Setelah beberapa saat berlalu, Stella dan Felix menyelesaikan acara makan siang mereka.
Dan begitu makan siang itu selesai, Felix dengan buru-buru langsung mengusir Stella.
"Lihat, aku sudah makan semua masakan yang kamu buat sekarang sebaiknya kamu pergi dari ruangan ini,"
Mendengar kata-kata dingin itu, jelas Stella menjadi kesal.
"Sungguh, Paman menyebalkan sekali,"
"Diamlah, Stella!! Lagipula urusanmu di sini untuk mengantarkan ku makan siang bukannya sudah selesai? Aku sudah makan makanan yang kamu bawa jadi kamu tidak perlu disini lagi, aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus aku urus,"
Mendengar hal-hal itu, Stella akhirnya memutuskan untuk mengalah.
Baik, pelan-pelan saja dulu.
"Baik, Baik Paman. Aku akan segera Pergi, jangan Lupa Paman untuk tetap Makam Teratur, Paman tidak ingat kalau Paman sudah Tua? Harus lebih banyak menjaga kesehatan,"
"Kenapa kamu menjadi begitu Berisik? Aku tidak setua itu,"
"Astaga, Paman benar-benar tidak sadar umur,"
"Terserah kamu saja, hpmh,"
Mendengar hal itu, Stella segera membereskan bekal makan siang itu, lalu berpamitan pada Felix.
Stella dengan perasaan senang keluar dari ruangan itu kemudian menuju lift.
Namun siapa yang tahu, begitu dirinya sampai di lantai bawah, dirinya bertemu dengan sosok yang Familiar.
Itu adalah Allen, yang sepertinya baru saja pulang dari meeting di luar.
Tatapan Allen ketika menatapnya terlihat cukup dingin, dan terlihat sekali jika Allen itu berniat menghindar dari dirinya.
Stella tentu saja tidak membiarkan hal-hal ini terjadi, segera menarik tangan Allen menghalanginya pergi.
"Hallo, Putraku Allen. Apakah kamu baik-baik saja? Kamu belakangan tidak pulang ke rumah, Ayahmu juga Nenek dan Kakekmu tentu saja khawatir padamu. Kemana saja kamu belakangan ini? Aku juga khawatir tidak melihatmu di Rumah,"
Allen yang mendengar sapaan sok akrab, dan bagaimana Stella dengan berani menyebut dirinya 'Putraku', membuat Allen tidak bisa menahan emosinya.
Sungguh, kenapa Stella menjadi begitu berani sekarang?
Allen segera menepis tangan Stella, lalu berkata dengan kasar,
"Kemanapun aku pergi itu jelas bukan urusanmu dasar wanita murahan!!"
Mendengar kata-kata kasar keluar dari Allen, Stella merasa biasa-biasa saja, karena dirinya sudah menduga jika Allen akan bersikap seperti itu.
Lagipula dari awal dirinya menyapa Allen bukan untuk bersikap ramah padanya namun untuk mengganggu nya dan membuat dia kesal.
"Astaga, Allen, harusnya kamu itu lebih bersikap sopan, ingat baik-baik sekarang aku adalah Ibu Tirimu, kamu harus menghormatiku, jika tidak itu sama saja kamu tidak menghormati Ayahmu sendiri,"
"Cih, aku tidak akan sudi mengakuimu sebagai Ibu Tiriku! Di Dunia ini aku hanya memiliki satu Mama, dan itu tidak akan pernah berubah!!"
Pertengkaran itu jelas di lihat oleh beberapa pegawai yang lewat, mereka sesekali melirik ingin tahu tentang apa yang terjadi.
Ternyata itu adalah Tuan Muda Allen Chastielo yang bertengkar dengan Ibu Tiri barunya!!
Astaga, dan Ibu Tiri Barunya ini tidak lain dan tidak bukan merupakan Mantan Tunangannya!!
Di Kantor ini, siapa yang tidak kenal dengan Stella Chastalope yang selalu berada di samping Tuan Muda Allen Chastielo?
