Tentu saja ketika masih ada perdebatan yang ada di ruangan itu, Kakek Allen masih tenggelam dalam pikirannya, mencoba memikirkan apakah itu ini cukup bagus atau tidak.
Disisi lainnya, Ayah Stella sudah ikut angkat bicara dulu.
Ayah Stella merasa jika hubungan dengan Keluarga Chastielo pasti akan menguntungkan, sayang sekali jika hubungan antara keluarga ini harus dibatalkan.
Dirinya masih bisa memanfaatkan pernikahan Stella ini demi keuntungan perusahaan juga, sesuai dengan rencana awalnya.
"Tentu saja, walaupun Stella bukan Putri Kandung kami, namun dia masih bagian dari keluarga ini. Aku juga cukup setuju dengan ide ini, ini terlihat cukup bagus dan menguntungkan, semua pihak jadi kita tidak perlu menanggung malu atas batalnya Acara Pernikahan ini,"
Allen yang mendengar Ayah Stella itu setuju, segera memberontak,
"Paman!! Kenapa Paman setuju begitu saja?"
Namun bahkan sebelum Ayah Stella menjawab, Kakek Allen angkat bicara.
"Sebenarnya cukup memalukan untuk membatalkan acara pernikahan ini karena semua undangan sudah disebar termasuk pada semua Klaien dan Kolegan penting Perusahaan, Keluarga Chastielo jelas juga menanggung banyak malu akibat pembatalan ini. Jadi Allen, kamu jangan banyak bicara menurutmu siapa yang membatalkan pernikahan ini? Apa kamu tidak memikirkan betapa malunya Keluarga kita karena pembatalan ini? Allen kamu itu, benar-benar hanya berpikir pendek, jadi diamlah, dan dengarkan saja ide Nenekmu itu. Aku merasa ide untuk menikahkan Putraku Felix dan Stella merupakan ide yang cukup bagus, aku setuju dengan itu,"
Mendengar itu, jelas saja semua orang di ruangan itu terlihat kaget.
Terutama Chintya yang dari tadi merasa tidak nyaman terutama setelah ide gila itu muncul.
Padahal harusnya dirinya lah yang akan mengajukan ide Pernikahan antara dirinya dan Allen, namun dirinya tidak akan pernah mengira jika Stella berani sekali mengeluarkan ide gilanya itu dengan mencoba untuk menikahi Ayah Allen.
Sungguh, Stella adalah seorang yang kurang ajar dan sok sekali!!
Apa maksud dia untuk memiliki ide gila ini?
Felix yang dari tadi diam saja, akhirnya angkat bicara setelah berpikir sebentar, dia lalu berkata,
"Tidakkah ini semua omong kosong? Kenapa malah jadi aku yang menikah?"
Stella tentu saja mulai angkat bicara,
"Paman Felix, ini semua juga berkat Putra Paman membuat keputusan tidak masuk akal dengan cara membatalkan Pernikahan ini, bahkan persiapan nya sudah selesai, Putra Paman ini yang harus disalahkan, dan Paman sebagai Ayahnya jelas harus bertanggung jawab atas apa yang Putra Paman lakukan!!"
"Aku jelas akan bertanggung jawab dengan perbuatan Putraku, namun jelas bukan dengan cara ini,"
"Tapi, Paman.... saat ini semua undangan sudah disebar aku akan sangat malu jika Pernikahan sampai dibatalkan, jadi aku harus tetap menikah,"
"Stella!! Pernikahan itu bukan main-main!! Aku tidak tahu ide apa yang ada di kepalamu namun aku tidak akan mengikuti ide gilamu ini," kata Felix lagi.
Nenek Allen lalu angkat bicara,
"Felix, sudah kamu ikuti saja kata-kataku ini, kamu menikah dengan Stella, dia adalah seorang gadis yang baik aku yakin dia akan cocok dengan mu,"
"Ibu!!"
"Paman Felix harus tanggung jawab soal Perbuatan Putra Paman!! Harus!! atau jangan bilang paman tidak ingin bertanggung jawab karena Allen bukan Putra Paman?"
Mendengar kata-kata sensitif itu keluar dari mulut Stella, jelas membuat Allen marah, termasuk Ayah Allen itu.
Semua orang tahu bahwa topik ini adalah sesuatu yang sangat sensitif semua gosip dan skandal selalu bermunculan tentang bagaimana Allen bukan Putra Kandung Felix.
Tapi jelas saja, Felix akan membantahnya.
"Allen itu adalah Putra Kandungku!!"
"Jadi Paman Harus tanggung jawab!! Jika Allen memang Putra Paman!!"
Felix sudah terlanjut emosi, lalu segera berkata,
"Baik!! Apapun maumu, bocah!! Aku akan menikahimu!! Dan jangan pernah menyesal telah memilih keputusan ini!!"
