Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)

Pada akhirnya, setelah Stella mencium Felix hari itu dan membuat semua orang terkejut, dan keget, Keluarga Chastielo sudah memutuskan untuk melaksanakan pernikahan Felix dan Stella beberapa hari lagi.

Felix walaupun ingin menolak, namun jelas orang tuanya memaksanya untuk setuju.

Felix benar-benar tidak memiliki pilihan selain melakukan Pernikahan tidak jelas ini, karena kondisi Ibunya yang saat ini sedang sakit, kadang jantungnya kambuh, jika dirinya memaksa menolak takutnya Ibunya bisa kenapa-kenapa.

Apalagi karena Putranya Allen yang benar-benar seenaknya membatalkan pernikahan, padahal dirinya juga sudah mengundang banyak kolegan bisnis, juga teman-temannya dirinya undang, karena ini akan menjadi Pernikahan Putranya satu-satunya, tentu saja sudah di siapkan begitu besar dan mewah.

Tidak cuman itu, dirinya bahkan sudah menyuruh mengundang Wartawan dan sudah menyewa beberapa stasiun televisi untuk menyiarkan Pernikahan besar ini.

Persiapan untuk Pernikahan ini benar-benar tidak main-main, sudah membuang begitu banyak waktu dan uang.

Namun apa yang Putranya telah perbuat itu?

Benar-benar membuat malu Keluarga.

Dirinya tidak bisa berkomentar lagi soal hal ini, juga pasti Ayahnya juga sangat marah soal ini.

Kemarin saja, setelah Allen mengungkapkan ingin membatalkan Pernikahannya itu, satu Keluarga bertengkar hebat, kalau Allen tidak coba bilang ingin bunuh diri kalau tetap dipaksa menikah, mereka tidak punya pilihan, dari pada nanti malah Allen membuat kekacauan jika Pernikahan dipaksakan.

Entah setan apa yang membuat Putranya jadi seperti itu.

Hah, dan pada akhirnya ini benar-benar tidak ada pilihan lainnya.

Tentu saja keputusan Pernikahan itu membuat Allen begitu marah, namun dia juga tidak berani untuk benar-benar mengatakannya terus terang.

Keluarga Chastalope juga benar-benar terkejut dengan apa yang semua orang putuskan.

Cynthia terutama, hanya bisa merasa kesal ketika rencananya untuk menikah dengan Allen menjadi gagal.

Dirinya bahkah tidak sempat untuk mengatakan hal ini di depan semua orang.

Ya karena keeputusan hari itu benar-benar tidak bisa diganggu gugat, dan sudah diputuskan bahwa Stella akan menikah dengan Felix, maka hari berikutnya Felix dan Stella di suruh untuk ikut acara Pemoteran Pre-Wedding yang memang sudah di jatwalkan hari berikutnya.

Stella saat ini masih berada dikamarnya, sedang bersiap-siap untuk pergi ke Pemotretan Pre-Wedding itu.

Sungguh, dirinya sendiri tidak mengira kalau hal-hal benar-benar bisa menjadi seperti ini.

Dirinya sendiri juga yang memilih lokasi Pre-Wedding ini, berharap ini akan menjadi salah satu foto kenangan indah dirinya dan Allen.

Namun dirinya tidak pernah mengira jika Calon Pengantin Pria akan berubah menjadi Felix Chastielo.

Stella sendiri tidak tahu begitu banyak soal Paman Felix ini.

Sudahlah Stella tidak mau terlalu memikirkan hal-hal ini, ini sungguh memuakan.

Namun ketika dirinya sedang asik bersiap-siap, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk orang.

Stella hanya merasa penasaran, siapa sih yang ke kamarnya pagi-pagi begini?

Apakah Cynthia mau membuat masalah pagi-pagi begini?

Benar-benar menyebalkan.

Padahal dirinya masih belum mengeringkan rambutnya.

Jadi, Stella yang masih memakai baju handuk dan pengering rambut ditangannya itu langsung menuju ke pintu dan membuka pintu kamarnya, hendak marah ke arah orang yang mengetuk pintu kamarnya itu, tanpa dia melihat siapa yang mengetuk pintu Kamarnya itu.