"Astaga, Allen kamu ini tidak bisa begitu, bersikap sopan lah dan kamu harus memanggilku Ibu, lihat orang-orang menatapmu sekarang karena sikapmu itu. Mau kamu menerimanya atau tidak namun pada kenyataannya sekarang aku adalah Ibu barumu,"
Allen juga melihat pandangan dari semua orang yang menatapnya, seolah menunggu dirinya untuk memanggil Stella dengan sebutan 'Mama'.
Hanya memikirkan memanggil Stella dengan julukan itu saja sudah membuat Allen merasa kesal dan marah, merasa jijik jika memikirkannya.
Berani sekali Stella ini padanya?!
"Aku tidak sudi, untuk mengakuimu!!" Kata Allen langsung pergi dari sana, jelas dirinya juga merasa sangat malu.
Untuk berpikir, sekarang dirinya memiliki seorang Ibu Tiri yang seumuran dengan dirinya, terlebih lagi ini adalah Mantan Tunangan, dan semua ini adalah fakta yang diketahui semua orang.
Ini benar-benar terlalu memalukan!!
Stella laki-laki terlihat tersinggung puas melihat bagaimana Allen pergi dari sana.
Stella sendiri tidak mau terlalu memikirkan tentang pandangan orang-orang.
Toh apa yang mereka semua tahu, soal apa yang dirinya alami?
Di khianati oleh Tunangannya yang sangat dirinya cintai di hari-hari menjelang Pernikahan mereka.
Sudahlah stella juga tidak mau terlalu memikirkannya dia juga segera pergi dari Kantor itu.
####
Siang itu, setelah bertemu dengan Stella di Perusahaan, jelas Allen merasa tertekan.
Dirinya segera bertemu dengan Cynthia, untuk menemani dirinya keluar menghilangkan suntuk.
Cynthia tentu saja mau mau saja ketika diajak keluar.
Saat ini mereka berada di sebuah Cafe, Cynthia bisa melihat suasana hati Allen sangat tidak baik.
"Allen, kenapa kamu terlihat sedih? Apa yang terjadi?"
"Seperti yang kamu lihat, ini semua karena ulah Stella,"
Cynthia yang mendengar nama Stella, juga menjadi marah, dirinya segera mencoba menghibur Allen.
"Allen, kamu tidak perlu memikirkan soal Stella yang menyebalkan itu,"
"Tapi aku benar-benar tidak tahan soal bagaimana dia selalu memintaku memanggilnya Mama, itu benar-benar sangat mengesankan,"
"Allen, aku tahu ini menyebalkan namun, kamu jangan terlalu menjadi emosi atau ini malah akan membuat Stella semakin senang, kita harus memikirkan rencana untuk membalasnya,"
"Apa maksudmu, Cynthia?"
"Bukankah seharusnya yang akan menikah itu kita? Namun gara-gara Stella itu, ini jadi gagal, kamu lihat sendiri keadaanku saat ini... Allen, kamu harus cepat menikah denganku, aku takut jika kehamilanku ini semakin besar dan dikatahui oleh semua orang,"
Setelah mendengar hal itu, Allen merasa terdiam.
Dirinya memang sempat tergoda dengan Cynthia sampai suatu hari ketika dirinya tidak sengaja salah minum, dan mabuk, dirinya melakukannya dengan Cynthia, namun dirinya tidak akan pernah mengira hasilnya menjadi seperti ini.
Ini juga alasan utama dirinya ingin membatalkan Pertunangannya itu....
Dirinya tidak memiliki pilihan lainnya....
Dan lagi, perasaannya pada Stella sejak dulu menjadi cukup rumit.
Untuk beberapa alasan, Stella selalu lebih hebat darinya, dan selalu mendapatkan pujian lebih dari dirinya, bahkan di hadapan Nenek dan Kakeknya, merasakan ini secara bertahun-tahun, membuat dirinya sampai tidak tahan lagi...
Hingga kemudian Cynthia muncul...
"Allen? Kamu dengar apa yang aku katakan?"
Allen tersadar dari lamunannya itu setelah mendengar kata-kata Cynthia.
