Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab

Hari-hari cepat berlalu, sudah empat hari lebih sejak Stella berada di Rumah Sakit.

Namun, sejak dirinya berada disini, tidak ada seorangpun yang menjenguknya.

Jadi dirinya hari ini akan pulang, jadi setidaknya dirinya akan mengabari orang rumah.

Dirinya sudah mengirimkan pesan pada Ayah angkatnya sejak tadi pagi, juga mengirimkan pesan pada Ibu angkatnya untuk kepulangannya hari ini.

Namun, tentu saja tidak ada balasan dari mereka, seolah mereka akan peduli apakah dirinya akan pulang atau tidak.

Stella menatap ponselnya dengan ekpersi sedih.

Dirinya juga melihat sejak beberapa hari lalu, ada gosip di Grub Chat Kelas di Kampusnya.

Seperti gosip soal dirinya yang mencoba kecelakaan Cynthia ke Kolam, malah berakhir denah Cynthia yang menyebarkan gosip ini...

Sial!!

Cynthia itu, hanya kelihatannya saja baik, ternyata dia duri dalam selimut.

Namun bagaimana cara dirinya membuktikannya?

Semua orang ada di pihak orang itu.

Degan perasaan yang masih sedih, akhirnya Stella memesan taksi, dan menuju ke Rumah Keluarga Chastalope.

Namun, apa yang dirinya lihat saat turun dari taksi?

Dari Arah Gerbang dirinya melihat di halaman Keluarga Chastalope, disana ada Cynthia dan Allen yang sedang mengobrol.

Dari arah samping, Stella sedikit menguping ingin dengar apa yang ingin mereka katakan.

"Allen, aku dengar Keluargamu akan ke Rumah ini nanti sore untuk mengurus pembatalan Pertunanganmu dan Pernikahanmu dengan Stella?"

"Ya, aku sudah dengar dari Mamamu, soal kepulangan Stella nanti sore, agar semua menjadi cepat selesai, itulah kenapa aku menyuruh Keluargaku untuk datang, lebih cepat lebih baik,"

"Mereka sudah setuju?"

"Emm.... Ini sebenarnya cukup sulit, sebenarnya Ayahku sangat marah dengan ini, namun setelah perdebatan panjang.... Yah, pokoknya, semua akan segera di batalkan,"

"Sebenarnya, aku memiliki sebuah Ide bagus,"

"Apa itu?" Tanya Allen dengan nada penasaran.

"Allen, bagaimana jika dari pada membatalkan Pesta Pernikahan itu, lebih baik, di ganti saja Pestanya," kata Cynthia dengan senyuman cerahnya.

"Apa maksudmu, Cynthia?" Tanya Allen tidak mengerti.

"Kamu kan tahu kondisiku saat ini.... Dari pada perencanaan Pernikahan itu sia-sia saja, lagipula dari Gedung, Ketering, Undangan, Dekorasi, semuanya sudah selesai bukan? Dan bahkan sudah mengundang banyak teman-temanmu, bagaimana jika kita berdua saja yang menikah?"

Mendengar itu, Allen sedikit terdiam,

"Tapi, Cynthia ini...."

"Ayolah, Allen... Tidak apa-apa, kamu menyukaiku bukan? Kamu bilang kamu akan bertanggung jawab,"

"Itu benar, aku Menyukaimu,"

"Jadi, ayo? Kenapa tidak? Ini demi aku, aku ingin segera menikah denganmu,"

"Ya, aku akan mencoba membujuk Keluargaku soal ini,"

Cynthia yang terlihat senang itu, segera memeluk Allen dengan senang hati.

Stella tentu mendegar semua yang mereka katakan dengan ekpersi syok dan tidak percaya.

Jadi...

Mereka sudah sejauh itu?

Sejak kapan mereka berhubungan?

Jadi, selama ini Allen berselingkuh dibelakangnya dengan Cynthia?

Kenapa?

Kenapa kamu melakukannya?

Padahal jelas, kita bertunangan dan akan segera menikah.

Tapi, kenapa kamu malah memiliki hubungan dengan Cynthia di belakangku?

Perasaan Stella benar-benar hancur ketika mendengar itu.

Kemarahan...

Kesedihan....

Dan keputusan muncul dalam pikirannya.

Hatinya yang sudah rapuh, semakin tidak tahan lagi.

Mereka berdua sungguh berani melakukan ini padanya!!

Mereka benar-benar kurang ajar!!

Tidak bisa dimaafkan....

Sialan!!

Dengan perasaan kesal, Stella lalu berniat masuk ke Gerbang depan, ingin segera ke kamarnya untuk menenangkan dirinya.

Namun begitu dirinya memasuki Rumah itu, dirinya bertemu dengan Kakak angkatnya.

