Malam dengan cepat berlalu, ketika membuka matanya, hal pertama yang Stella lihat adalah wajah tampan tertentu disampaignya, wajah yang terlihat tidak cukup familiar.
Lalu Stella mulai teringat kembali kejadian malam sebelumnya.
Memikirkannya, wajah Stella menjadi merah karena malu sendiri.
Sungguh?
Mereka benar-benar melakukannya.
Stella masih tidak percaya soal kejadian tadi malam.
Kemudian, Stella mulai sedikit bergerak, mencoba membenarkan selimut yang dipakainya.
Namun, astaga...
Bagaimana tubuhnya terasa sakit semua terutama pada bagian tertentu.
Sungguh, kinerja Suaminya sesuatu sekali, entah apa yang merasuki mereka tadi malam.
Setelah percakapan aneh mereka, dan soal dirinya yang sedikit menyinggung Suaminya soal kinerja nya buruk, Suaminya menjadi lebih agresif.
Sungguh bohong juga dirinya bilang semalam tidak menyenangkan, karena pada akhirnya mereka berdua sama-sama terbawa suasana dan menikmatinya, terutama dirinya yang selalu meminta lebih.
Jujur, Paman Felix ini memiliki Tubuh yang begitu indah dan terawat, walaupun umurnya sudah segitu, namun Tubuhnya masih sangat bagus dan menggairahkan, apalagi dengan ukuran miliknya yang cukup sesuatu.
Membuat dirinya semalam seolah mabuk dalam gairah.
Memikirkan hal-hal tentang semalam, Stella menjadi malu sendiri, dirinya segera mencoba menghilangkan kenangan itu.
Kemudian Stella menatap wajah tidur disampaignya yang terlihat begitu tenang.
Stella memperhatikan wajah tampan yang terlelap itu.
Ketika orang ini tidur, benar-benar terlihat sangat jinak dan terlihat tampan, benar-benar berbeda ketika dia bangun, terlihat dingin dan galak, apalagi dengan Kacamatanya itu.
Tanpa sadar, Stella mengelus sedikit rambut Pria disampaignya sambil menatap wajahnya dengan lekat.
Seperti ini, dia benar-benar cukup tampan, namun wajah ini benar-benar berbeda dengan wajah Allen.
Ya, dirinya juga masih bertanya-tanya, kenapa Allen tidak mirip dengan Ayahnya.
Apakah Allen benar-benar hanya mirip dengan Mamanya?
Ketika Stella sibuk berpikir sendiri, mata Pria disampaignya itu perlahan terbuka.
Stella tentu saja melihat mata itu terbuka, dan memergoki apa yang dirinya lakukan.
Stella segera menjauhkan tangannya, namun Felix malah menariknya.
"Apa yang kamu lakukan?"
Stella menjadi gugup, dan panik sendiri, tidak mungkin kan dirinya bilang dan mengaku jika saat ini dirinya sedang mengagumi ketampanan Suaminya ini?
Itu akan sangat memalukan.
Jadi Stella hanya berkata tidak jelas,
"Aku hanya memperhatikan bagaimana wajahmu benar-benar berbeda dengan Allen, bahkan pose tidur kalian berbeda,"
Mendengar hal pertama yang Felix dengar dari mulut Stella adalah nama Putranya, tiba-tiba perasaan tidak nyaman muncul, dan dengan marah Felix berkata,
"Ya, aku memang bukan dia dan dia tidak mirip denganku, jadi percuma jika kamu mencoba menjadikan ku sebagai pengati Allen hanya karena kamu batal menikah dengannya,"
"Penganti apa? Sungguh, ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan Allen,"
"Sudah lupakan saja, aku tidak ingin berdebat denganmu, aku masih begitu lelah,"
Stella lalu tertawa,
"Sudah aku duga, ini mungkin karena Paman bermain terlalu berlebihan semalam, jelas ini adalah pertama kalinya bagiku, namun Paman begitu Agresif,"
Felix lalu menatap Stella dengan ekpersi kaget, dan baru teringat soal tadi malam yang mana memang benar-benar pertama kalinya untuk Stella.
Namun Felix masih merasa tidak bisa menerima ini, lalu segera berkata,
"Untuk pertama kalinya, bukankah kamu juga cukup agresif? Aku cukup heran, untuk berpikir itu benar-benar yang pertama,"
Sekarang Stella menunjukan ekpersi tertawa,
"Jadi maksud Paman, Allen sudah menyentuhku lebih dulu? Apa Paman tidak kenal Allen dengan baik? Dia itu tipe yang polos dan dalam hidupnya isinya hanya belajar dan belajar. Dia tipe yang menghargai hal-hal ini dan tidak akan melakukan sebelum menikah..."
Felix sedikit terteguh,
"Kamu sepertinya tahu banyak soal Allen,"
"Paman juga tahu, aku sudah kenal Allen sejak kecil. Namun sepertinya aku tidak benar-benar mengenal dia dengan baik, buktinya bagaimana dia dengan kejam membatalkan Pernikahan kami, atau mungkin saja dia tidak pernah mencoba menyentuhku bertahun-tahun karena di tidak memiliki Perasaan apapun padaku,"
Ekpersi Stella saat mengatakan itu, terlihat masih begitu sedih.
Bohong jika Stella bilang dirinya sudah benar-benar melupakan Allen.
Berapa lama mereka saling kenal?
Lebih dari sepuluh tahun.
Berapa lama mereka bersama?
Lebih dari lima tahun.
Dan berapa lama mereka berpisah?
Kurang dari satu Minggu.
