Pagi itu setelah beberapa percakapan singkat dengan Felix tentu saja Stella juga Mulai membereskan baju-bajunya, kemudian menunggu Felix yang sedang mandi, mengantri dengan Pria itu.
Dan tidak lama kemudian Felix keluar, dengan hanya mengenakan handuk dibagian bawahnya saja.
Karena terburu-buru sepertinya Felix lupa membawa baju ganti.
Sekilas, Stella terteguh dengan pemandangan setengah telanjang itu.
Sungguh?
Otot-otot yang terlihat basah itu sangat mengiurkan untuk disentuh, mengingatkan dirinya Atas kejadian malam sebelumnya di mana Dirinya sempat menyentuh otot-otot keras itu.
Sensasi yang tidak bisa dirinya lupakan.
Pesona Felix yang terlihat dewasa itu benar-benar memukau dan memanjakan hati.
Berbeda dengan Allen yang masih sedikit menunjukkan sikap kekanak-kanakan.
Felix jelas menyadari tatapan Stella, namun dirinya mencoba mengabaikannya.
Dirinya merasa jika berbicara dengan Stella malah makin membuat hatinya gundah.
Sungguh, dirinya tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.
Stella akhirnya bersabar dari lamunannya itu dengan buru-buru mengambil baju Felix yang sebelumnya sudah disiapkan di samping meja tempat tidur.
Stella yang kebetulan dekat tentu saja langsung mengambil baju itu dan mencoba menyerahkan itu pada Felix.
Namun sekali lagi, Felix tidak menerima baju itu, dan malah mengambil baju-baju yang berserakan di lantai untuk dirinya pakai.
Itu adalah baju yang Felix kenakan semalam.
Ekpersi Stella jelas tidak nyaman melihat bagaimana Felix sekarang mengabaikannya.
Sungguh, apakah menjadi Tua membuat mood orang berubah-ubah?
Sebelumnya Mood Paman itu baik-baik saja, namun sekarang terlihat buruk bahkan sampai mengabaikan dirinya seperti angin lalu ini.
Sungguh menyebalkan.
Stella yang tidak tahan diabaikan itu segera melemparkan baju yang berada di tangannya itu ke kepala Felix.
Felix tentu saja kaget dengan serangan tiba-tiba itu, kepalanya jadi sakit terkena lemparan itu, lalu segera mengalihkan tatapannya pada Stella.
Dan sekarang Stella terlihat melepaskan bantal padanya, tentu saja Felix berhasil menghindarinya.
"Apa-apaan sih kamu Stella?"
"Dasar Pak Tua Menyebalkan!! Sangat berubah-ubah mood!!" Kata Stella dengan kasar, lalu segera lari masuk kekamar mandi.
Membuat Felix menjadi kesal sendiri.
Idih, benar-benar bocah tidak jelas.
Kenapa dirinya mengaku pernikahan ini karena perbedaan umur benar-benar sesuatu.
####
Setelah pertengkaran kecil dipagi hari, pada akhirnya mereka berdua tetap saja bertemu kembali untuk acara sarapan yang diadakan disalah satu Restoran di Hotel mereka tinggal.
Kali ini sarapan tentu saja tidak hanya mereka berdua melainkan itu dengan Keluarga Chastielo, yaitu Orang Tuanya Felix.
Ketika Felix dan Stella sampai, dua orang tua lainnya sudah terlihat menunggu di sana.
Begitu mereka berdua duduk, ada satu lagi kursi kosong tersisa.
Semua orang tahu milik siapa kursi itu.
Namun Felix masih tetap bertanya,
"Mana Allen?"
Ibu Felix, Eve Chastielo lalu menjawab dengan ekpersi tidak senang,
"Entah kabur kemana anak itu? Siapa yang tahu, dia itu hanya melakukan apapun yang dia suka. Padahal dia sudah dewasa, namun sepertinya baru memasuki masa Pemberontakan,"
Felix yang mendengar komentar Ibunya itu, juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Sebenarnya hal-hal ini memang cukup mengherankan, karena selama ini Putranya Allen selalu menjadi anak yang patuh.
Dia biasanya begitu penurut dan mematuhi semua perintah Nenek dan Kakeknya itu, juga perintah dari dirinya, Allen selalu menjadi anak yang masuk akal.
Baru kemudian belakangan ini sikap Allen menjadi aneh, terutama soal keinginan gilanya yang tiba-tiba ingin membatalkan Pernikahannya itu.
Sesungguhnya dirinya tidak benar-benar mengerti apa mau putranya itu.
Apakah benar dia ini sedang masa Pemberontakan?
Hah...
Felix merasa pusing sendiri memikirkan hal-hal ini.
Stella disana, juga merasa sayang sayang sekali tidak bisa melihat wajah Allen, padahal ini juga bisa menjadi saat dimana dirinya memanas-manasi orang itu.
Namun entah kenapa memang ada sedikit perasaan ragu untuk menatap wajah Allen sekali lagi.
Lamunan dua orang itu lalu dibuyarkan oleh kata-kata Ayah Felix, Nicolas Chastielo.
