Setelah persiapan dilakukan, Alvin keluar dari perkarangan rumahnya dan menuju ke jalan.
Jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju ke desa terdekat. Jalan ini tidak terlalu besar. Alvin hanya menggunakan jalan ini untuk mengangkut keperluan sebelum kiamat zombie terjadi.
Alvin berjalan santai sambil sesekali menebas hewan-hewan bermutasi yang bernasib sial bertemu dengannya. Tak lupa pula Alvin mengumpulkan batu evolusinya.
Slashhh...
Clinnngg....
Sambil berjalan, Alvin bergumam 'sistem buka status'.
Tulisan-tulisan muncul di depannya saat ini.
Nama : Alvin Delamo
Usia : 23
Kekuatan : 16,10
Kecepatan : 19,10
Stamina : 15,96
Vitalitas : 13,91
Evolusi : -
(Peringatan!! syarat evolusi pertama : memiliki serum evolusi tahap 1)
Inventory sistem : 1 tiket gacha
Shop : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 1)
Roulette : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 2)
Setelah 2 hari melakukan perburuan hewan bermutasi, peningkatan attribute Alvin cukup baik. Paling tidak kecepatannya sekarang sudah hampir 2x lebih cepat dibanding orang biasa.
Untuk menghindari dirinya dari kepungan zombie, Alvin memiliki kecepatan yang hampir 2x dari manusia normal, hal ini merupakan harapan terakhirnya agar nantinya dia dapat melarikan diri.
Setelah berjalan hampir 2 jam, Alvin tiba di depan desa yang menjadi tujuannya. Di depan desa itu ada monumen dengan tulisan "Selamat Datang di Desa Milestone".
Namun bukan tulisan itu yang menarik perhatian Alvin, melainkan genangan darah yang berada disekitarnya.
Sebelum masuk ke dalam desa tersebut, Alvin mengisi tenaganya dengan istirahat dan makan siang di luar desa. Sejauh pandangan Alvin dari luar desa, keadaan desa tampak sepi dan hening tanpa adanya tanda-tanda kehidupan.
Sepengetahuan Alvin, meski Milestone merupakan sebuah desa, namun penduduknya mencapai hampir tiga ribu jiwa.
Setelah beristirahat dan mengisi perutnya, Alvin masuk perlahan ke desa. Kurang dari satu menit Alvin melangkahkan kakinya, terdengar dari sekitar Alvin seretan kaki yang menuju ke arahnya.
Grawwwr.......
Satu per satu zombie di sekitar Alvin mulai bermunculan. Ada 2 zombie yang datang dari depan, satu dari kiri dan 2 lagi dari kanan.
Alvin segera bersiap dengan pedangnya dan berlari sambil menebas kepala zombie yang berada di depannya.
Slaaash.... Clinnnggg...
Alvin kembali menghunuskan pedangnya ke kepala zombie yang berada di kiri dan di kanan.
Jlebbb... Jlebb....
Dengan mudahnya Alvin membunuh zombie yang ada disekitarnya.
Setelah membunuh zombie, Alvin sedikit gemetar dengan tindakannya. Kenyataan membunuh zombie dan hewan bermutasi sungguh berbeda.
Mungkin karena zombie berbentuk seperti manusia, sehingga sulit untuk dapat dia terima.
Alvin mengepalkan tangannya dan bergegas menuju zombie yang telah mati itu. Alvin kemudian berlutut dengan satu kaki sambil mengeluarkan belatinya. Kemudian dia membuka isi kepala zombie tersebut.
"Bleeeeeghhh..."
Akhirnya Alvin tidak dapat menahan apa yang dia lihat kali ini. Dengan tangan yang masih berada di dalam kepala zombie tersebut, dia memuntahkan hampir semua makanan yang dia makan siang ini.
Setelah menenangkan diri, Alvin mulai mencari batu evolusi dan mendapatinya di bagian belakang kepala yang mendekati leher zombie.
Alvin melanjutkan membedah 4 kepala zombie yang tersisa dan menyimpulkan bahwa letak semua batu evolusi persis di belakang kepala zombie.
"Mulai sekarang aku tidak akan pernah mengobok-obok kepala zombie lagi, sungguh menjijikkan" ucap Alvin sambil menendang zombie terakhir.
Saat memegang batu evolusi yang ditemukan oleh zombie, Alvin merasakan perubahan yang sedikit lebih baik pada tubuhnya dibandingkan dengan batu evolusi dari hewan bermutasi.
'Sistem tolong perlihatkan attribute yang kudapatkan dari menyerap 5 batu evolusi barusan' gumam Alvin.
[Ding]
[Host terdeteksi membunuh zombie normal, mendapatkan attribute kecepatan 0,04]
[Host terdeteksi membunuh zombie normal, mendapatkan attribute stamina 0,06]
[Host terdeteksi membunuh zombie normal, mendapatkan attribute kekuatan 0,05]
....
"Ohh, membunuh zombie mendapatkan lebih banyak attribute daripada membunuh hewan bermutasi, apakah itu benar sistem?" Tanya Alvin.
....
....
....
Tidak ada jawaban dari sistem.
"Oh terserahlah" ucap Alvin dengan acuh.
Dibandingkan membunuh hewan bermutasi dengan level yang sama dengan zombie, hewan bermutasi hanya mendapatkan tambahan attribute 0,01 sampai 0.03, sedangkan membunuh zombie mendapatkan 0,04 sampai 0,06 attribute.
Alvin pun sebenarnya menyadari bahwa tidak semua hewan bermutasi berbahaya, hewan-hewan itu hanya memperkuat instingnya sebagai hewan dan menyebabkan ia tumbuh lebih kuat dan lebih ganas. Hal ini mungkin menyebabkan perbedaan perolehan attribute antara hewan bermutasi dan zombie.
"Kalau begitu mari kita musnahkan semua zombie yang ada di desa ini" ucap Alvin dengan semangat.
Alvin berjalan perlahan mengitari desa. Dia belum berani masuk lebih dalam karena tidak mengetahui keadaan desa tersebut.
Sambil menebas beberapa zombie yang mengikutinya, Alvin menguji kekuatan fisiknya sendiri.
Pada dasarnya Alvin tidak kesulitan menghadapi 5-7 zombie sekaligus, namun dia mulai kesulitan jika menghadapi lebih dari 12 zombie. Zombie-zombie ini tidak berjalan cepat, namun tenaganya sudah cukup untuk menjatuhkan seseorang dengan kemampuan fisik dibawah rata-rata.
Karena harus mengambil batu evolusi, Alvin bergerak sangat lambat dan harus menyesuaikan zombie dengan jumlah yang mampu dia tangani. Hal ini juga bermaksud untuk menjaga staminanya agar tidak terlalu lelah.
Namun setelah beberapa saat, Alvin menyadari jumlah zombie yang dia temukan tidak begitu banyak, mungkin saja zombie-zombie ini berkumpul di suatu tempat. Dia hanya akan menjadi lelucon apabila bertemu dengan kumpulan zombie itu.
Sambil menebas zombie dan mengambil batu evolusinya. Alvin melihat sebuah gardu listrik yang cukup tinggi. Dari pandangannya, gardu listrik itu dilengkapi dengan tangga yang tujuannya untuk mempermudah perbaikan atau menaik turunkan daya tengangan listrik.
Setelah berfikir sejenak, Alvin memutuskan untuk menuju ke gardu listrik tersebut. Walaupun jaraknya cukup jauh, namun jika berada di atasnya, Alvin yakin dapat melihat 70% keadaan di desa Milestone ini.
Wuuushh....
Sliiiinnggg...
Jlebbb....
Slasssshh.....
Alvin terus mengayunkan pedangnya menuju ke arah gardu listrik sambil sesekali berhenti untuk mengambil batu evolusi.
Matahari mulai terbenam ketika Alvin mencapai jarak 70 meter dari gardu listrik tersebut. Alvin mengernyitkan dahinya sambil melihat ke arah gardu listrik.
Gardu listrik berada di ujung persimpangan yang di depannya ada sebuah restoran. Dari jauh Alvin dapat melihat lebih dari 20 zombie yang berada di luar restoran tersebut. Jumlah zombie ini belum di hitung dengan zombie yang berada di dalam restoran dan zombie yang berada di luar jarak pandangnya.
Alvin dilema dengan pilihannya sekarang, hari sudah mulai gelap dan membuat jarak pandangnya lebih pendek.
Alvin bisa saja bermalam di suatu rumah, namun dia tidak yakin dengan keamanannya. Walaupun rumah dapat ditutup sepenuhnya dan dapat dibersihkan dari zombie, tidak menutup kemungkinan saat terbangun besok, rumah tersebut akan dikepung oleh puluhan zombie. Alvin tidak bisa membahayakan dirinya dengan hal tersebut.
Dengan tegas Alvin memutuskan untuk tetap melaju ke gardu listrik tersebut.
Dengan satu tarikan nafas, Alvin bergegas lari ke gardu listrik. Diikuti langkah kaki dan nafas manusianya, Alvin menarik perhatian zombie yang berada di sekitar restoran. Bahkan beberapa zombie yang berada di dalam zombie ikut tertarik dengan Alvin.
Prankkkk....
Terdengar suara pecahan kaca dari restoran itu, hal itu tentu saja menjadi semakin menarik perhatian para zombie. Bahkan zombie yang berada di ratusan meter ikut bergerak.
Sliiiing....
Slasshhh.....
Alvin hanya menebas zombie yang menghalangi jalannya. Semakin lama dia bertahan, semakin tidak akan mampu menghadapi seluruh zombie-zombie ini.
Dengan kecepatan dan segala usahanya, Alvin memperpendek jaraknya dari gardu listrik hingga mencapai kurang dari 15 meter.
Namun dari jarak pandangnya sekarang, muka Alvin tiba-tiba memucat !!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments