Episode 10: Formalitas

Pagi itu setelah beberapa percakapan singkat dengan Felix tentu saja Stella juga Mulai membereskan baju-bajunya, kemudian menunggu Felix yang sedang mandi, mengantri dengan Pria itu.

Dan tidak lama kemudian Felix keluar, dengan hanya mengenakan handuk dibagian bawahnya saja.

Karena terburu-buru sepertinya Felix lupa membawa baju ganti.

Sekilas, Stella terteguh dengan pemandangan setengah telanjang itu.

Sungguh?

Otot-otot yang terlihat basah itu sangat mengiurkan untuk disentuh, mengingatkan dirinya Atas kejadian malam sebelumnya di mana Dirinya sempat menyentuh otot-otot keras itu.

Sensasi yang tidak bisa dirinya lupakan.

Pesona Felix yang terlihat dewasa itu benar-benar memukau dan memanjakan hati.

Berbeda dengan Allen yang masih sedikit menunjukkan sikap kekanak-kanakan.

Felix jelas menyadari tatapan Stella, namun dirinya mencoba mengabaikannya.

Dirinya merasa jika berbicara dengan Stella malah makin membuat hatinya gundah.

Sungguh, dirinya tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.

Stella akhirnya bersabar dari lamunannya itu dengan buru-buru mengambil baju Felix yang sebelumnya sudah disiapkan di samping meja tempat tidur.

Stella yang kebetulan dekat tentu saja langsung mengambil baju itu dan mencoba menyerahkan itu pada Felix.

Namun sekali lagi, Felix tidak menerima baju itu, dan malah mengambil baju-baju yang berserakan di lantai untuk dirinya pakai.

Itu adalah baju yang Felix kenakan semalam.

Ekpersi Stella jelas tidak nyaman melihat bagaimana Felix sekarang mengabaikannya.

Sungguh, apakah menjadi Tua membuat mood orang berubah-ubah?

Sebelumnya Mood Paman itu baik-baik saja, namun sekarang terlihat buruk bahkan sampai mengabaikan dirinya seperti angin lalu ini.

Sungguh menyebalkan.

Stella yang tidak tahan diabaikan itu segera melemparkan baju yang berada di tangannya itu ke kepala Felix.

Felix tentu saja kaget dengan serangan tiba-tiba itu, kepalanya jadi sakit terkena lemparan itu, lalu segera mengalihkan tatapannya pada Stella.

Dan sekarang Stella terlihat melepaskan bantal padanya, tentu saja Felix berhasil menghindarinya.

"Apa-apaan sih kamu Stella?"

"Dasar Pak Tua Menyebalkan!! Sangat berubah-ubah mood!!" Kata Stella dengan kasar, lalu segera lari masuk kekamar mandi.

Membuat Felix menjadi kesal sendiri.

Idih, benar-benar bocah tidak jelas.

Kenapa dirinya mengaku pernikahan ini karena perbedaan umur benar-benar sesuatu.

####

Setelah pertengkaran kecil dipagi hari, pada akhirnya mereka berdua tetap saja bertemu kembali untuk acara sarapan yang diadakan disalah satu Restoran di Hotel mereka tinggal.

Kali ini sarapan tentu saja tidak hanya mereka berdua melainkan itu dengan Keluarga Chastielo, yaitu Orang Tuanya Felix.

Ketika Felix dan Stella sampai, dua orang tua lainnya sudah terlihat menunggu di sana.

Begitu mereka berdua duduk, ada satu lagi kursi kosong tersisa.

Semua orang tahu milik siapa kursi itu.

Namun Felix masih tetap bertanya,

"Mana Allen?"

Ibu Felix, Eve Chastielo lalu menjawab dengan ekpersi tidak senang,

"Entah kabur kemana anak itu? Siapa yang tahu, dia itu hanya melakukan apapun yang dia suka. Padahal dia sudah dewasa, namun sepertinya baru memasuki masa Pemberontakan,"

Felix yang mendengar komentar Ibunya itu, juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Sebenarnya hal-hal ini memang cukup mengherankan, karena selama ini Putranya Allen selalu menjadi anak yang patuh.

Dia biasanya begitu penurut dan mematuhi semua perintah Nenek dan Kakeknya itu, juga perintah dari dirinya, Allen selalu menjadi anak yang masuk akal.

Baru kemudian belakangan ini sikap Allen menjadi aneh, terutama soal keinginan gilanya yang tiba-tiba ingin membatalkan Pernikahannya itu.

Sesungguhnya dirinya tidak benar-benar mengerti apa mau putranya itu.

Apakah benar dia ini sedang masa Pemberontakan?

Hah...

Felix merasa pusing sendiri memikirkan hal-hal ini.

Stella disana, juga merasa sayang sayang sekali tidak bisa melihat wajah Allen, padahal ini juga bisa menjadi saat dimana dirinya memanas-manasi orang itu.

Namun entah kenapa memang ada sedikit perasaan ragu untuk menatap wajah Allen sekali lagi.

Lamunan dua orang itu lalu dibuyarkan oleh kata-kata Ayah Felix, Nicolas Chastielo.

