Mendapatkan Rekan Pertama

Keesokan harinya, Alvin bersiap mengisi cincin penyimpanan dengan makanan yang ada di ruang bawah tanah. Dia mulai menyusun dan membagi makanan yang tahan lama sampai makanan yang tahan hanya beberapa bulan saja.

Karena proses pembusukan yang akan terjadi, dia memasukkan makanan dengan masa kadaluarsa yang lebih cepat agar makanan itu awet di cincin penyimpanan.

Tak lupa pula dia memasukkan segaja jenis senjata karena lebih praktis menyimpan di cincin daripada harus digantungkan di tubuhnya. Dia hanya perlu memegang pedang panjang untuk membunuh dan belati untuk membedah kepala zombie atau hewan bermutasi.

Setelah menyimpan segala hal yang dianggap penting, Alvin pergi ke lantai teratas untuk melihat apakah masih ada sisa hewan bermutasi di daerah perkebunannya.

Setelah membunuh sisa hewan itu dan mendapatkan sedikit penambahan attribute dari batu evolusi, Alvin mulai berburu di luar area tempat tinggalnya. Rencananya hari ini dia ingin mendapatkan batu evolusi sebanyak-banyaknya dan meraih peningkatan beberapa attribute.

Setelah mengelilingi hutan beberapa jam, Alvin telah menemukan hewan bermutasi lebih banyak dari hari kemarin dia berburu. Dengan jumlah hewan-hewan ini, Alvin sangat bersemangat karena bisa menyerap attribute lebih banyak.

Disaat mendekati jam 12.00, Alvin menemukan hewan berukuran besar lainnya. Hewan ini telah tumbuh 2-3 kali lipat dari ukuran umumnya. Mempunyai bulu yang lebat, mata merah, mulut mengeluarkan air liur dengan 2 taring gigi yang mencuat keluar.

Alvin khawatir babi hutan bermutasi ini akan menjadi semakin besar dan membahayakan tempat tinggalnya.

Babi hutan bermutasi itu tampak tidak menyadari kedatangan Alvin. Ia sedang membelakangi Alvin dan menatap dengan tatapan rakus ke sebuah lubang di pohon yang sangat besar.

Karena terhalang oleh besarnya badan babi hutan itu, Alvin mendekatinya dengan perlahan dan berencana melancarkan serangan kejutan dari arah belakang babi hutan itu.

Setelah mencapai jarak serangnya, Alvin membuat gerakan melompat ke depan dan mencondongkan tubuhnya ke sisi kanan babi hutan. Dengan gerakan cepat dia mengayunkan pedang panjangnya secara vertikal yang bertujuan langsung memotong kepala babi hutan itu.

Namun alangkah terkejutnya Alvin, dia tidak menyangka bahwa tebasan pedangnya masih dangkal dan tidak langsung membunuh babi hutan tersebut.

Belum sempat Alvin menarik pedangnya dan karena mendapat ancaman dari alvin, babi hutan itu berlari menjauhi alvin dengan pedang yang masih tergantung diatasnya.

Seakan ingin membalas dendam, babi hutan itu meraung mengeluarkan suara melengking dan berlari dengan panik.

Sambil melihat babi hutan itu, Alvin mengeluarkan ketapel di tangan kirinya dan bola-bola besi ditangan kanannya. Dia langsung membidik tubuh babi hutan itu sambil menghindari serudukannya.

Setelah beberapa menit berlalu, 5-6 bola besi telah membentuk lubang di tubuh babi hutan itu. Dari lubang-lubang keluar darah yang menetes ke tanah. Alvin ingin segera mengakhiri pertarungan dengan babi hutan itu, dia khawatir bau darah akan mengundang binatang lain.

Lalu Alvin menyimpan ketapel dan menggantinya dengan 2 belati militer. Bersamaan dengan sisa tenaga dari babi hutan itu, Alvin berteriak maju menghadapi serudukannya.

Namun saat detik terakhir, dia menjatuhkan tubuhnya ke samping dan menikam perut babi hutan itu dengan seluruh kekuatannya.

Babi hutan itu langsung terhempas sejauh 1-2 meter. Dengan nafas yang tersengal-sengal Alvin segera ke tempat babi hutan bermutasi itu. Sambil mengeluarkan pedang lainnya, dia melihat kondisi babi hutan mutasi itu dan langsung menikam kepala babi hutan itu agar tidak bisa bergerak lagi.

Di tandai dengan teriakan terakhir dari babi hutan bermutasi itu, Alvin dengan cepat membedah kepalanya dan mencari batu evolusi. Setelah menyimpan batu evolusi dan menyerapnya, Alvin ingin bergegas meninggalkan tempat itu.

Namun baru beberapa langkah, Alvin mendengar suara gonggongan yang berasal dari pohon besar tempat babi hutan itu menatap. Alvin memperhatikan lubang dipohon dan menemukan seekor serigala mutasi yang terbaring di tengah genangan darah.

