Hari-hari sekali lagi berlalu setelah kunjungan ke Rumah Keluarga Chastalope tempo hari.
Di hari-hari berlalu ini, tidak banyak yang berubah antara hubungan Stella dan Felix.
Mereka berdua memang masih tidur di satu ranjang yang sama, namun masih bersikap seperti orang asing.
Terutama, Felix yang mengabaikan Stella, dan tidak terlalu mengagapnya.
Stella sendiri tidak keberatan, karena semua hal itu butuh proses dan mereka baru menikah selama beberapa hari wajar jika Paman Felix ini belum menerima dirinya.
Dan jelas, dengan sikap dingin Paman Felix ini tidak membuat Stella marah atau menyerah.
Hal-hal ini justru membuat Stella semakin tertantang untuk semakin mendekati Suaminya itu.
Jadi hari ini, ketika Felix pergi ke Kantor, Stella memiliki beberapa ide untuk membawakan Felix sebuah bekal.
Ini mengigatkannya juga, sudah lebih dari satu Minggu sejak dirinya resign dari Kantor Perusahaan Chastielo.
Biasanya, dirinya bekerja disana sebagai magang dengan menjadi Asisten Allen, membantu Allen selama ini untuk belajar mengurus Perusahaan.
Yah, jadi wajar jika dirinya ingin mengundurkan diri sejak Pertunangan mereka di batalkan.
Dirinya ingin fokus mengurus Kuliah untuk saat ini, Kebetulan sekarang masih Libur Semesteran juga, jadi dirinya masih memiliki banyak waktu libur.
Memang, dari awal rencana pernikahannya ini di rancang saat liburan Kuliah mereka, agar tidak mengaggu studi mereka berdua.
Hah...
Hanya memikirkan soal hal-hal ini membuat mood Stella menjadi jelek.
Baik, lupakan ini mari ke dapur dan memasak beberapa masakan untuk suaminya
Cara terbaik mengambil hati laki-laki adalah dengan perutnya.
Tapi dirinya tidak tahu apa kesukaan Felix, mungkin nanti bisa bertanya pada Nenek?
Dan begitulah akhirnya, Stella menuju dapur untuk memasak, setelah bertanya beberapa hal pada Ibu Felix, yang terlihat sangat menyukai ide Stella membawakan Felix bekal makan siang.
Karena Ibu Felix cemas bagaimana Putranya itu tidak makan teratur, dan susah sekali di nasehati.
Ketika melihat kearah Kulkas, Stella bisa melihat berbagai bahan mentah, seperti aneka macam Seafood.
Ini mengigatkannya jika Makanan Laut seperti Seafood adalah kesukaan Allen.
Dulu dirinya mulai belajar memasak agar bisa memasakan sesuatu yang enak untuk Allen, jadi jika memasak Seafood adalah keahliannya.
Namun siapa yang tahu, jika Felix ternyata alergi terhadap beberapa jenis Seafood.
Tadi Nenek mewanti-wanti agar jangan memasukan hal-hal berbau makanan laut pada makanan Felix karena Felix tidak menyukainya.
Sungguh berkebalikan dari Allen.
Sedangkan Allen, tidak bisa makan sesuatu seperti olahan Ayam.
Namun Felix sangat menyukai masakan dengan olahan Ayam.
Allen sangat suka masakan laut, dan Membenci olahan Ayam, sedangkan Felix membenci masakan laut dan menyukai olahan Ayam, pasti sangat repot harus satu meja makan dengan mereka berdua, karena dua orang itu sangat berkebalikan dalam memilah makanan.
Namun hal yang pasti adalah, sepertinya dua orang itu benar-benar sama-sama pemilih makanan.
Bagaimana Allen tidak suka wortel, dan Felix tidak suka kacang-kacangan.
Dan banyak lagi jenis bahan makanan yang dua orang itu tidak sukai.
Ketika tadi dirinya mendegar hal-hal ini dari Nenek, Stella hampir syok.
Dan akhirnya dirinya mengerti, dari mana sifat pemilih makanan Allen ini.
Jelas, ini turunan dari Ayahnya.
Yah, pada akhirnya mereka Ayah dan Anak yang sama-sama merepotkan.
Kemudian, Stella mengambil Ayam Mentah untuk dirinya olah.
####
Saat itu hari sudah menjelang siang, sekitar mendekati jam dua belas siang.
Jadi wajar jika cuaca cukup panas.
Stella saat ini baru saja keluar dari mobil mewahnya itu, setelah di bukankah oleh supir.
Dia menatap kearah gedung yang terlihat familier itu.
Kemudian, dia mulai menuju pintu masuk, yang mengejutkan adalah bagaimana petugas keamanan menyapanya.
"Selamat Datang Nyonya Chastielo, apakah anda berniat bertemu dengan Pak Presdir? Anda bisa langsung naik ke Lift Khusus di ujung ruangan menuju ke Ruangan Pak Presdir langsung,"
Mendengar sapaan ramah itu, Stella hanya bisa merasa sedikit aneh, namun ini tidak buruk juga, untuk dirinya diperlakukan sebagai Tamu VVIP.
