Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia

Setelah beberapa saat berlalu, Stella dan Felix menyelesaikan acara makan siang mereka.

Dan begitu makan siang itu selesai, Felix dengan buru-buru langsung mengusir Stella.

"Lihat, aku sudah makan semua masakan yang kamu buat sekarang sebaiknya kamu pergi dari ruangan ini,"

Mendengar kata-kata dingin itu, jelas Stella menjadi kesal.

"Sungguh, Paman menyebalkan sekali,"

"Diamlah, Stella!! Lagipula urusanmu di sini untuk mengantarkan ku makan siang bukannya sudah selesai? Aku sudah makan makanan yang kamu bawa jadi kamu tidak perlu disini lagi, aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus aku urus,"

Mendengar hal-hal itu, Stella akhirnya memutuskan untuk mengalah.

Baik, pelan-pelan saja dulu.

"Baik, Baik Paman. Aku akan segera Pergi, jangan Lupa Paman untuk tetap Makam Teratur, Paman tidak ingat kalau Paman sudah Tua? Harus lebih banyak menjaga kesehatan,"

"Kenapa kamu menjadi begitu Berisik? Aku tidak setua itu,"

"Astaga, Paman benar-benar tidak sadar umur,"

"Terserah kamu saja, hpmh,"

Mendengar hal itu, Stella segera membereskan bekal makan siang itu, lalu berpamitan pada Felix.

Stella dengan perasaan senang keluar dari ruangan itu kemudian menuju lift.

Namun siapa yang tahu, begitu dirinya sampai di lantai bawah, dirinya bertemu dengan sosok yang Familiar.

Itu adalah Allen, yang sepertinya baru saja pulang dari meeting di luar.

Tatapan Allen ketika menatapnya terlihat cukup dingin, dan terlihat sekali jika Allen itu berniat menghindar dari dirinya.

Stella tentu saja tidak membiarkan hal-hal ini terjadi, segera menarik tangan Allen menghalanginya pergi.

"Hallo, Putraku Allen. Apakah kamu baik-baik saja? Kamu belakangan tidak pulang ke rumah, Ayahmu juga Nenek dan Kakekmu tentu saja khawatir padamu. Kemana saja kamu belakangan ini? Aku juga khawatir tidak melihatmu di Rumah,"

Allen yang mendengar sapaan sok akrab, dan bagaimana Stella dengan berani menyebut dirinya 'Putraku', membuat Allen tidak bisa menahan emosinya.

Sungguh, kenapa Stella menjadi begitu berani sekarang?

Allen segera menepis tangan Stella, lalu berkata dengan kasar,

"Kemanapun aku pergi itu jelas bukan urusanmu dasar wanita murahan!!"

Mendengar kata-kata kasar keluar dari Allen, Stella merasa biasa-biasa saja, karena dirinya sudah menduga jika Allen akan bersikap seperti itu.

Lagipula dari awal dirinya menyapa Allen bukan untuk bersikap ramah padanya namun untuk mengganggu nya dan membuat dia kesal.

"Astaga, Allen, harusnya kamu itu lebih bersikap sopan, ingat baik-baik sekarang aku adalah Ibu Tirimu, kamu harus menghormatiku, jika tidak itu sama saja kamu tidak menghormati Ayahmu sendiri,"

"Cih, aku tidak akan sudi mengakuimu sebagai Ibu Tiriku! Di Dunia ini aku hanya memiliki satu Mama, dan itu tidak akan pernah berubah!!"

Pertengkaran itu jelas di lihat oleh beberapa pegawai yang lewat, mereka sesekali melirik ingin tahu tentang apa yang terjadi.

Ternyata itu adalah Tuan Muda Allen Chastielo yang bertengkar dengan Ibu Tiri barunya!!

Astaga, dan Ibu Tiri Barunya ini tidak lain dan tidak bukan merupakan Mantan Tunangannya!!

Di Kantor ini, siapa yang tidak kenal dengan Stella Chastalope yang selalu berada di samping Tuan Muda Allen Chastielo?

