Pada akhirnya, setelah Stella mencium Felix hari itu dan membuat semua orang terkejut, dan keget, Keluarga Chastielo sudah memutuskan untuk melaksanakan pernikahan Felix dan Stella beberapa hari lagi.
Felix walaupun ingin menolak, namun jelas orang tuanya memaksanya untuk setuju.
Felix benar-benar tidak memiliki pilihan selain melakukan Pernikahan tidak jelas ini, karena kondisi Ibunya yang saat ini sedang sakit, kadang jantungnya kambuh, jika dirinya memaksa menolak takutnya Ibunya bisa kenapa-kenapa.
Apalagi karena Putranya Allen yang benar-benar seenaknya membatalkan pernikahan, padahal dirinya juga sudah mengundang banyak kolegan bisnis, juga teman-temannya dirinya undang, karena ini akan menjadi Pernikahan Putranya satu-satunya, tentu saja sudah di siapkan begitu besar dan mewah.
Tidak cuman itu, dirinya bahkan sudah menyuruh mengundang Wartawan dan sudah menyewa beberapa stasiun televisi untuk menyiarkan Pernikahan besar ini.
Persiapan untuk Pernikahan ini benar-benar tidak main-main, sudah membuang begitu banyak waktu dan uang.
Namun apa yang Putranya telah perbuat itu?
Benar-benar membuat malu Keluarga.
Dirinya tidak bisa berkomentar lagi soal hal ini, juga pasti Ayahnya juga sangat marah soal ini.
Kemarin saja, setelah Allen mengungkapkan ingin membatalkan Pernikahannya itu, satu Keluarga bertengkar hebat, kalau Allen tidak coba bilang ingin bunuh diri kalau tetap dipaksa menikah, mereka tidak punya pilihan, dari pada nanti malah Allen membuat kekacauan jika Pernikahan dipaksakan.
Entah setan apa yang membuat Putranya jadi seperti itu.
Hah, dan pada akhirnya ini benar-benar tidak ada pilihan lainnya.
Tentu saja keputusan Pernikahan itu membuat Allen begitu marah, namun dia juga tidak berani untuk benar-benar mengatakannya terus terang.
Keluarga Chastalope juga benar-benar terkejut dengan apa yang semua orang putuskan.
Cynthia terutama, hanya bisa merasa kesal ketika rencananya untuk menikah dengan Allen menjadi gagal.
Dirinya bahkah tidak sempat untuk mengatakan hal ini di depan semua orang.
Ya karena keeputusan hari itu benar-benar tidak bisa diganggu gugat, dan sudah diputuskan bahwa Stella akan menikah dengan Felix, maka hari berikutnya Felix dan Stella di suruh untuk ikut acara Pemoteran Pre-Wedding yang memang sudah di jatwalkan hari berikutnya.
Stella saat ini masih berada dikamarnya, sedang bersiap-siap untuk pergi ke Pemotretan Pre-Wedding itu.
Sungguh, dirinya sendiri tidak mengira kalau hal-hal benar-benar bisa menjadi seperti ini.
Dirinya sendiri juga yang memilih lokasi Pre-Wedding ini, berharap ini akan menjadi salah satu foto kenangan indah dirinya dan Allen.
Namun dirinya tidak pernah mengira jika Calon Pengantin Pria akan berubah menjadi Felix Chastielo.
Stella sendiri tidak tahu begitu banyak soal Paman Felix ini.
Sudahlah Stella tidak mau terlalu memikirkan hal-hal ini, ini sungguh memuakan.
Namun ketika dirinya sedang asik bersiap-siap, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk orang.
Stella hanya merasa penasaran, siapa sih yang ke kamarnya pagi-pagi begini?
Apakah Cynthia mau membuat masalah pagi-pagi begini?
Benar-benar menyebalkan.
Padahal dirinya masih belum mengeringkan rambutnya.
Jadi, Stella yang masih memakai baju handuk dan pengering rambut ditangannya itu langsung menuju ke pintu dan membuka pintu kamarnya, hendak marah ke arah orang yang mengetuk pintu kamarnya itu, tanpa dia melihat siapa yang mengetuk pintu Kamarnya itu.
"Ada apa? Kenapa pagi-pagi sudah ingin mengajak ribut?"
Namun ekpersi Stella segera berubah setelah melihat siapa yang datang.
Itu Paman Felix!!
Kenapa dia pagi-pagi sekali sudah ada didepan pintu kamarnya pula?
Haduh, bagaimana ini?
Stella yang menyadari penampilannya berantakan, terutama rambutnya yang masih awut-awutan, merasa sangat malu.
Felix dengan ekpersi dingin, lalu segera berkata,
"Cepat lah bersiap-siap, sekarang, Pemutoten di Ajukan, nanti siang aku ada Meeting penting,"
Dengan nada gugup, Stella segera berkata,
"Itu, Paman Felix tunggu sebentar di Ruang Tamu, aku akan bersiap-siap,"
Felix lalu menatap Stella yang sepertinya memiliki ekspresi malu itu, entah bagaimana ini sedikit tertawa.
Ini masih bocah aneh yang tiba-tiba ingin mengajak dirinya menikah.
Sungguh tidak masuk akal.
Dirinya masih tidak percaya akan menikahi bocah yang seumuran dengan Putranya itu.
Yah, walaupun dia adalah Gadis Berusia duapuluh tahun, namun tatap saja di matanya, ini jelas termasuk bocah.
"Cepatlah, aku akan menunggu di kamarmu, saja, jika aku di Rumah Tamu, kamu pasti akan bersiap-siap begitu lama sekali," kata Felix tanpa basa-basi, lalu segera menerobos masuk kedalam kamar itu.
Hal pertama yang Felix lihat adalah, bagaimana menyedihkannya kamar itu.
Atau, apakah itu benar-benar bisa disebut sebuah kamar?
Bukankah Keluarga Chastalope itu kaya?
Kenapa memperlakukan Putri Angkat mereka sampai seperti ini?
Ruangan itu cukup kecil, sepertinya bekas gudang yang dimodifikasi, disana juga hanya ada tempat tidur singel yang cukup kecil, belum lagi tidak ada jendela diruangan ini.
Stella yang melihat bahwa Felix masuk ke kamarnya itu, jelas merasa sangat malu.
"Paman!! Jangan masuk sembarangan ke Kamar Seorang Gadis!!! Apakah Paman tidak tahu aturan ini?"
Felix lalu menatap Stella dengan ekspresi heran,
"Bukankah aku ini calon Suamimu? Apa yang salah dengan memasuki Kamar Calon Istriku sendiri?"
"Tapi kan itu baru Calon!! Baru Calon!! Kita belum resmi menikah,"
Setelah mendengar hal itu, Felix tiba-tiba teringat hal-hal gila yang Stella lakukan di hari sebelumnya.
"Kamu merasa malu, aku masuk ke dalam kamarmu?"
Ekpersi Stella jelas memberikan jawaban iya.
Felix lalu mendekat ke arah setelah hingga dia terpojok di dekat tempat tidur.
"Pa... Paman apa-apaan pula!!"
"Jangan panggil aku Paman, aku risih dengan panggilan itu,"
"Om Felix?"
Tatapan Felix kembali menatap tajam kearah Stella.
"Baik? Bagaimana cara aku manggilmu? Apakah Daddy Felix?"
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Stella semakin tidak masuk akal, Felix segera berkata dengan marah.
"Memangnya aku ini Suggar Daddy mu?"
"Bukannya begitu? Secara umum iya," jawab Stella dengan ekpersi polosnya itu.
Mendengar itu, Felix segera berkata,
"Jadi begitu menurutmu hmm?"
Felix semakin memperpendek jarak mereka, membuat Stella semakin gugup dan merasa malu entah kenapa tiba-tiba.
"Apa? Apa yang kamu inginkan?"
"Aku penasaran, apa yang membuatmu malu dalam hal-hal ini, setelah kamu berani menciumku didepan orang banyak? Apakah ini untuk membuat Allen cemburu?"
