Hari-hari cepat berlalu, sudah empat hari lebih sejak Stella berada di Rumah Sakit.
Namun, sejak dirinya berada disini, tidak ada seorangpun yang menjenguknya.
Jadi dirinya hari ini akan pulang, jadi setidaknya dirinya akan mengabari orang rumah.
Dirinya sudah mengirimkan pesan pada Ayah angkatnya sejak tadi pagi, juga mengirimkan pesan pada Ibu angkatnya untuk kepulangannya hari ini.
Namun, tentu saja tidak ada balasan dari mereka, seolah mereka akan peduli apakah dirinya akan pulang atau tidak.
Stella menatap ponselnya dengan ekpersi sedih.
Dirinya juga melihat sejak beberapa hari lalu, ada gosip di Grub Chat Kelas di Kampusnya.
Seperti gosip soal dirinya yang mencoba kecelakaan Cynthia ke Kolam, malah berakhir denah Cynthia yang menyebarkan gosip ini...
Sial!!
Cynthia itu, hanya kelihatannya saja baik, ternyata dia duri dalam selimut.
Namun bagaimana cara dirinya membuktikannya?
Semua orang ada di pihak orang itu.
Degan perasaan yang masih sedih, akhirnya Stella memesan taksi, dan menuju ke Rumah Keluarga Chastalope.
Namun, apa yang dirinya lihat saat turun dari taksi?
Dari Arah Gerbang dirinya melihat di halaman Keluarga Chastalope, disana ada Cynthia dan Allen yang sedang mengobrol.
Dari arah samping, Stella sedikit menguping ingin dengar apa yang ingin mereka katakan.
"Allen, aku dengar Keluargamu akan ke Rumah ini nanti sore untuk mengurus pembatalan Pertunanganmu dan Pernikahanmu dengan Stella?"
"Ya, aku sudah dengar dari Mamamu, soal kepulangan Stella nanti sore, agar semua menjadi cepat selesai, itulah kenapa aku menyuruh Keluargaku untuk datang, lebih cepat lebih baik,"
"Mereka sudah setuju?"
"Emm.... Ini sebenarnya cukup sulit, sebenarnya Ayahku sangat marah dengan ini, namun setelah perdebatan panjang.... Yah, pokoknya, semua akan segera di batalkan,"
"Sebenarnya, aku memiliki sebuah Ide bagus,"
"Apa itu?" Tanya Allen dengan nada penasaran.
"Allen, bagaimana jika dari pada membatalkan Pesta Pernikahan itu, lebih baik, di ganti saja Pestanya," kata Cynthia dengan senyuman cerahnya.
"Apa maksudmu, Cynthia?" Tanya Allen tidak mengerti.
"Kamu kan tahu kondisiku saat ini.... Dari pada perencanaan Pernikahan itu sia-sia saja, lagipula dari Gedung, Ketering, Undangan, Dekorasi, semuanya sudah selesai bukan? Dan bahkan sudah mengundang banyak teman-temanmu, bagaimana jika kita berdua saja yang menikah?"
Mendengar itu, Allen sedikit terdiam,
"Tapi, Cynthia ini...."
"Ayolah, Allen... Tidak apa-apa, kamu menyukaiku bukan? Kamu bilang kamu akan bertanggung jawab,"
"Itu benar, aku Menyukaimu,"
"Jadi, ayo? Kenapa tidak? Ini demi aku, aku ingin segera menikah denganmu,"
"Ya, aku akan mencoba membujuk Keluargaku soal ini,"
Cynthia yang terlihat senang itu, segera memeluk Allen dengan senang hati.
Stella tentu mendegar semua yang mereka katakan dengan ekpersi syok dan tidak percaya.
Jadi...
Mereka sudah sejauh itu?
Sejak kapan mereka berhubungan?
Jadi, selama ini Allen berselingkuh dibelakangnya dengan Cynthia?
Kenapa?
Kenapa kamu melakukannya?
Padahal jelas, kita bertunangan dan akan segera menikah.
Tapi, kenapa kamu malah memiliki hubungan dengan Cynthia di belakangku?
Perasaan Stella benar-benar hancur ketika mendengar itu.
Kemarahan...
Kesedihan....
Dan keputusan muncul dalam pikirannya.
Hatinya yang sudah rapuh, semakin tidak tahan lagi.
Mereka berdua sungguh berani melakukan ini padanya!!
Mereka benar-benar kurang ajar!!
Tidak bisa dimaafkan....
Sialan!!
Dengan perasaan kesal, Stella lalu berniat masuk ke Gerbang depan, ingin segera ke kamarnya untuk menenangkan dirinya.
Namun begitu dirinya memasuki Rumah itu, dirinya bertemu dengan Kakak angkatnya.
