James Lincoln dan Richard Nelson

Setelah melakukan sedikit persiapan, Alvin, Nancy dan Julian keluar menuju ke rumah di sekitarnya.

Demi membuat nyaman tempat tinggal dan mengisi persediaan makanan, mereka mencari dari rumah ke rumah.

Hingga tiba di salah satu rumah yang agak besar, Alvin merasakan sedikit tekanan dari rumah tersebut.

Alvin menoleh ke arah Nancy dan bertanya.

"Apa kamu kenal dengan orang yang tinggal disini?" Bisik Alvin.

Nancy menggelengkan kepala dan berkata

"Tidak"

"Kalian tunggu diluar, ada sesuatu yang berbahaya di dalam." Bisik Alvin.

Alvin masuk perlahan dan membuka pintu utama.

"Kreeeek...."

Dengan hati-hati dia melihat ke sekeliling rumah tersebut. Bulu kuduknya mulai merinding saat Alvin melangkahkan kakinya ke dalam rumah.

Seolah-olah ada banyak mata yang mengawasinya.

Tiba-tiba dari arah depan Alvin terkejut.

"Graaawwrrr ... Guk ..."

"Sialan, anjing zombie."

Dari kegelapan ada 2 anjing zombie yang menerkamnya.

Saat anjing zombie itu menerkam, baru lah muncul satu per satu anjing zombie lainnya di hadapan Alvin.

Total ada 8 anjing zombie lainnya di sana.

Anjing-anjing tersebut sangat menjijikkan dengan darah dan daging berceceran dimana-mana, bahkan ada beberapa anjing yang tulangnya tidak tertutupi daging lagi.

Anjing-anjing zombie itu tidak menerkam Alvin secara langsung. Mereka seolah menikmati pemandangan Alvin yang di keroyok oleh 2 anjing zombie.

Nancy dan Julian yang mendengar gonggongan dari luar merasa bersalah. Mereka tidak kenal dengan pemilik rumah, namun mereka pernah melihat pemilik rumah jalan-jalan dengan membawa 10 anjingnya.

Nancy dan Julian panik ingin membantu Alvin. Namun kaki mereka gemetar lemas karena ketakutan.

Namun kenyataannya Alvin hanya terkejut sesaat, dengan pedangnya, Alvin memiringkan tubuhnya dan menebas leher dua anjing zombie tersebut.

Slaaashhhh ....

Sliingggg ...

Alvin menantang anjing zombie lain dengan tatapan penuh provokasi. Anjing zombie yang melihat rekannya terbunuh menjadi semakin ganas.

Dengan kecepatan anjing-anjing zombie tersebut, Alvin meningkatkan konsentrasinya.

Saat salah satu anjing zombie menyerangnya, Alvin langsung memotong lehernya. Hal itu dia lakukan terus menerus hingga tidak ada lagi anjing zombie yang tersisa.

Rumah yang mereka kunjungi saat ini merupakan tipe rumah orang kaya. Naasnya Alvin menemukan beberapa tulang belulang di salah satu kamar, mungkin si pemilik telah mati diserang peliharaannya sendiri.

Dirumah ini juga terdapat koleksi senjata tajam seperti tombak, panah dan lainnya. Alvin meminta Nancy dan Julian untuk membawa senjata-senjata itu.

Setelah menggeledah isi rumah, Alvin menuju ke garasi. Dia menemukan sebuah mobil suv berwarna hitam. Walaupun sederhana, mobil ini tampak kokoh karena sudah dimodifikasi.

Alvin memasukkan barang temuannya ke dalam mobil suv itu. Dia berencana membawa mobil itu disaat pulang nanti.

Alvin dan lainnya melanjutkan tujuannya ke kantor polisi.

Tidak banyak yang ditemukan sepanjang perjalanan, hanya beberapa kaleng makanan dan snack yang masih layak untuk dimakan.

Namun, semakin mendekati kantor polisi, semakin banyak zombie yang ditemukan.

