Saat matahari hendak terbit, suasana di seluruh desa diselimuti oleh kabut tipis. Kabut itu tidak menghalangi penglihatan namun membuat situasi sedikit mencekam.
Gerimis pun mulai membasahi jalan-jalan yang mereka lewati.
Tak lama setelah itu, mereka tiba di kantor polisi.
Mereka melihat bahwa ada ratusan zombie yang mengepung kantor polisi tersebut. Bahkan ada satu zombie merah dan zombie hijau diantaranya.
Alvin mengatur rencana supaya James dan Richard bergerak dari samping untuk menahan zombie hijau. Mereka hanya perlu bertahan sementara Alvin menghabisi zombie merah.
Sedangkan Nancy dan Julian diperintahkan untuk bersembunyi sambil menunggu instruksi Alvin di suatu tempat.
Mereka juga diharuskan selalu waspada dengan zombie disekelilingnya, karena Alvin tau, khusus hari ini, zombie-zombie sangat agresif dan bisa muncul darimana saja.
Alvin memulai pergerakan dengan menembakkan ketapelnya. Ini dia lakukan untuk memancing zombie-zombie keluar agar ketika dia menerobos, tidak banyak zombie yang mengepungnya.
Wuuuush ...
Setelah menghabiskan beberapa lusin bola besi, Alvin mengeluarkan pedangnya dan bergegas maju menebas zombie-zombie sambil menuju ke arah zombie merah.
Slinnnng ...
Craaak ...
Jleeeeb ...
Dengan pedangnya, Alvin memotong kepala zombie seperti memotong tahu.
Dari jaraknya sekarang, Alvin juga sesekali merlirik ke arah James dan Richard yang sedang mendekati zombie hijau. Mereka bertarung dengan hati-hati untuk memancing zombie hijau sambil memisahkannya dari zombie yang lain.
Namun dengan kecepatannya membunuh zombie, pada akhirnya zombie merah tertarik dengan keberadaan Alvin.
Grawwwr ...
Dia meraung dan melompat untuk memperpendek jaraknya dari Alvin. Zombie merah itu langsung menghantamkan pukulannya ke dada Alvin.
Bummmm ...
Namun dengan kecepatan dan kekuatan Alvin saat ini, dia menahan pukulan itu dengan pedangnya.
Hal yang bikin Alvin tersentak adalah pedangnya terbelah menjadi dua karena tidak mampu bertahan dari pukulan zombie merah.
"Kau merusak pedangku, jangan salahkan aku karena bersikap kejam." Ucap Alvin dingin.
Kemudian Alvin bergerak cepat ke punggung zombie merah tersebut. Dia mengambil belati untuk menebas kedua lengan zombie merah itu.
Zombie merah tersebut meraung kembali dan berusaha menyerang Alvin dengan gigitan.
Tetapi karena pergerakannya yang lambat, Alvin menusuk bagian belakang kepala zombie itu tanpa ampun dan membuatnya mati seketika.
"Rasakan itu." Ejek Alvin sambil menendang zombie merah tersebut.
Alvin kemudian maju beberapa langkah untuk menghabisi zombie yang tersisa.
Lalu dia bergabung ke James dan Richard yang sedang menghadapi zombie hijau. Walaupun zombie tersebut tidak kuat, namun mereka tidak diuntungkan karena zombie lainnya mulai mengepung mereka.
Melihat Alvin yang menebas zombie menuju mereka, seketika timbul kepercayaan diri mereka dalam bertarung.
Tak lama setelah itu, Alvin, James dan Richard selesai menghabisi zombie-zombie yang ada disekitar kantor polisi.
Alvin bersiul memberikan kode pada Nancy dan Julian untuk mengikuti mereka. Dibantu oleh James dan Richard, mereka mulai mengumpulkan batu evolusi dari kepala zombie.
Sambil menunggu mereka mengumpulkan batu evolusi, Alvin masuk ke kantor polisi. Dia berjalan perlahan untuk mengecek ruangan satu per satu. Anehnya, dilantai satu tidak ada satupun zombie yang terlihat.
Saat membuka ruangan terakhir, Alvin melihat sesosok zombie bermata merah di kegelapan. Zombie itu tidak lagi memiliki lengan bahkan bibir untuk menutupi giginya, sehingga zombie itu tampak mengerikan.
Alvin dan zombie itu saling menatap selama beberapa detik.
Keringat mulai membasahi punggung Alvin, dia menghempaskan dirinya dan melesat dengan segenap kekuatannya untuk menyerang zombie itu.
"KYAAAAAAAAAAK."
Zombie itu meneriakkan lengkingannya. Suara itu sangat nyaring hingga bisa memekakkan telinga manusia. Alvin tampak goyah dan sakit kepala ketika mendengar suara tersebut.
Sliiiinnggg ...
Walaupun dengan kecepatan Alvin dan berhasil menebas kepala zombie tersebut dalam satu serangan, pada akhirnya zombie itu tetap berhasil meneriakkan suara sebelum kematiannya. Zombie ini tidak memiliki kekuatan tempur, namun dengan lengkingannya, dia menjadi salah satu zombie yang paling tidak ingin ditemui. Karena suara tersebut, zombie-zombie yang berada pada jarak ratusan meter bergegas mendatangi kantor polisi.
