Setelah mengobrol sebentar, Alvin pergi ke sudut ruangan dan menghitung batu evolusi yang telah dia kumpulkan selama 2 hari.
Alvin menyerap semua attribute yang ada di batu evolusi dan memberikan kepada Anna dan yang lainnya sesuai kontribusi yang mereka berikan.
Alvin memberikan 10 batu evolusi kepada Anna dan Kyle, serta masing-masing 5 batu evolusi merah kepada Natasha, Felix, Nancy dan Julian.
Dia menyimpan sisa batu evolusinya, dia mengira jumlah yang telah dia dapatkan lebih dari 800 batu evolusi merah dan 14 batu evolusi kuning.
Setelah itu, Alvin merebahkan tubuhnya ke sofa dan melihat statusnya.
Nama : Alvin Delamo
Usia : 23
Kekuatan : 25,02
Kecepatan : 28,73
Stamina : 24,67
Vitalitas : 23,98
Evolusi : -
(Peringatan!! syarat evolusi pertama : memiliki serum evolusi tahap 1)
Inventory sistem : 1 tiket gacha
Shop : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 1)
Roulette : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 2)
Alvin tersenyum melihat attributenya.
Anna yang tidak sengaja melirik Alvin, mengernyitkan dahinya.
Dalam pandangannya, Alvin sedang melihat langit-langit dan tersenyum layaknya orang gila yang memakai obat-obatan terlarang.
Saat tatapan mereka saling bertemu, Alvin salah tingkah dan membetulkan posisi duduknya. Anna yang melihat Alvin pun merona kemerahan dan memalingkan wajahnya.
"Ehm, besok aku akan melihat mobil yang bisa kalian gunakan untuk pergi ke kota." Ucap Alvin tiba-tiba.
"Apa yang bisa kami bantu?" Tanya Nancy.
"Kalian bisa tetap tinggal atau membunuh zombie disekitar sini." Jawab Alvin.
Setelah mengucapkan selamat malam, Alvin kembali ke sudut ruang tamu dan terlelap dalam tidurnya.
Karena hanya memiliki 2 kamar tidur, Nancy dan Julian mengambil 1 kamar, lalu 1 kamar lagi diberikan pada Natasha dan Anna. Sedangkan Alvin, Felix dan Kyle tidur di ruang tamu.
*****
Keesokan paginya, Alvin terbangun dan melihat Nancy telah berada di dapur. Dia terlihat sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Selamat pagi, Alvin"
"Pagi Nancy, apa yang kamu lakukan?"
"Aku membuat roti kukus untuk sarapan, mau coba?" Tanya Nancy sambil menyodorkan piring.
Alvin tanpa segan mengambil roti diatas piring.
Matanya berbinar.
"Enak. Kamu pintar sekali memasak." Puji Alvin.
"Aku hanya tinggal berdua Julian, ayahku jarang pulang dan sering tinggal di rumah sakit. Tentu saja aku harus memasak untuk Julian, syukurlah kalau kamu suka dengan masakanku" Jawab Nancy sambil tersipu.
Alvin yang sedang menikmati roti tiba-tiba berkata.
"Hari ini aku berencana ke kantor polisi yang kita lewati kemarin."
"Huh? Disana ada banyak zombie kan? Bukankah terlalu berbahaya?" Tanya Nancy.
"Ya, aku tidak melawan zombie-zombie itu sekaligus, hanya memancing keluar sedikit demi sedikit, disana ada barang yang aku inginkan." Jawab Alvin.
"Barang? Apakah itu senjata api?" Nancy penasaran.
"Yah, mungkin itu salah satunya." Jawab Alvin sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Sebenarnya Alvin pergi ke desa Milestone dengan 3 tujuan.
Tujuan pertama tentang mengumpulkan batu evolusi dan meningkatkan attributenya.
Tujuan kedua mencari orang-orang berbakat yang setia dan dapat dipercaya untuk membuat tim dengannya.
Tujuan ketiga yaitu mencari harta karun tersembunyi.
Di dalam ingatannya, akan ada fenomena aneh yang terjadi setiap 15 hari setelah kiamat zombie.
Fenomena tersebut dia beri nama Zombie Horde.
Zombie horde adalah fenomena aneh yang mengakibatkan zombie akan berkumpul disuatu tempat dan menyebabkan zombie lebih ganas pada hari tersebut.
Selain fenomena zombie yang mengamuk tanpa sebab, ada keberkahan dibalik fenomena tersebut.
Pada hari yang sama, akan muncul kotak harta karun diberbagai tempat di seluruh dunia. Tidak ada yang tau dimana dan bagaimana kotak-kotak itu muncul, namun di dalamnya berisi banyak hal yang bisa dipergunakan manusia untuk dapat bertahan hidup.
Selain kotak harta karun, akan ada exchange box yang muncul untuk menukarkan batu evolusi. Hal ini yang membuat Alvin terus mengumpulkan batu evolusi setiap membunuh zombie.