Stella segera mendorong Felix, dan memalingkan wajahnya sendiri, mencoba menghindari pertanyaan itu.
"Apa? Aku hanya membuktikannya jika aku bisa menikah denganmu,"
"Hey, bocah!! Ingat aku jelas tidak akan membiarkanmu untuk memanfaatkanku untuk ajang balas dendam Gilamu itu,"
Stella lalu kembali memalingkan wajahnya, dan menatap Felix.
"Terserah Paman mau mengagap ini apa, sekarang Paman Keluar!!"
Felix jelas tidak terima dimarahi seperti itu, lalu segera duduk di tempat tidur Stella.
Dirinya berniat membuat Stella membenci dirinya agar Stella mau membatalkan Pernikahan mereka.
Stella sendiri menuju kamar mandi mencoba mengabaikan Felix itu.
Sampai akhirnya Stella selesai, dan mereka berangkat menuju tempat Pemoteran.
Stella dengan penuh semangat jelas, langsung memilih berbagai gaun indah yang ingin dirinya pakai nanti.
Tidak lupa, dia juga memilukan baju yang cocok untuk Felix.
Stella melihat jika Felix ini benar-benar diam dari tadi dan tidak mengatakan apapun, hanya ekpersinya begitu dingin membuat beberapa orang takut.
Stella mengambil beberapa stlye baju berwarna cerah, agar membuat Felix terlihat muda.
"Paman, coba ini? Ini warna Biru Muda cocok danganmu,"
Felix mengabaikannya, lalu berkata,
"Terserah padamu," lalu kembali menatap ponselnya.
Melihat dirinya diabaikan, Stella segera menagambil kemeja berwarna merah muda yang terlihat kalem.
"Bagaimana dengan ini? Ini benar-benar cocok dengan Paman!!"
Felix yang menatap kemeja merah muda itu, lalu segera berkata,
"Tidak dengan warna itu,"
"Katanya terserah? Dasar Paman Plin Plan,"
Stella lalu mengabil lagi beberapa baju, mencoba mencocokanya lagi, dan memaksa Felix mencoba semuanya.
Felix tentu saja menolak, namun Stella selau mengancam akan melaporkannya pada Ibu Felix, yang membuat Felix terpaksa mengikuti permintaannya.
Stella begitu banyak bicara didepan Felix, membuat Felix begitu heran.
"Lihat, Paman sekarang sangat Tampan dengan baju ini," kata Stella dengan cukup puas.
Felix masih saja diam.
Melihat dirinya didiamkan seperti ini, Stella tidak peduli, mulai sedikit merapikan gaya rambut Felix, lalu mulai melepaskan kacamata Flexi.
"Apa-apaan sih," Protes Felix dengan kesal.
"Lebih baik tanpa kacamata, lihat seperti ini Paman terlihat lebih muda,"
"Lalu bagaimana jika aku terlihat lebih Tua? Toh Aku juga sudah Tua. Apa Kamu akan membatalkan Pernikahan ini?" Kata Felix sambil kembali mengabil kacamatanya itu.
"Tidak Paman, bukan begitu. Hanya saja, apakah Paman benar-benar ingin terlihat Tua di Pernikahan kita nanti? Aku sih tidak masalah, paling-paling teman-temanku bilang, aku menikahi Sugar Daddy,"
Felix yang lagi-lagi di panggil Sugar Daddy itu menjadi sebal, dan melepaskan Kacamatanya.
Melihat itu, Stella memberikan acungan jempol.
Stella benar-benar puas dengan penampilan Felix ini.
Astaga....
Allen mungkin cukup tampan, namun Pesona Paman Felix ini benar-benar berbeda!!
Dengan penampilan seperti ini, dia benar-benar terlihat lebih muda!!
Dan yang Jelas Sangat Tampan!!!
Dirinya memang tidak memiliki mata yang salah.
Kilasbalik berakhir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Hotlin Situmorang
memilihkan
2024-07-24
0
maryati
lucu sih ceritanya
2022-10-08
0
Neneng cinta
stella...stella...kocak lucu😂😂😂
2022-09-04
0