Saat jarak Alvin tidak terlalu jauh dari kantor polisi.

"Door... Door... Door..."

"Bunuh semua zombie yang ada disini, ambil senjatanya !!!"

"Huraaaa !!!"

Sekelompok orang menerobos masuk ke kantor polisi. Mereka berpakaian hitam dengan rambut warna-warni. Masing-masing mereka juga membawa sepeda motor, layaknya preman atau geng motor.

Saat mendengar suara tembakan, Alvin menyuruh Nancy dan Julian untuk bersembunyi di suatu tempat, sementara dia mendekat ke arah kantor polisi.

Dari rumah lantai 2 diseberang kantor polisi, dia melihat anggota geng motor menyelinap masuk ke dalam kantor polisi dengan brutal. Mereka menembak ke segala arah seakan menunjukkan pada dunia kebengisannya.

Ada lebih dari 20 orang yang berada diluar kantor polisi tersebut. Walaupun tidak memiliki pengalaman dalam menggunakan senjata, mereka tampak mudah menghabisi zombie karena jumlah mereka yang banyak.

Setelah 15 menit berlalu, semua anggota geng motor itu keluar. Saat ini, ada 33 orang yang berada di halaman kantor polisi. Alvin memicingkan matanya untuk mencari pemimpinnya.

Walaupun jaraknya cukup jauh, Alvin mendengarkan percakapan mereka dengan baik.

"Kak Tony, selanjutnya ada supermarket kurang lebih dua kilometer dari sini, kita bisa mengambil persediaan dari sana." Ucap salah satu anggota geng motor.

"Mwehehe, siapkan senjata kalian, kita bergegas menuju kesana, kalian berlima tinggal disini, jaga kantor polisi ini untukku." Ucap Tony sambil menunjuk 5 anggotanya.

"Ayo berangkat !!!"

"Brummm... Brummm...."

Tony dan anggotanya meninggalkan kantor polisi.

Setelah tidak terdengar suara motor, Alvin yang hendak turun, melihat dua sosok mendekat ke arah kantor polisi.

Wushhh...

Doorr...

Dua sosok itu menembak dua anggota geng motor tepat di kepala.

Anggota geng motor lainnya mendadak panik, baru saja ketuanya meninggalkan mereka, namun saat itu pula mereka disergap.

Anggota geng motor menjadi waspada dan bersembunyi, begitu pula dengan dua sosok yang menembak duluan.

Alvin yang berada diatas memperhatikan dengan seksama. Kemudian dia membidik tiga anggota geng motor dengan ketapelnya. Dia menggunakan ketapel yang berada di cincin penyimpanannya. Ketapel itu sama dengan yang dia berikan pada Anna.

Wuuussshhh...

Jlebbb...

"Aaghhhhh !!!"

Walaupun ketapel tidak langsung membunuh mereka, itu tetap saja membuat mereka sakit. Alvin juga bertujuan untuk membantu dua sosok di kegelapan untuk menemukan posisi anggota geng motor yang tersisa

Dengan celah yang Alvin dapatkan, anggota geng motor itu diselesaikan dengan dua sosok tadi.

Dorrr...

Dorrr...

Dorrr...

Setelah membunuh mereka, dua sosok itu tidak langsung muncul. Sesuai dugaan Alvin, mereka adalah profesional yang mewaspadai dirinya juga.

Alvin turun dari tempat persembunyiannya dan berjalan menuju ke kantor polisi. Dia keluar sambil mengangkat tangannya tanda menunjukkan tidak menggunakan senjata.

Disaat itu pula dua sosok menampakkan dirinya. Mereka merupakan dua orang pria yang tampaknya sedikit lebih tua dari Alvin. Dengan setelan profesional hitam, mereka tampak seperti pengawal atau agen intelijen.

Karena tidak menemukan ancaman dari Alvin, mereka menurunkan kewaspadaan dan bertanya pada Alvin.

"Kamu yang menembak mereka sebelumnya?" Ucap salah satu dari mereka.

Alvin mengeluarkan ketapelnya.