Kakak Angkat Stella, Theo Chastalope, dia langsung mendorong Stella hingga Stella jatuh ketanah.
"Hah, kamu masih berani menginjakan dirinya di Rumah ini? Sungguh tidak tahu malu,"
Stella hanya diam di tanah.
Ini bukan hal pertama yang dirinya terima dari Kakak angkatnya ini.
Dan lagi, sekarang Susana hatinya benar-benar buruk, dan sedang tidak ingin berdebat dengan Kakaknya itu, segera Stella berdiri, mengabaikan Kakak angkatnya itu.
Namun, tentu saja Theo marah ketika di abiakan, dia lalu menarik tangan Stella dengan marah.
"Kamu berani mengabaikanku hah? Dasar tidak tahu diri!!"
"Apa mau Kak Theo? Aku baru pulang dari Rumah Sakit dan ingin Istirahat di Kamar,"
"Yang aku inginkan? Jelas yang aku inginkan adalah kamu pergi dari Rumah ini!! Aku sungguh muak melihat wajahmu!!"
Stella sangat ingin membalas, dirinya juga begitu muak melihat wajah Saudara Angkatnya itu, namun dirinya tahu harus menahan emosinya dulu.
Pertama, dirinya butuh ketenangan saat ini untuk memikirkan rencana berikutnya.
"Maka dari itu, aku akan segera ke kamar, agar Kakak tidak perlu melihat wajahku lagi,"
"Kamu...."
Stella tidak memperhatikan lagi apa yang Kakaknya katakan itu, segera pergi dan berjalan dengan cepat ke Kamarnya.
Ya, walaupun itu tidak benar-benar bisa di panggil sebuah Kamar.
Stella menatap pintu tua didepannya.
Ini sebelumnya adalah gudang, sejak Putri Asli mereka datang, ruangan yang sebelumnya menjadi kamarnya, menjadi milik Putri Asli mereka lagi, dan dirinya di pindahkan ke Gudang yang di modifikasi menjadi kamar ini.
Stella masuk ke ruangan itu, begitu pengap, dan memiliki dekorasi yang buruk, dengan ukuran tempat tidur yang cukup kecil.
Stella segera membaringkan dirinya di tempat tidur, mencoba memengakan dirinya.
Dirinya tiba-tiba merasa begitu lelah, dan jatuh tertidur disana.
####
Ketika Stella bangun, jam ternyata sudah menunjukan pukul setengah empat sore.
Stella lalu melihat kearah jam tangannya dengan panik.
Tunggu, bukankah Keluarga Allen akan datang sore ini?
Bagaimana ini??
Dirinya belum siap dengan rencana apapun!!
Kepalanya benar-benar menjadi blank!!
Dengan panik, Stella lalu keluar diam-diam dari arah kamarnya, menatap ke halaman rumah.
Melihat sepertinya belum ada mobil yang ada di tempat parkir, Stella sedikit bersyukur.
"Syukurlah mereka belum datang,"
Merasa lega, setidaknya dirinya masih memiliki waktu.
Dengan buru-buru, Stella segera ingin kembali masuk kedalam, namun siapa yang tahu, Stella malah menabrak orang karena buru-buru.
"Ah, maaf... Maaf, aku tidak sengaja," kata Stella lalu mundur kebelakang, namun malah dirinya merasa menginjak sesuatu.
Melihat kebawah, ternyata yang Stella injak adalah kacamata, lalu tatapan matanya, menatap kearah Pria yang di tabraknya.
Ini adalah wajah yang familiar namun terlihat tidak familiar.
Walaupun seharusnya orang ini hampir berumur empat puluhan, namun tidak ada tanda-tanda penuaan di wajah itu, apalagi tanpa kacamata seperti itu, Pria itu terlihat sedikit lebih muda, dan dengan pakaian santai yang dia pakai, Pria didepannya ini benar-benar terlihat lebih muda!!
Sepintas, Stella menatap Pria di depannya itu tanpa berkedip, sedikit terpukau entah kenapa.
Ini adalah Ayah Allen, yaitu Felix Chastielo, namun kenapa dia menjadi begitu tampan seperti ini?
Bukankah Ayah Allen itu menyeramkan?
"Maafkan aku, Paman,"
Felix yang melihat kacamatanya itu pecah, hanya bisa menghela nafas panjang, lalu segera berkata,
"Tidak apa-apa, aku yang seharusnya meminta maaf, maaf atas perbuatan Putraku, kamu mungkin tahu untuk apa tujuan aku datang kesini,"
Setelah mendengar kata-kata Ayah Allen itu, tiba-tiba Stella menjadi ingat soal rencana Allen dan Cynthia yang ingin menikah, mengantikan acara pernikahannya dengan Allen...
Tidak....
