab.219(Tips dari ahli)
220
Bab.220(Dia? Kau gila)
221
Bab.221(Jangan membuatnya patah hati)
222
Bab. 222(Gue bisa sendiri)
223
Bab. 223(Kehilangan)
224
Bab. 224( Hubungi sekali lagi)
225
Bab.225 (Bali)
226
Bab.226( Menikah atau tidak)
227
Bab. 227(Apa harus dipaksa)
228
Bab.228(Bekerja sama)
229
Bab.229(Hari ini atau gak usah)
230
Bab.230(Hip hip hore)
231
Bab.231(Akhirnya)
232
Bab.232(Privat Party)
233
Bab.233(Belum perawatan)
234
Bab.234(Mas?)
235
Bab.235(Tunggu sebentar)
236
Bab.236(Ketemu Dokter)
237
Bab.237(Konyol)
238
Bab.238(Istriku)
239
Bab. 239(Ngaca 70 kali)
240
Bab.240(Aku belum selesai)
241
Bab. 241(Seratus kali)
242
Bab.242(Nyonya Mahendra)
243
Bab. 243(Belum sepuluh kali)
244
Bab.244(Tidak bersemangat)
245
Bab.245(Cara lain)
246
Bab.246(Alarm kebakaran)
247
Bab.247(Jangan dekati dia)
248
Bab.248(Ngangenin ya)
249
Bab.249(Salah terus)
250
Bab.250(Kalau gitu ...)
251
Bab.251(Si so paling kenal)
252
Bab.252(Masih banyak waktu)
253
Bab.253(Ramuan)
254
Bab.254(Ramuan 2)
255
Bab.255(Pembuka tutup botol)
256
Bab.256(Keributan)
257
Bab.257(Dua wanita)
258
Bab.258(Tristan: Astaga)
259
Bab.259(Tega sekali)
260
Bab.260(Bekal makan siang)
261
Bab.261(Jelaskan dengan benar)
262
Bab. 262(Hubungan yang rumit)
263
Bab.263( Pengungkit ulung)
264
Bab.264(Itu ngode namanya)
265
Bab.265(Sudah punya istri?)
266
Bab.266(Bicara yang benar)
267
Bab.267(Member ekslusif)
268
Bab.268(Biar makin pintar)
269
Bab.269(Bulan madu saja)
270
Bab.270(Istriku Cerewet)
271
Bab.271(Bukan Honey Moon)
272
Bab.272(Bukan dokter forensik)
273
Bab.273(Jangan main main)
274
Bab.274(Jangan main main2)
275
Bab.275(Tanpa gangguan)
276
Bab.276(Dasar kolot)
277
Bab.277(Impas)
278
Bab.278(Tidak berharap)
279
Bab.279(Sifat langka)
280
Bab.280(Deep talk to nature)
281
Bab.281(Kenangan)
282
Bab.282(Versi terbaik)
283
Bab.283(Tenang, semua aman)
284
Bab.284(Kok aku yang di hukum)
285
Bab.285(Jangan malu maluin)
286
Bab.286(Ucapan hangat Irsan)
287
Bab.287(Membandingkan)
288
Bab.288(Wisata masa lalu)
289
Bab.289(Masalah berlarut larut)
290
Bab.290(Ikat Rambut)
291
Bab.291(Pulang Nita!)
292
Bab.292(Lupa jadi Dokter)
293
Bab.293(Sudah ada sebelumnya)
294
Bab.294(Malu ya)
295
Bab.295(Mood berubah cepat)
296
Bab.296(Lima menit saja)
297
Bab.297(Gagal membujuk)
298
Bab.298(Yakin itu?)
299
Bab.299(Terima kasih istriku)
300
Just info(Novel Baru)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!