"Ada apa? Kenapa pagi-pagi sudah ingin mengajak ribut?"

Namun ekpersi Stella segera berubah setelah melihat siapa yang datang.

Itu Paman Felix!!

Kenapa dia pagi-pagi sekali sudah ada didepan pintu kamarnya pula?

Haduh, bagaimana ini?

Stella yang menyadari penampilannya berantakan, terutama rambutnya yang masih awut-awutan, merasa sangat malu.

Felix dengan ekpersi dingin, lalu segera berkata,

"Cepat lah bersiap-siap, sekarang, Pemutoten di Ajukan, nanti siang aku ada Meeting penting,"

Dengan nada gugup, Stella segera berkata,

"Itu, Paman Felix tunggu sebentar di Ruang Tamu, aku akan bersiap-siap,"

Felix lalu menatap Stella yang sepertinya memiliki ekspresi malu itu, entah bagaimana ini sedikit tertawa.

Ini masih bocah aneh yang tiba-tiba ingin mengajak dirinya menikah.

Sungguh tidak masuk akal.

Dirinya masih tidak percaya akan menikahi bocah yang seumuran dengan Putranya itu.

Yah, walaupun dia adalah Gadis Berusia duapuluh tahun, namun tatap saja di matanya, ini jelas termasuk bocah.

"Cepatlah, aku akan menunggu di kamarmu, saja, jika aku di Rumah Tamu, kamu pasti akan bersiap-siap begitu lama sekali," kata Felix tanpa basa-basi, lalu segera menerobos masuk kedalam kamar itu.

Hal pertama yang Felix lihat adalah, bagaimana menyedihkannya kamar itu.

Atau, apakah itu benar-benar bisa disebut sebuah kamar?

Bukankah Keluarga Chastalope itu kaya?

Kenapa memperlakukan Putri Angkat mereka sampai seperti ini?

Ruangan itu cukup kecil, sepertinya bekas gudang yang dimodifikasi, disana juga hanya ada tempat tidur singel yang cukup kecil, belum lagi tidak ada jendela diruangan ini.

Stella yang melihat bahwa Felix masuk ke kamarnya itu, jelas merasa sangat malu.

"Paman!! Jangan masuk sembarangan ke Kamar Seorang Gadis!!! Apakah Paman tidak tahu aturan ini?"

Felix lalu menatap Stella dengan ekspresi heran,

"Bukankah aku ini calon Suamimu? Apa yang salah dengan memasuki Kamar Calon Istriku sendiri?"

"Tapi kan itu baru Calon!! Baru Calon!! Kita belum resmi menikah,"

Setelah mendengar hal itu, Felix tiba-tiba teringat hal-hal gila yang Stella lakukan di hari sebelumnya.

"Kamu merasa malu, aku masuk ke dalam kamarmu?"

Ekpersi Stella jelas memberikan jawaban iya.

Felix lalu mendekat ke arah setelah hingga dia terpojok di dekat tempat tidur.

"Pa... Paman apa-apaan pula!!"

"Jangan panggil aku Paman, aku risih dengan panggilan itu,"

"Om Felix?"

Tatapan Felix kembali menatap tajam kearah Stella.

"Baik? Bagaimana cara aku manggilmu? Apakah Daddy Felix?"

Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Stella semakin tidak masuk akal, Felix segera berkata dengan marah.

"Memangnya aku ini Suggar Daddy mu?"

"Bukannya begitu? Secara umum iya," jawab Stella dengan ekpersi polosnya itu.

Mendengar itu, Felix segera berkata,

"Jadi begitu menurutmu hmm?"

Felix semakin memperpendek jarak mereka, membuat Stella semakin gugup dan merasa malu entah kenapa tiba-tiba.

"Apa? Apa yang kamu inginkan?"

"Aku penasaran, apa yang membuatmu malu dalam hal-hal ini, setelah kamu berani menciumku didepan orang banyak? Apakah ini untuk membuat Allen cemburu?"

Stella segera mendorong Felix, dan memalingkan wajahnya sendiri, mencoba menghindari pertanyaan itu.