Berbeda dengan kotak harta karun yang mendapatkan barang secara acak, exchange box dapat menukarkan batu evolusi dengan barang yang kita inginkan.
Berdasarkan perhitungannya, 4 hari lagi adalah hari dimana fenomena itu terjadi.
Setelah berpikir selama satu malam, Alvin berkata pada Nancy.
"Nancy, tolong bangunkan semua orang, ada beberapa hal yang perlu kita diskusikan."
"Baiklah."
Nancy membangunkan semua orang dan mengajak mereka berkumpul di ruang tamu.
"Uuh, apa yang terjadi? Kenapa kita semua dibangunkan pagi-pagi gini? Hoaaam..." Ucap Natasha sambil menguap.
Malam ini merupakan tidur paling menyenyakkan dalam hidup mereka. Saat terjebak di restoran, mereka harus tetap terjaga karena kekhawatiran hidup disekeliling zombie.
"Oke, kumpulkan nyawa kalian sebentar sambil dengarkan aku." Ucap Alvin serius.
"Hari ini aku akan mencari mobil agar kalian bisa berkendara ke kota Skycloud, namun aku punya dua syarat."
"Hei bung, kamu bilang akan mencari mobil setelah kami sampai disini, kenapa sekarang ada syarat lain?" Ucap Felix kesal.
"Dengarkan aku, syarat pertama kalian harus membantuku untuk membersihkan zombie yang berada di kantor polisi yang pernah kita lalui kemarin." Ucap Alvin acuh.
Mereka tersentak kaget.
"Alvin, bukannya kami tidak mau, tapi disana ada lebih dari seratus zombie, dengan kita bertujuh menyerang kesana, tidak ada kesempatan untuk kabur." Ucap Anna dingin. Dia agak tidak menyukai kondisi yang Alvin berikan.
"Kita tidak menyerang mereka secara langsung, kita memancing mereka perlahan dan menghancurkannya sedikit demi sedikit." Ucap Alvin.
"Persyaratan kedua, setelah kalian mendapatkan mobil, kalian hanya bisa meninggalkan rumah ini 4 hari kemudian." Lanjut Alvin.
"Hah? Kenapa harus selama itu? Apa gunanya kami tinggal disini terlalu lama?" Bentak Felix.
Alvin menatap dingin dan keadaan menjadi hening beberapa saat.
Dia ingin menjelaskan tentang fenomena yang akan terjadi pada hari ke 15, namun dia tidak yakin mereka akan mempercayainya. Alvin juga akan ditanya dan dianggap pembual tentang bagaimana dia mendapatkan informasi tersebut.
"Baiklah, jika itu keputusan kalian, aku akan mencari mobil dan membawanya kesini." Ucap Alvin sambil berjalan keluar.
"Tunggu !! " Ucap Anna.
Alvin berhenti sejenak. Lalu melanjutkan berjalan keluar dari rumah.
Anna menghentakkan kakinya dengan kesal. Dia terkenal dingin oleh teman-temannya, namun saat ini perasaannya campur aduk saat diacuhkan oleh Alvin.
Setelah Alvin keluar dari rumah, Nancy dan Julian menyusul Alvin. Merasa diikuti, Alvin menoleh kebelakang.
"Hm? Kalian ingin ikut denganku?" Tanya Alvin.
"Ya." Jawab Nancy dan Julian.
Alvin menyipitkan matanya menatap Nancy.
Nancy gemetar ditatap oleh Alvin, langsung membungkukkan badan.
"Tolong bantu aku menyelamatkan ayahku." Ucap Nancy.
Julian yang melihat Nancy, ikut membungkukkan badan.
Alvin menghela nafas.
"Tegakkan badan kalian. Dimana ayah kalian saat ini?" Tanya Alvin.
"Mungkin dia masih terjebak di Rumah Sakit Milestone." Jawab Nancy ragu-ragu.
"Baiklah, aku bisa mengantarmu setelah berhasil masuk ke kantor polisi empat hari lagi." Kata Alvin.
Melihat keputusan Alvin, Nancy hanya bisa tersenyum pasrah. Dia hanya berharap ayahnya bisa bertahan di rumah sakit sampai dia tiba disana.
"Sekarang kalian ikut denganku, kita harus membersihkan zombie dan mengambil beberapa persediaan makanan di sekitar." Ucap Alvin.
Walaupun di cincin penyimpanan terdapat banyak makanan, Alvin belum mau menunjukkan kepada mereka. Bukan karena dia pelit, tetapi dia tidak mudah mempercayai orang yang baru dia kenal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
SKM2001
yg membuatku heran cerita" seperti ini kenapa klo si mc tau tentang hal penting malah di bocorkan, kan belum tentu mereka tetap bersama atau setidaknya tdk membahayakan si mc
2023-02-22
1
Note_D
lanjut thor
2022-10-23
0
Lanz D Kenzy
critanya bagus, lebih bagus lagi kalo lanjut
2022-10-20
1