Dirinya jelas tahu, soal lift yang ada di sudut, itu adalah lift khusus hanya untuk Pak Presdir dan Tamu-tamu Eksklusifnya.
Bahkan Allen saja biasanya hanya memakai lift biasa, walaupun dia Putra Pak Presdir, namun memang dalam situasi khusus dia bisa memakai lift ini.
Dan sekarang dirinya juga ijinkan memakai lift ini, ini benar-benar sesuatu sekali. Jelas, Stella menikmati hal ini.
Dan segera, dirinya sampai di lift, dan seorang Sekertaris menyapanya.
"Selamat datang, Istri Pak Presdir, silahkan masuk saja, Pak Predir tidak begitu sibuk,"
"Terimakasih," kata Stella lagi, lalu mengikati Sekertaris itu yang mengetuk pintu Ruangan Felix.
Setelah mendapatkan ijin masuk, yang masuk tentu saja hanya Stella.
Felix yang ada didalam Ruangannya itu, tentu saja tidak mengira jika seseorang yang masuk ke dalam ruangannya adalah Istrinya.
Begitu pintu di tutup, ekpersi Felix segera berubah,
"Apa maumu pakai ke kantor segala?"
Stella yang mendapatkan kata-kata dingin itu tidak terlalu memperdulikannya, hanya langsung mendekat keadah meja Felix, lalu meletakan sebuah Tas yang berisi kotak makan siang.
Felix menatap kotak itu dengan ekspresi heran.
"Lihat, aku sudah membawakan bekal makan siang untukmu, mari kita makan bersama-sama, ini sudah dekat untuk jam istirahat kamu juga harus beristirahat dan makan yang banyak," kata Stella dengan ekpersi ramah.
"Aku tidak butuh bekal makan siang ini, jadi tidak perlu repot-repot,"
Mendengar kata-kata tidak ramah itu, Stella masih mengabaikannya, lalu segera mengamil kotak bekasl dalam tas didepan Felix, dan membuka bekal makan siang itu yang isinya adalah Ayam Goreng Krispi.
"Kamu harus memakannya, ini adalah anjuran dari Ibumu, jika tidak aku akan bilang padanya jika kamu tidak mau makan, nanti kamu pasti akan diceramahin olehnya,"
Mendengar ancaman itu, tentu saja Felix tidak merasa takut, hanya jika dirinya benar-benar menolak makan, melihat sikap keras kepala gadis didepannya ini, pasti Stella akan mengagunya sepanjang siang sampai sore dan membuat dirinya sakit kepala, belum lagi ceramah dari Ibunya nanti.
"Ini pasti tidak enak," kata Felix menatap bekal dihadapannya itu, yang sudah di sediakan Stella.
"Kamu ini belum mencicipinya saja sudah mengeluh,"
"Aku tidak suka ada kacang panjang tambahan di makananku,"
"Astaga, ini hanya sedikit sayuran untuk tambahan, sungguh kenapa kamu pemilih sekali sih?"
"Itu terserah padaku,"
"Paman ini sudah Tua, harus lebih banyak makan sayuran, ini hanya kacang panjang, makan ini tidak akan membuat Paman sakit,"
"Aku tidak suka,"
"Hah, baiklah aku yang akan memakannya,"
Stella lalu mulai mengambil beberapa kacang panjang di kotak bekal Felix, dan memindahkannya pada kotak bekalnya.
Awalnya, dirinya ingin sedikit mencoba menyuruh Paman Felix ini untuk mencoba beberapa sayuran ini, namun ternyata dia benar-benar tidak suka, bahkan belum mencoba-coba.
Untungnya, dirinya ini tidak pemilih makanan dan bisa makan apapun.
Stella dengan santai mengambil kacang panjang itu, lalu segera mencoba masakannya sendiri.
Felix mau tidak mau makan makanan didepannya itu.
Dan ternyata, ini cukup enak.
Melihat ekpersi puas diwajah Felix itu Stella menjadi senang.
"Ini enak bukan Paman?"
Felix yang ketahuan menikmati makanan itu, segera mengelak,
"Enak apa? Ini tidak enak sama sekali, aku hanya terpaksa memakannya,"
Melihat respon yang terlihat malu-malu itu, Stella mengagap ini lucu.
Terynya Paman Felix ini tipe yang gengsian.
Stella hanya menurut,
"Baiklah-baiklah, itu terserah Paman saja,"
Berikutnya tidak ada percakapan diantara mereka berdua.
Masing-masing menikmati makan siang mereka dengan damai.
Dari sini, Stella sedikit memiliki pemahaman pada Pria didepannya itu.
Ya, sebenarnya Paman Felix ini baik hati, hanya saja mungkin dia tipe yang tidak mau menunjukkan perhatiannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Rainn
Jngn dikit2 inget allen dong stela ktanya benci . Udh punya suami juga jadi fokus aja buat ngambil hati suami
2022-09-18
2