Melihat ekpersi Stella, entah kenapa Felix merasa terganggu, dia segera mengalihkan pandangannya, lalu segera berkata,
"Hmm, aku juga tidak begitu mengerti soal Allen,"
"Tapi dia Putra Paman...."
Felix lalu mulai berdiri dari tempat tidur, lalu segera berkata,
"Sudahlah lupakan saja semuanya, termasuk malam ini,"
Ya, Felix telah memikirkannya sekarang merasa cukup menyesal entah bagaimana.
Mungkin itu karena dirinya tahu Stella masih menyukai Allen?
Tidak kenapa dirinya memikirkan ini ini jelas karena dirinya dari awal tidak menyukai pernikahan ini.
Hal-hal malam ini juga hanya salah satu formalitas antara mereka berdua soal pernikahan ini.
Tidak perlu terlalu mengagap serius.
Stella yang melihat Felix mencoba pergi itu, jelas tidak menyukainya.
Dirinya pikir, setelah tadi malam Felix akan menerima dirinya, namun sepertinya perkiraannya salah.
Apakah ini karena dirinya yang masih setengah-setengah dan tidak tulus?
Namun mau bagaimana lagi semuanya berjalan dengan begitu cepat.
Kebenaran soal Perselingkuhan Allen...
Lalu kecelakaan hari itu...
Kasus Pembatalan Pertunangan...
Sampai... Tiba-tiba Pernikahan dirinya dengan Ayah Allen yaitu Felix.
Ini semua berjalan begitu cepat kurang dari 10 hari.
Membuat perasaan dirinya masih begitu rumit.
Awalnya dirinya mengabil ide ini karena sikap Implusif semata, seperti yang Paman Felix itu katakan.
Bahwa dirinya hanya memanfaatkan Pernikahan ini untuk balas dendam.
Namun setelah memikirkannya dirinya merasa jika hal-hal ini salah dan terasa tidak adil terutama untuk Paman Felix.
Dirinyalah yang melibatkan Pria itu dengan egois oleh keinginannya yang tidak masuk akal.
Padahal jelas, Paman Felix ini tidak ada hubungannya dengan hal-hal ini jelas ini semua salahnya Allen sepenuhnya.
Dan jelas, sangat salah jika dirinya mempermainkan sebuah ikatan pernikahan.
Memikirkan semua ini, Stella mencoba memantapkan hatinya.
Apalagi setelah hal-hal Impulsif semalam.
Itu benar, dirinya tidak bisa seperti ini terus.
Dirinya tidak bisa hanya memanfaatkan seseorang seperti ini.
Dirinya harus bisa untuk melupakan Allen sepenuhnya dari hatinya, dan mencoba menerima Felix suaminya ini.
Masadepannya bukan lagi Allen, namun Suaminya yang ada di hadapannya ini, yaitu Felix Chastielo.
"Aku tidak bisa melupakan semua ini, Paman," kata Stella sambil menarik tangan Felix.
Felix lalu menghentikan langkahnya, dan menoleh pada Stella.
"Lalu apa maupun?" Tanyanya pada Stella.
"Aku ingin kita benar-benar menjadi Keluarga yang bahagia,"
Felix menatap wajah Stella itu dengan ekpersi tidak percaya,
"Hah, kamu pikir aku akan setuju? Hanya dengan hal-hal tadi malam itu tidak membuktikan apapun. Aku tidak suka bersama dengan wanita yang masih menyukai laki-laki lain,"
"Paman, aku akan membuktikannya,"
Felix tentu saja tidak mempercayai apa yang Stella katakan itu.
"Sudahlah, Stella, aku sejujurnya tidak ingin menikah denganmu dari awal, mari buat perjanjian sekarang, soal perceraian kita dalam satu tahun kedepan, dengan itu kamu akan mendapatkan keuntungan yang cukup, uang, status, dan hal-hal lainnya, semua akan selesai,"
Mendengar kata-kata kejam itu, Stella lalu menjadi marah.
"Sungguh? Kenapa langsung membicarakan Perceraian setelah kita baru saja menikah kamu benar-benar kejam!!"
Felix sekarang malah per tertawa mendengar kata-kata Stella,
"Seperti yang kamu lihat aku ini emang pria yang kejam yang suka memanfaatkan orang, termasuk kamu, jadi suka atau tidak, aku hanya melakukan apapun yang aku mau dan kamu tidak akan betah bersama dengan pria kejam sepertiku," kata Felix lalu segera pergi dari sana, meninggalkan Stella yang masih terdiam dan mematung di kamar.
Melihat kepergian Felix ekpersi Stella menjadi cukup rumit.
Stella mulai banyak berpikir sepertinya jalan masih panjang untuk mencoba mendapatkan hati Suaminya itu.
Itu benar, walaupun awalnya ini hanya sebuah lelucon gila, dirinya sekarang sudah bertekad.
Tidak ada yang lebih penting daripada mencari kebahagiaan, dan karena saat ini dirinya sudah terlanjur menikah dengan Felix, dirinya akan mencoba mencari kebahagiaan dengan orang itu...
Ya...
Dirinya pasti akan bisa menaklukan Pria dingin dan arogan itu!!
Itu adalah tekat yang sudah Stella buat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Hotlin Situmorang
buat rayuan maut stella
2024-07-24
0
❄️ sin rui ❄️
mabok narasi aku thorr baca novel mu
2022-12-09
0
Muzie✰͜͡v᭄👻ᴸᴷ㊍㊍
Semangat Stella taklukkan hati pria kutub Antartika Felix,,,, buat felix bucin akut sama kamu Stella,,,, Keluar kan semua pesona penggoda yg ada dlm dirimu buat si felix jatuh cinta pada kamu stella istri sah nya🤭🤭🤭🤭
2022-08-29
5