"Iya, aku menyerang menggunakan ini." Jawab Alvin.

'Apa? Ketapel?'

'Dari jarak sejauh itu dia menembak?' kedua pria itu sedikit terkejut.

"Mengapa kamu membantu kami?" Tanya pria itu lagi.

"Aku melihat mereka sangat brutal, tidak seperti orang baik."

"Lebih baik kita mengecek ke dalam kantor dan melucuti senjata mereka dulu, sebelum anggota mereka yang lainnya datang." Lanjut Alvin sambil menunjuk ke arah mayat anggota geng motor.

Dua pria itupun mengangguk.

Mereka masuk ke dalam kantor polisi dan menemukan 3 senjata assault rifle, 2 handgun lengkap dengan beberapa kotak peluru. Dengan yang mereka dapatkan dibadan anggota geng motor, jadi ada 5 assault rifle dan 3 handgun.

Didalam juga ada brankas yang belum terbuka, namun mereka tidak menemukan kuncinya.

Alvin lanjut ke arah zombie dan mengumpulkan batu evolusi.

Dua sosok pria kebingungan saat melihat Alvin yang mengambil batu dari kepala zombie tersebut. Alvin terus mencari batu evolusi tanpa menghiraukan mereka. Total ada 70an batu yang Alvin dapatkan cuma-cuma.

Alvin mengajak dua sosok itu ke tempat persembunyian Nancy dan Julian. Saat melihat Alvin yang masuk dari pintu, Nancy langsung berlari dan memeluk Alvin.

"Kami mendengar suara tembakan tadi." Kata Nancy sambil membenamkan mukanya ke dada Alvin.

"Yosh.yosh, tidak apa, kami menemukan orang jahat di kantor polisi tadi." Kata Alvin sambil menepuk kepala Nancy.

Mendengar kata 'kami', Nancy melihat ke belakang Alvin, ternyata dia membawa 2 orang asing bersamanya.

Dia pun menjadi salah tingkah dan buru-buru melepaskan dirinya dari pelukan Alvin.

Julian yang melihat Nancy memeluk Alvin langsung tersenyum nakal, dia menaikkan alisnya untuk menggoda Nancy.

Saat Nancy melihat seringai Julian, dia langsung mengetuk kepalanya.

"Aduh, kenapa kakak memukulku." Tanya Julian sambil memegang kepalanya.

"Aku hanya ingin memukulmu, itu saja, huh." Jawab Nancy ketus.

Melihat kelakuan kakak beradik ini, Alvin tersenyum menggelengkan kepala. Dia sadar dengan sikap Nancy padanya, namun saat ini dia tidak mau mengesampingkan perasaan atau egonya.

"Mari masuk dulu, nanti aku ceritakan ke kalian tentang orang-orang di kantor polisi."

Alvin mengajak kakak beradik itu dan mempersilahkan dua pria tadi untuk masuk.

Singkatnya mereka saling memperkenalkan diri. Salah satu pria dengan kulit sawo matang bernama James Lincoln dan pria lainnya berkulit putih bernama Richard Nelson.

Mereka berasal dari kota Negledo. Saat ini mereka menjadi pengawal salah satu keluarga di Kota Skycloud. Mereka datang ke desa Milestone bersama keluarga tersebut untuk perjalanan bisnis. Namun suatu malam, semua anggota keluarga tersebut berubah menjadi zombie.

Alvin umumnya tau kepribadian pengawal-pengawal ini, mereka sangat setia pada atasannya bahkan rela mati demi mereka.

Setelah atasannya berubah jadi zombie, James dan Richard hanya berusaha bertahan hidup sambil mengamati perubahan dunia. Alvin sangat tertarik untuk merekrut mereka ke dalam timnya.

Terpopuler

Comments

Note_D

Note_D

lanjutkan thor

2022-10-23

1

Zul Khaidir

Zul Khaidir

up

2022-10-14

1

hm...

hm...

ditunggu kelanjutannya

2022-10-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!