Kembali ke rumahnya, waktu telah menunjukkan pukul 17.35. Alvin melepaskan perlengkapannya dan berbegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah itu, dia duduk diatas kasur dan menghitung jumlah batu evolusi nya dia peroleh hari ini.
Total 83 batu evolusi merah dan 1 batu evolusi kuning, keberuntungannya cukup tinggi walaupun yang dibunuh bukan makhluk yang berbahaya.
Alvin mengumpulkan semua batu dan memasukkannya ke dalam sebuah kantong kecil, walaupun saat ini belum dapat digunakan, namun dia yakin bahwa batu evolusi akan menjadi alat tukar di masa depan menggantikan uang dan emas.
"Sistem, tolong perlihatkan statusku." Ucap Alvin.
Nama : Alvin Delamo
Usia : 23
Kekuatan : 7,32 (rata-rata 10)
Kecepatan : 9,21 (rata-rata 10)
Stamina : 8,19 (rata-rata 10)
Vitalitas : 6,79 (rata-rata 10)
Evolusi : -
(Peringatan!! syarat evolusi pertama : memiliki serum evolusi tahap 1)
Inventory sistem : 1 tiket gacha, 1 paket pemula
Shop : Terkunci (terbuka seteleh evolusi tahap 1)
Roulette : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 2)
"Haaaaaaah.... Hampir setengah hari tapi attribute yang meningkat sedikit sekali, masih lama untuk menjadi kuat." Ucap Alvin sambil menghela nafas yang panjang.
Sambil melihat attributenya, Alvin melihat di inventory ada tiket gacha dan paket pemula. Dia tidak lagi melihat tiket gacha karena perlu evolusi tahap 2.
Karena siang tadi terlalu bersemangat memburu hewan bermutasi, dia lupa akan paket pemula yang dia dapatkan di inventory sistem.
"Sistem, tolong buka paket pemula" ucap Alvin.
[Ding!]
[Selamat host mendapatkan +1 All Attribute, 1x cincin penyimpanan kecil, 1 set makan siang, dan 600ml air]
Setelah mendapatkan pemberitahuan dari sistem, cahaya putih mulai masuk dan menembus kepala Alvin.
Setelah beberapa saat, Alvin merasakan tubuhnya sedikit lebih baik dari sebelumnya, ini merupakan efek dari penambahan +1 disemua attributenya.
Alvin melihat sebuah cincin yang berada ditangannya, dan bertanya pada sistem.
"Sistem, cincin ini apakah seperti yang aku pikirkan?" Tanya Alvin semangat.
[Cincin penyimpanan kecil merupakan sebuah cincin yang bisa digunakan untuk menyimpan apapun selain makhluk hidup. Di dalam cincin tidak mengenal konsep waktu.]
Alvin yang sedang duduk langsung bangkit dari tempat tidurnya. Dia senang dengan efek cincin yang sesuai dengan pemikirannya. Bayangkan bila dia meletakkan makanan di dalamnya, maka dia tidak perlu khawatir tentang makanan yang akan membusuk selama hidupnya.
Kemudian Alvin bertanya lagi.
"Bagaimana cara kerja cincin ini sistem?" Tanya Alvin.
[Host perlu meneteskan darah host agar cincin penyimpanan tidak dapat digunakan oleh orang lain selain host. Untuk melakukan penyimpanan perlu menyentuh benda yang akan dimasukkan dan membayangkannya. Sama halnya dengan mengeluarkan benda yang ada di dalam cincin penyimpanan]
Setelah mendengar informasi dari sistem, dia mengambil belati dan menggores sedikit di ujung jarinya untuk mendapatkan setetes darah.
Saat darah menetes di cincin penyimpanan, cincin tersebut tampak sedikit menyusut mengikuti lingkar jari milik Alvin.
Alvin mengeluarkan kantong berisi batu evolusi dan mulai mencoba untuk menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan. Saat membayangkan, tiba-tiba saja kantong berisi batu evolusi itu menghilang dari tangannya. Saat ingin mengembalikan kembali, dia membayangkan sekali lagi dan batu evolusi itu langsung muncul kembali di tangannya.