Ini tidak bisa terjadi...
Ini tidak bisa...
Lalu sebuah ide gila tiba-tiba muncul di benak Stella.
Ayah Allen ini seorang Duda bukan?
Kenapa tidak?
Dan Paman ini tidak terlihat terlalu tua!!
Mari manfaatkan saja bukan, kesempatan ini?
Ya, dirinya juga tidak tahu apakah ini berhasil atau tidak, namun dari pada tidak mencoba sama sekali?
"Jika Paman benar-benar ingin minta maaf atas Putra Paman, lakukan dengan tulus, dan bertanggungjawab lah,"
"Ya, tentu saja aku akan bertanggung jawab atas perbuatan yang Putraku lakukan, aku tahu membatalkan Acara Pernikahan ini pasti akan membuatmu cukup malu," kata Felix dengan ekpersi serius.
"Benar, itu Paman mengerti, jadi Paman harus berjanji untuk bertanggung jawab dan menuruti permintaanku,"
"Tentu saja, ini benar-benar memalukan, namun demi menebus kesalahan Putraku ini padamu, aku akan melakukan apa saja, kamu bisa meminta apapun padaku,"
Stella jelas memanfaatkan hal ini, dengan baik,
"Apakah Paman serius? Paman berjanji?"
"Ya, aku akan memberikan kompensasi yang cukup,"
"Kalau begitu, Paman harus menikah denganku untuk mengantikan Putra Paman yang payah itu, terlalu memalukan jika Pesta Pernikahanku batal... Bagaimana aku harus mengahadapi dunia setelahnya? Jadi Paman harus tanggung jawab,"
Felix tentu saja terkejut dengan apa yang barusan dirinya dengar.
Apa tadi yang dia minta?
"Apa tadi katamu?" Tanya Felix lagu memastikan.
"Paman Felix harus menikahiku," kata Stella dengan senyuman di wajahnya itu, sambil menatap Felix dengan serius.
Felix menatap gadis didepannya dengan ekpersi heran, masih tidak percaya apa yang didengarnya.
"Jangan membuat lelucon seperti ini,"
Stella terlihat memperlihatkan ekspresi seriusnya, lalu segera berkata,
"Aku tidak bercanda, Paman. Aku ingin menikah dengan Paman,"
"Sudah, jangan mengada-ada, sebaiknya pikirkan lagi apa yang kamu mau,"
"Tapi yang aku mau adalah menikah dengan Paman Felix, tadi bukankah Paman sendiri yang berjanji untuk menuruti permintaanku? Paman mau menjilat ludah sendiri dan mengingkari janjinya?"
Felix jelas merasa kata-kata gadis didepannya ini penuh jebakan.
Sial, dirinya tidak mengira gadis ini benar-benar akan meminta hal-hal yang begitu luar biasa yang tidak akan pernah terlintas dalam benaknya.
"Nona Stella, aku tahu kamu masih sakit hati atas perlakuan Putraku, jadi aku akan memaklumi ucapanmu sekarang sebagai lelucon, jadi mari pikiran hal-hal lain sebagai kompensasi sampai Kakek dan Nenek Allen datang, lalu katakan apa yang kamu mau," kata Felix sambil tersenyum, mencoba menahan emosinya, lalu pergi meninggalkan Stella.
Stella sendiri tidak berniat mengejar Felix, karena dirinya memiliki rencananya sendiri.
Mari katakan hal-hal ini nanti di Depan Orang Banyak!!!
Dirinya harus bisa membuat Paman Felix menikah dengannya apapun caranya!!
Lihat saja, Allen aku tidak akan membiarkan rencanamu menikah dengan Cynthia berjalan dengan mulus diatas penderitaanku.
Aku akan membalas kalian!!
Lihat saja, Allen aku tidak akan membuat hidupmu tenang!!
Setidaknya, aku akan membuat beberapa adik kecil untukmu agar bisa berbagi harta warisanmu itu!!
Dan membuat Keluarga Chastalope tidak bisa berbuat apa-apa padanya karena dirinya akan tetap bisa menjadi Nyonya Keluarga Chastielo.
Karena dirinya lah yang paling tahu betapa Allen sangat teropsesi menjadi Pewaris Keluarga Chastielo.
Juga soal Keluarga Chastalope yang dari awal memang mengincar Keluarga Chastielo untuk mendukung Perusahaan mereka dengan ikatan pernikahan, dan memanfaatkan dirinya ini.
Hah, orang-orang kurang ajar itu akan menerima balasannya!!
Kilasbalik berakhir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Hotlin Situmorang
lanjutkan
2024-07-24
0
Risa Risa
stella pinterr
2022-10-24
0
Rainn
Hahaa sikat stela 🤭
Lanjut thor up 😍
2022-09-18
0