Setelah mendengar kabar soal rencana Allen itu, jelas saja seluruh keluarga Chastielo menjadi terkejut dan sangat syok.
Nenek dan Kakek Allen tentu saja merasa kurang suka dengan kabar ini, mereka jelas menolak soal permintaan Allen yang tiba-tiba itu.
Begitu pula dengan Ayah Allen, Felix, yang tidak percaya tentang keputusan yang dibuat Putranya, yang menurutnya sangat tidak masuk.
Karena baru sebelumnya putranya ini ingin membatalkan pernikahan namun sekarang dia ingin menikah segera dengan gadis lain.
Sungguh, tidak nalar.
Banyak pertentangan yang terjadi dan perdebatan hari itu.
Dan pada akhirnya, Allen pergi dari Ruangan Makan dengan ekspresi marah bersama dengan Cynthia.
Allen menyuruh lagi keluarganya untuk mempertimbangkan hal ini lagi, dan dirinya akan membahas hal-hal ini lain waktu.
Dan begitulah Stella dan Felix lalu kembali ke kamar mereka.
Dari sini, Felix melihat bahwa ekpersi Stella lihat baik-baik saja, dan tidak terkejut sedikitpun tentang hal ini.
Felix pun segera bertanya,
"Kenapa kamu tidak terkejut? Jangan bilang kamu tahu tentang ini sebelumnya?"
Ekpersi Stella sekarang menunjukkan ekspresi yang cukup rumit ketika memikirkan semua ini.
Dia lalu segera menjawab,
"Ya, aku memang sudah tahu ini sebelumnya,"
Felix hanya bisa menatap terkejut pada Stella.
Jadi Putranya Allen ternyata menghianati Stella dengan Saudara Angkat nya sendiri, sebelumnya.
Dan juga bagaimana cara Putranya itu memutuskan pertunangan nya itu, jual hal itu pastilah membuat Stella begitu hancur dan sedih.
Felix karang tidak tahu harus berekspresi seperti apa.
"Jadi begitu. Kapan kamu tahu soal mereka berdua?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Apakah itu ketika Acara Lamaran? Dan setelahnya itu aku konfirmasi ketika aku baru saja pulang dari rumah sakit setelah Allen sebelumnya memutuskan pertunangan kami. Aku mendengar apa yang mereka berdua bicarakan,"
"Soal Perselingkuhan mereka?"
Stella lalu menggelengkan kepalanya,
"Soal, bagaimana mereka berdua ingin gak jadi membatalkan pesta pernikahan itu namun yang menikah bukan aku dan Allen, namun Cynthia dan Allen,"
Felix baru pertama kali mendengar soal hal ini.
Jika ini benar-benar nyata ini pasti benar benar sangat menyakitkan untuk Stella.
Tidak hanya di khianati, namun hari besar yang akan direncanakan menjadi hari pernikahannya ternyata malah akan direbut dan digantikan untuk Pernikahan Allen dengan orang lain.
Ibunya juga tahu dari orang tuanya bahwa Stella yang sudah merencanakan semua acara Pernikahannya ini sudah cukup lama.
Mulai dari memilih gedung, dekorasi dan semuanya.
Melihat hari itu benar-benar akan dihancurkan...
Jadi begitu, kenapa ketika iya bertemu dengan gadis itu saat itu, Stella langsung mengatakan itu gila soal kompensasi yang dirinya inginkan, yaitu soal agar dirinya Menikahi Stella.
Akhirnya dirinya mengerti alasannya.
Jelas, Stella kita akan membiarkan hari bahagia yang akan menjadi hari pernikahannya itu, malah jadi hari bahagia bagi pasangan selingkuh di belakangnya.
Memikirkannya saja begitu menyakitkan.
Felix sendiri, itu mengerti rasanya untuk dikhianati.
"Kamu sungguh gadis yang kuat,"
Stella dicky tersenyum dan menatap Felix.
"Aku tidak sekuat itu. Namun aku tidak memiliki pilihan lain selain menjadi kuat. Aku harus melakukannya agar aku bisa terus untuk melanjutkan hidupku,"
Setelahnya ada keheningan diantara mereka.
Stella masih diam dalam pikirannya sendiri, begitu pula dengan Felix.
Felix yang mulai membuka percakapan duluan,
"Tapi aku pikir perbuatanmu tetap salah, kamu tiba-tiba melibatkan ku dalam balas dendammu,"
Stella hanya senyum setelah mendengar pernyataan dari Felix itu.
