Episode 16: Rencana Stella

Hari-hari sekali lagi berlalu setelah kunjungan ke Rumah Keluarga Chastalope tempo hari.

Di hari-hari berlalu ini, tidak banyak yang berubah antara hubungan Stella dan Felix.

Mereka berdua memang masih tidur di satu ranjang yang sama, namun masih bersikap seperti orang asing.

Terutama, Felix yang mengabaikan Stella, dan tidak terlalu mengagapnya.

Stella sendiri tidak keberatan, karena semua hal itu butuh proses dan mereka baru menikah selama beberapa hari wajar jika Paman Felix ini belum menerima dirinya.

Dan jelas, dengan sikap dingin Paman Felix ini tidak membuat Stella marah atau menyerah.

Hal-hal ini justru membuat Stella semakin tertantang untuk semakin mendekati Suaminya itu.

Jadi hari ini, ketika Felix pergi ke Kantor, Stella memiliki beberapa ide untuk membawakan Felix sebuah bekal.

Ini mengigatkannya juga, sudah lebih dari satu Minggu sejak dirinya resign dari Kantor Perusahaan Chastielo.

Biasanya, dirinya bekerja disana sebagai magang dengan menjadi Asisten Allen, membantu Allen selama ini untuk belajar mengurus Perusahaan.

Yah, jadi wajar jika dirinya ingin mengundurkan diri sejak Pertunangan mereka di batalkan.

Dirinya ingin fokus mengurus Kuliah untuk saat ini, Kebetulan sekarang masih Libur Semesteran juga, jadi dirinya masih memiliki banyak waktu libur.

Memang, dari awal rencana pernikahannya ini di rancang saat liburan Kuliah mereka, agar tidak mengaggu studi mereka berdua.

Hah...

Hanya memikirkan soal hal-hal ini membuat mood Stella menjadi jelek.

Baik, lupakan ini mari ke dapur dan memasak beberapa masakan untuk suaminya

Cara terbaik mengambil hati laki-laki adalah dengan perutnya.

Tapi dirinya tidak tahu apa kesukaan Felix, mungkin nanti bisa bertanya pada Nenek?

Dan begitulah akhirnya, Stella menuju dapur untuk memasak, setelah bertanya beberapa hal pada Ibu Felix, yang terlihat sangat menyukai ide Stella membawakan Felix bekal makan siang.

Karena Ibu Felix cemas bagaimana Putranya itu tidak makan teratur, dan susah sekali di nasehati.

Ketika melihat kearah Kulkas, Stella bisa melihat berbagai bahan mentah, seperti aneka macam Seafood.

Ini mengigatkannya jika Makanan Laut seperti Seafood adalah kesukaan Allen.

Dulu dirinya mulai belajar memasak agar bisa memasakan sesuatu yang enak untuk Allen, jadi jika memasak Seafood adalah keahliannya.

Namun siapa yang tahu, jika Felix ternyata alergi terhadap beberapa jenis Seafood.

Tadi Nenek mewanti-wanti agar jangan memasukan hal-hal berbau makanan laut pada makanan Felix karena Felix tidak menyukainya.

Sungguh berkebalikan dari Allen.

Sedangkan Allen, tidak bisa makan sesuatu seperti olahan Ayam.

Namun Felix sangat menyukai masakan dengan olahan Ayam.

Allen sangat suka masakan laut, dan Membenci olahan Ayam, sedangkan Felix membenci masakan laut dan menyukai olahan Ayam, pasti sangat repot harus satu meja makan dengan mereka berdua, karena dua orang itu sangat berkebalikan dalam memilah makanan.

Namun hal yang pasti adalah, sepertinya dua orang itu benar-benar sama-sama pemilih makanan.

Bagaimana Allen tidak suka wortel, dan Felix tidak suka kacang-kacangan.

Dan banyak lagi jenis bahan makanan yang dua orang itu tidak sukai.

Ketika tadi dirinya mendegar hal-hal ini dari Nenek, Stella hampir syok.

Dan akhirnya dirinya mengerti, dari mana sifat pemilih makanan Allen ini.

Jelas, ini turunan dari Ayahnya.

Yah, pada akhirnya mereka Ayah dan Anak yang sama-sama merepotkan.

Kemudian, Stella mengambil Ayam Mentah untuk dirinya olah.

####

Saat itu hari sudah menjelang siang, sekitar mendekati jam dua belas siang.

Jadi wajar jika cuaca cukup panas.

Stella saat ini baru saja keluar dari mobil mewahnya itu, setelah di bukankah oleh supir.

Dia menatap kearah gedung yang terlihat familier itu.

Kemudian, dia mulai menuju pintu masuk, yang mengejutkan adalah bagaimana petugas keamanan menyapanya.

"Selamat Datang Nyonya Chastielo, apakah anda berniat bertemu dengan Pak Presdir? Anda bisa langsung naik ke Lift Khusus di ujung ruangan menuju ke Ruangan Pak Presdir langsung,"

Mendengar sapaan ramah itu, Stella hanya bisa merasa sedikit aneh, namun ini tidak buruk juga, untuk dirinya diperlakukan sebagai Tamu VVIP.

