Episode 13: Perdebatan Malam

Stella yang kebetulan sedang jalan menuju dapur, tentu saja mendengar ada keributan dibawah, dan dia diam-diam mengintip, ingin tahu soal apa yang terjadi.

Namun ternyata itu cukup mengejutkan, melihat sepasang Ayah dan Anak itu bertengkar.

Stella juga tidak menyangka, Felix bisa menampar Allen seperti itu, baru kemudian untuk kedua kalinya, Felix merasa ragu.

Stella memikirkannya, sepertinya hubungan mereka memang tidak begitu baik.

Selama bersama Allen, Allen menceritakan soal Ayahnya, jadi dirinya juga tidak begitu tahu hubungan antara mereka.

Namun sepertinya, hubungan lebih buruk dari pada yang dirinya kira.

Dan sekarang, baru menyadari jika dirinya berdiri di tengah-tengah benang yang begitu tipis di antara mereka berdua.

Dan sepertinya lagi, kemarahan Allen yang selalu dia tahan selama bertahun-tahun meledak dalam sekejap.

Stella sedikit melamun ketika memikirkan hal-hal itu, sampai dia melupakan untuk melarikan diri dan malah kepergok oleh Felix kebetulan berjalan ke arah Stella.

Tatapan mereka lalu segera bertemu.

Jelas, Stella memiliki pandangan gugup ketika menatap kearah Felix.

Felix lalu langsung berkata dengan ekspresi marah,

"Sekarang apakah kamu puas melihat hubuanganku dan Allen menjadi semakin berantakan?"

Itu hanyalah sebuah pertanyaan dingin yang mana tidak membutuhkan Sebuah jawaban.

Karena Felix hanya langsung melewati Stella yang sudah terdiam seperti itu.

Stella sendiri tidak pernah memiliki maksud untuk merusak hubungan antara ayah dan anak itu, keputusannya untuk menikah dengan ayah Alen ini murni hanya keinginan Implusif saja, karena dirinya tidak bisa membiarkan Allen menikah dengan Cythia dan mereka berbahagia atas penderitaannya.

Ya, sekarang Stella menjadi binggung sendiri tentang apa sebaiknya yang harus dirinya lakukan.

Baiklah Mari pikirkan itu nanti sebaiknya dirinya mencoba untuk memenangkan Paman Felix itu lagi.

Dan begitulah Stella menyusul Felix kekamarnya.

Jelas, ketika memasuki kamar Felix Stella masih merasa asing, dirinya mendegar suara pancuran air, yang sepertinya Felix sedang mandi.

Stella beralih menatap sebuah piano di ruangan itu.

Mendekat kearahnya, dan penyentuh Piano itu, yang sepertinya tidak pernah dimainkan untuk waktu yang lama.

Dirinya juga tahu, mungkin Piano ini milik Almarhum Ibu Allen, dirinya tahu dari Allen jika Ibunya dulu sangat hebat saat bermain piano. Namun sayangnya bakat hebat dalam bermain piano itu tidak diturunkan pada Allen, Allen sangat buruk saat bermain Piano.

Dulu ketika masih kecil, dirinya dan Allen ikut Les Piano bersama, dirinya akan kadang-kadang mengajari Allen bermain Piano juga, karena permainan piano miliknya lebih bagus dari pada Allen.

Sial.

Sekarang Stella lagi-lagi memikirkan soal Allen...

Ya, mau bagaimana lagi, Allen merupakan salah satu hal paling penting dalam hidupnya, hampir kebanyakan kenangan dalam hidupnya ini, ada Allen yang berada disana.

Namun, Allen terlihat begitu mudah membuang dirinya dan menghianatinya seperti itu....

Apakah hari-hari mereka selama ini tidak ada artinya bagi dia?

Stella segera mengeleng-gelengkan kepalanya, menjauh dari Piano itu, tidak baik terlalu memikirkan hal-hal yang sudah menjadi masalalu.

Stella kemudian, kembali ke tempat tidur dan duduk disana sampai memainkan ponselnya.

Cukup lama sampai Felix keluar dari kamar mandi, dan hanya mengenakan handuk dibagian bawahnya.

Stella tidak bisa terbiasa dengan pandangan itu, namun matanya tidak bisa berhenti untuk melihat.

Felix yang merasa ditatap dari tadi, jelas merasa risih,

"Berhenti menatapku!"

Mendengar hal itu, Stella segera mengalihkan tatapannya dari Tubuh setengah telanjang Felix yang cukup memukau mata itu.

Mencoba melihat kearah lainnya, dan mulai membuat alasan.

"Siapa yang menatap Pak Tua seperti mu? Sungguh, tidak ada hal bagus yang perlu di lihat,"

Jelas itu hanya alasan yang mengada-ada, dan membuat Felix jengkel.

Berada di sekitar bocah itu, membuat Felix sering kali kehilangan kesabarannya, padahal biasanya, dirinya tipe orang yang cukup bisa menahan emosinya.

Namun, jika menyangkut soal bocah didepannya itu, dirinya entah kenapa susah mengendalikan dirinya sendiri.