"Apa? Aku hanya membuktikannya jika aku bisa menikah denganmu,"

"Hey, bocah!! Ingat aku jelas tidak akan membiarkanmu untuk memanfaatkanku untuk ajang balas dendam Gilamu itu,"

Stella lalu kembali memalingkan wajahnya, dan menatap Felix.

"Terserah Paman mau mengagap ini apa, sekarang Paman Keluar!!"

Felix jelas tidak terima dimarahi seperti itu, lalu segera duduk di tempat tidur Stella.

Dirinya berniat membuat Stella membenci dirinya agar Stella mau membatalkan Pernikahan mereka.

Stella sendiri menuju kamar mandi mencoba mengabaikan Felix itu.

Sampai akhirnya Stella selesai, dan mereka berangkat menuju tempat Pemoteran.

Stella dengan penuh semangat jelas, langsung memilih berbagai gaun indah yang ingin dirinya pakai nanti.

Tidak lupa, dia juga memilukan baju yang cocok untuk Felix.

Stella melihat jika Felix ini benar-benar diam dari tadi dan tidak mengatakan apapun, hanya ekpersinya begitu dingin membuat beberapa orang takut.

Stella mengambil beberapa stlye baju berwarna cerah, agar membuat Felix terlihat muda.

"Paman, coba ini? Ini warna Biru Muda cocok danganmu,"

Felix mengabaikannya, lalu berkata,

"Terserah padamu," lalu kembali menatap ponselnya.

Melihat dirinya diabaikan, Stella segera menagambil kemeja berwarna merah muda yang terlihat kalem.

"Bagaimana dengan ini? Ini benar-benar cocok dengan Paman!!"

Felix yang menatap kemeja merah muda itu, lalu segera berkata,

"Tidak dengan warna itu,"

"Katanya terserah? Dasar Paman Plin Plan,"

Stella lalu mengabil lagi beberapa baju, mencoba mencocokanya lagi, dan memaksa Felix mencoba semuanya.

Felix tentu saja menolak, namun Stella selau mengancam akan melaporkannya pada Ibu Felix, yang membuat Felix terpaksa mengikuti permintaannya.

Stella begitu banyak bicara didepan Felix, membuat Felix begitu heran.

"Lihat, Paman sekarang sangat Tampan dengan baju ini," kata Stella dengan cukup puas.

Felix masih saja diam.

Melihat dirinya didiamkan seperti ini, Stella tidak peduli, mulai sedikit merapikan gaya rambut Felix, lalu mulai melepaskan kacamata Flexi.

"Apa-apaan sih," Protes Felix dengan kesal.

"Lebih baik tanpa kacamata, lihat seperti ini Paman terlihat lebih muda,"

"Lalu bagaimana jika aku terlihat lebih Tua? Toh Aku juga sudah Tua. Apa Kamu akan membatalkan Pernikahan ini?" Kata Felix sambil kembali mengabil kacamatanya itu.

"Tidak Paman, bukan begitu. Hanya saja, apakah Paman benar-benar ingin terlihat Tua di Pernikahan kita nanti? Aku sih tidak masalah, paling-paling teman-temanku bilang, aku menikahi Sugar Daddy,"

Felix yang lagi-lagi di panggil Sugar Daddy itu menjadi sebal, dan melepaskan Kacamatanya.

Melihat itu, Stella memberikan acungan jempol.

Stella benar-benar puas dengan penampilan Felix ini.

Astaga....

Allen mungkin cukup tampan, namun Pesona Paman Felix ini benar-benar berbeda!!

Dengan penampilan seperti ini, dia benar-benar terlihat lebih muda!!

Dan yang Jelas Sangat Tampan!!!

Dirinya memang tidak memiliki mata yang salah.

Kilasbalik berakhir

Terpopuler

Comments

Hotlin Situmorang

Hotlin Situmorang

memilihkan

2024-07-24

0

maryati

maryati

lucu sih ceritanya

2022-10-08

0

Neneng cinta

Neneng cinta

stella...stella...kocak lucu😂😂😂

2022-09-04

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!