Kakak Angkat Stella, Theo Chastalope, dia langsung mendorong Stella hingga Stella jatuh ketanah.

"Hah, kamu masih berani menginjakan dirinya di Rumah ini? Sungguh tidak tahu malu,"

Stella hanya diam di tanah.

Ini bukan hal pertama yang dirinya terima dari Kakak angkatnya ini.

Dan lagi, sekarang Susana hatinya benar-benar buruk, dan sedang tidak ingin berdebat dengan Kakaknya itu, segera Stella berdiri, mengabaikan Kakak angkatnya itu.

Namun, tentu saja Theo marah ketika di abiakan, dia lalu menarik tangan Stella dengan marah.

"Kamu berani mengabaikanku hah? Dasar tidak tahu diri!!"

"Apa mau Kak Theo? Aku baru pulang dari Rumah Sakit dan ingin Istirahat di Kamar,"

"Yang aku inginkan? Jelas yang aku inginkan adalah kamu pergi dari Rumah ini!! Aku sungguh muak melihat wajahmu!!"

Stella sangat ingin membalas, dirinya juga begitu muak melihat wajah Saudara Angkatnya itu, namun dirinya tahu harus menahan emosinya dulu.

Pertama, dirinya butuh ketenangan saat ini untuk memikirkan rencana berikutnya.

"Maka dari itu, aku akan segera ke kamar, agar Kakak tidak perlu melihat wajahku lagi,"

"Kamu...."

Stella tidak memperhatikan lagi apa yang Kakaknya katakan itu, segera pergi dan berjalan dengan cepat ke Kamarnya.

Ya, walaupun itu tidak benar-benar bisa di panggil sebuah Kamar.

Stella menatap pintu tua didepannya.

Ini sebelumnya adalah gudang, sejak Putri Asli mereka datang, ruangan yang sebelumnya menjadi kamarnya, menjadi milik Putri Asli mereka lagi, dan dirinya di pindahkan ke Gudang yang di modifikasi menjadi kamar ini.

Stella masuk ke ruangan itu, begitu pengap, dan memiliki dekorasi yang buruk, dengan ukuran tempat tidur yang cukup kecil.

Stella segera membaringkan dirinya di tempat tidur, mencoba memengakan dirinya.

Dirinya tiba-tiba merasa begitu lelah, dan jatuh tertidur disana.

####

Ketika Stella bangun, jam ternyata sudah menunjukan pukul setengah empat sore.

Stella lalu melihat kearah jam tangannya dengan panik.

Tunggu, bukankah Keluarga Allen akan datang sore ini?

Bagaimana ini??

Dirinya belum siap dengan rencana apapun!!

Kepalanya benar-benar menjadi blank!!

Dengan panik, Stella lalu keluar diam-diam dari arah kamarnya, menatap ke halaman rumah.

Melihat sepertinya belum ada mobil yang ada di tempat parkir, Stella sedikit bersyukur.

"Syukurlah mereka belum datang,"

Merasa lega, setidaknya dirinya masih memiliki waktu.

Dengan buru-buru, Stella segera ingin kembali masuk kedalam, namun siapa yang tahu, Stella malah menabrak orang karena buru-buru.

"Ah, maaf... Maaf, aku tidak sengaja," kata Stella lalu mundur kebelakang, namun malah dirinya merasa menginjak sesuatu.

Melihat kebawah, ternyata yang Stella injak adalah kacamata, lalu tatapan matanya, menatap kearah Pria yang di tabraknya.

Ini adalah wajah yang familiar namun terlihat tidak familiar.

Walaupun seharusnya orang ini hampir berumur empat puluhan, namun tidak ada tanda-tanda penuaan di wajah itu, apalagi tanpa kacamata seperti itu, Pria itu terlihat sedikit lebih muda, dan dengan pakaian santai yang dia pakai, Pria didepannya ini benar-benar terlihat lebih muda!!

Sepintas, Stella menatap Pria di depannya itu tanpa berkedip, sedikit terpukau entah kenapa.

Ini adalah Ayah Allen, yaitu Felix Chastielo, namun kenapa dia menjadi begitu tampan seperti ini?

Bukankah Ayah Allen itu menyeramkan?

"Maafkan aku, Paman,"

Felix yang melihat kacamatanya itu pecah, hanya bisa menghela nafas panjang, lalu segera berkata,

"Tidak apa-apa, aku yang seharusnya meminta maaf, maaf atas perbuatan Putraku, kamu mungkin tahu untuk apa tujuan aku datang kesini,"

Setelah mendengar kata-kata Ayah Allen itu, tiba-tiba Stella menjadi ingat soal rencana Allen dan Cynthia yang ingin menikah, mengantikan acara pernikahannya dengan Allen...

Tidak....

Ini tidak bisa terjadi...

Ini tidak bisa...