"Lupakan. Tidak ada gunanya berbicara dengan bocah sepertimu,"

Mendengar dirinya dipanggil bocah, Stella jelas menjadi marah.

"Siapa yang Paman panggil Bocah?"

"Untukku, kamu masih seperti anak kecil yang tidak bisa diatur dan suka seenaknya sendiri, seperti Allen,"

"Jangan sama-samakan aku dengan Allen!!"

"Hah, terserah kamu. Bocah, ya bocah,"

Mendengar sepertinya, Paman di depannya itu, menjadi tidak mau mengalah, Stella juga mengabaikannya.

Dan memilih untuk mencoba tidur disana.

Sendangkan Felix yang tiba-tiba diabaikan itu, juga merasa kesal, lalu menatap dimana Stella tidur.

Dia lalu mulai berkomentar,

"Hey! Siapa yang menyuruhmu tidur ditempat tidurku?"

Stella yang baru membenarkan batalnya itu, segera menatap Felix dengan ekpersi tidak percaya, lalu berkata,

"Hanya ada satu tempat tidur di Ruangan ini, jelas aku hanya bisa tidur disini, mau dimana lagi?"

Felix lalu menunjuk kearah Sofa disamping ruangan.

"Paman Bercanda?"

"Tentu saja tidak,"

"Aku jelas tidak mau!! Paman saja yang tidur di Sofa!!"

Felix lalu segera naik ketempat tidur, dan memposisikan dirinya disana.

"Aku? Tidur di sofa? Itu jelas tidak mungkin, ini adalah kamarku dan tempat tidurku, tentu saja aku tidur disini!! Kamu sana pergi ke sofa!!"

"Paman benar-benar tidak masuk akal!! Dan apa-apa ini! Pakai Baju Paman!!" Kata Stella sambil menutup matanya itu.

"Aku tidur seperti ini! Terserah aku mau bagaimana!!" Kata Felix lalu mulai masuk kedalam selimut.

Stella juga menjadi tidak sabar, tidak akan pernah mengira jika Paman ini benar-benar bisa keras kepala dan berdebat hanya karena masalah tempat tidur saja, namun dirinya juga tidak mau mengalah, lalu segera berkata,

"Ya sudah, aku juga akan tidur disini! Siapa pula yang ingin di sofa? Hpmh,"

Pada akhirnya, mereka berdua terpaksa tidur di tempat tidur yang sama, Felix jelas tidak mau mengalah dengan pergi tidur di Sofa, apalagi Stella.

Stella memang merasa cukup terganggu mengenai fakta bahwa Felix tidur hampir telanjang itu, namun dirinya mencoba menguatkan diri dari rasa malunya itu, lalu mulai menjaga jarak 1 meter dari Felix.

Stella mencoba meyakinkan dirinya jika ini baik-baik saja.

Toh mereka sudah melakukannya lebih dari ini, apa lagi yang membuat dirinya merasa malu?

Namun tetap saja, ini masih membuat Stella merasa canggung, tidur dengan satu tempat tidur dengan Pria lain.

####

Hal pertama yang Stella lihat ketika bangun tidur adalah, sebuah tangan telanjang yang memeluk dirinya erat seperti guling.

Sepintas Stella merasa kaget, dengan posisi ini.

Padahal jelas, semalam dirinya memberi jarak satu meter diantara mereka, namun kenapa pagi ini jadi seperti ini?

Kepalanya yang berada didada telanjang Pria sampingnya ini membuat Stella merasa salting sendiri.

Jantungnya hampir saja copot, setelah mengerakkan tangannya, dan malah merasakan dirinya memengang sesuatu yang salah, dia mulai meraba-raba sedikit apa itu, itu ternyata sesuatu yang hangat dan sedikit keras!!

Stella mulai memikirkan beberapa situsi tentang apa hal itu sebenarnya, lalu menatap wajah Pria yang memeluknya, yang seperti masih tertidur lelap dengan nyaman, seperti menikmati dirinya sendiri, malah terlihat keenakan.

Stella segera menjatuhkan tangannya itu, dari benda terkutuk dibawah sana, merasa malu sendiri.

Astaga....

Stella juga segera melepaskan pelukan itu, dan mendorong Felix dari atas tempat tidur karena begitu panik.

Felix yang tiba-tiba ditendang dari tempat tidur itu tentu saja kaget.

Dia terbangun, lalu menatap Stella dengan ekspresi kebencian.

"Stella!! Apa yang kamu lakukan pagi-pagi dengan membuat keributan?"

"Paman sendiri yang tidak tahu malu!!!! Akhhh.... Pakai baju Paman!! Dasar Mesum!!"

Sekarang, Felix melihat tubuhnya, yang masih tidak mengenakan apa-apa.

Dirinya semalam lupa memakai celana gara-gara, Stella yang membuat masalah soal ingin tidur di tempat tidur itu.

Dirinya hanya sedikit bercanda soal dirinya tidur telanjang itu, agar Stella pergi dari tempat tidur dan memilih tidur di sofa.

Namun siapa yang tahu, jika Stella ini benar-benar tidak tahu malu!!!

Akhhh...

Benar-benar pusing berurusan dengan Bocah yang satu ini!!

Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!