Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak

Stella benar-benar tidak mengerti soal hal-hal yang Felix katakan barusan.

Memang, dirinya akui, kalau niat awalnya Menikahi Felix memang seperti itu, namun dirinya bahkan tidak melakukan apapun sampai sekarang, namun Felix entah kenapa tiba-tiba marah.

"Aku tidak tahu apa maksudmu?"

"Sudahlah, kamu tahu apa yang aku maksud, tidak usah banyak mengelak,"

Hal-hal yang terjadi berikutnya, Felix langsung pergi dari sana, meninggalkan Stella yang binggung itu.

Berikutnya, Stella yang sendirian di Ruang Tamu lalu disambut oleh beberapa Pelayan membantunya untuk menuju ke Kamar Utama, yaitu kamar Felix.

Kata Pelayan, Orang Tua Felix saat ini berada di Luar, jadi hanya ada Stella yang ada disana.

Stella sebenarnya merasa sedikit gugup untuk masuk ke kamar Felix sendirian, takut-takut itu akan membuat Felix lebih marah lagi.

Namun apa boleh buah, toh orang itu juga malah pergi entah ke mana tidak jelas jadi dirinya juga tidak memiliki pilihan lain.

Sayangnya, Kamar Felix tepat berada disebelah Kamar Allen.

Ketika pergi ke Rumah ini, tentu saja Stella cukup familiar dengan lorong ini, loreng yang sama yang menuju ke Kamar Allen.

Dirinya juga selalu tahu, jika kamar ini adalah Kamar Ayah Allen, salah satu Ruangan Misterius di Rumah ini yang tidak pernah berani dirinya masuki, karena Allen saja tidak berani untuk masuk ke kamar Felix.

Dirinya dengar dari Allen, Felix itu tipe yang tidak suka orang lain untuk menyentuh barang-barang miliknya.

Jadi wajar saja jika Stella merasa gugup ketika memasuki kamar itu.

Ya, sekarang di bantu oleh beberapa Pelayan, mereka mulai meletakan koper Stella di dalam ruangan kamar yang terlihat asing itu, kemudian Stella menyuruh mereka pergi, dirinya akan beres-beres nanti saja.

Setelah mereka pergi Stella melihat desain kamar itu terlihat sederhana, tidak memiliki banyak dekorasi, hanya ada cat yang sama seperti ruangan lain di Rumah ini.

Kamar itu ternyata lebih besar dari pada yang Stella kira.

Disana, ada sebuah Piano Besar, di dekat jendela menuju Balkon.

Disampaignya lalu ada sebuah Sofa yang cukup besar dan sebuah meja, sepertinya tempat untuk bersantai.

Lalu ditengah ruangan, ada sebuah tempat tidur besar ukuran King Size dengan dekorasi seprai berwarna biru dongker.

Di dalam kamar itu, ada juga sebuah foto yang begitu besar.

Ya, Stella tentu saja tahu foto siapa itu.

Itu adalah foto Pernikahan Felix dengan Ibu Allen, ini juga bukan pertama kalinya dirinya melihat foto dari Ibu Allen yang sudah lama meninggal.

Disamping foto besar itu, ada juga foto-foto Ibu Allen dalam berbagai posisi, ketika masih muda.

Disana juga ada beberapa foto lainnya, antara Felix dan Ibu Allen.

Stella melihat-lihat deretan foto itu.

Sepintas, hal-hal ini terlihat normal, namun semakin Stella melihatnya, Stella merasa ada yang aneh.

Kenapa tidak ada foto Allen disini?

Ya, dirinya tahu, jika Ibu Allen meninggalkan saat melahirkan Allen.

Jadi tidak akan ada foto mereka bersama.

Namun setidaknya, sebagai seorang Ayah, biasanya akan menyimpan foto-foto Putranya yang tumbuh dari ketika dia masih kecil hingga dewasa.

Melihat Felix menyimpan begitu banyak foto Almarhum Ibu Allen namun tidak menyimpan foto Allen satupun....

Ini benar-benar aneh.

Kalau Stella ingat lagi, dirinya jarang melihat Felix datang ke Ulang Tahun Allen.

Dirinya sedikit mengerti, hari ulang tahun Allen, juga merupakan hari peringatan kematian Ibu Allen, hari yang bahagia sekaligus sedih.