Lalu sebuah ide gila tiba-tiba muncul di benak Stella.

Ayah Allen ini seorang Duda bukan?

Kenapa tidak?

Dan Paman ini tidak terlihat terlalu tua!!

Mari manfaatkan saja bukan, kesempatan ini?

Ya, dirinya juga tidak tahu apakah ini berhasil atau tidak, namun dari pada tidak mencoba sama sekali?

"Jika Paman benar-benar ingin minta maaf atas Putra Paman, lakukan dengan tulus, dan bertanggungjawab lah,"

"Ya, tentu saja aku akan bertanggung jawab atas perbuatan yang Putraku lakukan, aku tahu membatalkan Acara Pernikahan ini pasti akan membuatmu cukup malu," kata Felix dengan ekpersi serius.

"Benar, itu Paman mengerti, jadi Paman harus berjanji untuk bertanggung jawab dan menuruti permintaanku,"

"Tentu saja, ini benar-benar memalukan, namun demi menebus kesalahan Putraku ini padamu, aku akan melakukan apa saja, kamu bisa meminta apapun padaku,"

Stella jelas memanfaatkan hal ini, dengan baik,

"Apakah Paman serius? Paman berjanji?"

"Ya, aku akan memberikan kompensasi yang cukup,"

"Kalau begitu, Paman harus menikah denganku untuk mengantikan Putra Paman yang payah itu, terlalu memalukan jika Pesta Pernikahanku batal... Bagaimana aku harus mengahadapi dunia setelahnya? Jadi Paman harus tanggung jawab,"

Felix tentu saja terkejut dengan apa yang barusan dirinya dengar.

Apa tadi yang dia minta?

"Apa tadi katamu?" Tanya Felix lagu memastikan.

"Paman Felix harus menikahiku," kata Stella dengan senyuman di wajahnya itu, sambil menatap Felix dengan serius.

Felix menatap gadis didepannya dengan ekpersi heran, masih tidak percaya apa yang didengarnya.

"Jangan membuat lelucon seperti ini,"

Stella terlihat memperlihatkan ekspresi seriusnya, lalu segera berkata,

"Aku tidak bercanda, Paman. Aku ingin menikah dengan Paman,"

"Sudah, jangan mengada-ada, sebaiknya pikirkan lagi apa yang kamu mau,"

"Tapi yang aku mau adalah menikah dengan Paman Felix, tadi bukankah Paman sendiri yang berjanji untuk menuruti permintaanku? Paman mau menjilat ludah sendiri dan mengingkari janjinya?"

Felix jelas merasa kata-kata gadis didepannya ini penuh jebakan.

Sial, dirinya tidak mengira gadis ini benar-benar akan meminta hal-hal yang begitu luar biasa yang tidak akan pernah terlintas dalam benaknya.

"Nona Stella, aku tahu kamu masih sakit hati atas perlakuan Putraku, jadi aku akan memaklumi ucapanmu sekarang sebagai lelucon, jadi mari pikiran hal-hal lain sebagai kompensasi sampai Kakek dan Nenek Allen datang, lalu katakan apa yang kamu mau," kata Felix sambil tersenyum, mencoba menahan emosinya, lalu pergi meninggalkan Stella.

Stella sendiri tidak berniat mengejar Felix, karena dirinya memiliki rencananya sendiri.

Mari katakan hal-hal ini nanti di Depan Orang Banyak!!!

Dirinya harus bisa membuat Paman Felix menikah dengannya apapun caranya!!

Lihat saja, Allen aku tidak akan membiarkan rencanamu menikah dengan Cynthia berjalan dengan mulus diatas penderitaanku.

Aku akan membalas kalian!!

Lihat saja, Allen aku tidak akan membuat hidupmu tenang!!

Setidaknya, aku akan membuat beberapa adik kecil untukmu agar bisa berbagi harta warisanmu itu!!

Dan membuat Keluarga Chastalope tidak bisa berbuat apa-apa padanya karena dirinya akan tetap bisa menjadi Nyonya Keluarga Chastielo.

Karena dirinya lah yang paling tahu betapa Allen sangat teropsesi menjadi Pewaris Keluarga Chastielo.

Juga soal Keluarga Chastalope yang dari awal memang mengincar Keluarga Chastielo untuk mendukung Perusahaan mereka dengan ikatan pernikahan, dan memanfaatkan dirinya ini.

Hah, orang-orang kurang ajar itu akan menerima balasannya!!

Kilasbalik berakhir

Terpopuler

Comments

Hotlin Situmorang

Hotlin Situmorang

lanjutkan

2024-07-24

0

Risa Risa

Risa Risa

stella pinterr

2022-10-24

0

Rainn

Rainn

Hahaa sikat stela 🤭
Lanjut thor up 😍

2022-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!