Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah

Pagi itu, saat sarapan, Stella dan Felix terlihat saling berbicara dengan akrab.

Felix dari tadi diam saja dari awal sampai akhir, hanya sesekali mengiyakan ketika salah satu dari mereka bertanya padanya.

Sampai, tiba-tiba Ibunya itu berkata-kata hal-hal yang mengejutkan,

"Stella, aku sebenarnya sudah menyiapkan Acara untuk Bulan Madu kalian,"

Felix langsung memiliki ekspresi kaget ketika mendengar itu.

"Sungguh? Ibu baik sekali, aku sempat kelupaan soal hal-hal ini karena banyak yang diurus," kata Stella dengan malu-malu.

"Ibu, sepertinya aku tidak bisa dulu pergi bulan madu dalam waktu dekat ini. Ibu tahu sendiri, jatwal Pekerjaanku cukup padat,"

Mendengar penolakan langsung dari putranya itu, Eve jelas merasa kesal dan segera mengeluh,

"Felix, kamu ini ya, kamu baru saja menikah, namun yang kamu pikirkan malah pekerjaan, pantas saja selama ini kamu tidak kunjung menikah lagi, Pasti banyak wanita yang segera bosan jika kamu terus seperti ini, kamu tidak ada romantis-romantisnya bahkan tidak mencoba untuk mengajak Bulan Madu Istrimu, padahal kalian ini adalah penganti baru,"

Felix yang mendapatkan keluhan segera mengelak,

"Tapi Ibu juga tahu sendiri jika acara pernikahan ini benar-benar mendadak sedangkan pekerjaanku dan jadwalnya sudah diatur lebih dari satu bulan yang lalu jadi ini bukan salahku jika aku menjadi sibuk sekitar belakangan ini,"

Mendengar perdebatan antara Ibu dan Anak itu, Stella jelas merasa tidak nyaman.

ini tidak seperti dirinya benar-benar ingin pergi Bulan Madu dengan Felix.

Walaupun dirinya ingin mendekat dengan pria itu, namun dirinya juga merasa langkah itu terlalu cepat. Dirinya harus pelan-pelan dalam melaksanakan hal-hal ini dulu, dan melakukan pendekatan secara perlahan-lahan tidak langsung begitu agresif atau mungkin Felix akan benar-benar membencinya.

Stella segera berkata,

"Ibu tidak perlu buru-buru, Bulan Madu bisa dipikirkan ketika Felix sedang memiliki waktu luang aku tidak bisa memaksanya,"

"Astaga, Stella kamu ini sungguh baik sekali. Sebenarnya Aku ingin segera mendengar kabar baik dari kalian berdua,"

Stella tentu saja mengerti apa maksud kabar baik yang Ibu Felix itu inginkan.

Hanya memikirkannya saja membuat Stella merasa malu sendiri.

Walaupun awalnya dirinya memang berniat untuk membuat adik kecil untuk Allen....

Namun setelah memikirkannya lagi harus melakukan hal-hal seperti itu seperti malam sebelumnya dengan Felix, dirinya merasa malu.

Bukan karena dirinya tidak suka...

Hanya saja....

"Apa yang membuat Ibu menjadi terburu-buru? Ibu sudah punya cucu sebesar Allen," kata Felix menambahkan.

"Cih, Felix kamu ini tidak mengerti perasaan orang tua, aku ingin mengendong cucuku yang masih bayi yang masih lucu-lucunya, Allen sudah sebesar itu sekarang, ini benar-benar berbeda,"

"Ibu sungguh sangat aneh," komentar Felix lagi.

"Sebenarnya Ibu tidak perlu terlalu terburu-buru, kabar baik pasti juga nanti akan datang," kata Stella berbicara asal.

Kemudian tidak ada lagi percakapan yang dilakukan oleh mereka, dan mereka menikmati sarapan itu dengan damai.

Dan tentu saja, Stella mencoba menyiapkan sarapan untuk Felix, seperti mengambilkan beberapa lauk yang ada diatas meja.

Felix menerima itu tanpa kata-kata.

Orang Tua Felix cukup puas melihat mereka berdua sudah menjadi cukup dekat.

Dan begitulah pagi itu berlalu, dengan mereka berdua kembali ke Kamar Hotel untuk membereskan barang-barang mereka, sebenarnya tidak ada barang yang Felix perlu bawa, hanya jam tangannya tertinggal disana.

Dan sekali lagi, hanya ada Stella dan Felix yang ada di Ruangan itu.

Felix melihat bagaimana Stella sudah menyiapkan koper miliknya.

"Kamu mau kemana?" Tanya Felix dengan ekspresi heran.

"Tentu saja Pulang Ke Rumah Paman, Rumah Keluarga Chastielo,"

"Kenapa harus kesana? Nanti aku akan menyiapkan Apartemen tempat kamu akan tinggal,"

Stella artinya membaca apa yang Felix rencanakan itu.

Felix ingin membiarkan dirinya tinggal di Apartemen sendirian dan ditinggalkan seperti itu?

Tentu saja dirinya jelas tidak akan mau.

"Tidak bisa!! Aku akan tinggal di Rumah Keluarga Chastielo!!"

"Stella, sudah jangan macam-macam, tidak ada hal yang baik jika kamu tinggal di sana,"

Stella terlihat tidak peduli dengan perkataa Felix itu, kemudian pergi dari Kamar Hotel dengan kopernya itu, yang mana ini memaksa Felix mengikutinya.

"Stella, dengarkan aku!! Apa yang kamu mau dengan tinggal di Rumah Keluarga Chastielo? Aku bahkan jarang tinggal disana,"

Sekarang Stella ingat, bahwa Felix ini lebih banyak tinggal di Luar Negeri, jika pulangpun hanya sesekali saja.

Hanya saja, beberapa bulan lalu, Paman Felix ini memang kembali ke Negara ini untuk mengurus Perusahaan, menjadi CEO Perusahaan Keluarga, karena Ayahnya ingin pensiun.

Dan tidak mungkin menyerahkan tanggung jawab sebesar ini pada Allen yang masih begitu muda.

Soal dia tinggal dimana, dia kadang memang tinggal di Apartemen yang sangat dekat dengan kantor karena dia lebih banyak kerja lembur, lalu kadang akan tinggal di Rumah Keluarga Chastielo.

Tapi kalau dirinya memilih tinggal di Apartemen, jelas Felix akan lakukan apapun yang dia inginkan dan kesempatan dirinya untuk mendekatinya menjadi kecil.

Berbeda jika mereka tinggal di rumah keluarga Chastielo, jelas ada Orang Tua Felix yang akan memantau mereka jadi Felix tidak akan bisa seenaknya.

"Pokoknya, aku ingin kita tinggal di Rumah Keluargamu!!"

"Kenapa kamu begitu keras kepala?"

"Sangat sepi jika harus tinggal di Apartemen, lagipula jika aku tinggal di Rumah Keluargamu, aku bisa menemani Kakek dan Nenek, mereka pasti tidak akan kesepian jika ada aku di sana,"

"Mereka tidak pernah kesepian bahkan jika tidak ada kamu di sana,"

Mendengar kata-kata dingin itu, Stella tidak tahu harus merespon seperti apa.

Apasih masalahnya jika dirinya tinggal di rumah Keluarga Chastielo?

Kenapa Felix masih begitu menentang ini benar-benar menyebalkan.

Pada akhirnya, Stella tetap memaksa untuk tinggal di Rumah Keluarga Chastielo.

Ketika tiba di halaman Rumah itu, perasaan Stella menjadi cukup rumit.

Ini adalah rumah yang familiar untuk dirinya.

Ada begitu banyak kenangan di rumah ini.

Tempat di mana dirinya dan Allen sering bertemu dan bermain bersama sejak mereka kecil.

Di Rumah Keluarga ini pula, hari dimana Allen memasangkan cincin pertunangan mereka.

Mereka menghabiskan begitu banyak waktu bersama di rumah ini.

Memasuki rumah itu, sekarang memang membuat perasaan Stella menjadi semakin tidak enak.

Ketika tiba di Ruang Tamu, disana ada berbagai pajang sebuah Foto dan Lukisan Keluarga.

Namun ada salah satu lukisan yang terlihat cukup mencolok disana.

Itu adalah Lukisan dari Allen Chastielo yang berdiri disebuah taman bunga yang indah, dan tersenyum senang.

Stella tanpa sadar ketika melewati Lukisan itu, tentu saja merasa hatinya begitu sedih.

Ini adalah lukisan yang dirinya buat untuk Allen sebagai hadiah Ulang Tahunnya yang ke tujuh belas.

Dan dirinya yang begitu keras kepala ingin lukisan ini dipajang di Ruang Tamu Keluarga Chastielo.

Melihat lukisan ini, seolah-olah Stella mengigat lagi masa muda mereka.

Dimana, dirinya dan Allen yang memasang sendiri lukisan ini, bercanda dan tertawa bersama ditempat ini.

'Stella, lihat kamu memasangnya kurang simetris,'

'Tidak, aku kira ini sudah Simetris,'

Namun saat mengatakan hal itu, dulu Allen diam-diam memberi Stella kejutan dengan mencium pipinya.

Mengigatkannya lagi kejadian hari itu sekarang, tiba-tiba membuat Stella ingin menagis.

Jadi...

Dari mana hubungan antara dirinya dan Allen menjadi salah?

Stella memikirkannya, mungkin percuma jika mengingat itu sekarang karena semuanya sudah berakhir....

Felix yang baru saja tiba di Ruang Tamu, tentu saja melihat bagaimana Stella menatap Lukisan bergambar Allen disana.

Melihat tatapan Stella yang seakan penuh kerinduan pada pemilik gambar di lukisan itu, membuat perasaan Felix terasa rumit.

Memang, dari Awal Pernikahan mereka mungkin Stella memang berniat menjadikan dirinya dan memanfaatkan dirinya sebagai ajang balas dendam untuknya.

Namun tentu saja dirinya tidak akan menerima ini dengan mudah dirinya tidak akan ikut dalam permainan Stella yang jelas itu.

Dan disinilah, Felix sekali lagi lalu menarik Stella agar menatap kearah dirinya,

"Stella, aku tidak akan terlibat dalam permainanmu. Aku tahu kamu ingin tinggal di rumah ini agar kamu terus bisa melihat Allen bukan? Kamu masih menyukainya bukan?"

Stella lalu tersadar dari lamunannya itu lalu menatap Felix dengan kaget setelah mendengar kata-kata,

"Tidak, tidak seperti itu."

"Sudahlah, tidak usah mengelak. Aku di sini akan menegaskan ini sekali lagi padamu, aku tidak akan mudah untuk kamu manfaatkan demi balas dendam mu itu, aku bukan alat yang bisa kamu gunakan!! Ingat itu Stella!! Aku tidak akan masuk dalam permainan yang kamu buat, dan aku pasti akan mengakhiri Pernikahan ini. Jadi jangan bermain-main denganku, bocah!"

Kata-kata itu begitu tegas dan penuh kemarahan, membuat Stella tidak bisa berkata-kata lagi.

Terpopuler

Comments

Hotlin Situmorang

Hotlin Situmorang

memang Stella nya itu ooon..

2024-07-24

0

wonder mom

wonder mom

stella tu bodoh ato oon c? sebenere y sm j jg. perempuan g perlu bodoh utk dihargai.

2022-10-01

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2 Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3 Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4 Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5 Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6 Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7 Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8 Episode 8: Malam Pertama
9 Episode 9: Sebuah Tekad
10 Episode 10: Formalitas
11 Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12 Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13 Episode 13: Perdebatan Malam
14 Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15 Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16 Episode 16: Rencana Stella
17 Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18 Episode 18: Mencoba Mengerti
19 Episode 19: Keluarga Parasit
20 Episode 20: Sebuah Rahasia
21 Episode 21: Boom Waktu
22 Episode 22: Semacam Dejavu
23 Episode 23: Aku Masih Mampu
24 Episode 24: Paman Keras Kepala
25 Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26 Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27 Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28 Episode 28: Tidak Menyerah
29 Episode 29: Datangnya Pengganggu
30 Chapter 30: Merindukanmu
31 Episode 31: Merayu Suamiku
32 Episode 32: Perhatian Kecil
33 Episode 33: Arti Ketulusan
34 Episode 34: Bertemu Masalah
35 Episode 35: Di Manfaatkan
36 Episode 36: Wanita yang Kuat
37 Episode 37: Lebih Dekat
38 Episode 38: Membujuk
39 Episode 39: Hal-hal Rumit
40 Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41 Episode 41: Kemarahan Stella
42 Episode 42: Orang dari Masalalu
43 Episode 43: Sebuah Peringatan
44 Episode 44: Perencanaan Felix
45 Episode 45: Sebuah Aib
46 Episode 46: Tidak Tahu Malu
47 Episode 47: Siapa yang Mau?
48 Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49 Episode 49: Sebuah Kebohongan
50 Episode 50: Rhea Lawrence
51 Episode 51: Semua Salahmu
52 Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53 Episode 53: Dia Putraku
54 Episode 54: Teman Curhat
55 Episode 55: Perasaan Stella
56 Episode 56: Persiapan
57 Episode 57: Kecurigaan
58 Episode 58: Modus
59 Episode 59: Meresahkan
60 Episode 60: Terasa Aneh
61 Episode 61: Tidak Terbiasa
62 Episode 62: Masalalu Cynthia
63 Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64 Episode 64: Kekacauan
65 Episode 65: Gosip Heboh
66 Episode 66: Pekat Bulan Madu
67 Episode 67: Di Hapus
68 Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69 Episode 69: Hanya Berdua
70 Episode 70: Curhatan Hati
71 Episode 71: Saling Mengisi
72 Episode 72: Kekesalan
73 Episode 73: Awal dari Semua ini
74 Episode 74: Permainan Malam itu
75 Episode 75: Rasa Canggung
76 Episode 76: Serba Salah
77 Episode 77: Sebuah Insiden
78 Episode 78: Berdua Denganmu
79 Episode 79: Jujur Saja
80 Episode 80: Kecemasan
81 Episode 81: Cukup Penasaran
82 Episode 82: Menjaga Hubungan
83 Episode 83: Perhatian
84 Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85 Episode 85: Hal Keterlaluan
86 Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87 Episode 87: Dimanjakan
88 Episode 88: Sebuah Karma
89 Episode 89: Mencari Rahasia
90 Episode 90: Salah Bicara
91 Episode 91: Terbongkar
92 Episode 92: Manipulasi Gosip
93 Episode 93: Kemarahan
94 Episode 94: Akhirnya Tahu
95 Episode 95: Putus Asa
96 Episode 96: Hal-hal Kacau
97 Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98 Episode 98: Tersadar
99 Episode 99: Kasih Sayang
100 Episode 100: Tersebar Luas
101 Episode 101: Kejujuran
102 Episode 102: Jalan Masing-masing
103 Episode 103: Ada Yang Aneh
104 Episode 104: Hal-hal baik
105 Episode 105: Persiapan
