Dari jaraknya saat ini, Alvin menatap gardu listrik di depannya. Wajahnya memucat karena tangga untuk naik ke atas gardu berada jauh diatas jangkauannya.
Selama ini dia hanya melihat ke arah gardu listrik itu namun tidak melihat tangganya. Tangga itu merupakan tangga jenis ladder yang tergantung diatas tangga lainnya.
'Sial, siapa yang merancang gardu listrik dan tangga semacam ini, kalau aku tau, aku pasti akan menuntutnya.' ucap Alvin di dalam hatinya.
Sambil terus memainkan pedangnya, Alvin berkeringat dingin. Sudah tak terhitung lagi bulir-bulir-bulir keringat yang menetes di wajahnya.
Namun dia tiba-tiba mengingat sebuah dialog dalam film favoritnya, seorang lelaki tua yang sedang bertarung mengatakan 'seorang samurai harus tetap tenang setiap saat bahkan dalam menghadapi bahaya'.
Alvin membayangkan perkataan itu dibenaknya, sejenak dia pun menenangkan dirinya. Namun tidak disangka dia kembali mengingat perkataan seseorang yang menjadi lawan orang tua tersebut 'kita bertarung dengan pistol, bukan pedang, dasar orang tua bodoh'.
"Pffftttt...."
Alvin mengerucutkan bibirnya sambil menahan tawa. Dia menebas kepala zombie dan berjalan semakin mendekat ke arah gardu listrik, dalam beberapa detik, dia mendapatkan ide yang bagus.
Alvin menyimpan pedangnya lalu mengeluarkan belati dan ketapelnya. Alvin sekarang menggunakan belati ditangan kanannya untuk menebas kepala zombie. Sedangkan tangan kirinya dia gunakan untuk memegang ketapel.
Belati yang dia gunakan merupakan tipe belati dengan knuckel yang mana hanya perlu menyelipkan jari untuk mendapatkan pegangan yang kokoh. Tentu saja belati ini berbeda dengan belati yang ada pada tubuhnya. Belati tersebut dia keluarkan dari cincin penyimpanannya.
Dia harus mengambil resiko memegang belati sambil membidik sudut tangga dengan besi ketapel agar pengait pada tangga dapat lepas.
Ctang... ctanggg...
Setelah melepaskan beberapa tembakan, dia akhirnya dapat menghancurkan pengait tersebut. Saat naik beberapa anak tangga, dengan cepat Alvin menendang tangga paling bawah agar lepas dari tangga diatasnya.
Setelah mengatur nafas sebentar, Alvin naik keatas gardu listrik. Dia menyadari bahwa gardu listrik ini cukup tinggi setelah dipanjat. Setelah sampai ditempat pijakannya, Alvin merebahkan dirinya.
Dia tertawa kecil mengingat kejadian sebelumnya, dia bisa saja mati terkepung zombie jika dia tidak cepat menemukan ide tersebut. Anehnya, sebelum ide tersebut muncul, adegan lucu dari film terputar di memorinya, yang pada akhirnya Alvin terselamatkan oleh hal itu.
"Yahhh, terimakasih orang tua, aku akan mengingat jasamu." Ucap Alvin sambil menyeringai.
Setelah mengatur nafas, Alvin membalikkan tubuhnya menghadap ke bawah. Pemandangan dari atas membuatnya tercengang, zombie-zombie yang telah dia bunuh, dimakan oleh zombie lainnya.
Namun, bagian zombie yang dimakan hanya di kepalanya saja. Hal ini meyakinkan Alvin bahwa seperti ini lah awal mula dari terjadinya zombie yang bermutasi. Mereka saling memakan untuk menjadi yang terkuat.
Alvin membalikkan tubuhnya kembali menghadap ke langit malam, dia tidak terlalu memikirkan zombie di bawahnya.
'sistem, buka status' gumam Alvin.
Nama : Alvin Delamo
Usia : 23
Kekuatan : 19,17
Kecepatan : 21,40
Stamina : 18,88
Vitalitas : 17,91
Evolusi : -
(Peringatan!! syarat evolusi pertama : memiliki serum evolusi tahap 1)
Inventory sistem : 1 tiket gacha
Shop : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 1)
Roulette : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 2)
Setelah melihat statusnya, Alvin tercengang dan membangunkan dirinya ke posisi duduk. Peningkatan attributenya kali ini melebihi ekspektasinya.
Alvin kali ini mendapatkan kurang dari 70 batu evolusi merah dari hasil berburunya satu hari ini, namun peningkatan attributenya hampir sebanding dengan 3 hari dia berburu hewan bermutasi.
"Seperti ini lah kekuatan 2x manusia normal" Ucap Alvin sambil tersenyum.
Alvin mengepalkan tangannya dan merasakan kekuatan yang mengalir dalam tubuhnya. Sambil sesekali meninju tangannya ke udara, dia merasakan perbedaan pada lengannya.
