Zombie Berwarna

James dan Richard adalah pilihan yang tepat untuk diajak bergabung.

"Kak James, Kak Richard, apa kalian tau tentang orang-orang yang kita lihat di kantor polisi?" Tanya Alvin.

"Mereka Tyrant Skull, geng motor lokal yang suka berbuat onar." Jawab Richard.

"Sebelum manusia zombie tercipta, mereka geng yang tidak berguna. Tetapi sekarang mereka berubah menjadi serakah dan melakukan hal yang tidak manusiawi."

"Beberapa hari yang lalu kami melihat mereka mengancam beberapa penduduk bahkan sampai membunuhnya."

"Tidak ada hal baik pada diri mereka." Ucap James sambil menggelengkan kepala.

Alvin ingin sekali menghajar anggota geng motor itu. Dia bukanlah pahlawan yang bertindak untuk menyelamatkan orang, tetapi dia mengkhawatirkan dirinya sendiri.

Karena geng motor itu bertindak sesuka hati dengan menggunakan senjata, hal itu bisa saja menimbulkan masalah dikemudian hari.

"Baiklah kita kesampingkan dulu mereka, Kak James dan Kak Richard, apa yang akan kalian lakukan sekarang?" Tanya Alvin.

"Kami ingin mencari tempat perlindungan, tetapi tidak ada tempat yang cocok untuk kami." Jawab James.

"Bagaimana kalau kalian ikut dengan kami?" Tanya Alvin.

James dan Richard mengerutkan kening. Mereka tidak ada masalah dengan Alvin karena Alvin cukup mampu untuk bertarung. Namun, dengan satu gadis dan satu anak kecil tambahan akan menjadi beban untuk mereka.

Melihat keraguan dari James dan Richard, Alvin kembali melanjutkan.

"Aku akan membangun sebuah tempat perlindungan yang diisi oleh orang-orang berbakat, kita bisa sama-sama meningkatkan kehidupan kita di dunia yang kacau ini."

Setelah Alvin mengatakan hal tersebut, Nancy mengingat bahwa Alvin memiliki sebuah tempat tinggal yang cukup besar dan terlindungi di dalam hutan.

Sebelumnya dia tau bahwa Alvin telah menghabiskan banyak uang untuk merenovasi rumah tersebut dalam waktu singkat. Dia bahkan mengira Alvin telah memprediksi kiamat zombie ini. Dia juga menyadari bahwa rumah tersebut sangat layak dijadikan tempat perlindungan.

Masalahnya, setelah Alvin mengatakan dia ingin mengumpulkan orang berbakat, Nancy menjadi sadar diri. Dia tidak memiliki bakat apapun untuk bergabung bersama Alvin.

Lain halnya dengan James dan Richard, mereka memang masih memikirkan tempat tinggal. Namun mengenai tawaran Alvin, mereka tidak menganggapnya serius. Mereka mengira bahwa Alvin hanya akan membuat tempat perlindungan kecil dan tidak cukup baik untuk mereka.

"Baiklah, kami akan mengikuti kalian terlebih dahulu, mengenai kami akan bergabung dengan kalian atau tidak, kita pikirkan nanti." Ucap Richard.

"Tapi bagaimana dengan itu? Apa yang kamu ambil di kepala zombie tadi?" Tanya Richard sambil menunjuk batu evolusi yang berada di saku Alvin.

"Oh ini batu evolusi ..." Ucap Alvin.

Alvin menceritakan terkait batu evolusi dan kemungkinan kegunaaanya pada mereka. Dia berpikir bahwa batu evolusi lambat laun akan diketahui semua orang, dia hanya mengatakan lebih cepat pada mereka.

James dan Richard termenung sejenak, mereka telah membunuh banyak zombie tetapi tidak mengambil batu evolusinya. Hal ini sangat disayangkan.

"Lalu bagaimana cara kita menggunakan batu evolusi itu?" Tanya James penasaran.

"Aku akan memberitahu kalau kalian bergabung denganku." Ucap Alvin dengan tenang.

James dan Richard terdiam. Walaupun Alvin telah memberikan informasi terkait batu evolusi, mereka enggan bergabung dengan Alvin. Namun mereka menyadari Alvin memiliki beberapa pengetahuan mengenai kiamat zombie ini.

"Oke kita lihat nanti, kami ingin melihat bagaimana kamu membangun kelompokmu." Kata James.

Alvin tersenyum. Dia yakin dalam beberapa hari, James dan Richard akan menjadi sekutunya.

"Sekarang apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Alvin.

"Kami akan mengambil persediaan kami sambil membunuh beberapa zombie." Jawab Richard.

James dan Richard sangat jengkel sekarang, mereka akan mengambil batu evolusi sebanyak yang mereka bisa dari zombie-zombie tersebut.

"Kalian bisa ikut ke tempat tinggal kami." Ucap Nancy lirih.

Alvin melirik Nancy, dia tidak menyangka Nancy akan menawarkan tempat tinggalnya untuk James dan Richard.

"Yah, kalian bisa ikut dengan kami." Sambung Alvin.

