Setelah melakukan perjalanan menggendong dua serigala menuju ke rumahnya. Alvin meletakkan induk serigala dan anaknya di salah satu pohon di perkarangan rumahnya. Dia juga memberikan makanan dan air kepada serigala itu.
Karena waktu baru menunjukkan pukul 1 siang, Alvin masuk ke rumah membersihkan tubuh dan makan siang. Dia berencana untuk mencari batu evolusi demi meningkatkan kekuatannya sampai malam tiba.
Sebelum keluar dia melirik ke arah induk serigala dan anaknya, namun saat Alvin melihat mereka sedang tidur, dia tidak jadi menghampiri mereka. Dia hanya lewat ke gerbang, untuk keluar dari perkarangan rumah.
Induk serigala sebenarnya tau bahwa Alvin ingin menghampirinya, namun karena terlalu lelah dan menyakitkan, dia hanya menyipitkan mata untuk mengintip. Dia butuh waktu memulihkan diri agar bisa berguna untuk Alvin.
Saat berburu, Alvin menemukan lebih banyak hewan bermutasi. Di dalam ingatannya, hewan bermutasi ini tidak semuanya berbahaya. Mereka hanya menguatkan insting hewan mereka. Kita beri contoh kelinci bermutasi, kelinci normal biasanya hanya makan sayuran hijau dan wortel, namun karena telah bermutasi, nafsu makan mereka bertambah. Setelah kiamat zombie, sulit untuk mendapatkan sayuran hijau maupun wortel, hal itu yang memicu kelinci mutasi menjadi stres dan menyerang manusia.
Dalam beberapa hari ini, hewan-hewan mutasi mulai menunjukkan insting bertahan hidupnya. Hal ini menyadarkan Alvin untuk bertahan di dunia ini, dia perlu meningkatkan attributenya.
Alvin mulai membunuh hewan-hewan bermutasi yang ada di sekitar rumahnya. Dia ingin memanfaatkan hari terakhir sebelum kiamat zombie untuk melakukan pembantaian agar memperoleh peningkatan attribute.
Beberapa jam kemudian, saat matahari mulai terbenam, Alvin kembali ke tempat tinggalnya dengan membawa banyak batu evolusi. Disamping melawan babi hutan mutasi tadi siang, Alvin tidak menemukan hewan mutasi berbahaya pada sore harinya.
Saat memasuki perkarangan rumahnya, Alvin terkejut mendapati induk serigala yang saat ini telah mampu berdiri dan berlari kecil, terlihat sedang bermain dengan anaknya. Alvin menebak pasti karena serigala itu telah bermutasi, makanya luka-luka yang serigala itu dapati tadi siang sudah mulai pulih.
Alvin kemudian menghampiri induk serigala dan hendak menyapa mereka.
"Apakah lukamu telah putih?." Tanya Alvin.
Induk serigala yang tidak mengerti pertanyaan Alvin hanya memiringkan kepalanya.
"Yah sepertinya sudah mulai membaik. Kemari lah, bantu aku mengangkut kayu di luar." Ajak Alvin sambil memainkan tangannya.
Alvin keluar dan mengajak induk serigala untuk keluar perkarangan, begitu pula dengan anak serigala yang diikuti oleh langkah kecilnya.
Alvin menebang beberapa pohon, dan memotongnya menjadi bagian-bagian kecil untuk bisa dibakar. Kemudian dia menggantungkan kayu-kayu itu ke badan induk serigala menggunakan tali yang dikeluarkan dari cincin penyimpanan.
Setelah satu jam lebih bolak-balik menebang dan mengangkut kayu. Alvin kembali ke perkarangan rumahnya. Dia membangun api unggun dan menancapkan beberapa kayu ke tanah. Kemudian Alvin mengeluarkan daging babi hutan mutasi yang dia bunuh tadi siang, lalu memotongnya menjadi 4 bagian. Menyimpannya kembali 3 bagian dan memotong-motong kecil 1 bagian yang tersisa.
Alvin membuat panggangan sederhana untuk kedua serigala itu.
Sambil menunggu daging babi bermutasi matang, Alvin kembali ke rumah dan membersihkan dirinya. Setelah semuanya selesai, Alvin kembali ke perkarangan untuk makan bersama induk dan anak serigala itu.
Saat ini jam telah menunjukkan pukul 10 malam. Dalam ingatannya, seluruh makhluk hidup akan pingsan dan seluruh daratan akan ditutupi kabut merah beberapa saat lagi. Saat itulah masa-masa peradaban manusia akan berubah menjadi masa kelam tak berujung.
Setelah selesai dengan makan malamnya, Alvin kembali masuk ke dalam rumahnya. Dia tidak berniat untuk tinggal diluar karena tidak tau apa yang akan terjadi pada dunia saat dia pingsan nanti.
Saat Alvin ingin masuk ke rumah, induk serigala mengikuti dan membuat Alvin keheranan. Mungkin karena intuisinya sebagai hewan, berada diluar beberapa jam kedepan akan sangat berbahaya, makanya dia mengikuti Alvin untuk masuk ke rumah.
"Ayo masuk." Ucap Alvin
Alvin pun mengosongkan ruang tamunya yang penuh dengan perabotan dan memasukkannya ke cincin penyimpanan guna memberikan ruangan yang luas kepada induk dan anak serigala itu. Alvin hanya memasukkan perabotan dan mengeluarkannya ke tempat lain, menurutnya itu lebih efisien daripada mengangkut satu persatu.
"Baiklah, sebelum ke atas, sekarang aku akan memberikan kalian nama, kamu lily dan kamu grey." Ucap Alvin sambil menunjuk kedua serigala itu.
"Lily, malam ini kamu dan grey tidur disini, aku akan ke atas. Waspadalah dengan keadaan sekitar. Kita tidak akan tau hal yang akan terjadi malam ini." Ucap Alvin melanjutkan pembicaraan.
Setelah itu, Alvin masuk ke kamar dan mengambil matras untuk diberikan kepada lily dan grey.
Alvin kembali ke kamarnya untuk memantau situasi yang terjadi dibelahan dunia lain melalui internet. Namun Alvin belum menemukan berita atau sesuatu yang berkaitan dengan zombie.
Karena merasa bosan, Alvin kemudian ingin melihat perubahan statusnya sambil berbaring santai.
Nama : Alvin Delamo
Usia : 23
Kekuatan : 10,42 (rata-rata 10)
Kecepatan : 12,01 (rata-rata 10)
Stamina : 10,39 (rata-rata 10)
Vitalitas : 9,24 (rata-rata 10)
Evolusi : -
(Peringatan!! syarat evolusi pertama : memiliki serum evolusi tahap 1)
Inventory sistem : 1 tiket gacha
Shop : Terkunci (terbuka seteleh evolusi tahap 1)
Roulette : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 2)
Alvin cukup puas dengan statusnya sekarang, paling tidak dia telah menyeimbangkan attribute dan tidak tampak seperti orang yang lemah. Dia pun memaklumi dirinya karena dalam 2 hari terakhir, dia hanya menemukan batu evolusi merah dengan peningkatan attribute yang cukup kecil.
Setelah puas melihat statusnya, Alvin membayangkan semua batu evolusi yang ada di cincin penyimpanan. Kemudian keluarlah semua batu evolusi berserakan di tempat tidurnya.
Alvin menghitung batu evolusi satu persatu dan mendapatkan 253 batu evolusi merah dan 3 batu evolusi kuning. Walaupun belum diketahui kegunaan batu tersebut, Alvin sangat senang dengan perolehannya.
Saat Alvin ingin memasukkan kembali batu evolusi ke cincin penyimpanan. Tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan ....
*****
15 menit sebelum kabut merah terjadi, saat ini kondisi di suatu pusat perbelanjaan di Dragon City tampak sunyi senyap. Hanya terdengar suara klakson mobil, alarm kebakaran dan musik yang cukup berantakan. Tidak ada suara manusia yang terdengar disana.
Jika diperhatikan, manusia-manusia yang berada disekitarnya terbaring tidak sadarkan diri.
Namun setelah beberapa saat, beberapa dari mereka mengalamin kejang-kejang dan mengeluarkan busa pada mulutnya. Mereka terbangun dengan mata merah dan menghampiri orang yang masih tidak sadarkan diri disebelahnya.
Dalam sekejap, bagian lehernya digigit dan dikunyah hingga mengeluarkan suara yang sangat mengerikan. Begitulah bagaimana penyebaran virus zombie bermula.
Dengan kabut merah yang tidak diketahui asalnya dan semua orang yang tiba-tiba pingsan. Dalam 4 jam, lebih dari separuh manusia dibumi berubah menjadi zombie.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Eko Eko
lanjut
2022-10-31
1
Zidan Satya
lanjutin bro gk mau tau wkwk
2022-10-31
0