"Kompensasi? Jelas atas gagalnya Pernikahan ini, aku mengalami banyak kerugian, baik secara materi atau secara mental, yang harus ditujukan membicarakan soal kompensasi," kata Stella lagi membalas ucapan Allen itu.
"Stella!! Dasar kamu wanita Mantere! Aku tahu tadi apa pasti menginginkan harta milikku bukan? Kenapa kamu selalu memaksa tentang pernikahan kita?" Kata Allen yang jelas sangat tidak setuju.
Stella lalu tertawa setelah mendengar hal-hal itu.
"Harta kamu? Allen, coba katakan ini bagian mana dari Harta milikmu itu? Grup Perusahaan Chastielo? Rumah Keluarga Chastielo? Aku pikir semua harta ini masihlah milik Ayahmu. Dia yang mengembangkan, dan memiliki semua ini, ini jelas belum ada yang menjadi milikmu, kamu sebenanya tidak memiliki apa-apa," kata Stella dengan nada Sarkastik itu.
"Kamu... Apa yang kamu katakan?" Kata Allen marah, *jelas karena Allen juga sadar bahwa yang Stella katakan itu masuk akal.
Bahwa, semua harta ini masih milik Keluarganya, belum menjadi miliknya, namun tetap saja di masa depan akan menjadi miliknya karena dirinya adalah Putra Satu-satunya dari Ayahnya, Felix Chastielo.
Pewaris satu-satunya dari Keluarga Chastielo*.
"Apakah yang aku katakan salah?" kata Stella lagi.
Allen tidak bisa membantah memang semua harta yang dirinya miliki di sini masih memiliki Ayahnya, belum atas namanya.
Ini membuat ekpersi Allen menjadi pucat.
"Cukup-cukup kalian berdua, mari segera selesaikan acara pembatalan pertunangan ini. Dan kamu, Allen sebaiknya tutup mulutmu dan diam saja jangan berkata apapun yang hanya akan membuat dirimu malu sendiri. Dan tidakkah kamu tahu begitu banyak rasa malu yang harus Keluarga kami tanggung berkat kamu yang membatalkan acara pernikahan mu dengan begitu egois ini?" Kata Felix dengan nada marah pada Putranya itu.
Allen segera diam, dan duduk patuh.
"Dan sekarang, Stella. Mintalah kompensasi yang masuk akal dan keluarga kami akan memberikan itu padamu," kata Felix lagi.
Stella lalu segera berkata,
"Hal-hal yang dilakukan Putra Paman padaku ini benar-benar diluar dugaan!! Membuatku sangat malu, bahkan menfitnahku! Dan semua rasa malu ini tentu saja tidak bisa dinilai hanya dengan uang!! Bagaimana cara ku menghadapi dunia setelah pernikahan ini batal? Aku tidak lagi tahu bagaimana berhadapan dengan orang-orang setelah kejadian memalukan ini..."
Stella mau dimulai menangis tersedu-sedu di sana terlihat sangat sedih dan mengkhawatirkan apalagi dengan penampilannya yang saat ini tanpa make-up dan berantakan.
Membuat bahkan Nenek dan Kakek Allen merasa sangat sedih.
"Stella, aku benar-benar minta maaf atas perlakuan Cucuku Allen, sungguh sebenarnya kami udah sangat menyukaimu dan ingin kamu menjadi bagian dari keluarga kami," kata Nenek Allen itu, mendekati Stella lalu memeluknya.
"Nenek...."
"Sebenarnya.... Sebenarnya.... Nenek... Aku juga sangat ingin menjadi Cucu Nenek dan masuk Keluarga Nenek, aku sudah sangat sayang dengan Kakek dan Nenek, aku sudah menganggap kalian seperti keluargaku sendiri. Namun takdir rupanya berkata lain, aku tidak benar-benar bisa apa-apa,"
Melihat Stella mulai berbicara omong kosong pada Ibunya itu, Felix segera memiliki firasat buruk.
"Sudah-sudah, Nenek. Pernikahan Allen dan Stella batal, mau bagaimana lagi,"
Stella lalu melepaskan pelukan Nenek Allen, dan segera berkata,
"Tapi aku tidak ingin Pernikahan ini batal... Ini terlalu memalukan... Paman Felix harus bertanggung jawab atas hal memalukan yang Putra Paman lakukan padaku, Paman harus mengantikan Allen menikah denganku,"
Kata-kata Stella itu membuat kaget semua orang yang ada disana.