Sambil membuka ransel untuk mengambil makanan dan minuman untuk dia konsumsi, Alvin melihat ke sekeliling desa. Dia melihat 3 titik cahaya yang menarik perhatiannya. Dari titik ini terdapat kerumunan zombie yang mengepung bangunan-bangunan tersebut.
Cahaya pertama berada di sebelah kirinya berjarak kurang dari 1 KM. Menurut penglihatannya, bangunan itu merupakan sebuah rumah sakit. Disana terdapat beberapa cahaya yang menerangi beberapa ruangan.
Cahaya kedua berada di sebelah kanannya berjarak lebih dari 2 KM. Karena kurangnya penglihatan Alvin, dia tidak bisa menebak bangunan apa yang ada disana.
Cahaya ketiga berada di pusat kota, berjarak hampir 3 KM. Dari sana Alvin melihat cahaya terang benderang yang mengelilingi bangunan itu, bangunan itu merupakan balai pertemuan desa. Walau penglihatannya kurang, Alvin bergidik ngeri karena lebih dari seribu zombie yang bisa dia rasakan dari sana.
Walaupun 3 cahaya itu merupakan penerang terbesar di desa, masih ada beberapa titik kecil yang bisa dia lihat. Kemungkinan itu adalah para survivor yang masih terjebak dirumahnya.
Hal yang mengejutkannya adalah dibawah gardu listrik tempatnya sekarang istirahat, ada seberkas cahaya yang keluar dari dalam restoran.
"Yah, besok aku akan melihat-lihat ke restoran itu." Ucap Alvin sambil menguyah makanannya.
Setelah itu, Alvin mengambil tali dari tasnya dan mengikatkan tubuhnya agar tidak jatuh saat dia terlelap.
*****
Keesokan harinya, Alvin terbangun saat matahari belum muncul ke permukaan. Namun dia mulai mempersiapkan dirinya untuk turun ke bawah. Alvin berencana untuk turun ke restoran pagi ini sambil meningkatkan attributenya.
Dibawah gardu tempatnya bermalam, Alvin melihat ada lebih dari 30 zombie yang melambaikan tangannya seolah ingin meraih Alvin.
Alvin turun perlahan melalui tangga dan berhenti beberapa meter diatas kepala zombie.
Dia mengikat dirinya ke tangga menggunakan tali dan mengeluarkan ketapelnya. Sambil bergelantungan di tangga, dia membidik kepala zombie-zombie itu.
Tidak butuh waktu yang lama baginya untuk menyelesaikan zombie yang ada dibawah gardu.
Alvin turun kebawah sembari melihat keadaan sekitar lalu dengan cepat dia mengambil batu evolusi yang berada di zombie-zombie itu.
Setelah mengumpulkan jarahannya, dia mengendap-endap untuk melihat situasi di dalam restoran. Terdapat sepuluh zombie yang sedang mengerumuni sebuah pintu disana.
Alvin menyimpan ketapel di pinggangnya dan menggantinya dengan pedang. Dia maju untuk menghabisi satu per satu zombie dari belakang.
Slashhhh....
Jlebbb....
Sliiiiingggg....
Zombie-zombie itu berjatuhan satu per satu.
*****
Satu jam sebelumnya.
"Kita harus keluar hari ini, tidak ada makanan yang tersisa sekarang." Ucap salah seorang pemuda.
"Huh... Sudah aku bilang untuk tidak memberikan makanan untuk orang desa itu, tapi kalian mengabaikanku." Ucap pemuda lainnya.
"Diam !! Kalau kamu masih meributkan hal itu, aku akan membunuhmu sekarang juga." Jawab salah satu gadis kesal.
Tiba-tiba suasana menjadi hening.
"Sudahlah, lebih baik kita pikirkan jalan keluar sekarang. Kita sudah terjebak diruangan ini selama 4 hari namun tidak ada satupun suara yang terdengar selain suara zombie diluar. Tadi malam kita mendengar suara pecahan kaca, barangkali masih ada orang yang selamat disekitar sini." Ucap gadis lain menenangkan.
"Benar, tapi dengan begitu banyak zombie diluar, aku tidak yakin mereka akan menyelamatkan kita." Ucap gadis lain yang kesal tadi dengan tertunduk lesu.
"Kita bisa menunggu disini, dengan otoritas ayahku, militer pasti akan menyelamatkan kita." Ucap pemuda tadi dengan angkuh.
Mendengar ucapan pemuda itu, semua orang menatapnya dengan aneh.
Disudut ruangan itu, terdapat seorang anak laki-laki dan wanita dewasa berparas cantik. Anak laki-laki itu meringkuk ketakutan dipelukan kakaknya.
"Kak, Ryu Lapar..." Ucap anak laki-laki itu.
"Ini makanlah perlahan ... " jawab wanita itu.
Wanita itu memberikan biskuit yang tersisa kepada adiknya.
Saat semua sibuk dengan pikirannya masing-masing, tiba-tiba terdengar ketukan dari arah pintu.
"Tok... Tok... Tok..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
~H∆LUsinN∆SI~
please up thor
2023-01-05
1