Dengan kecepatan penuh, Alvin bergegas keluar kantor polisi.
"Semuanya, cepat naik ke lantai 2 !!!" Teriak Alvin.
Hanya dalam beberapa detik, ratusan zombie bergerak menuju ke kantor polisi dari segala arah. Teriakan zombie ini merupakan salah satu mimpi buruk yang bisa dihadapi sekelompok kecil orang.
Setelah menghadapi beberapa zombie di lantai 2, Alvin dan yang lainnya menutup pintu penghubung menggunakan lemari, meja dan benda lain sebagai penghalang.
Dari lantai 2, mereka mendengar suara langkah kaki dan raungan ribuan zombie disekeliling kantor polisi. Karena saat ini merupakan fenomena zombie horde, lebih banyak zombie yang berkumpul mengelilingi kantor polisi.
Nancy dan Julian yang ketakutan sedari awal makin ketakutan mendengar suara zombie dibawah.
James dan Richard juga sedikit gemetar dan terus menatap ke arah pintu, takut sewaktu-waktu zombie akan menerobos melalu pintu tersebut.
Lain halnya dengan Alvin yang santai sambil mengecek ruangan di lantai 2 satu per satu. Dia akhirnya menemukan exchange box yang dia cari selama ini. Di sudut ruangan juga ada kotak harta karun emas yang belum terbuka.
Alvin keluar dari ruangan dan menghampiri mereka.
"Ikuti aku." Ucap Alvin tiba-tiba.
Saat itu yang lain terbangun oleh kewaspadaannya dan segera mengikuti Alvin.
"Alvin, apa yang terjadi dengan zombie dibawah?" Tanya Nancy gemetar.
"Maafkan aku, saat aku akan mengecek zombie dilantai satu, aku bertemu zombie spesial." Ucap Alvin.
"Zombie spesial?" Tanya mereka serempak.
"Ya, bukankah kalian mendengar teriakan zombie saat diluar tadi?"
"Ada berbagai macam zombie spesial, zombie yang kutemui, tidak memiliki kekuatan tempur. Namun saat terancam, zombie ini akan mengeluarkan suara nyaring yang dapat menarik perhatian zombie lain dalam jarak ratusan meter." Lanjut Alvin.
Nancy dan yang lainnya memucat dengan perkataan Alvin. Mereka malah berterima kasih dengannya karena apabila mereka yang bertemu zombie tersebut, mereka hanya bisa tergeletak pasrah.
"Kita bisa tinggal diruangan ini sampai pergantian hari, untungnya kita dapat menemukan tempat ini tepat waktu." Ucap Alvin sambil mencari tempat duduk.
"Letakkan semua batu evolusi yang telah kalian kumpulkan disini." Lanjut Alvin.
Mereka mengambil batu evolusi dan meletakkannya di atas meja.
Nancy dan Alvin mengumpulkan 300 batu evolusi merah dan 1 batu evolusi kuning yang baru didapatkan dari zombie merah yang dibunuh Alvin. Sedangkan James dan Richard memiliki lebih dari 500 batu evolusi merah dan satu batu evolusi kuning.
Saat Alvin mengeluarkan kantong berisi batu evolusi, yang lain tercengang. Didalamnya pasti ada lebih dari 1500 batu evolusi. Itu berarti Alvin sendiri telah membunuh lebih dari 1500 zombie.
Alvin berdiri dan membuka kotak harta karun emas yang ada di sudut ruangan.
Didalamnya ada sekarung beras beserta makanan lainnya. Disana juga ada 10 butir pil warna-warni, satu belati panjang, sepuluh pisau lempar dan sebuah kertas kulit lusuh.
Alvin mengumpulkan benda-benda tersebut dan meletakkan kembali diatas meja, dia juga mengeluarkan benda yang didapatkan dari kotak harta karun perak sebelumnya.
"Baiklah, sekarang kita akan membagi harta yang telah kita dapatkan, kita kesampingkan makanannya, ada tiga belas pil, satu belati panjang, 10 pisau lempar dan sarung tangan kulit."
"Nancy, Julian, kalian aku berikan masing-masing 4 buah pil, pil ini bisa meningkatkan kekuatan, kecepatan, stamina atau vitalitas kalian." Ucap Alvin.
"Tidak tidak, kami tidak melalukan apapun, kami sangat beruntung dapat dilindungi olehmu." Sela Nancy.
"Iya kak, kami hanya mengikuti kalian jadi diberikan makanan saja kami sudah puas." Jawab Julian rendah hati.
"Jangan seperti itu, kalian juga ikut menderita saat mengikutiku, aku hanya bisa mencoba bersikap adil pada kalian." Ucap Alvin.
Mata Nancy sedikit memerah mendengar ucapan Alvin. Dia kali ini tidak lagi menolak permintaan Alvin dan mengambil pil-pil tersebut.
"Kak James akan mengambil belati panjang dan 2 butir pil, Kak Richard juga mengambil 2 pil dan bisa menyimpan semua pisau lempar, sedangkan aku akan mengambil sisa pil, sarung tangan dan kertas skill ini." Lanjut Alvin sambil melambaikan kertas skill.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Note_D
next thor
2022-10-23
1
Lanz D Kenzy
lanjut, sangat seru
2022-10-23
1
""wong baru""
lanjut thor tambahkan lagi
2022-10-23
1