Allen lah orang paling pertama yang menolak hal hal ini.
"Stella bicara sembarangan!! Tanggung jawab apa? Berhenti membicarakan obong kosong!" Kata Allen dengan marah.
Stella yang mendengar itu menjadi marah juga,
"Allen, bagusnya kamu yang menjaga bicaramu di sini siapa yang membatalkan pertunangan dan acara pernikahan ini? padahal jelas acara ini akan diadakan kurang dari seminggu lagi namun kamu dengan tidak tahu malunya membatalkan semua ini kamu pikir ini mudah untuk ku? Kamu benar-benar sialan sombong yang tidak tahu malu, aku berbeda dari mu aku punya cukup malu jadi tidak akan membiarkan acara ini gagal begitu saja, dan juga soal perjodohan ini tentu saja harus dilanjutkan untuk mengikat keluarga Chastalope dan Keluarga Chastielo, dan Ayahmu yang kebetulan masih singel dia bisa menggantikanmu untuk dijodohkan dengan ku,"
"Stella!! Kamu makin tidak tahu malu kamu bahkan bukan anggota keluarga Chastalope!!"
"Aku adalah bagian dari Keluarga Chastalope!! Lihat di kartu keluarga ini aku terdaftar di sana secara hukum, dan resmi menjadi Putri mereka secara hukum, jadi kita yang boleh meragukan ku sebagai anggota keluarga Chastalope,"
Nenek Allen yang mendengar hal itu terdiam sebentar kemudian berpikir.
Memang, dirinya sudah menyukai Stella, dan sangat senang jika stella bisa masuk menjadi anggota keluarga mereka.
Awalnya dirinya sengaja menjodohkan Stella ini dengan cucunya Allen, namun dirinya tidak pernah mengira jika hubungan mereka akan menjadi buruk seperti ini, sampai pembatalan pernikahan.
Cucunya Allen itu benar-benar tidak masuk akal, apa dia bisa meninggalkan gadis sebaik cantik dan sepintar Stella?
Dan soal Putranya, Felix.
Sejak Pernikahan Pertamanya, Putranya ini sangat sulit untuk di suruh menikah lagi.
Padahal ya juga sangat ingin Putranya ini memiliki seorang Istri sehingga ada seseorang yang mengurus nya dan merawatnya juga mencintainya.
Putranya selalu sibuk sendiri dengan pekerjaannya itu tidak pernah memperhatikan dirinya sendiri dan ini membuatnya khawatir bagaimana kehidupannya di masa depan nanti terutama karena putranya satu-satunya itu memiliki hubungan yang tidak terlalu baik dengan Ayahnya.
Jika dirinya dan Suaminya pergi, siapa yang akan memberhatikan Putranya yang gila kerja ini?
Cucu mereka mungkin hanya akan menikah dan memiliki keluarga baru yang begitu dia akan meninggalkan Ayahnya ini.
Namun Felix begitu keras kepala selama ini, menolak semua wanita yang dirinya jodoh kan untuknya.
Namun sekarang ada sebuah peluang yang tidak pernah dirinya pikirkan.
Bukankah ini hal yang baik?
Stella dah menjadi anggota keluarga, juga Putranya Felix akhirnya menikah!!
Dirinya yakin, Stella dia kan bisa melelahkan hati Felix yang sedingin Es itu.
"Aku merasa itu adalah Ide yang bagus, untuk membuat Stella menikah dengan Putraku Felix,"
Kata-kata Nenek Allen itu jelas membuat suasana di sana menjadi semakin heboh.
Mereka benar tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Terutama Felix dan Allen.
"Nenek!! Ini tidak bisa!"
"Ibu!! Aku tidak setuju!!"
Melihat dia anggota laki-laki dalam keluarganya itu terlihat menolak, dirinya segera menatap kearah Suaminya, Kakek Allen.
Kakek Allen dari tadi masih terdiam dan belum mengatakan apa-apa.
Stella jelas tersenyum melihat Nenek Allen itu setuju, sekarang tinggal menunggu keputusan Kakek Allen.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
maryati
Seru nih ceritanya 🥰
2022-10-08
0