Episode 20: Sebuah Rahasia

Hari segera berlalu begitu saja dalam sekejap.

Sejak Allen mengatakan keinginannya menikah dengan Cynthia itu, dia belum lagi kembali ke dalam rumah Keluarga Chastielo.

Namun Stella dengar, dia tetap ke kantor.

Stella tidak tahu apa yang akan direncanakan Allen dan Cynthia berikutnya untuk mendapatkan Restu Keluarga, namun entah kenapa Stella juga memiliki perasaan tidak enak soal ini.

Entah ini, karena dirinya mungkin saja masih memiliki beberapa perasaan pada Allen, atau yang lainnya.

Dan lagi, sejak percakapannya dengan Felix malam itu, Felix menjadi tidak memperlakukan dirinya dengan begitu dingin dan kejam, dan mulai bersikap lebih baik.

Ya, setidaknya Stella benar-benar sangat berharap hubungan mereka menjadi lebih baik.

Sore itu, Stella yang mengagur itu tiba-tiba memiliki beberapa ide.

Dirinya dengar, kalau Felix akan pulang lebih awal?

Bagaimana jika dirinya mencoba menyenangkan suaminya itu?

Bagaimana kalau untuk makan malam nanti dirinya memasak untuk seluruh Keluarga?

Ini terdengar seperti sebuah ide yang bagus.

Telah memikirkan ide itu, Stella segera pergi ke Dapur dan menyuruh beberapa Pelayan untuk membeli beberapa bahan yang ingin dirinya masak untuk nanti.

Setelah beberapa saat menunggu, para seharian sudah membeli persiapan memasak untuk Stella.

Jelas Stella langsung menyumbang untuk masak hidangan yang ingin dia buat itu.

Itu jelas hidangan berbasis Ayam.

"Nyonya Stella, apakah anda memerlukan bantuan kami?" Tanya salah satu pelayan disitu.

"Mungkin aku membutuhkan seseorang untuk membantu menyiapkan sayuran,"

"Baik, Nyonya saya akan membantu,"

Stella kemudian mulai memasak disana ditemani seorang Pelayan.

Stella yang terlihat ahli memasak itu tentu saja tidak membuat pelayan di rumah itu heran.

Karena, Nona Stella cukup sering untuk memasak di rumah ini, khususnya untuk Tuan Muda Allen mereka.

Ini benar-benar hal yang ironi karena sekarang Nona ini malah entah bagaimana Menikah dengan Ayah dari Tuan Muda Allen.

Berbicara soal Allen, Pelayan segera ingat sesuatu, kemudian menatap kearah makanan yang Stella buat yang sepertinya adalah olahan Ayam, sesuai dengan selera Tuan Felix.

Namun itu adalah hal yang tidak bisa Tuan Muda Allen Makan.

"Emm, Nyonya Stella, anda hanya memasak hidangan Ayam?"

"Ya? Kenapa dengan itu? Ibu dan Ayah lihat baik-baik saja dengan hidangan ini, dan ini adalah masakan kesukaan Suamiku Felix,"

Pelayan itu sedikit ragu, lalu segera berkata,

"Namun bagaimana jika Tuan Muda Allen pulang untuk makan malam? Jika semua hidangan hanya ada ini, Tuan Muda Allen tidak bisa makan,"

Stella juga baru ingat ini, namun toh Allen itu mungkin saja tidak pulang.

"Allen? Ya, dia belum tentu pulang juga,"

"Namun kami selalu menyediakan beberapa hidangan khusus untuk Tuan Muda Allen, karena barangkali dia pulang, walaupun nanti dia tidak pulang, ini hanya untuk berjaga-jaga,"

Stella terdiam sebentar, memang sepertinya pelayan di rumah ini cukup tanggap, sampe-sampe menyediakan makan malam untuk seseorang yang entah pulang atau tidak.

Allen itu benar sangat membuang-buang sumber daya karena tidak pulang.

"Tidak perlu untuk menyiapkan sesuatu untuk dia. Aku yakin dia juga tidak pulang malam ini,"

"Namun bagaimana jika Tuan Muda Allen pulang?"

"Aku yang akan tanggung jawab, jadi kalian tidak akan dimarahi,"

Karena masalah soal ini sudah selesai, Stella jelas melanjutkan acara memasaknya.

Hingga hari sudah mulai malam, Stella lalu kembali ke Kamar karena sudah selesai memasak, tinggal nanti menghangatkan kembali beberapa hidangan itu, sampai Felix tiba di rumah.

Ketika Stella berada di kamar Felix, dirinya lalu melihat ada beberapa berkas dan tumpukan dokumen yang ada di meja samping kamar.

Dan dirinya juga melihat jika kamar ini menjadi cukup berantakan.

Dirinya juga belum mengeluarkan beberapa barang yang ada di kopernya.

Melihat kearah jam, sepertinya masih ada waktu sebelum Felix pulang, Stella berpikir untuk merapikan kamar itu sejenak.

"Tidak apa-apa, pasti Felix juga akan senang melihat kamar ini menjadi rapi,"

Dan dimulailah acara beres-beres Stella itu.

Stella mulai membuka beberapa laci meja dan lemari di Ruangan itu, untuk merapikannya dan meletakan barang-barangnya.

Awalnya, tidak ada yang aneh dalam ruangan itu, sampai kemudian, ketika Stella membuka salah satu Laci di Almari Kamar itu, dirinya menemukan sesuatu yang membuatnya penasaran.

Disana ada beberapa surat yang sepertinya berasal dari laboratorium.