"Astaga, Allen kamu ini tidak bisa begitu, bersikap sopan lah dan kamu harus memanggilku Ibu, lihat orang-orang menatapmu sekarang karena sikapmu itu. Mau kamu menerimanya atau tidak namun pada kenyataannya sekarang aku adalah Ibu barumu,"

Allen juga melihat pandangan dari semua orang yang menatapnya, seolah menunggu dirinya untuk memanggil Stella dengan sebutan 'Mama'.

Hanya memikirkan memanggil Stella dengan julukan itu saja sudah membuat Allen merasa kesal dan marah, merasa jijik jika memikirkannya.

Berani sekali Stella ini padanya?!

"Aku tidak sudi, untuk mengakuimu!!" Kata Allen langsung pergi dari sana, jelas dirinya juga merasa sangat malu.

Untuk berpikir, sekarang dirinya memiliki seorang Ibu Tiri yang seumuran dengan dirinya, terlebih lagi ini adalah Mantan Tunangan, dan semua ini adalah fakta yang diketahui semua orang.

Ini benar-benar terlalu memalukan!!

Stella laki-laki terlihat tersinggung puas melihat bagaimana Allen pergi dari sana.

Stella sendiri tidak mau terlalu memikirkan tentang pandangan orang-orang.

Toh apa yang mereka semua tahu, soal apa yang dirinya alami?

Di khianati oleh Tunangannya yang sangat dirinya cintai di hari-hari menjelang Pernikahan mereka.

Sudahlah stella juga tidak mau terlalu memikirkannya dia juga segera pergi dari Kantor itu.

####

Siang itu, setelah bertemu dengan Stella di Perusahaan, jelas Allen merasa tertekan.

Dirinya segera bertemu dengan Cynthia, untuk menemani dirinya keluar menghilangkan suntuk.

Cynthia tentu saja mau mau saja ketika diajak keluar.

Saat ini mereka berada di sebuah Cafe, Cynthia bisa melihat suasana hati Allen sangat tidak baik.

"Allen, kenapa kamu terlihat sedih? Apa yang terjadi?"

"Seperti yang kamu lihat, ini semua karena ulah Stella,"

Cynthia yang mendengar nama Stella, juga menjadi marah, dirinya segera mencoba menghibur Allen.

"Allen, kamu tidak perlu memikirkan soal Stella yang menyebalkan itu,"

"Tapi aku benar-benar tidak tahan soal bagaimana dia selalu memintaku memanggilnya Mama, itu benar-benar sangat mengesankan,"

"Allen, aku tahu ini menyebalkan namun, kamu jangan terlalu menjadi emosi atau ini malah akan membuat Stella semakin senang, kita harus memikirkan rencana untuk membalasnya,"

"Apa maksudmu, Cynthia?"

"Bukankah seharusnya yang akan menikah itu kita? Namun gara-gara Stella itu, ini jadi gagal, kamu lihat sendiri keadaanku saat ini... Allen, kamu harus cepat menikah denganku, aku takut jika kehamilanku ini semakin besar dan dikatahui oleh semua orang,"

Setelah mendengar hal itu, Allen merasa terdiam.

Dirinya memang sempat tergoda dengan Cynthia sampai suatu hari ketika dirinya tidak sengaja salah minum, dan mabuk, dirinya melakukannya dengan Cynthia, namun dirinya tidak akan pernah mengira hasilnya menjadi seperti ini.

Ini juga alasan utama dirinya ingin membatalkan Pertunangannya itu....

Dirinya tidak memiliki pilihan lainnya....

Dan lagi, perasaannya pada Stella sejak dulu menjadi cukup rumit.

Untuk beberapa alasan, Stella selalu lebih hebat darinya, dan selalu mendapatkan pujian lebih dari dirinya, bahkan di hadapan Nenek dan Kakeknya, merasakan ini secara bertahun-tahun, membuat dirinya sampai tidak tahan lagi...

Hingga kemudian Cynthia muncul...

"Allen? Kamu dengar apa yang aku katakan?"

Allen tersadar dari lamunannya itu setelah mendengar kata-kata Cynthia.

