Alvin berkeliling hutan hingga sore dan menemukan banyak batu evolusi bersamanya. Saat matahari mulai terbenam, Alvin bergegas pulang karena pada malam hari wilayah hutan sangat berbahaya. Dengan penglihatan yang terbatas, Alvin khawatir akan disergap oleh hewan bermutasi.
Saat hendak memasuki perkarangan rumahnya, Alvin menemukan banyak hewan bermutasi yang telah mati. Walaupun sejauh ini hewan bermutasi yang ditemukan tidak berbahaya, namun potongan tubuh dan darah yang ditinggalkan akan menarik hewan bermutasi lainnya.
Alvin masuk ke perkarangan rumahnya dan memanggil Lily dan Grey.
"Lily, Grey, ikut aku." Ucap Alvin
Lily dan Grey yang sedang bersantai mengikuti Alvin.
Alvin mengajarkan Grey untuk membelah kepala hewan bermutasi untuk menemukan batu evolusi padanya. Grey awalnya tidak mengerti, namun dengan contoh sederhana yang ditunjukkan oleh Alvin, dia dapat memahami perintah Alvin untuk mencari batu di kepala hewan-hewan bermutasi tersebut.
Menggunakan cakar dan gigitannya, merupakan hal yang mudah untuk melakukan hal tersebut.
Disaat Grey sedang mencari batu evolusi, Alvin menggali lubang yang cukup dalam menggunakan cangkul. Dibantu dengan Lily yang menggali menggunakan cakarnya, pekerjaan dilakukan cukup cepat.
"Setelah Grey mengumpulkan batu evolusi yang ada di kepala hewan-hewan itu, bawa tubuh mereka kesini, kita perlu mengubur mereka agar hewan lain tidak terpancing kemari." Ucap Alvin pada Lily.
Lily langsung mengambil tubuh hewan-hewan bermutasi itu dan melemparkannya ke dalam lubang yang telah disiapkan.
Alvin menguburkan hewan bermutasi dan menolak untuk memberikannya kepada Lily dan Grey. Di sekitar rumahnya hanya ada hewan bermutasi tipe serangga dan ular. Alvin khawatir hewan bermutasi itu beracun dan menimbulkan efek pada tubuh Lily dan Grey.
Setelah selesai dengan pekerjaan masing-masing, Alvin menutup kembali lubangnya dan mengajak Lily dan Grey masuk ke perkarangan rumahnya.
Alvin meletakkan daging babi bermutasi untuk Lily dan Grey yang dia dapatkan sebelumnya ke tempat biasanya meletakkan makanan untuk mereka.
Kali ini dia tidak berencana membakar daging tersebut, hal itu merepotkan apabila harus membakar setiap kali harus memberi makan.
Saat ingin pergi, Grey tiba-tiba menggigit celana Alvin.
Alvin melihat ke tatapan Grey dan mendapati dirinya sedang memperhatikan kantong berisi batu evolusi yang ada ditangan Alvin.
"Kamu mau ini?" Tanya Alvin sambil menunjukkan batu evolusi merah.
"Wooof..." Jawab Grey sambil mengangguk.
Alvin memberikan satu buah batu evolusi merah dan membiarkan Grey memakan dari tangannya. Setelah memakan batu evolusi, Grey melompat kegirangan dan berlari menuju Lily.
"Apakah kamu mau juga Lily?" Tanya Alvin sambil memberikan satu buah batu evolusi merah lainnya.
Namun dengan enggan Lily menggelengkan kepalanya. Lily kemudian mengendus ke kantong batu evolusi yang ada di tangan Alvin lainnya.
Alvin mengeluarkan batu evolusi kuning dan menunjukkan pada Lily. Saat melihat batu evolusi kuning, mata Lily bersinar dan berkaca-kaca seolah memohon pada Alvin untuk memberikan batu evolusi itu padanya.
Awalnya Alvin merasa enggan memberikan batu evolusi kuning pada Lily karena batu itu cukup berharga bagi Alvin dan masih cukup sulit mendapatkannya. Namun setelah melihat tatapan memohon dari Lily, dia memutuskan memberikan satu buah batu evolusi kuning, dia bisa dapat batu lainnya saat perburuan berikutnya.
Setelah memberikan batu evolusi pada Lily dan Grey, Alvin masuk ke rumah dan bergegas masuk ke kamarnya. Setelah membersihkan diri dari perburuannya hari ini, Alvin merebahkan dirinya di kasur dan menghitung batu evolusi yang telah dia kumpulkan.
Saat ini Alvin telah mendapatkan 522 batu evolusi merah dan 11 batu evolusi kuning. Perburuannya cukup banyak hingga membuat Alvin merasa puas.
"Sistem, tunjukkan attribute" Ucap Alvin.