"Baik, aku akan mencoba membicarakannya dengan Keluargaku nanti,"
"Allen, hal-hal ini tidak bisa ditunda lagi,"
"Namun, Cynthia kamu juga harus paham tentang posisiku aku belum lama ini membatalkan soal Pernikahanku, jika aku segera bilang aku ingin menikah denganmu, apa pendapat Keluargaku soal hal ini? Apakah kamu mengerti?"
"Tapi, Allen apakah kamu tidak memikirkan keadaanku? Saat ini aku sedang mengandung anakmu...."
"Cynthia, tolong beri aku waktu untuk berpikir,"
Cynthia yang melihat Allen menjadi ragu itu merasa kesal.
Allen ini, kenapa menjadi ragu-ragu seperti ini?
Tidak bisa, ini tidak bisa, semua rencananya harus berhasil.
Dirinya harus membuat Allen menikah dengannya, atau hal-hal buruk akan terjadi pada dirinya.
Perasaan cemas dan takut ketika Cynthia mulai meraba-raba perutnya yang saat ini masih datar itu.
"Allen, kamu harus tahu ini benar-benar tidak bisa ditunda lagi,"
Allen lalu terdiam sebentar.
Hal-hal sudah menjadi seperti ini berkat kesalahan dan kekilafan yang dirinya lakukan sebelumnya.
Karena sudah seperti ini, artinya tidak ada jalan untuk mundur lagi.
"Baik, aku akan mencoba membicarakannya dengan Keluargaku dalam waktu dekat,"
"Tentu saja, aku menunggu kabar baik darimu,"
"Ya,"
Allen hanya bisa tersenyum hampar menatap Cynthia disampaignya itu.
####
Dan hari-hari berlalu begitu saja, malam ini, di Ruang Makan Keluarga Chastielo, tengah di adakan sebuah penjaminan makan dimana semua anggota Keluarga Berkumpul seperti biasanya.
Hanya saja, makan malam ini sedikit lebih meriah dari biasanya, karena Tuan Muda Keluarga Chastielo yang sudah lama tidak pulang akhirnya pulang juga.
Stella hanya menatap meja makan dengan ekpersi hampar.
Dirinya denger, Allen datang ke Acara ini untuk mengatakan sesuatu pada Keluarganya.
Tiba-tiba Stella memiliki firasat buruk soal ini.
Jangan bilang itu soal Allen yang ingin menikah dengan Cynthia?
Sial!!
Ini jelas tidak bisa dibiarkan!!
Namun, Stella terlambat untuk bertindak, karena bintang tamu utama malam ini sudah datang, yaitu Allen yang datang bersama dengan Cynthia Chastalope.
"Selamat Malam, Kakek dan Nenek, juga Paman Felix dan Kak Stella,"
Mereka menatap kedatangannya dengan ekpersi heran, kecuali Stella udah tahu segalanya menatap Cynthia dengan ekpersi penuh kebencian.
Allen setelah menyapa keluarganya itu juga segera tutup dalam ruangan itu dan tanpa pikir panjang, segera mengungkapkan apa yang ingin dirinya katakan.
"Aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua,"
Nenek Allen yang merasa penasaran lagu bertanya pada cucunya itu,
"Apa yang ingin kamu katakan? Dan kenapa kamu mengajak Cynthia?"
Allen menarik nafas dalam-dalam mencoba menstabilkan emosi nya.
Tentu saja dirinya merasa sedikit takut dan gugup.
Sebenarnya dirinya tidak memiliki keberanian untuk mengatakan hal hal ini.
Namun sekarang dirinya sudah tidak bisa mundur.
"Aku ingin melangsungkan Pernikahanku dengan Cynthia Chastalope dalam waktu dekat,"
Kata-kata itu jelas membuat di sini aja makan menjadi gempar dan tidak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
🍌 ᷢ ͩˡ Murni𝐀⃝🥀
itu Chyntia benar" hamil atau bohongan y, atau itu hamil dari laki" lain bukan dari Allen yang sedikit bodoh itu🤭😜🏃🏃🏃
2022-10-20
1