Felix segera menatap tajam kearah Stella.
Stella lalu menunjukkan sebuah senyuman dan menatap baik kearah Felix, seolah memenuhi tantangan itu.
"Tentu saja, aku tidak akan pernah menyesal telah membuat keputusan ini!!"
Allen yang mendengar kesepakatan tidak masuk akal ini, angkat bicara,
"Apa-apaan ini, Ayah! Kenapa Ayah malah mau menikah dengannya? Aku tidak ingin Ibu Tiri!!"
"Allen, apakah kamu bisa dia menurutmu gara-gara siapa ini semua terjadi?"
Allen lalu terdiam, nyanyian menahan rasa kesal dan kemarahan di hatinya.
Tidak akan pernah mengira jika Stella cukup licik berani juga memiliki ide konyol seperti menikah dengannya.
Apakah ini untuk balas dendam?
Cara ini sungguh keterlaluan.
"Ayah!! Stella hanya ingin membuatku kesal dengan Menikahi Ayah!! Dia hanya memanfaatkan ini sebagai ajang balas dendam!!"
Felix tentu saja tahu apa yang Allen katakan, namun saat ini tidak memiliki banyak solusi dan pilihan, apalagi kedua orang tuanya dah setuju tentang ide ini dan entah bagaimana pasti akan memaksanya untuk melakukan hal-hal ini.
Stella lalu angkat bicara,
"Aku melakukannya bukan untuk sesuatu yang tidak jelas seperti Balas Dendam. Itu karena aku menyukai Paman Felix!! Setelah berpisah dengan Allen, aku menyadari betapa kekanak-kanakan dia, dia selalu begitu egois, lalu aku bertemu dengan Paman Felix, yang terlihat cukup bijaksana dan bahkan ingin bertanggung jawab atas hal-hal memalukan yang Putranya lakukan. Aku merasa tersentuh untuk hal-hal ini, Allen itu dengan egoisnya akan secara sepihak tentang Pernikahan ini, tanpa mengetahui perasaanku, bahkan tidak berencana memberikan kompensasi apapun padaku, berbeda dengan Paman Felix, dia cukup dewasa untuk membuat keputusan yang baik. Dan lihat sekarang? Paman Felix telah mengambil keputusan ini demi kebaikan semua orang, bagaimana aku tidak menyukai Paman Felix?"
Allen yang mendengar semua itu jelas merasa itu semua hanya omong kosong lalu dengan marah berkata,
"Stella!! Berhentilah bicara ngomong kosong!"
Stella tidak mendengarkan apa yang Allen katakan, dia malah mendekati Felix, menarik dasi yang Felix pakai, lalu mencium Felix di depan semua orang.
Hal itu langsung sangat cepat sehingga Felix bahkan tidak sempat bereaksi, kemudian yang dia rasakan adalah sentuhan hangat di bibirnya.
Hal itu membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu tercengang dan kaget.
Stella sendiri rasa sangat malu dengan perbuatannya ini.
Lalu dia mulai menatap wajah di depannya itu.
Ciuman ini tidak terasa buruk.
Dan setelah melihat dari dekat dirinya merasa jika, Paman Felix ini benar-benar sangat Tampan!!
Sungguh, Pesona Dewasa adalah sesuatu.
Mungkin ini adalah keputusan yang baik untuk menikah dengan Ayah Allen ini.
Walaupun awalnya ini untuk sebuah balas dendam, entah kenapa Stella memiliki perasaan, jika hal ini mungkin saja bisa memberikan sebuah kebahagiaan untuk dirinya.
Karena, takdir tidak akan benar-benar tahu membawa dirinya ke arah mana.
Sama seperti bagaimana dirinya ingat, ketika putus asa dan tengelam di kolam itu, dirinya sempat berpikir untuk mati.
Namun ada sosok hangat yang datang dan menyelamatkannya.
Awalnya dirinya mengira itu, Allen....
Namun setelah mengiagat lebih dekat wajah itu, wajah yang memberinya nafas buatan saat berada di kolam, samar-samar dirinya melihatnya....
Itu adalah Paman Felix yang menyelamatkan Nyawanya....
Ya, dan Paman Felix, jelas harus bertanggung jawab atas hidup yang dia selamatkan ini....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
maryati
udah anak nya gak bisa BPK nya juga apa2 ya gak thor 🤣🤣🤣
2022-10-08
3
Neneng cinta
pinter stella...es yg beku lama2 jd cair....😍😍😍
2022-09-04
0
Muzie✰͜͡v᭄👻ᴸᴷ㊍㊍
Cocok felix dingin dengan Stella gadis yg pintar dan ceria,,,,jadi banyak bicara si felix berhadapan dengan Stella 🤭🤭
2022-08-28
5