106 Episode 106: Perayaan
107 Episode 107: Pendapat Orang
108 Episode 108: Pilihan Terbaik
109 Episode 109: Bersama denganmu [END]
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1: Pemutusan Pertunangan
2
Episode 2: Kamu Harus Bertanggung jawab
3
Episode 3: Pesta Pernikahan (Revisi)
4
Episode 4: Pertemuan Keluarga (Revisi)
5
Episode 5: Tidak Setuju (Revisi)
6
Episode 6: Keputusan Keluarga (Revisi)
7
Episode 7: Dia Sangat Tampan (Revisi)
8
Episode 8: Malam Pertama
9
Episode 9: Sebuah Tekad
10
Episode 10: Formalitas
11
Episode 11: Jangan Main-main denganku Bocah
12
Episode 12: Hubungan Ayah dan Anak
13
Episode 13: Perdebatan Malam
14
Episode 14: Mengujugi Rumah Keluarga Chastalope
15
Episode 15: Kebencian dan Keserakahan
16
Episode 16: Rencana Stella
17
Episode 17: Rencana Pernikahan Allen dan Cynthia
18
Episode 18: Mencoba Mengerti
19
Episode 19: Keluarga Parasit
20
Episode 20: Sebuah Rahasia
21
Episode 21: Boom Waktu
22
Episode 22: Semacam Dejavu
23
Episode 23: Aku Masih Mampu
24
Episode 24: Paman Keras Kepala
25
Episode 25: Kejahilan di Pagi Hari
26
Episode 26: Kekecewaan (Part 1)
27
Episode 27: Kekecewaan (Part 2)
28
Episode 28: Tidak Menyerah
29
Episode 29: Datangnya Pengganggu
30
Chapter 30: Merindukanmu
31
Episode 31: Merayu Suamiku
32
Episode 32: Perhatian Kecil
33
Episode 33: Arti Ketulusan
34
Episode 34: Bertemu Masalah
35
Episode 35: Di Manfaatkan
36
Episode 36: Wanita yang Kuat
37
Episode 37: Lebih Dekat
38
Episode 38: Membujuk
39
Episode 39: Hal-hal Rumit
40
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)
41
Episode 41: Kemarahan Stella
42
Episode 42: Orang dari Masalalu
43
Episode 43: Sebuah Peringatan
44
Episode 44: Perencanaan Felix
45
Episode 45: Sebuah Aib
46
Episode 46: Tidak Tahu Malu
47
Episode 47: Siapa yang Mau?
48
Episode 48: Tidak Bisa Menghindar
49
Episode 49: Sebuah Kebohongan
50
Episode 50: Rhea Lawrence
51
Episode 51: Semua Salahmu
52
Episode 52: Hal-hal Menyakitkan
53
Episode 53: Dia Putraku
54
Episode 54: Teman Curhat
55
Episode 55: Perasaan Stella
56
Episode 56: Persiapan
57
Episode 57: Kecurigaan
58
Episode 58: Modus
59
Episode 59: Meresahkan
60
Episode 60: Terasa Aneh
61
Episode 61: Tidak Terbiasa
62
Episode 62: Masalalu Cynthia
63
Episode 63: Tidak Bisa di Biarkan
64
Episode 64: Kekacauan
65
Episode 65: Gosip Heboh
66
Episode 66: Pekat Bulan Madu
67
Episode 67: Di Hapus
68
Episode 68: Kekhawatiran Rhea
69
Episode 69: Hanya Berdua
70
Episode 70: Curhatan Hati
71
Episode 71: Saling Mengisi
72
Episode 72: Kekesalan
73
Episode 73: Awal dari Semua ini
74
Episode 74: Permainan Malam itu
75
Episode 75: Rasa Canggung
76
Episode 76: Serba Salah
77
Episode 77: Sebuah Insiden
78
Episode 78: Berdua Denganmu
79
Episode 79: Jujur Saja
80
Episode 80: Kecemasan
81
Episode 81: Cukup Penasaran
82
Episode 82: Menjaga Hubungan
83
Episode 83: Perhatian
84
Episode 84: Perasaan Sebenarnya
85
Episode 85: Hal Keterlaluan
86
Episode 86: Tinggal Satu Rumah
87
Episode 87: Dimanjakan
88
Episode 88: Sebuah Karma
89
Episode 89: Mencari Rahasia
90
Episode 90: Salah Bicara
91
Episode 91: Terbongkar
92
Episode 92: Manipulasi Gosip
93
Episode 93: Kemarahan
94
Episode 94: Akhirnya Tahu
95
Episode 95: Putus Asa
96
Episode 96: Hal-hal Kacau
97
Episode 97: Hanya di Manfaatkan
98
Episode 98: Tersadar
99
Episode 99: Kasih Sayang
100
Episode 100: Tersebar Luas
101
Episode 101: Kejujuran
102
Episode 102: Jalan Masing-masing
103
Episode 103: Ada Yang Aneh
104
Episode 104: Hal-hal baik
105
Episode 105: Persiapan
106
Episode 106: Perayaan
107
Episode 107: Pendapat Orang
108
Episode 108: Pilihan Terbaik
109
Episode 109: Bersama denganmu [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!