Hari segera berlalu begitu saja dalam sekejap.
Sejak Allen mengatakan keinginannya menikah dengan Cynthia itu, dia belum lagi kembali ke dalam rumah Keluarga Chastielo.
Namun Stella dengar, dia tetap ke kantor.
Stella tidak tahu apa yang akan direncanakan Allen dan Cynthia berikutnya untuk mendapatkan Restu Keluarga, namun entah kenapa Stella juga memiliki perasaan tidak enak soal ini.
Entah ini, karena dirinya mungkin saja masih memiliki beberapa perasaan pada Allen, atau yang lainnya.
Dan lagi, sejak percakapannya dengan Felix malam itu, Felix menjadi tidak memperlakukan dirinya dengan begitu dingin dan kejam, dan mulai bersikap lebih baik.
Ya, setidaknya Stella benar-benar sangat berharap hubungan mereka menjadi lebih baik.
Sore itu, Stella yang mengagur itu tiba-tiba memiliki beberapa ide.
Dirinya dengar, kalau Felix akan pulang lebih awal?
Bagaimana jika dirinya mencoba menyenangkan suaminya itu?
Bagaimana kalau untuk makan malam nanti dirinya memasak untuk seluruh Keluarga?
Ini terdengar seperti sebuah ide yang bagus.
Telah memikirkan ide itu, Stella segera pergi ke Dapur dan menyuruh beberapa Pelayan untuk membeli beberapa bahan yang ingin dirinya masak untuk nanti.
Setelah beberapa saat menunggu, para seharian sudah membeli persiapan memasak untuk Stella.
Jelas Stella langsung menyumbang untuk masak hidangan yang ingin dia buat itu.
Itu jelas hidangan berbasis Ayam.
"Nyonya Stella, apakah anda memerlukan bantuan kami?" Tanya salah satu pelayan disitu.
"Mungkin aku membutuhkan seseorang untuk membantu menyiapkan sayuran,"
"Baik, Nyonya saya akan membantu,"
Stella kemudian mulai memasak disana ditemani seorang Pelayan.
Stella yang terlihat ahli memasak itu tentu saja tidak membuat pelayan di rumah itu heran.
Karena, Nona Stella cukup sering untuk memasak di rumah ini, khususnya untuk Tuan Muda Allen mereka.
Ini benar-benar hal yang ironi karena sekarang Nona ini malah entah bagaimana Menikah dengan Ayah dari Tuan Muda Allen.
Berbicara soal Allen, Pelayan segera ingat sesuatu, kemudian menatap kearah makanan yang Stella buat yang sepertinya adalah olahan Ayam, sesuai dengan selera Tuan Felix.
Namun itu adalah hal yang tidak bisa Tuan Muda Allen Makan.
"Emm, Nyonya Stella, anda hanya memasak hidangan Ayam?"
"Ya? Kenapa dengan itu? Ibu dan Ayah lihat baik-baik saja dengan hidangan ini, dan ini adalah masakan kesukaan Suamiku Felix,"
Pelayan itu sedikit ragu, lalu segera berkata,
"Namun bagaimana jika Tuan Muda Allen pulang untuk makan malam? Jika semua hidangan hanya ada ini, Tuan Muda Allen tidak bisa makan,"
Stella juga baru ingat ini, namun toh Allen itu mungkin saja tidak pulang.
"Allen? Ya, dia belum tentu pulang juga,"
"Namun kami selalu menyediakan beberapa hidangan khusus untuk Tuan Muda Allen, karena barangkali dia pulang, walaupun nanti dia tidak pulang, ini hanya untuk berjaga-jaga,"
Stella terdiam sebentar, memang sepertinya pelayan di rumah ini cukup tanggap, sampe-sampe menyediakan makan malam untuk seseorang yang entah pulang atau tidak.
Allen itu benar sangat membuang-buang sumber daya karena tidak pulang.
"Tidak perlu untuk menyiapkan sesuatu untuk dia. Aku yakin dia juga tidak pulang malam ini,"
"Namun bagaimana jika Tuan Muda Allen pulang?"
"Aku yang akan tanggung jawab, jadi kalian tidak akan dimarahi,"
Karena masalah soal ini sudah selesai, Stella jelas melanjutkan acara memasaknya.
Hingga hari sudah mulai malam, Stella lalu kembali ke Kamar karena sudah selesai memasak, tinggal nanti menghangatkan kembali beberapa hidangan itu, sampai Felix tiba di rumah.
Ketika Stella berada di kamar Felix, dirinya lalu melihat ada beberapa berkas dan tumpukan dokumen yang ada di meja samping kamar.
Dan dirinya juga melihat jika kamar ini menjadi cukup berantakan.
Dirinya juga belum mengeluarkan beberapa barang yang ada di kopernya.
Melihat kearah jam, sepertinya masih ada waktu sebelum Felix pulang, Stella berpikir untuk merapikan kamar itu sejenak.
"Tidak apa-apa, pasti Felix juga akan senang melihat kamar ini menjadi rapi,"
Dan dimulailah acara beres-beres Stella itu.
Stella mulai membuka beberapa laci meja dan lemari di Ruangan itu, untuk merapikannya dan meletakan barang-barangnya.
Awalnya, tidak ada yang aneh dalam ruangan itu, sampai kemudian, ketika Stella membuka salah satu Laci di Almari Kamar itu, dirinya menemukan sesuatu yang membuatnya penasaran.