"Baik, aku akan mencoba membicarakannya dengan Keluargaku nanti,"

"Allen, hal-hal ini tidak bisa ditunda lagi,"

"Namun, Cynthia kamu juga harus paham tentang posisiku aku belum lama ini membatalkan soal Pernikahanku, jika aku segera bilang aku ingin menikah denganmu, apa pendapat Keluargaku soal hal ini? Apakah kamu mengerti?"

"Tapi, Allen apakah kamu tidak memikirkan keadaanku? Saat ini aku sedang mengandung anakmu...."

"Cynthia, tolong beri aku waktu untuk berpikir,"

Cynthia yang melihat Allen menjadi ragu itu merasa kesal.

Allen ini, kenapa menjadi ragu-ragu seperti ini?

Tidak bisa, ini tidak bisa, semua rencananya harus berhasil.

Dirinya harus membuat Allen menikah dengannya, atau hal-hal buruk akan terjadi pada dirinya.

Perasaan cemas dan takut ketika Cynthia mulai meraba-raba perutnya yang saat ini masih datar itu.

"Allen, kamu harus tahu ini benar-benar tidak bisa ditunda lagi,"

Allen lalu terdiam sebentar.

Hal-hal sudah menjadi seperti ini berkat kesalahan dan kekilafan yang dirinya lakukan sebelumnya.

Karena sudah seperti ini, artinya tidak ada jalan untuk mundur lagi.

"Baik, aku akan mencoba membicarakannya dengan Keluargaku dalam waktu dekat,"

"Tentu saja, aku menunggu kabar baik darimu,"

"Ya,"

Allen hanya bisa tersenyum hampar menatap Cynthia disampaignya itu.

####

Dan hari-hari berlalu begitu saja, malam ini, di Ruang Makan Keluarga Chastielo, tengah di adakan sebuah penjaminan makan dimana semua anggota Keluarga Berkumpul seperti biasanya.

Hanya saja, makan malam ini sedikit lebih meriah dari biasanya, karena Tuan Muda Keluarga Chastielo yang sudah lama tidak pulang akhirnya pulang juga.

Stella hanya menatap meja makan dengan ekpersi hampar.

Dirinya denger, Allen datang ke Acara ini untuk mengatakan sesuatu pada Keluarganya.

Tiba-tiba Stella memiliki firasat buruk soal ini.

Jangan bilang itu soal Allen yang ingin menikah dengan Cynthia?

Sial!!

Ini jelas tidak bisa dibiarkan!!

Namun, Stella terlambat untuk bertindak, karena bintang tamu utama malam ini sudah datang, yaitu Allen yang datang bersama dengan Cynthia Chastalope.

"Selamat Malam, Kakek dan Nenek, juga Paman Felix dan Kak Stella,"

Mereka menatap kedatangannya dengan ekpersi heran, kecuali Stella udah tahu segalanya menatap Cynthia dengan ekpersi penuh kebencian.

Allen setelah menyapa keluarganya itu juga segera tutup dalam ruangan itu dan tanpa pikir panjang, segera mengungkapkan apa yang ingin dirinya katakan.

"Aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua,"

Nenek Allen yang merasa penasaran lagu bertanya pada cucunya itu,

"Apa yang ingin kamu katakan? Dan kenapa kamu mengajak Cynthia?"

Allen menarik nafas dalam-dalam mencoba menstabilkan emosi nya.

Tentu saja dirinya merasa sedikit takut dan gugup.

Sebenarnya dirinya tidak memiliki keberanian untuk mengatakan hal hal ini.

Namun sekarang dirinya sudah tidak bisa mundur.

"Aku ingin melangsungkan Pernikahanku dengan Cynthia Chastalope dalam waktu dekat,"

Kata-kata itu jelas membuat di sini aja makan menjadi gempar dan tidak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.

Terpopuler

Comments

🍌 ᷢ ͩˡ Murni𝐀⃝🥀

🍌 ᷢ ͩˡ Murni𝐀⃝🥀

itu Chyntia benar" hamil atau bohongan y, atau itu hamil dari laki" lain bukan dari Allen yang sedikit bodoh itu🤭😜🏃🏃🏃

2022-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!