Dirinya jelas tahu, soal lift yang ada di sudut, itu adalah lift khusus hanya untuk Pak Presdir dan Tamu-tamu Eksklusifnya.

Bahkan Allen saja biasanya hanya memakai lift biasa, walaupun dia Putra Pak Presdir, namun memang dalam situasi khusus dia bisa memakai lift ini.

Dan sekarang dirinya juga ijinkan memakai lift ini, ini benar-benar sesuatu sekali. Jelas, Stella menikmati hal ini.

Dan segera, dirinya sampai di lift, dan seorang Sekertaris menyapanya.

"Selamat datang, Istri Pak Presdir, silahkan masuk saja, Pak Predir tidak begitu sibuk,"

"Terimakasih," kata Stella lagi, lalu mengikati Sekertaris itu yang mengetuk pintu Ruangan Felix.

Setelah mendapatkan ijin masuk, yang masuk tentu saja hanya Stella.

Felix yang ada didalam Ruangannya itu, tentu saja tidak mengira jika seseorang yang masuk ke dalam ruangannya adalah Istrinya.

Begitu pintu di tutup, ekpersi Felix segera berubah,

"Apa maumu pakai ke kantor segala?"

Stella yang mendapatkan kata-kata dingin itu tidak terlalu memperdulikannya, hanya langsung mendekat keadah meja Felix, lalu meletakan sebuah Tas yang berisi kotak makan siang.

Felix menatap kotak itu dengan ekspresi heran.

"Lihat, aku sudah membawakan bekal makan siang untukmu, mari kita makan bersama-sama, ini sudah dekat untuk jam istirahat kamu juga harus beristirahat dan makan yang banyak," kata Stella dengan ekpersi ramah.

"Aku tidak butuh bekal makan siang ini, jadi tidak perlu repot-repot,"

Mendengar kata-kata tidak ramah itu, Stella masih mengabaikannya, lalu segera mengamil kotak bekasl dalam tas didepan Felix, dan membuka bekal makan siang itu yang isinya adalah Ayam Goreng Krispi.

"Kamu harus memakannya, ini adalah anjuran dari Ibumu, jika tidak aku akan bilang padanya jika kamu tidak mau makan, nanti kamu pasti akan diceramahin olehnya,"

Mendengar ancaman itu, tentu saja Felix tidak merasa takut, hanya jika dirinya benar-benar menolak makan, melihat sikap keras kepala gadis didepannya ini, pasti Stella akan mengagunya sepanjang siang sampai sore dan membuat dirinya sakit kepala, belum lagi ceramah dari Ibunya nanti.

"Ini pasti tidak enak," kata Felix menatap bekal dihadapannya itu, yang sudah di sediakan Stella.

"Kamu ini belum mencicipinya saja sudah mengeluh,"

"Aku tidak suka ada kacang panjang tambahan di makananku,"

"Astaga, ini hanya sedikit sayuran untuk tambahan, sungguh kenapa kamu pemilih sekali sih?"

"Itu terserah padaku,"

"Paman ini sudah Tua, harus lebih banyak makan sayuran, ini hanya kacang panjang, makan ini tidak akan membuat Paman sakit,"

"Aku tidak suka,"

"Hah, baiklah aku yang akan memakannya,"

Stella lalu mulai mengambil beberapa kacang panjang di kotak bekal Felix, dan memindahkannya pada kotak bekalnya.

Awalnya, dirinya ingin sedikit mencoba menyuruh Paman Felix ini untuk mencoba beberapa sayuran ini, namun ternyata dia benar-benar tidak suka, bahkan belum mencoba-coba.

Untungnya, dirinya ini tidak pemilih makanan dan bisa makan apapun.

Stella dengan santai mengambil kacang panjang itu, lalu segera mencoba masakannya sendiri.

Felix mau tidak mau makan makanan didepannya itu.

Dan ternyata, ini cukup enak.

Melihat ekpersi puas diwajah Felix itu Stella menjadi senang.

"Ini enak bukan Paman?"

Felix yang ketahuan menikmati makanan itu, segera mengelak,

"Enak apa? Ini tidak enak sama sekali, aku hanya terpaksa memakannya,"

Melihat respon yang terlihat malu-malu itu, Stella mengagap ini lucu.

Terynya Paman Felix ini tipe yang gengsian.

Stella hanya menurut,

"Baiklah-baiklah, itu terserah Paman saja,"

Berikutnya tidak ada percakapan diantara mereka berdua.

Masing-masing menikmati makan siang mereka dengan damai.

Dari sini, Stella sedikit memiliki pemahaman pada Pria didepannya itu.

Ya, sebenarnya Paman Felix ini baik hati, hanya saja mungkin dia tipe yang tidak mau menunjukkan perhatiannya.

Terpopuler

Comments

Rainn

Rainn

Jngn dikit2 inget allen dong stela ktanya benci . Udh punya suami juga jadi fokus aja buat ngambil hati suami

2022-09-18

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!