Kemudian tampak serigala putih kecil yang sedang tidur di sebelah serigala mutasi tersebut. Ternyata sang induk ingin melindungi anaknya dari kejaran babi hutan mutasi tadi.

Mungkin dalam pertarungan satu lawan satu antara babi hutan dan serigala, serigala bisa menang, namun berbeda jika serigala itu harus bertarung sambil melindungi anaknya.

Saat Alvin akan meninggalkan serigala itu, induk serigala menatapnya dengan memohon.

Alvin memutarbalikkan badannya, dan bertanya kepada induk serigala.

"Apakah kamu ingin kuselamatkan?" Tanya Alvin.

Seolah ingin meng"iya"kan pertanyaan Alvin, sang induk menjawab.

"Wooof.. wooof .." Ucap serigala itu.

Alvin berpikir sejenak. Lalu dia mengeluarkan kotak obat yang berisi alkohol, perban dan lain-lain. Dibukanya alkohol dan dibersihkannya luka luka yang ada di tubuh sang induk. Setelah dibersihkan, dibalutnya luka-luka itu dengan perban.

Setelah selesai merawat lukanya, Alvin mengemas dan memasukkannya kembali ke cincin penyimpanan. Saat berbalik dan hendak meninggalkan lubang pohon itu, sang induk serigala mendengus lagi.

"Wooof...wooof..." Ucap induk serigala itu.

Alvin menyipitkan matanya, berusaha memahami perkataan induk serigala itu.

"Oh tidak tidak tidak, kamu serigala bermutasi, jika aku membawamu ke rumah, siapa tau saat aku tidur kamu akan menerkamku". Jawab Alvin

"Woof...wooof..." Ucap induk serigala itu.

Seolah menyadari kekhawatiran Alvin, induk serigala itu menggelengkan kepalanya. Dengan tubuhnya yang lemah sekarang, ditambah harus melindungi anaknya, dia rentan terhadap serangan binatang bermutasi yang lain. Serigala itu berfikir bahwa Alvin adalah orang yang baik dan kuat, sehingga dia ingin mengikutinya.

Setelah kata-kata yang keluar dari serigala itu, Alvin berpikir sejenak. Dia melihat ke arah induk serigala itu. Walaupun dalam posisi berbaring, ukuran serigala tampak lebih besar dari kuda pada umumnya.

Apabila serigala ini dapat ditunggangi maka kekuatan tempur dan transportasi dirinya akan sangat membantu. Namun, apabila serigala ini dalam kondisi terbaiknya dan mengamuk, bahkan 3 Alvin pun takkan mampu melawannya.

"Baiklah kamu dan anakmu boleh mengikutiku, tapi aku perlu menetapkan beberapa peraturan. Satu, kamu tidak boleh melukaiku apalagi membunuhku. Dua, semua makan minum kamu dan anakmu akan ku sediakan tapi kamu harus membantuku mengumpulkan batu evolusi yang seperti ini. Tiga, kamu harus mendengarkan dan melaksanakan semua perintahku." Ucap Alvin tegas.

Sebenarnya Alvin ketakutan saat mengatakan syarat itu. Dia khawatir kata-katanya tidak dimengerti oleh induk serigala. Namun dia berusaha tampak mendominasi agar induk serigala ini tidak melawan dan mengikuti perkataannya. Induk serigala pun hanya memiringkan kepalanya.

"Woof..wooof.. Auuuuuu....."

Serigala itu mengaum tanda setuju dengan apa yang dikatakan Alvin. Walaupun dia tidak mengerti apa yang Alvin katakan, paling tidak serigala itu akan menuruti apa yang Alvin perintahkan.

Serigala itu berpikir untuk membalas budi Alvin karena telah menyelamatkan dirinya dan anaknya melawan babi hutan bermutasi tadi.

Setelah itu, Alvin mengeluarkan tas pinggang dari cincin penyimpanan dan meletakkan anak serigala itu ke dalamnya. Awalnya induk serigala itu berpikir bahwa Alvin akan membawa anaknya, induk serigala itu mengeluarkan taring dan hendak menyerang Alvin, namun Alvin segera menggendong induk serigala itu dipunggungnya untuk dibawa ke tempat tinggalnya.

Alvin juga kembali ke tempat babi hutan bermutasi itu mati, dia memasukkan tubuh babi hutan ke dalam cincin penyimpanan. Walaupun hewan bermutasi tidak dapat dijadikan bahan makanan, namun serigala bermutasi masih bisa memakannya.

Paling tidak Alvin harus membuat rekan pertamanya merasa nyaman tinggal di tempatnya.

Terpopuler

Comments

~H∆LUsinN∆SI~

~H∆LUsinN∆SI~

semangat ya

2022-12-23

1

~H∆LUsinN∆SI~

~H∆LUsinN∆SI~

keren thor

2022-12-23

0

Yuda Pratama

Yuda Pratama

padahal nih cerita bagus tapi masih sepi.. semangat thor

2022-10-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!