Disana ada beberapa surat yang sepertinya berasal dari laboratorium.
Jumlahnya cukup banyak.
Memikirkan hal ini, tiba-tiba perasaan Stella menjadi tidak nyaman.
Jangan bilang, ini surat pemeriksaan Felix?
Apakah Felix ternyata memiliki penyakit serius atau sesuatu yang dirinya rahasiakan dari keluarganya?
Astaga...
Melihat betapa pendiam nya Felix itu, yang sepertinya tidak ingin membuat orang lain merasa cemas, last dia akan menyembunyikan fakta seandainya dia sakit keras.
"Astaga.... Ini tidak bisa...."
Stella panik sendiri lalu dengan takut-takut mengambil salah satu amplop yang ada di sana.
Stella menatap ampop itu dengan ekpersi cemas, takut soal apa yang ada di dalamnya.
Namun setelah beberapa saat menenangkan pikiran nya, Stella hidungnya memiliki keberanian untuk membuka salah satu amplop itu.
Stella lalu membaca isi dari Amplop itu.
Sungguh, isinya adalah hal yang tidak akan pernah dirinya kira sebelumnya.
Stella dinas merasa sangat kaget ketika membukanya.
Lalu, dia juga mengabil salah satu surat lainnya disana, yang ternyata juga berisi hal yang sama, namun dari laboratorium yang berbeda.
Melihat kembali kedalam laci, memang ada begitu banyak surat yang sepertinya berisi hasil yang sama, seperti orang yang mengetesnya gak percaya dengan surat yang diterimanya jadi dia mengetes nya berkali-kali.
Namun hasil yang didapatkan tetap sama.
Stella hampir saja terjatuh setelah memikirkan semua kemungkinan ini.
"Ini... Ini tidak mungkin...."
Ketika Stella masih fokus pada surat yang ada di tangannya dia tidak sadar jika seseorang memasuki kamar itu.
Felix awalnya masuk ke kamar itu dengan ekpersi biasa-biasa saja.
Namun ketika melihat Stella malah melihat barang-barangnya itu tanpa ijin, tiba-tiba saja Felix menjadi begitu marah.
Felix jelas tahu tentang isi dari laki-laki yang saat ini Stella buka.
Sial!!
Dirinya menjadi cukup ceroboh karena Stella tinggal dalam ruangan ini, dan dirinya belum mengunci semua laci barang dikamarnya.
Felix dengan marah mendatangi Stella, lalu merebut surat di tangan Stella itu, kemudian dia mendorong Stella sampai jatuh.
"Kamu!! Apa yang kamu lakukan? Siapa yang nyuruh mau untuk menyentuh barang-barang milik ku?"
Felix juga melihat ekpersi wajah milik Stella.
Sepertinya Stella sudah membuka dan membaca isi dari Amplop itu.
Sial....
Dari semua orang kenapa Stella harus menemukan hal-hal itu...
Stella yang gemetar ditahan dan tiba-tiba dimarahi itu sis tidak tahu harus merespon seperti apa.
"Paman Felix... Berdasarkan surat hasil Tes DNA itu, Allen bukan Putra Kandung Paman?"
Mendengar kata-kata terkutuk itu di ucapakan, emosi Felix menjadi semakin memuncak.
Dia segera menarik Stella, menarik tangannya dengan erat, dan memojokkannya di tempat tidur.
"Jaga bicaramu!! Allen adalah Putra Kandungku!!"
"Tapi Hasil Surat itu!!"
"Aku bilang Allen adalah Putraku!! Apa kamu tidak mengerti hah? aku sudah cukup sabar menghadapi mu selama ini namun kamu begitu keterlaluan dan memeriksa barang-barang ku!!"
Felix yang marah itu lalu mulai menceram tangan Stella, membuta Stella kesakitan.
Stella tidak pernah melihat Paman Felix semarah ini sebelumnya....
Ini...
Hal-hal soal Allen...
"Paman aku... Aku benar-benar tidak sengaja melihatnya...."
"Kamu benar-benar lancang sekali!!"
Stella yang di tatap dengan tatapan kemarahan itu jelas menjadi takut.
"Aku... Aku minta maaf..." Kata Stella lagi sambil gemetaran, ya juga menahan rasa sakit di pergelangan tangannya yang di genggam itu.
"Sial!! Kamu!! Jika apa yang kamu lihat ini sampai bocor keluar, atau yang lebih parah sampai ini terdengar ke telinga Allen!! Kamu tidak akan aku maafkan!! Aku akan langsung menceraikanmu!!"
"Paman... Aku... Aku... Aku tidak akan mengatakannya.... Tapi Allen... Apakah benar Allen bukan Putra Kandung Paman?"
Dan sekali lagi, Felix berkata dengan tegas,
"Allen adalah Putra Kandungku, dia adalah Putraku satu-satunya dengan wanita yang paling aku cintai!! Dan kamu Lupakan apa yang kamu lihat hari ini!! Allen adalah Putraku, hanya ini informasi yang tidak akan pernah berubah,"
Stella benar-benar tidak tahu harus merespon seperti apa ketika mendengar hal hal itu.
Namun semua ini terlihat sangat rumit ketika Stella memikirkan...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Hotlin Situmorang
sedih ...
felix selama ini merahasiakan
2024-07-24
0
Risa Risa
wah sadis jg tu felix ..pke ancam2 cere
2022-10-27
1
Jannah
ceritanya terlalu banyak bertele tele
2022-09-18
0