Mungkin Felix selalu merasa tidak menyukai hari itu, hari dimana Istirnya tercinta meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Dan juga terlihat jelas, Felix masih sangat mencintai Almarhum Ibu Allen sampai sekarang.

Sampai bertahun-tahun berlalu dan Felix tidak pernah berniat menikahi wanita manapun.

Kisah cinta yang terlihat sangat romantis, namun memiliki akhir yang sedih.

Namun, tetap saja Felix itu aneh.

Padahal Allen jelas satu-satunya Putranya, namun Felix jarang memberikan perhatian pada Putranya satu-satunya itu.

Sampai-sampai karena hal-hal ini, banyak orang yang mengira kalau Allen adalah anak selingkuhan atau anak angkat.

Namun ketika hal-hal ini dibahas di depan wajah Felix, Felix jelas akan sangat marah, dan selalu membela kalau Allen memang Putra Kandungnya.

Dan Allen juga sangat sensitif jika ada yang mengejeknya soal hal-hal ini.

Sudahlah dirinya tidak ingin memikirkan soal sepasang Ayah dan Anak yang sama-sama aneh dan tidak mudah dipahami itu.

Stella yang merasa lelah, lalu segera menuju ke tempat tidur untuk berbaring.

####

Hari cukup cepat berlalu, bahkan sampai jam makan malam, Stella tidak melihat Felix pulang.

Saat ini, Stella sedang makan malam dengan Orang Tua Felix.

Mereka berdua jelas mencoba menghibur Stella.

"Felix memang seperti itu, dia sepertinya pergi Ke Kantor hari ini, jika dia sudah sibuk bekerja iya akan melupakan segalanya dan bahkan lupa untuk pulang, jadi kamu tidak usah khawatir," kata Ibu Felix mencoba menenangkan Stella.

"Yang Istirku katakan benar, Felix memang selalu terlalu fokus dengan pekerjanya, itulah yang selalu membuat kami berdua khawatir karena dia tidak bisa merawat dirinya sendiri, dan kami juga tidak bisa mengadakan Allen yang juga sibuk dengan hidupnya sendiri untuk merawat dan memperhatikan Ayahnya, sungguh kami sangat bersyukur kamu mau menikah dengan Putraku ini," kata Ayah Felix dengan wajah seriusnya itu.

Stella tentu saja hanya tersenyum canggung mendegar hal-hal yang dikatakan oleh mereka.

Dirinya juga tidak perlu bertanya kenapa Allen tidak ada.

Sebelumnya, ketika dirinya bertanya pada Pelayan, mereka memberi tahu, jika Allen memang sudah tidak pulang ke Rumah sejak beberapa hari lalu.

Entah, dia menginap kemana.

Jadi malam itu, terpaksa Stella berada dikamar sendirian.

Namun entah kenapa tiba-tiba, Stella tidak bisa tidur di ruangan yang tidak familiar ini, hingga waktu berlalu begitu saja, Stella masih membolak-balik tubuhnya merasa tidak nyaman.

Disisi lainnya, saat ini Felix baru saja tiba di tempat parkir mobil Rumah Keluarga Chastielo.

Felix seharian ini memang menyibukkan jadinya dengan pekerjaan agar dirinya bisa melupakan hal-hal yang terjadi belakangan ini.

Namun apa yang Felix dilihat dari tempat parkir adalah hal yang cukup mengejutkan.

Itu adalah Allen yang sedang dibawa masuk oleh salah satu pelayan ke Rumah itu.

Allen disana dalam posisi sedikit linglung, terlihat sekali seperti sedang mabuk.

Felix lalu segera bertanya pada Pelayan disana.

"Kenapa dengan anak ini?"

"Kami juga tidak tahu, tahu-tahu seorang supir mengantarkan dia kesini dalam keadaan ini,"

Felix lalu menatap Allen yang terlihat tidak begitu sadar itu.

Jelas sekali dirinya mencium bau alkohol yang begitu menyengat dari tubuh Allen.

Jelas, melihat Allen minum, Felix merasa tidak suka.

"Allen!! Kamu apa-apaan hah? Sejak kapan kamu menjadi pemabuk seperti ini? Apakah kamu sadar jika kamu melanggar aturan Keluarga ini! Tidak ada minum minuman Keras dalam Keluarga Chastielo!!"

Allen sebenarnya hanya merasa sedikit pusing, namun dia masih sadar.

"Hah? Itu terserah Allen saja!! Aku tidak mau mendengarkan perintah Ayah yang tidak tahu malu menikahi gadis seumuranku, dan dari semua orang itu adalah Stella!! Tidak sudi aku mendengarkan Ayah lagi!!"

Felix yang mendengar hinaan dari Putranya itu, tentu saja menjadi marah, dia lalu menampar Allen dengan penuh emosi.

"Allen!! Menurutku karena siapa aku harus menikah dengan Stella? Just kkpi semua itu untuk membatalkan pernikahan mu yang padahal sudah menghitung hari!! Kamu benar-benar tidak masuk akal!!"

"Ayah yang tidak masuk akal!! Ayah benar-benar berani menikahi Stella padahal jelas Ayah tahu jika dia mantan tunanganku!! Ayah sudah tidak mengagap aku lagi!!"

"Tutup mulutmu itu!! Ini jelas karena perbuatan memalukan mu itu, kenapa menjadi seperti ini!!"

"Tapi Ayah tetap menikah dengan orang sialan itu!! Dan kenapa harus Stella? Kenapa Ayah? Dia dua puluh tahun lebih muda dari pada Ayah!! Apakah Ayah tidak tahu? Sekarang semau orang bertanya padaku soap Pernikahanmu!! Tidak tahukan Ayah betapa malunya aku ketika mereka bertanya?"

Felix yang mendengarkan kata-kata Allen itu, merasa kesal.

Jelas, bukan dirinya yang membuat situasi menjadi seperti ini.

Dirinya juga jelas tidak mengharapkan situasi ini, namun Putranya ini menjadi tidak masuk akal dan malah menyalahkan dirinya atau semua ini sungguh menyebalkan.

"Hah... Jika kamu tidak membatalkan pernikahanmu situasinya tidak akan menjadi seperti ini!!"

Allen sepertinya tidak mendengarkan apa yang Felix katakan, hanya terus berbicara banyak omong kosong karena dia sedikit masuk sehingga semua keberanian yang dia miliki muncul.

"Ayah selalu begitu!! Ayah selalu tidak peduli padaku!! Dan sekarang Ayah Menikah lagi, apakah sekarang Ayah akan melupakan Aku dan Ibuku? Ayah tidak mencintai Ibuku lagi.... Ayah tidak menyayangiku,"

"Allen!! Jangan bicara omong kosong lagi!!"

Allen sekarang memiliki ekpersi seperti anak kecil yang merengek,

"Allen benar-benar benci dengan Ayah!! Aku juga benci Stella sialan itu!! Dia berani menyuruhku memanggilnya Ibu? Dia pikir dia siapa? Dan Ayah bahkan tidak pernah membelaku!! Ayah selalu tidak adil padaku!!"

Felix yang sudah tidak tahan dengan semua kata-kata Allen itu.

Ingin segera menyuruh Pelayan agar membawa Allen kembali ke kamarnya.

Namun, kata-kata Allen menjadi semakin ganas,

"Allen benci Ayah tidak tahu malu sepertimu!! Kamu tidak layak untuk menjadi Ayahku!! Seharusnya dulu Ibuku tidak menikah dengan Ayah!! Aku benar-benar menyesal dilahirkan sebagai Putramu!!"

Emosi Felix benar-benar tersulut dengan kata-kata Allen itu, sekali lagi Felix menaikan tangannya hendak menampar Felix.

"Tampar aku semaumu!! Ayah tidak tahu malu!? Aku benci denganmu!!"

Felix akhirnya mencoba menenangkan emosinya, menyusun Pelayan segera membawa Allen naik dan pergi dari sana, tidak lagi mau mendengarkan omong kosongnya itu.

Sekarang, Felix menjadi semakin tidak mengerti...

Hubungan antara dirinya dan Putranya sudah tidak begitu dekat namun sekarang malah menjadi seperti ini....

Terpopuler

Comments

Hotlin Situmorang

Hotlin Situmorang

kacian kau Allen...

2024-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!