"Nancy, tolong berikan arah rumahmu pada kak James dan Kak Richard, mereka bisa pergi setelah mengemas persediaan mereka."

Nancy mengangguk, dia memberikan arah pada Richard. Walaupun mereka berdua sama-sama pengawal, namun sifat mereka berbeda. James sedikit ceroboh dan pemberani, sedangkan Richard tenang dan berhati-hati.

Sebelum berpisah, Alvin memberikan pedang seperti samurai dan golok pada mereka berdua. Dia mengambilnya dari cincin penyimpanan tanpa sepengetahuan mereka. Dia juga membiarkan mereka membawa senapan jarahan dari kantor polisi.

Saat bertarung sebelumnya, Alvin melihat mereka hanya menggunakan pisau lusuh dan pistol. Namun itulah yang membuat kagum Alvin, dengan persenjataan sederhana, mereka dapat bertahan hidup.

Setelah mengatur tempat pertemuan kembali, Alvin, Nancy dan Julian kembali ke rumah 'orang kaya' sebelumnya.

Dia mengambil kembali persediaan yang telah dia kumpulkan, dan juga mobil yang dia janjikan kepada Anna dan kawan-kawannya.

Tetapi sebelum mereka sampai di rumah tersebut. Mereka dicegat dengan zombie berkulit kemerahan. Nancy dan Julian gemetar saat melihat zombie aneh itu.

"Itu zombie mutan tingkat 1 tipe kekuatan." Kata Alvin.

Zombie itu memiliki lengan besar yang tidak sesuai dengan tubuhnya. Dengan mata dan kulit yang kemerahan membuat orang-orang biasa gemetar ketakutan. Zombie ini sesuai dengan namanya memiliki lebih dari 2x kekuatan manusia normal.

Tidaklah berbahaya bagi Alvin, namun bagi orang biasa merupakan mimpi buruk saat bertemu dengannya. Satu pukulan darinya dapat mematahkan tulang rusuk manusia biasa dan melemparkan sejauh beberapa meter kebelakang.

Karena posisi mereka saat ini berada di jalan menuju ke rumah 'orang kaya', Alvin menyuruh Nancy dan Julian bersembunyi di suatu tempat.

Alvin berjalan perlahan mendekati zombie tersebut. Zombie tersebut terlihat sangat sombong saat melihat Alvin waspada terhadapnya.

Saat mencapai jarak serangannya, zombie itu meledak ke depan sambil melayangkan tinjunya. Dia menggunakan momentum kekuatannya untuk bergerak cepat ke Alvin.

Namun bukannya takut, Alvin malah terlihat santai dan menghindar begitu mudah. Walaupun serangan zombie itu kuat, namun kecepatan Alvin sudah berada diluar nalar.

Dengan satu gerakan menghindar dan satu gerakan memutar, Alvin telah berada di belakang zombie tersebut.

Tanpa basa-basi, Alvin langsung memotong leher zombie tersebut dengan cepat.

Sliiiiing ...

Cletuk ... Tuk ... Tukk ...

Dalam beberapa detik, kepala dan badan zombie itu terpisah. Nancy dan Julian yang melihat itu tercengang oleh aksi Alvin.

Mereka langsung menghampiri Alvin dan menendang-nendang tubuh zombie tersebut. Julian meminta izin Alvin untuk mengambil batu evolusi di kepala zombie.

"Eh kenapa warnanya berbeda kak?" Tanya Julian penasaran.

Nancy yang melihat batu evolusi berwarna kuning, langsung menatap Alvin.

"Oh itu karena batu evolusi dari zombie mutan tingkat 1, mereka memiliki nilai yang berbeda di tiap tingkatannya." Jawab Alvin sambil menggaruk pipinya.

"Ayo kita bergegas pergi, jangan menarik perhatian zombie lagi." Lanjut Alvin sambil mengalihkan topik.

Saat berjalan, Alvin memperingatkan Nancy dan Julian.

"Oh iya, kalau kalian bertemu zombie dengan warna kulit yang berbeda, larilah, kalian belum mampu menghadapi zombie seperti itu." Ucap Alvin acuh.

Julian dan Nancy mengangguk.

Setelah melihat Alvin membunuh zombie tadi, mereka tidak berpikir bahwa zombie itu akan sulit dihadapi.

Namun saat Alvin memperingatkan mereka, mereka seketika sadar dengan perbedaan kekuatan Alvin dan mereka. Mereka tidak akan berani mencoba bertarung dengan zombie berwarna.

Terpopuler

Comments

#Tutuy Bae_22

#Tutuy Bae_22

terus infomasi yg mungkin begitu penting dg mudahnya juga diberitahukan kpd org lain, hmmm

2023-05-24

1

#Tutuy Bae_22

#Tutuy Bae_22

bukankah disituasi kek gini harus lebih mewaspadai orng ya, tapi kok mc dg mudahnya ngajak org yg belum tentu orgnya baik, apakah mc nya naif?

2023-05-24

0

Note_D

Note_D

semangat thor

2022-10-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!