Jumlahnya cukup banyak.

Memikirkan hal ini, tiba-tiba perasaan Stella menjadi tidak nyaman.

Jangan bilang, ini surat pemeriksaan Felix?

Apakah Felix ternyata memiliki penyakit serius atau sesuatu yang dirinya rahasiakan dari keluarganya?

Astaga...

Melihat betapa pendiam nya Felix itu, yang sepertinya tidak ingin membuat orang lain merasa cemas, last dia akan menyembunyikan fakta seandainya dia sakit keras.

"Astaga.... Ini tidak bisa...."

Stella panik sendiri lalu dengan takut-takut mengambil salah satu amplop yang ada di sana.

Stella menatap ampop itu dengan ekpersi cemas, takut soal apa yang ada di dalamnya.

Namun setelah beberapa saat menenangkan pikiran nya, Stella hidungnya memiliki keberanian untuk membuka salah satu amplop itu.

Stella lalu membaca isi dari Amplop itu.

Sungguh, isinya adalah hal yang tidak akan pernah dirinya kira sebelumnya.

Stella dinas merasa sangat kaget ketika membukanya.

Lalu, dia juga mengabil salah satu surat lainnya disana, yang ternyata juga berisi hal yang sama, namun dari laboratorium yang berbeda.

Melihat kembali kedalam laci, memang ada begitu banyak surat yang sepertinya berisi hasil yang sama, seperti orang yang mengetesnya gak percaya dengan surat yang diterimanya jadi dia mengetes nya berkali-kali.

Namun hasil yang didapatkan tetap sama.

Stella hampir saja terjatuh setelah memikirkan semua kemungkinan ini.

"Ini... Ini tidak mungkin...."

Ketika Stella masih fokus pada surat yang ada di tangannya dia tidak sadar jika seseorang memasuki kamar itu.

Felix awalnya masuk ke kamar itu dengan ekpersi biasa-biasa saja.

Namun ketika melihat Stella malah melihat barang-barangnya itu tanpa ijin, tiba-tiba saja Felix menjadi begitu marah.

Felix jelas tahu tentang isi dari laki-laki yang saat ini Stella buka.

Sial!!

Dirinya menjadi cukup ceroboh karena Stella tinggal dalam ruangan ini, dan dirinya belum mengunci semua laci barang dikamarnya.

Felix dengan marah mendatangi Stella, lalu merebut surat di tangan Stella itu, kemudian dia mendorong Stella sampai jatuh.

"Kamu!! Apa yang kamu lakukan? Siapa yang nyuruh mau untuk menyentuh barang-barang milik ku?"

Felix juga melihat ekpersi wajah milik Stella.

Sepertinya Stella sudah membuka dan membaca isi dari Amplop itu.

Sial....

Dari semua orang kenapa Stella harus menemukan hal-hal itu...

Stella yang gemetar ditahan dan tiba-tiba dimarahi itu sis tidak tahu harus merespon seperti apa.

"Paman Felix... Berdasarkan surat hasil Tes DNA itu, Allen bukan Putra Kandung Paman?"

Mendengar kata-kata terkutuk itu di ucapakan, emosi Felix menjadi semakin memuncak.

Dia segera menarik Stella, menarik tangannya dengan erat, dan memojokkannya di tempat tidur.

"Jaga bicaramu!! Allen adalah Putra Kandungku!!"

"Tapi Hasil Surat itu!!"

"Aku bilang Allen adalah Putraku!! Apa kamu tidak mengerti hah? aku sudah cukup sabar menghadapi mu selama ini namun kamu begitu keterlaluan dan memeriksa barang-barang ku!!"

Felix yang marah itu lalu mulai menceram tangan Stella, membuta Stella kesakitan.

Stella tidak pernah melihat Paman Felix semarah ini sebelumnya....

Ini...

Hal-hal soal Allen...

"Paman aku... Aku benar-benar tidak sengaja melihatnya...."

"Kamu benar-benar lancang sekali!!"

Stella yang di tatap dengan tatapan kemarahan itu jelas menjadi takut.

"Aku... Aku minta maaf..." Kata Stella lagi sambil gemetaran, ya juga menahan rasa sakit di pergelangan tangannya yang di genggam itu.

"Sial!! Kamu!! Jika apa yang kamu lihat ini sampai bocor keluar, atau yang lebih parah sampai ini terdengar ke telinga Allen!! Kamu tidak akan aku maafkan!! Aku akan langsung menceraikanmu!!"

"Paman... Aku... Aku... Aku tidak akan mengatakannya.... Tapi Allen... Apakah benar Allen bukan Putra Kandung Paman?"

Dan sekali lagi, Felix berkata dengan tegas,

"Allen adalah Putra Kandungku, dia adalah Putraku satu-satunya dengan wanita yang paling aku cintai!! Dan kamu Lupakan apa yang kamu lihat hari ini!! Allen adalah Putraku, hanya ini informasi yang tidak akan pernah berubah,"

Stella benar-benar tidak tahu harus merespon seperti apa ketika mendengar hal hal itu.

Namun semua ini terlihat sangat rumit ketika Stella memikirkan...

Terpopuler

Comments

Hotlin Situmorang

Hotlin Situmorang

sedih ...
felix selama ini merahasiakan

2024-07-24

0

Risa Risa

Risa Risa

wah sadis jg tu felix ..pke ancam2 cere

2022-10-27

1

Jannah

Jannah

ceritanya terlalu banyak bertele tele

2022-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!