"Ya aku sendiri juga tahu tidak tindakan itu sisiku untuk ingin menikahi Paman Felix adalah hal yang salah, taman juga tidak perlu bersimpati atau kasihan padaku, setidaknya sekarang sudah cukup baik-baik saja, aku tidak pernah menyesal mengambil keputusan untuk menikah dengan Paman Felix,"
Sekali lagi Felix terdiam disana, sejujurnya dirinya juga tidak tahu untuk merespon seperti apa.
Karena hal-hal ini begitu rumit, isi lain dirinya merasa kasihan dan rasa simpati pada Stella, namun di sisi lain nya dirinya juga tidak menerima untuk dijadikan alat balas dendam seperti ini.
"Sekarang, kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau soal menggagalkan pernikahan mereka pada awalnya, dan membuat Allen kesal, apakah itu tidak cukup?"
Stella lalu menatap kearah Felix, dan segera berkata,
"Itu benar aku dah cukup puas untuk melihat bagaimana Allen menjadi kesal, namun pada akhirnya dia akan tetap menikah dengan Cynthia,"
Felix terdiam sebentar,
"Aku akan mencoba membuat mereka tidak jadi menikah,"
"Tidak usah, Paman. Aku tidak ingin jika hal hal ini malah lebih merusak hubungan Paman dan Allen, aku benar-benar minta maaf karena membuat hubungan Paman dan Allen menjadi seperti ini,"
"Semua sudah menjadi seperti ini dari awal kamu tidak perlu merasa bersalah, sekarang apa rencanamu?"
Stella lalu terdiam, dan berkata,
"Aku sudah tidak memiliki rencana apapun. Yang aku inginkan adalah sebuah kehidupan yang bahagia, jadi Paman tidak bisakah kamu menerima diriku sebagai Istrimu?"
"Tolong jangan bicara omong kosong soal ini,"
"Hah, baiklah aku mengerti. Namun bukan berarti aku ingin menyerah,"
"Stella kamu...."
"Paman, tolong beri aku sebuah kesempatan,"
Namun Felix tidak menjawab, cirinya jelas masih takut tentang hal-hal ini, yang jelas dirinya tidak mungkin untuk jatuh cinta pada Stella yang jauh lebih mudah daripada dirinya ini, sangat tidak cocok untuk menjadi pasangan dirinya.
Hal-hal ini cukup rumit.....
Dan lagi apakah dirinya bisa sepenuhnya percaya pada gadis didepannya ini?
Tadinya benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya gadis didepannya ini rencanakan.
Kita baru kenal setelah beberapa hari, bukan baru kenal sih, hanya cukup dekat dalam waktu belakangan, namun ini tidak membuat dirinya bisa mengerti tentang Stella.
Dirinya ingin mencoba mengerti.
Namun jelas ada jarak di anatara mereka.
Dirinya masih bisa melihat, ketika Stella menatap Allen, jelas ada kerinduan disana, bahwa sepertinya Stella masih mencintai Allen.
Namun dirinya jelas tidak bisa menerima seseorang yang masih mencintai orang lain untuk menjadi pasangannya.
"Sudahlah, lupakan apa yang barusan kita bicarakan, biarkan waktu yang menjawabnya,"
Stella lalu tersenyum setelah mendengar hal itu.
"Tentu saja,"
Lalu malam itu, dua orang itu akhirnya saat tidur dalam damai di tempat tidur yang sama pantai memiliki banyak perdebatan seperti malam-malam sebelumnya.
Stella diam-diam melirik pada Pria disampaignya itu.
Memang, sepertinya penilaiannya tidak salah.
Paman Felix ini sebenarnya memiliki hati yang lembut juga.
Memikirkan itu, Stella tersenyum sendiri.
Memang, benar rasanya tidak akan sulit jika dirinya mencoba mencintai Pria ini....
Dia memiliki pikiran dewasa dan pandangan kedepan yang baik.
Dia cukup tampan, dan lagi sangat baik di tempat tidur.
Sial, ketika Stella memikirkan soal malam itu, Stella merasa malu sendiri.
Akhhh...
Stella lalu kembali memalingkan wajahnya, untuk mencoba tidur dan berhenti memikirkan semua hal-hal ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Hotlin Situmorang
assik tidurnya nyenyak ya Stella
2024-07-24
0