'Woah sungguh praktis.' gumam Alvin.
Setelah melakukan eksperimen, Alvin ingin mencoba makanan yang dia dapatkan dari sistem. Setelah melahap habis makanannya, dia menyimpulkan bahwa makanan yang didapatkan dari sistem tidak begitu lezat, namun dia yakin pada saat dunia telah runtuh, makanan yang barusan dia makan bisa membuat orang-orang saling membunuh.
Waktu saat ini telah menunjukkan pukul 22.15, karena lelah memburu hewan pada siang hari, Alvin berbaring di kasur dan membuka ponselnya guna melihat informasi yang beredar di internet saat ini.
Kebanyakan informasi tidak berbobot dan hanya sedikit informasi yang membahas tentang fenomena janggal yang terjadi beberapa hari ini. Saat melihat apa yang ada di internet, dia ragu kalau kiamat zombie tidak akan terjadi, tetapi mengingat hitungan mundur yang dimunculkan oleh sistem, semua keraguan berubah menjadi keyakinan.
Saat Alvin melihat-lihat di internet, dia menemukan foto teman masa kecilnya di media sosial, Noah Young. Foto itu merupakan swafoto yang dilakukannya dengan latar belakang pertanian. Dengan postur badan yang tinggi besar, serta memiliki kulit kecoklatan, berbanding terbalik dengan Alvin yang berkulit putih dengan sedikit otot yang menempel pada tubuhnya, jika disandingkan, mereka berdua terlihat seperti pangeran tampan dan makhluk buas.
Alvin dan Noah berasal dari desa yang sama dan telah lama saling mengenal hingga akhirnya mereka berpisah saat Alvin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di kota.
Saat ini Alvin memikirkan rumah yang sedang dia tempati. Dia harus melindungi dan membersihkan rumah, memasak, merawat kebun dan sebagainya. Karena begitu banyak fasilitas dan rencana di dalam otaknya, dia tidak dapat mengurus semua pekerjaan itu.
Ditambah lagi, setiap orang pasti tidak dapat bertahan hidup sendirian. Perlu orang kepercayaan untuk menjaga punggungnya. Lagipula manusia merupakan makhluk yang bersosial, akan terasa kesepian apabila Alvin tidak berhubungan dengan orang lain. Apalagi setelah kiamat zombie terjadi, tidak ada lagi internet dan jaringan telepon untuk saling berkomunikasi.
Alvin memutuskan langkah pertama setelah kiamat zombie nanti untuk mencari Noah dan mengajaknya bergabung ke tempat tinggalnya saat ini.
Kemudian Alvin mencari nomor Noah dan menelponnya. Tak perlu menunggu lama, panggilan pun tersambung.
"Hei sobat, sudah lama tidak menelepon apakah kamu merindukanku Alvin?." Sapa Noah.
"Berhentilah narsis Noah, apakah kamu disana baik-baik saja?" Tanya Alvin.
"Yaaah, selain panen di sawah banyak yang mati, tidak ada hal buruk yang terjadi disini." Keluh Noah.
Alvin tertegun sesaat, dia tidak menyangka Noah akan mengatakan itu. Padahal yang Alvin tanyakan hanya sekedar kabar Noah, bukan hasil panennya. Alvin bahkan tidak peduli dengan panen yang dilakukan Noah.
Alvin tau bahwa hampir semua tanaman setelah kiamat zombie akan mati dan digantikan dengan tanaman mutasi. Bahkan tanah yang ada diluar akan terkontaminasi virus zombie sehingga sulit untuk ditanami tanaman. Dengan kejamnya perubahan alam, entah bagaimana manusia dapat bertahan hidup nanti.
"Noah, aku perlu memberitahumu sesuatu." Ucap Alvin dengan nada yang serius.
