Episode 8: Malam Pertama

Kembali ke Acara Pernikahan Stella dan Felix.

Felix yang melihat Stella benar-benar puas melihat wajah Putranya Allen itu kesal, perasaan Felix menjadi cukup rumit.

Dirinya merasa tidak senang dimanfaatkan seperti ini, Felix menjadi marah, lalu berkata,

"Stella, sudahlah, jangan mengodanya terus. Allen tentu saja masih marah,"

"Paman benar-benar tidak membelaku tadi didepan Allen?"

"Sungguh, apa maumu sebenarnya?"

"Tentu saja yang aku inginkan adalah Paman,"

Melihat sekali lagi ucapan omong kosong keluar, Felix mulai mengabaikannya.

Namun, walaupun dirinya bersikap dingin dari tadi, Felix melihat bahwa Stella malah menikmati Pesta ini dengan senang hati, hal-hal ini jelas membuat Felix yang dari tadi tidak senang merasa cukup ilfil.

Sampai akhirnya Pesta Berakhir, kemudian Felix dan Stella di antara ke Kamar Hotel yang sudah khusus disiapkan untuk mereka berdua.

Stella yang lelah itu, segera melucuti dandanannya dan segera pergi ke Kamar Mandi untuk Mandi.

Berikutnya, Stella keluar dari Kamar mandi, mencoba untuk mendekati Felix, namun Felix malah terlihat mengabaikannya dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi.

Melihat Felix masih seperti itu, tentu saja Stella menjadi kecewa.

"Sungguh, kenapa dia masih begitu menyebalkan? Ahh... Sudahlah, sebaiknya aku tidur saja," guma Stella.

Tidak lama sampai Felix keluar dari kamar mandi, hal yang dirinya lihat adalah Stella yang berbaring terlihat tertidur pulas di tempat tidur.

Melihat Stella begitu damai seperti ini, Felix benar-benar merasa kesal..

Seharian tadi, Stella benar-benar membual soal pernikahan ini pada para tamu, terutama pada teman-temannya, bagaimana Stella sangat senang menikah dengannya.

Padahal dirinyalah yang paling tahu, jika Stella ini hanya menfaatkan dirinya untuk hal-hal ini.

Dan sekarang melihat Stella malah tidur pulas seperti ini, membuat Felix merasa tambah kesal.

Lalu, Felix teringat sesuatu, mencari ide untuk membuat Stella kesal dan malu.

Felix segera mendekatkan wajahnya pada Stella, berbisik dan mencoba membangunkannya.

"Sayang, tidakkah kamu lupa jika ini Malam Pertama kita?"

Stella yang awalnya hanya setengah tidur itu, tentu saja begitu kaget merasakan tiba-tiba ada seseorang yang berbisik padanya.

Suara nafas hangat yang langsung masuk ke telinganya membuat dirinya sedikit berdebar.

Apalagi suara maskulin yang terdengar mengoda itu.

Stella buru-buru bangun, dan mendorong Felix dengan refleks.

"Pa... Paman apa-apaan sih! Mengagetkan orang saja!!" Kata Stella panik.

Melihat wajah panik Stella itu, Felix mencoba mengodanya lagi,

"Hey, apakah kamu lupa jika ini Malam Pertama kita? Kenapa kamu tidur? Bukankah kamu harus melayaniku malam ini? Hah, atau jangan bilang, kamu tidak mau melakukannya? Kamu tidak mengagap serius Pernikahan ini?"

Mendengar perkataan Felix tiba-tiba itu, Stella sedikit terdiam.

Memang sebelum dirinya menjalankan rencana ini dan menikahi Ayah Allen itu, dirinya sudah bertekad dan sudah siap jika saja mereka akan melakukan hal-hal semacam itu.

Hanya saja dirinya sedikit kaget karena hal hal ini berlangsung terlalu cepat.

Stella masih terdiam, sebentar.

Wajahnya sebenarnya sedikit memerah ketika memikirkan hal-hal ini.

Lalu setelah memejamkan matanya sedikit, Stella lalu segera berkata,

"Ayo Paman, segera kita lakukan secepatnya saja,"

Mendengar kata-kata tegas itu, Felix menjadi tidak bisa berkata-kata.

Melihat reaksi Felix yang diam itu, Stella segera menujukan senyumannya.

Jelas, dirinya sekarang tahu jika Pria di depannya ini, hanya bercanda dan ingin menggoda nya ingin membuat dirinya ke sel karena mengatakan hal-hal itu seperti memberikan pelayanan padanya atau sesuatu.

Namun tentu saja itu jelas tidak mempan.

Stella lalu mendekat kearah Felix, memegang kancing baju kemeja Felix.

"Paman? Kenapa Paman diam saja!!"

Felix dengan ragu lalu bertanya,

"Kamu.... Kamu serius ingin melakukan?"

Stella berpura-pura menunjukan wajah terkejutnya.

"Bukankah memang begitu? Tadi Paman yang mengajak bukan? Atau sebenarnya Paman malah takut?"

"Takut apa? Jangan bicara omong kosong,"

"Ya, kan barang kali saja karena Paman sudah tua, milik Paman sudah tidak bisa berdiri lagi, dan tidak bisa digunakan lagi,"

Mendengar kata-kata frontal yang mengejeknya itu, jelas wajah Felix memerah karena marah, lalu segera berkata tanpa pikir panjang,

"Siapa yang kamu bilang tua dan tidak bisa berfungsi lagi? Jelas ini masih berfungsi dengan baik!!"

Merasa umpannya sudah diambil, Stella melanjutkan Provokasinya.

"Ya kan aku hanya bilang kemungkinan. Atau malah, milik Paman memiliki ukuran yang kecil dan membuat Paman malu,"

"Berhenti bicara omong kosong lihat dan rasakan sendiri!!"

Felix setelah mengatakan itu, kemudian menyesal.

Sial, dirinya benar-benar termakan umpan dan menjadi emosi sendiri.

"Kalau begitu mari kita lakukan, aku akan mencobanya," kata Stella dengan ekpersi tanpa takut itu.

Tatapan mereka bertemu, sejujurnya Felix cukup kaget melihat tekad gadis didepannya ini.

Seorang gadis muda yang baru berusia dua puluh tahun, berbeda dua puluh tahun dari dirinya.

Felix masih merasa ragu untuk mencoba mendekat.

Namun, dirinya tidak bisa menarik kata-katanya sendiri, atau gadis didepannya ini malah akan lebih banyak mengejeknya nanti.

Baik, segera lakukan dengan cepat agar semuanya selesai.

Felix segera menarik Stella dalam pelukannya, lalu menciumnya.

Ini berbeda dengan ciuman sebelumnya, ciuman ini sedikit lebih dalam dan cukup lama.

Stella yang merasakan gerakan itu tiba-tiba, merasakan kekagetannya.

Ini pertama kalinya dirinya begitu dekat dengan Pria sebelumnya.

Rasa lembut dan hangat yang menempel dibibirnnya itu membuta Stella sedikit gemetar dan berdebar.

Ini....

Mereka benar-benar akan melakukannya?

Memikirkan hal ini, jantung Stella jelas berdebar lebih kencang dari biasanya, dan tubuhnya mulai memanas.

Sepintas muncul keraguan disana.

Ciuman itu berlangsung cukup lama sampai Felix melepaskan Stella.

Dan sekali lagi mereka saling bertatapan.

Sekarang, Felix melihat sedikit keraguan pada gadis didepannya ini.

Felix jelas tahu ekpersi ini...

Ini adalah ekpersi tidak nyaman karena di perlakukan dengan ingin oleh laki-laki yang tidak Stella cintai, rasa enggan masih ada disana.

Ekpersi ini cukup familiar dimasalalu....

Ekpersi yang membawa kenangan buruk untuk Felix...

Tidak...

Apa yang dirinya lakukan?

Dirinya tidak boleh lagi memaksa seperti ini, untuk Stella melakukan hal-hal ini jika dirinya tidak mau.

"Jika kamu merasa ragu dan tidak ingin melanjutkan, katakan saja. Ini tidak masalah.... Aku tidak akan mengejekmu atau sesuatu setelahnya. Aku hanya tidak ingin memaksamu," Kata Flexi dengan ekpersi rumit.

Stella juga awalnya sedikit ragu, dia juga melihat tatapan dalam dan terlihat sedih dari wajah Pria di hadapannya itu.

Walaupun terlihat ada Keraguan...

Kesedihan...

Rasa bersalah...

Juga kata-katanya yang lembut, yang mencoba memberikan dirinya kebebasan untuk memilih, membuat Stella menjadi tersentuh.

Stella kembali menarik nafasnya dalam-dalam dan menatap lagi wajah Pria di depannya.

Lagipula Paman Felix cukup tampan, kenapa musti ragu?

Dan mereka sudah menikah...

Melihat lagi jika Pria dihadapannya itu sebenarnya cukup perhatikan dan benar-benar membuat Stella tersentuh.

Stella lalu tersenyum, dan menarik Felix lagi, dan memberikan ciuman ringan dibibir Felix, lalu segera berkata,

"Tidak... Aku akan melakukannya dengan Paman, ini adalah keinginanku, bukan paksaan siapapun...."

"Benar?"

"Ya, aku selalu melakukan apa yang aku inginkan tidak ada yang memaksaku, termasuk menikah dengan Paman...."

Melihat tatapan keraguna itu hilang dari mata Stella, Felix menjadi tidak bisa mundur lagi.

Yah, toh ini hanya Formalitas untuk Pernikahan Mereka.

Terpopuler

Comments

halimah abdul hayes

halimah abdul hayes

Nanti ketagihan

2022-08-31

3

Ririn Nur'aeni

Ririn Nur'aeni

makin penasaran dengan ceritana,,jngal lama up nya ya ka author☺️

2022-08-29

1

Muzie✰͜͡v᭄👻ᴸᴷ㊍㊍

Muzie✰͜͡v᭄👻ᴸᴷ㊍㊍

Baru pemanasan pengantin baru belum un boxing 🤣🤣🤣
Hari senin langsung kasih Vote aja biar kak author nya semangat 💃💃💃

2022-08-29

6

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!