Beberapa saat kemudian, muncul tulisan melayang dihadapannya.
Nama : Alvin Delamo
Usia : 23
Kekuatan : 13,79 (rata-rata 10)
Kecepatan : 15,99 (rata-rata 10)
Stamina : 13,63 (rata-rata 10)
Vitalitas : 11,87 (rata-rata 10)
Evolusi : -
(Peringatan!! syarat evolusi pertama : memiliki serum evolusi tahap 1)
Inventory sistem : 1 tiket gacha
Shop : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 1)
Roulette : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 2)
Saat Alvin melihat attributenya, dia cukup kecewa dengan perkembangannya. Alvin menilai peningkatannya tidak cepat dan terkesan lambat. Walaupun telah membunuh ratusan hewan bermutasi, dia merasa tidak cukup kuat untuk menghadapi zombie-zombie.
Namun Jika orang lain tau tentang kemampuan Alvin, orang-orang pasti akan menamparnya. Bagaimana tidak, orang biasa perlu meningkatkan attribute dengan bekerja keras, bahkan atlit pun harus berlatih rutin untuk mendapatkan kekuatan, namun Alvin tidak perlu melalui itu semua, dia hanya perlu menyentuh batu evolusi dan kekuatannya secara perlahan akan meningkat.
*****
Keesokan harinya.
Setelah mendapatkan kembali staminanya, Alvin melakukan aktivitas paginya dan bergegas naik untuk melihat kebun yang berada di lantai teratas rumahnya.
Dalam waktu kurang dari seminggu, Alvin telah melihat tunas-tunas muda yang tumbuh dan merasa bangga dengan pencapaiannya itu.
Setelah melihat tanaman, Alvin keluar dari rumah untuk menyapa Lily dan Grey, dan mengingatkan mereka untuk berjaga di sekitaran rumah.
Setelah persiapan, Alvin menelusuri hutan untuk membunuh hewan-hewan bermutasi dan kembali sebelum matahari terbenam.
Kegiatan itu dilakukan Alvin selama 2 hari berturut-turut, tidak ada kejadian menarik selain kemampuan Alvin yang meningkat.
******
Selama beberapa hari berburu di hutan, Alvin merasa perkembangannya dalam membunuh hewan bermutasi sudah cukup untuk menghadapi beberapa zombie.
Alvin tertarik untuk melihat perubahan yang terjadi di dunia serta mendapatkan lebih banyak batu evolusi dan pengalaman untuk dapat mengembangkan kekuatan tempurnya.
Saat ini Alvin memutuskan untuk pergi ke desa terdekat daripada langsung menuju ke kota sambil melatih mental dan dirinya dalam menghadapi zombie.
Sebelum pergi menjelajah, Alvin berpesan pada Lily dan Grey agar menjaga rumahnya dan mengumpulkan batu evolusi sebagai makanan mereka sendiri. Alvin juga menyimpan daging babi bermutasi yang tersisa dan menyerahkan kepada Lily sebagai cadangan makanan mereka.
Setelah persiapan yang cukup, Alvin membawa ransel yang berisi sedikit persediaan makanan dan berbagai peralatan kebutuhan hidupnya.
Saat ini di punggungnya terdapat sebuah pedang, 2 buah belati di kakinya dan sebuah ketapel dan puluhan peluru besi di pinggangnya. Pastinya Alvin selalu membawa cincin penyimpanan yang berguna disaat keadaan darurat.
Alvin sebenarnya tidak ingin membawa apa-apa ditangannya, namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dia perlu membawa ransel dan memperlihatkan senjata sebagai perlindungan dirinya.
Jarak antara rumah Alvin dan desa terdekat sekitar 6-7 KM. Dirumahnya, Alvin mempunyai kendaraan yang berguna, seperti sepeda motor dan mobil pickup, namun Alvin hanya memasukkan sepeda ke dalam cincin penyimpanan.
Sepeda tidak memakan tempat dalam ruang penyimpanannya dan tidak menimbulkan suara yang berlebihan yang dapat memancing para zombie.
Dalam ingatannya juga, mobil dan sepeda motor bukan lagi barang mewah yang berguna. Itu dapat ditemukan di mana saja di sepanjang jalan. Sebelum kiamat zombie, Alvin tidak mau menyia-nyiakan uangnya untuk membeli hal-hal tersebut.
Di masa depan, uang, emas, berlian maupun barang berharga lainnya tidak akan berguna lagi. Alat tukar menukar barang akan digantikan dengan makanan, senjata dan bahan bakar. Bahkan di dalam ingatannya, perdagangan manusia juga bisa menjadi transaksi untuk mendapatkan hal-hal tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
NOTE
udah 8 chapter nih ga di pake2 tiket gachanya,
2023-01-04
2
Zidan Satya
mntp!!
2022-10-31
0