Mendengar temannya mulai serius, Noah berkata, "Hei sobat, apakah kamu akan menikah? Apakah kamu kekurangan uang sekarang? Kirim nomor rekeningmu, aku akan mengirim seluruh tabunganku untukmu. Sampaikan salam untuk kakak ipar, aku akan datang saat pernikahanmu nanti."
Alvin terdiam. Selain kebaikan Noah, Alvin harus menghadapi kebodohan Noah. Mungkin hal ini yang menjadikan mereka sahabat, Alvin dengan otaknya dan Noah dengan ototnya. Walaupun tidak cocok, namun hal itu bisa saling melengkapi.
Alvin menghela nafas menjawab pertanyaan Noah, "Singkirkan pikiran bodohmu itu Noah, ada hal yang lebih penting yang harus aku sampaikan padamu, sebentar lagi ...."
"Hei Alvin, hal penting apa selain pernikahan yang perlu dirimu beritahu di tengah malam begini, tenang saja sobat, aku akan datang dipernikahanmu nanti." Ucap Noah dengan bangga.
Mendengar hal itu, Alvin langsung mematikan telfonnya.
Tak lama setelah itu, ponsel Alvin berdering dan menemukan bahwa Noah memanggilnya kembali.
"Hehe, maafkan aku sobat, aku akan mendengarkanmu sekarang" ucap Noah sambil menggaruk kepalanya.
Membayangkan ekspresi Noah yang cengar-cengir diujung telpon, Alvin menghela nafas.
Pasalnya mereka sudah hapal dengan sifat masing-masing.
Dengan kurangnya IQ ditambah kebiasaan Noah berbicara, maka akan susah untuk berhenti dan memotong pembicaraannya.
Begitu pula dengan sifat Alvin. Apabila Alvin diam, maka Noah pasti akan segera menyadari dirinya telah melakukan sebuah kesalahan.
"Oke dengarkan baik-baik Noah, besok pagi segera beli bahan makanan yang cukup untuk satu bulan. Beli senjata yang untuk perlindungan diri dan jangan keluar dari rumah sampai aku tiba dirumahmu. Semua harus dilakukan dengan cepat, dan kembalilah ke rumah sebelum tengah malam." Ucap Alvin.
Mendengarkan omongan Alvin, Noah mengernyitkan alis. Timbul pertanyaan di benaknya namun dia tidak ingin melanjutkan pembicaraan karena percaya dengan Alvin. Noah tau pasti sesuatu akan terjadi, sebab Alvin mengatakannya dengan nada yang sedikit mengkhawatirkan.
"Baiklah, aku akan membeli persediaan makanan dan senjata besok pagi. Ummmm... Bisakah aku membawa Bella? Dia tunanganku. Tidak mungkin aku menunggumu dirumah sendirian. Aku bukan penyendiri sepertimu Alvin. Lagian aku yakin kamu dan Bella akan cocok berteman. Dia adalah wanita terbaik. Tentu saja kamu tidak boleh menggangunya. Walaupun kamu lebih tampan dariku, aku yakin cinta kami akan selalu abadi..." Ucap Noah.
Mendengar hal tersebut, ingin rasanya memukul teman baiknya itu. Namun tanpa berbicara lagi, Alvin langsung mematikan panggilannya.
Lalu dia mengirimkan pesan teks singkat ke Noah 'kirimkan nomor rekeningmu'
Alvin menerima nomor rekening Noah dan mengirimkan Rp. 50.000.000 ke rekening tersebut.
Mendapat notifikasi dari bank, Noah tercengang melihat bukti transfer yang dikirim oleh Alvin.
'Sebenarnya berapa banyak makanan yang dia suruh beli? Apakah dia akan mengadakan pesta penyambutan besar-besaran untuk menyambut kepulangannya? Dan untuk apa senjata itu? Apa Alvin telah menjadi masokis?' gumam Noah
Entah apa yang dipikirkan Noah tentang 'senjata' yang dimaksud oleh Alvin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
NEE-SANN
Waduh temen nya otak otot nih
2022-10-09
1