"Sudah, sebaiknya tidak perlu merusak suasana meja makan dengan memikirkan anak pembangkang itu,"

Eve lalu juga angkat bicara,

"Itu benar. Kalian berdua tidak perlu terlalu memikirkan soal Allen. dia saat ini sudah dewasa dan bisa mengurus dirinya sendiri. Juga ngomong-ngomong bagaimana dengan kalian berdua? Apakah kalian sudah cukup membangun hubungan? Dan bagaimana tadi malam?"

Mendengar pertanyaan dari Ibu Fleix tersebut yang begitu frontal mengatakan tentang malam Pernikahan mereka, Stella yang sedang minum susu itu tersedak susunya, sekarang Stella malah terbatuk-batuk disana.

Felix juga hampir menjauh gelas yang dirinya pegang. Segera menormalkan kembali ekpersinya, lalu menatap kearah Stella yang tersedak itu, membantunya untuk pulih.

Stella juga menjadi kaget dengan perilaku ramah Felix tiba-tiba itu.

Yang sekarang mengigatkannya pada percakapan mereka sebelum hari pernikahan mereka, bahwa ada baiknya mereka berdua terlihat cukup mestra di depan orang tua Felix.

Stella juga menyetujui hal-hal ini.

Yah, dan sekarang dirinya juga tahu bahwa Felix tidak benar-benar peduli padanya namun dia hanya melakukan beberapa hal formalitas agar mereka terlihat seperti pasnagan normal.

"Stella? Kamu tidak apa-apa? Kamu sebaiknya hati-hati ketika minum," kata Eve yang menjadi panik melihat menantu barunya itu.

Stella segera menormalkan kembali ekpersinya, dan mencoba menyingkirkan tangan Felix dari dirinya.

"Tidak apa-apa, hanya saja Aku hanya sedikit kaget dengan pertanyaan Nenek sebelumnya,"

Eve lalu sedikit tertawa dan berkata,

"Stella, kamu tidak perlu merasa malu-malu, mungkin memang pertanyaanku terlalu cepat itu benar saat ini kalian sedang masa penyesuaian diri jadi tidak perlu buru-buru,"

Melihat Ibu Felix itu terlihat santai dan tidak lagi bertanya soal hal-hal seperti itu, Stella merasa lega.

Tentu saja dirinya masih sangat malu jika memikirkan kejadian semalam.

Itu jelas bukan hal-hal yang dibagikan dan diceritakan dengan mudah.

Namun pikiran Stella jadi begitu berantakan setelah Felix berbicara,

"Kami baik-baik saja, Ibu. Dan semalam kami sudah melakukan dengan baik, Stella mungkin menjadi kelelahan seperti ini setelah semalam, jadi dia kurang fokus dan tersedak seperti ini, dia hanya sedikit malu saja,"

Tatapan Stella benar-benar berumah menjadi kekesalan sambil menatap Felix.

Dasar Pak Tua tidak tahu malu!!

Kamu bahkan menceritakan kegiatan malammu pada lemah tuamu?

Tidakkah ini hanya menjadi rahasia kecil kita?

Bukankan tadi Paman ini sendiri yang bilang untuk melupakannya?

Namun sekarang malah dia yang membahasnya dulu.

Stella benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Pria di sampingnya ini.

"Astaga, Nenek jangan dengarkan Suamiku ini, dia hanya mengatakan omong kosong,"

Eve hanya bisa tertawa melihat menantu barunya itu bersikap malu-malu.

Sepertinya keputusan dirinya untuk menikahkan mereka berdua bukan hal yang salah.

Mungkin saja Stella ini bisa membuka hati Putranya, dan melelehkan hati Putranya yang sedingin Es itu selama bertahun-tahun ini.

"Stella, tidak perlu malu-malu, jika Felix berbuat macam-macam padamu kamu selalu bisa bilang padaku. Dan jangan memanggillu Nenek lagi, kamu sekarang adalah Menantuku, jadi panggilan saja aku Ibu,"

Setelah Eve mengatakan itu, Stella akhirnya tersadar akan kesalahan kecilnya ini.

Jika saat ini dirinya bukan menjadi Cucu Mantuku dari Eve Chastielo namun menjadi Menantu langsung dari Eve Chastielo, dirinya tidak bisa memanggil dia Nenek.

Namun ini adalah suatu kebiasaan yang cukup lama, rasanya sedikit canggung untuk mengubah cara panggilan ini.

Namun tentu saja Stella tidak menolak.

"Tentu saja Ibu, aku hanya merasa sedikit canggung dengan panggilan baru ini,"

"Tidak apa-apa, Stella... Aku mengerti, hal-hal ini memang berubah secara tiba-tiba namun aku harap ini tidak mengubah hubungan antara kita, aku tetap menyukaimu sebagai anggota baru Keluarga ini, walaupun dengan cara yang sedikit berbeda saat kamu masuk Keluarga ini,"

Stella yang mendengar panggilan hangat itu tentu saja merasa senang.

Ya, sekarang dirinya sudah memasuki Keluarga Chastielo, tidak perlu lagi berhadapan dengan Keluarga Chastalope yang menyebalkan itu.

Hidup barunya dimulai sekarang...

Dengan Keluarga Barunya...

Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!