"Sudah, sebaiknya tidak perlu merusak suasana meja makan dengan memikirkan anak pembangkang itu,"
Eve lalu juga angkat bicara,
"Itu benar. Kalian berdua tidak perlu terlalu memikirkan soal Allen. dia saat ini sudah dewasa dan bisa mengurus dirinya sendiri. Juga ngomong-ngomong bagaimana dengan kalian berdua? Apakah kalian sudah cukup membangun hubungan? Dan bagaimana tadi malam?"
Mendengar pertanyaan dari Ibu Fleix tersebut yang begitu frontal mengatakan tentang malam Pernikahan mereka, Stella yang sedang minum susu itu tersedak susunya, sekarang Stella malah terbatuk-batuk disana.
Felix juga hampir menjauh gelas yang dirinya pegang. Segera menormalkan kembali ekpersinya, lalu menatap kearah Stella yang tersedak itu, membantunya untuk pulih.
Stella juga menjadi kaget dengan perilaku ramah Felix tiba-tiba itu.
Yang sekarang mengigatkannya pada percakapan mereka sebelum hari pernikahan mereka, bahwa ada baiknya mereka berdua terlihat cukup mestra di depan orang tua Felix.
Stella juga menyetujui hal-hal ini.
Yah, dan sekarang dirinya juga tahu bahwa Felix tidak benar-benar peduli padanya namun dia hanya melakukan beberapa hal formalitas agar mereka terlihat seperti pasnagan normal.
"Stella? Kamu tidak apa-apa? Kamu sebaiknya hati-hati ketika minum," kata Eve yang menjadi panik melihat menantu barunya itu.
Stella segera menormalkan kembali ekpersinya, dan mencoba menyingkirkan tangan Felix dari dirinya.
"Tidak apa-apa, hanya saja Aku hanya sedikit kaget dengan pertanyaan Nenek sebelumnya,"
Eve lalu sedikit tertawa dan berkata,
"Stella, kamu tidak perlu merasa malu-malu, mungkin memang pertanyaanku terlalu cepat itu benar saat ini kalian sedang masa penyesuaian diri jadi tidak perlu buru-buru,"
Melihat Ibu Felix itu terlihat santai dan tidak lagi bertanya soal hal-hal seperti itu, Stella merasa lega.
Tentu saja dirinya masih sangat malu jika memikirkan kejadian semalam.
Itu jelas bukan hal-hal yang dibagikan dan diceritakan dengan mudah.
Namun pikiran Stella jadi begitu berantakan setelah Felix berbicara,
"Kami baik-baik saja, Ibu. Dan semalam kami sudah melakukan dengan baik, Stella mungkin menjadi kelelahan seperti ini setelah semalam, jadi dia kurang fokus dan tersedak seperti ini, dia hanya sedikit malu saja,"
Tatapan Stella benar-benar berumah menjadi kekesalan sambil menatap Felix.
Dasar Pak Tua tidak tahu malu!!
Kamu bahkan menceritakan kegiatan malammu pada lemah tuamu?
Tidakkah ini hanya menjadi rahasia kecil kita?
Bukankan tadi Paman ini sendiri yang bilang untuk melupakannya?
Namun sekarang malah dia yang membahasnya dulu.
Stella benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Pria di sampingnya ini.
"Astaga, Nenek jangan dengarkan Suamiku ini, dia hanya mengatakan omong kosong,"
Eve hanya bisa tertawa melihat menantu barunya itu bersikap malu-malu.
Sepertinya keputusan dirinya untuk menikahkan mereka berdua bukan hal yang salah.
Mungkin saja Stella ini bisa membuka hati Putranya, dan melelehkan hati Putranya yang sedingin Es itu selama bertahun-tahun ini.
"Stella, tidak perlu malu-malu, jika Felix berbuat macam-macam padamu kamu selalu bisa bilang padaku. Dan jangan memanggillu Nenek lagi, kamu sekarang adalah Menantuku, jadi panggilan saja aku Ibu,"
Setelah Eve mengatakan itu, Stella akhirnya tersadar akan kesalahan kecilnya ini.
Jika saat ini dirinya bukan menjadi Cucu Mantuku dari Eve Chastielo namun menjadi Menantu langsung dari Eve Chastielo, dirinya tidak bisa memanggil dia Nenek.
Namun ini adalah suatu kebiasaan yang cukup lama, rasanya sedikit canggung untuk mengubah cara panggilan ini.
Namun tentu saja Stella tidak menolak.
"Tentu saja Ibu, aku hanya merasa sedikit canggung dengan panggilan baru ini,"
"Tidak apa-apa, Stella... Aku mengerti, hal-hal ini memang berubah secara tiba-tiba namun aku harap ini tidak mengubah hubungan antara kita, aku tetap menyukaimu sebagai anggota baru Keluarga ini, walaupun dengan cara yang sedikit berbeda saat kamu masuk Keluarga ini,"
Stella yang mendengar panggilan hangat itu tentu saja merasa senang.
Ya, sekarang dirinya sudah memasuki Keluarga Chastielo, tidak perlu lagi berhadapan dengan Keluarga Chastalope yang menyebalkan itu.
Hidup barunya dimulai sekarang...
Dengan Keluarga Barunya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments